SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
SIKIDAL SANG PENOLONG EPS 17


__ADS_3

Setelah selasai berdandan, Sindi langsung keluar dari kamarnya untuk menemui Nandi, yang lagi duduk diteras sendiri.


Setibanya diteras depan rumah, nampak Nandi lagi menikmati secangkir kopi hitam, dan hisapan sebatang roko.


Sindi terus melihat Nandi yang lagi memainkan asap roko yang keluar dari mulutnya.


Sedangkan Nandi belum mengerti akan kedatangannya Sindi.


''Ehhmmm.'' Ucap Sindi.


Nandipun langsung kaget, sambil melirik kearah suara yang mendehm.


Begitu Nandi melihat pada orang yang lagi berdiri didepan pintu, dengan mata yang melotot seperti lagi melihat sesuatu yang menakjubkan.


''Wai..Wai, lihatin apa'an sih, ko memandang gue kaya gitu.'' Ucap Sindi sambil melambai-lambai telapak tangannya didepan muka Nandi.


''Oooh nggak.'' Jawab Nandi.


''Lagi lihatin apa'an sih?.'' Tanya Sindi.


''Itu lagi lihatin cicak ko pintar amat berjalan ditembok.'' Jawab Nandi mengalihkan perhatian.


''Pasti Aa bohong, mana gak ada juga.'' Ucap Sindi sambil menoleh kebelakangnya.


''Ya sekarang sudah pergi.'' Jawab Nandi.


''Gue yakin, Aa menyembunyikan sesuatu.'' Kata Sindi.


''Gua tidak menyembunyikan apa-apa...


Tapi emang gua malu berterus terang, kamu cantik Sin, gua sampai terkesima melihat kecantikanmu.'' Berkata Nandi dalam hati.


''Ya sudah kalau begitu, emang Aa tidak kedinginan, kalau Aa mau ganti baju, ada ko baju Aa Rendi bisa pinjem dulu.'' Ucap Sindi.


''Tidak usah Sin terima kasih, gua sudah biasa ko hujan-hujanan, nanti juga kering sendiri, lagian ini tidak terlalu basah cuma lembab doang ko.'' Ucap Nandi.


''Bener gak kenapa napa nih, nanti Aa masuk angin.'' Ucap Sindi.


''Insa allah gak kenapa-napa Sin.'' Ucap Nandi.


''Ya sudah, ee'eh Aa ternyata Nina itu orangnya baik ya, gue dan Astuti ditraktir makan dan minum di cape kenanga, padahal cape kenanga kan tempat orang-orang kaya.'' Ucap Sindi.


''Iya sih, Nina orangnya baik, tajir lagi dan tidak sombong.'' Jawab Nandi.


''Gue salut pada Nina, semoga aja rijkinya selalu tambah melimpah.'' Ucap Sindi.


''Aamiin, kalau kita banyak berbagi jangan takut rijki kita hilang, justru kalau kita banyak bersedekah dan menolong orang yang lagi kesusahan, Allah akan menambahkan rijikinya belipat ganda, dan melindungi dari segala mara bahaya, contohnya waktu Nina dijamret, Allah memberikan pertolongannya lewat tangan orang.'' Ucap Nandi.


''Gue salut pada Aa Nandi, Aa juga orangnya baik suka menolong, gue sudah banyak berhutang budi pada Aa.'' Ucap Sindi.


''Jangan bilang begitu aah, gua cuma manusia biasa yang tidak luput dari segala kesalahan dan kehilapan.'' Ucap Nandi.


''Gue bilang apa adanya ko Aa, bagi gue Aa Nandi orang baik.'' Ucap Sindi.


''Ya Alhamdulilah, dan terima kasih, Btw gua pamit dulu ya, soalnya masih ada kerja'an yang belum sempat gua kerjakan, maap ya bukannya gua tidak mau berlama-lama.'' Ucap Nandi.


Nandi terus bersiap-siap untuk pulang kerumah, karena ada pekerja'an yang belum sempat dikerjakan, Karena Nandi lebih mengutamakan dulu tanggung jawabnya untuk mengantarkan Sindi pulang, Bagi Nandi bisa saja menyuruh ojeg atau Kamal untuk mengantarkan Sindi pulang kerumahnya.


Tapi Nandi tidak mau Nantinya di anggap lelaki yang tidak bertanggung jawab, terutama oleh orang tuanya, yang tadinya berangkat sama Nandi, ya pulang juga harus sama-sama pula. Begitulah pikiran Nandi.


Nandipun tidak lupa pamitan pada Bu Sumi.


''Bu.. bu..'' Panggil Sindi.


''Iya Dinfi ada apa.'' Saut bu Sumi sambil keluar.


