
Di hari libur.
Nandi beserta para pamili Gang Si'iran sudah bersiap-siap untuk liburan akhir bulan, semua kendara'an sudah terparkir di area parkiran Distributor, Nandi beserta keluarga mertuanya dan Rendi kakak iparnya pun ikut serta dalam liburan itu, Apalagi Astuti kini sudah mempunyai kendara'an Roda empat yang baru di belinya, sebuah mobil yang tak kalah kerennya dengan mobilnya Nandi, walau harga nya masih jauh di bawah mobilnya Nandi.
New Xpander GLS Mt Warna silver, yang baru Astuti beli dari hasil tabungan berdua Kamal dan Astuti yang ia kumpulin.
Sedangakan Gito, Mira, Hasan Lina beserta anaknya, Doni dan Melinda mereka menyewa mobil rental, sementara Toglo dan Wulan ikut mobilnya Nina bersama Pandi, dan Sapitri sekertarisnya Nandi ikut bersama Astuti pak Dirman dan buk Sari, yang kebetulan antara Kamal dan Sapitri masih ada bau-bau kekerabatan dari nenek moyangnya.
Pukul 08:00
Mereka mulai berangkat, meninggalkan Gang Si'iran, kini rumah Nandi dan pak Dirman kosong Cuma ada Satpam yang di tugaskan oleh Nandi untuk menjaga perusahaannya dan mengawasi rumahnya takut ada hal-hal yang tidak di inginkan terjadi.
Kini ke empat mobil sudah melaju di jalan Delima menuju timur tatar pasundan, yang di pimpin oleh mobil Pajero New sport yang di kendalikan oleh Nandi.
"Sayang libuaran akhir bulan ini kita mau berlibur kemana?." Tanya Sindi.
"Kita ke pantai Santolo, daerah pameungpeuk kabupaten Garut sayang." Jawab Nandi.
Kemudian Anggita berteriak sorak semeringah merasa senang hatinya.
"Hore kita mau liburan ke pantai." Ujar Anggita riang gembira.
"Terus kita mau nginep gitu sayang?." Tanya Sindi.
"Ya ku sudah boking penginapan, sama temanku karena di situ belum ada hotel, makanya ku suruh Doni bawa guitar biar malamnya kita bisa menikmati indahnya Pantai sambil bernyanyi.
Kemudian Rendi memotong pembicaraan.
"Wah bakal seru dong liburan akhir bulan ini." Pungkas Rendi.
"Iya dong bang, kapan lagi kita bisa liburan, mungpung ada libur dua hari kan lumayan, buat menyegarkan otak kita yang selalu di sibukan oleh padatnya pekerjaan." Saut Nandi.
Singkat cerita.
Nandi beserta rombongan sudah sampai di lokasi pantai santolo, sebelum memasuki kawasan pantai Nandi menghentikan dulu kendara'annya, lalu Nandi mengambil handponnya untuk menghubungi temannya yang ada di kawasan santolo.
"Halo jon, ini gua sudah sampai, terus gua harus mengambil arah kemana untuk sampai di penginapan." Ucap Nandi di telpon.
"kamu ambil arah yang ke kanan, paling tiga ratus meteran lagi, dan gua ada berdiri pakai baju warna biru kotak-kotak, dengan topi warna hitam ." Ujar temannya Nandi yang bernama Joni.
"Oke kalau begitu, gua jalan nih." Ucap Nandi sambil menghentikan panggilannya.
Setelah Tiga ratus meter Nandi lalui nampak di samping kanan ada seorang lelaki berbaju biru kotak-kotak bertopi warna hitam, lalu Nandi menekan klasonnya sambil menurunkan kaca jendela mobil.
Tid tidid.
"Hai Jon." Sapa Nandi.
"Hai Nandi, lo langsung masuk aja ke area parkiran penginapan itu, ya sudah ikutin gua aja." Ujar Joni sambil melangkahkan kakinya, yang di ikuti oleh Nandi dan rombongannya.