''Bu saya pamit pulang dulu ya, ma'ap kalau saya jadi ngerepotin ibu.'' Ucap Nandi.


''Iiih tidak nak Nandi, ibu tidak merasa direpotkan, justru ibu berterima kasih banyak pada nak Nandi sudah mau mengantar anak ibu.'' Jawab Bu sumi.


''Mari Bu.'' Ucap Nandi sambil memberi salam dan mencium tangan bu Sumi tanda rasa hormat pada orang tua.


''Sin gua pulang dulu ya, Assalam mualaikum.'' Kata Nandi sambil melangkah turun dari teras rumah.


''Wa alaikum salam, hati-hati nak Nandi.'' Ucap Bu Sumi.


''Aa Nandi hati-hati.'' Ucap Sindi sambil melambaikan tangannya.


Setelah itu nandi menaiki motornya, tidak lupa pula memakai helm sebagai perlengkapan didalam berkendara kendara'an roda dua.


Kini motor mulai dinyalakan, terus Nandipun melambaikan tangannya pada Sindi dan Bu sumi.


Sebelum pergi.


Tidak lupanpula Nandi mengucapkan salam.


Setelah itu motorpun mulai melaju dikit demi sedikit, Sindi dan Bu Sumi masih berdiri diteras depan rumah, sesudah Itu merekapun mulai masuk kedalam.


Sementara Nandi masih berjalan pelan, karena jalanannya yang sempit, dan banyak sekali polisi tidur.


Tidak lama kemudian Nandi sudah memasuki dijalan ketupat, kini motor melaju dengan kencangnya.


Suara yang menggiurkan bagi para pecinta motor tersebut, dan asap yang keluar dari selongsong kenalpot nampak mengepul, seiring dengan kecepatan melajunya kendara'an.


Kini jalan ketupat sudah dilaluinya, kira-kira tiga km lagi Nandi akan segera memasuki jalan delima.


Ketika Nandi sampai di pertiga'an jalan yang mau kearah jalan mengkudu dan jalan delima, terlihat banyak sekali orang berkerumun dipinggiran jalan, Nandi mersa penasaran iapun lalu meminggirkan motornya dan bertanya kepada salah satu dari orang-orang tersebut.


''ma'ap ada ini pak?.'' Tanya Nandi pada seorang lelaki yang sudah agak tua.


''Itu dek, korban tabrak lari kasihan.'' Jawab pak tua.

__ADS_1


''Terus, kenapa tidak dibawa kerumah sakit pak.'' Ucap Nandi.


''lagi menunggu pihak keluarganya.'' Jawabnya.


''Ooh gtu, tapi alangkah baiknya dibawa dulu kerumah sakit.'' Ucap Nandi.


Begitu Nandi mau masuk kekerumunan orang-orang, tiba-tiba terdengar dari saku celananya nada ringtoon dari handponnya.


Nandi langsung merogoh kesaku celananya sebelah kiri, setelah handponnya digenggam lalu Nandipun mengangkat panggilan masuk.


''Ada apa kamal manggil gua.'' Ucap Nandi berkata sendiri.


''Iya mal ada apa?.'' Tanya Nandi.


''Lo dimana di?.'' Tanaya kamal balik bertanya.


''Gua lagi dijalan habis nganterin Sindi, emang ada apa mal.'' Ucap Nandi.


''Sekarang cepetan deh pulang, ada yang mesti gua obrolin sama lo, penting.'' Ucap Kamal.


''Penting apa dih?.'' Tanya Nandi.


''Nanti aja disini, sekarang lo cepetan pulang.'' Jawab Kamal.


''Oke.'' Ucap Nandi sambil mematikan handponnya.


Selepas itu Nandipun melaju lagi motornya meninggal kerumunan orang-orang dipertigaan jalan, dengan kecepatan yang tinggi dijalan Delima.


Jalanan yang rata dengan Aspal yang tebal membuat Nandi semakin asik dengan laju kecepatan motornya, laksana sebuah anak panah yang lepas dari busurnya, sehingga banyak beberapa kendara'an yang Nandi lalui.


Tidak lama kemudian Nandipun sudah sampai dipertiga'an jalan yang mau masuk kearah gang si'iran, lampu sen kiri sudah Nandi nyalakan, pertanda motor mulai berbelok arah kiri.


Kini tibalah Nandi didepan rumahnya, nampak terlihat Kamal dan Hasan lagi duduk di bangku depan bengkelnya.


Nandi lalu turun dari motornya dan berjalan kearah Kamal dan Hasan.


''Ada apa sih?.'' Tanya nandi


''Gua bel lo, karena hasan yang butuh lo banget dia tidak pulsa pulsa.'' Jawab Kamal.