Tidak lama kemudian Nandi pun sudah menghentikan mobilnya seperti yang di tunjukin oleh joni.
Nadi pun lalu keluar dari dalam mobilnya yang di ikuti oleh rombongannya, lalu joni membawa Nandi ke sebuah penginapan yang sudah Joni janjikan itu.
"Nah ini penginapan yang gua janjikan itu, tapi maap, penginapannya tidak mewah, ya lumayan aja sih untuk berlibur sambil menikmati indah pantai." Ujar Joni.
__ADS_1
"Ya tidak apa-apa Jon, dan kenalin ini istri dan anak gua." Ujar Nandi sambil menunjukan jempol tangan kanannya ke arah Sindi dan Anggita
Lalu Sindi dan anggita pun mengulurkan tangannya sambil memperkenalkan dirinya.
"Saya Sindi."
"Dan aku Anggita om."
"Dan ini mertua dan kaka ipar gua, lalu ibuk dan bapak gua serta adik gua juga, dan para sahabat gua, ayo semua kenalin ini Joni teman sekaolah gua dulu." Ucap Nandi.
Lalu satu persatu memperkenalkan dirinya masing-masing, dan setelah itu joni pun pamit dulu, setelah semua kamar dan pasilitas telah Joni persiapkan untuk Nandi beserta yang lainnya.
"Wah pemandangan yang sangat indah, gua baru kali ini main ke pantai ini, ramai juga ya di sini." Celoteh Nina.
"Kalian saya peringatkan, bila main ke pantai ini jangan terlalu dekat bibir pantai." Ujar Nandi memberi wejangan.
"Emang kenapa gitu Aa." Saut Astuti.
"Karena mitosnya di sini masih kuat, kita kan orang Bandung asli, katanya setiap orang Bandung asli main dekat pantai suka di ambil sama ratu pantai selatan, kalau kalian tidak percaya nanti juga akan ada orang yang selalu bertanya pada setiap pengunjung yang main di bibir pantai." Jelasnya Nandi.
"Ooh jadi begitu, iih ngeri juga ya main ke pantai selatan." Ujar Nina.
"Ya percaya gak percaya, tapi memang sudah banyak buktinya, ya mungkin juga sudah takdirnya begitu, ya alangkah baik nya kita patuhi saja aturannya demi menghindari hal-hal yang tidak di inginkan." Ucap Nandi.
"Iya juga sih, kita harus mematuhi aturan itu, kalau menurut gue sih dari sini juga nampak terlihat indahnya pantai." Pungkas Melinda ikut nimrung.
..............
Pukul 14:00
Nandi beserta yang lainnya masing-masing mencari tempat untuk ngobrol sambil minum dan makan makanan cemilan khas daerah disitu.
"Kita poto-poto dulu sayang, ini momen yang indah setelah kita menikah." Ujar Astuti.
"Oke."
Kamal dan Astuti poto-poto bareng dengan berbagai macam gaya buat melengkapi Albumnya, dan buat kenangan nanti untuk anak-anaknya, menurut mereka berdua.
Sementara di sebelah utaranya Nandi yang lagi kumpul sama keluarga besarnya, nampak dua sejoli lagi duduk berdua di bawah pohon yang rindang tengah asik berbicara saling canda dan tawa.
Toglo dan Wulan nampak sangat serasi, Wulan merasa dirinya seperti nyaman bila dekat dengan Toglo, begitu pula Toglo bila dekat sama Wulan serasa tenang dan bahagia.
Wulan bersandar di dada bidangnya Toglo, sambil netranya memandang luas ke tengah-tengah samudra.
"Wan maap ya kalau gue sudah lancang bersandar di dadamu." Ujar Wulan sambil mendonggakan wajah ke atas memandang Wanda alias Toglo.
"Tidak apa Wulan, gua juga suka ko." Celoteh Toglo.
Nampak terlihat senyum semringah di bibir tipisnya Wulan, apalagi sesekali tangan Toglo mengelus rambutnya wulan laksana air laut yang bergelombang.
Di hari itu mungkin menjadi hari yang special buat Toglo untuk menyampaikan seluruh isi hatinya, lebih baik berterus terang walaupun jawabanya nanti menyakitkan menurut Toglo ber monolog, Perlahan Toglo menarik napasnya, dag dig dug jantungnya, terasa berat buat Toglo untuk mengungkapkan isi hati. "Ko perasa'an gua jadi gak karuan begini, menghadapi preman empat orang gua gak pernah berdebar begini jantung, tapi kenapa hanya dengan satu wanita ko terasa berat gua mau berucap." Batin Toglo.
Di sa'at Wulan lagi bersandar di dada Toglo, Wulan merasakan jantung Toglo berdetak kencang, lalu Wulan membangunkan badannya, dan telapak tangan Wulan di tempelakn pada dada Toglo.
"Kamu kenapa Wan, perasa'an gue jantungmu denyutnya terasa kencang sekali, apa lo' sakit?." Tanya Wulan.
__ADS_1
Toglo semakin tidak karuan di kasih pertanyaan begitu oleh Wulan.
"Enggak ko gua gak sakit." Jawab Toglo.
"Lalu kenapa dengan jantungmu itu, ooh gue tau karena gue kan, sori ya kalau gue sudah lancang." Ujar Wulan.
"Tidak ko, bukan itu masalah nya." Ujar Toglo.
"Terus kenapa?." Tanya Wulan.
Perlahan Toglo memejamkan matanya sebentar sambil menenangkan hatinya.
"Kalau boleh gua mau jujur." Ucap Toglo.
Wulan tersenyum dengan bibir tipisnya dan semakin menambah aura kecantikannya.
"Mau berkata apa, bicaralah jangan merasa sungkan atau segan padaku." Ujar Wulan.
"Wula...n." Toglo gugup.
"Iya Wan ada apa, dan apa yang mau kau utarakan." Ujar Wulan gak sabar.
"Begini, Se se be benar nya gua suka sama lo'." Ujar Toglo.
"Ooh itu, mau bilang begitu juga ko susah amat sih Wan, Gue juga suka sama lo'." Jawab Wulan.
"Sebagai apa?." Tanya Toglo.
"Sebagai Sahabat." Jawab Wulan.
Mendengar jawaban Wulan begitu, wajah Toglo nampak murung seperti tidak bergairah.
Lalu Wulan tersenyum semeringah, dan sangat paham isi hati Toglo maksud dan tujuannya lalu Wulan berkata yang membuat Toglo menjadi berdarah lagi.
"Gue...suka sama lo' Wanda lebih dari sekedar sahabat." Ujar Wulan.
Toglo terperanjat kaget dengan membulatkan netranya setelah mendengar ucapannya Wulan.
"Benarkah itu?." Tanya Toglo.
Wulan tidak menjawab, ia cuma menganggukan kepalanya.
"Terima kasih, gue sangat senang, dan gue juga cinta sama lo' Wulandari." Ujar Toglo tidak sadar saking genbiranya ia memeluk erat tubuh Wulan.
"Udah Wan, malu di lihat orang." Bisik Wulan.
"Iya maap, karena saking senengnya hati gua." Ujar Toglo kesenengan.
Di hari itu telah menjadi catatan dalam sejarah percintaannya Toglo dan Wulan, mereka kini resmi menjadi pasangan kekasih dan menjadi momen yang indah dalam hidup Toglo dan Wulan.
*********
Bersambung.
Assalam mu'alaikum. wr wb.
__ADS_1
Salam sejatera dan sehat selalu untuk yang sudah memberi dukungan like, comentar, favorit, vote serta hadiahnya.
Semoga Allah Swt melimpahkan rijkinya dan di mudahkan segala urusannya.