''Ooh gitu, ada perlu apa san?.'' Tanya Nando pada Hasan.


''Tolongin gua dong di, istri gua mau melahirkan, Gua butuh biaya, ma'ap banget kalau gua sudah merepotkanmu.'' Ucal Hasann.


''Ooh, lo butuh biaya berapa?.'' Tanya Nandi.


''Gua butuh biaya tambahan doang di, 2 juta di, ya itu juga kalau lo ada duit.'' Jawab Hasan.


''Insa Allah, kalau segitu gua ada ko, terus sekarang istrimu dimana?.'' Tanya Nandi.


''Bini gua sekarang sudah diklinik medika di, tadi sudah gua antar, terus gua pulang dulu untuk mrncari tambahan biaya, buat jaga-jaga di takut kurang nantinya.'' Ucap Hasan.


''Ya semoga aja istrimu lancar ya dalam perjuangannya.'' Ucap Nandi sambil mrlangkah masuk kerumahnya,


Tidak lama kemudian Nandi sudah keluar dari rumahnya, menuju Hasan dan Kamal yang lagi pada duduk disebuah bangku didepan bengkelnya.


''Ma'ap gua san, gua tidak bisa bantu banyak, ada juga itu buat belanja besok, berhubung lo mintanya segini.'' Ucap Nandi sambil memberikan uang pada kamal.


''Terima kasih di, kalau ada rijki secepatnya gua bayar.' Ucap Hasan.


''Ya tenang aja sih, kaya dengan siapa aja.'' Ucap Nandi.


Setelah itu Hasanpun langsung pergi meninggalkan Nandi dan Kamal, untuk keklinik medika buat menemani istrinya yang mau melahirkan anak pertamanya.


.........................


Ditempat lain.


Disebuah perumahan mewah, tepatnya di rumahnya ardy juna pranata dan ibu yohana.


Nampak ada tiga gadis lagi duduk-duduk sambil ngobrol diteras depan rumah, tidak lain adalah Jina Yunita dan kedua teman kampusnya, Kaila dan Rina.


''Ooh iya Nin, gue mau ngajak lo jalan mungpung gue sekarang tidak ada jadwal kampus, mau kan?.'' Tanya Kaila.


''Iya Nin, temenin kita dong.'' Saut Rina.


''Kalian tuh kalau mau ngajak main, lihat-lihat dulu waktu, sebentar lagi hari akan gelap.'' Jawab Nina.


''Emang kenapa?.'' Tanya Kaila.


''Orang tua gue tidak akan ngijinin gue pergi malam-malam.'' Jawab Nina.


''Idiiiih, seketat itukah orang tuamu Nin.'' Ucap Rina.


''Ya bukannya ketat, mrnurut gue itu bentuk kasih sayang orang tua pada anaknya, karena dikala hari sudah gelap kejahatanpun selalu datang, dengan berbagai macam modus, itu menurut gue.'' Ucap Nina.


''Is oke, gue minta ma'ap kalau sudah ngajak lo jalan, kalau begitu gue cabut dulu ya, ayo Rin kita cabut.'' Ucap Kaila.


''Okee.'' Jawab Rina.


''Ma'apin gue ya.'' Ucap Nina.


Kaila dan Rina pun masuk kedalam mobil dan langsung melaju mobilnya keluar dari halaman rumahnya Nina.


Terlihat diwajah Kaila dan Rina suatu rasa kecewa, karena Nina yang menolak diajak jalan malam-malam, dengan alasan orang tuanya tidak mengijinkan keluar malam hari.


Sementara Nina yang melihat Kaila dan Rina, yang pergi tanpa pamit tanpa apa, hanya melotot menyaksikan kepergiannya mobil yang disetir oleh kaila melaju keluar dari halaman rumahnya pak Ardi juna pranata.


Suara yang keluar dari selongsong kenalpot begitu mengagetkan Ibu yohana yang lagi berada di dalam kamarnya, Ibu Yohanapun langsung keluar merasa kesal dengan suara mobil yang digas sangat kencang.


''Ada apa Nina, siapa itu?, ko membawa mobilnya kaya gitu amat.'' Ucap Ibu Yohana.

__ADS_1


''Itu teman kampusku Bu, Biasa dia lagi ngambek, ya sudah Bu tidak usah dibahas.''Jawab Nina.


''Maksudmu, Kaila sama Rina?.'' Tanya Bu Yohana.


''Iya Bu, siapa lagi, yang sering main kesini.'' Jawab Nina.


''Ko gitu amat sih, emang tidak diajarkan sopan santun dikampus.'' Ucap Ibu Yohana.


''Dia ngajaku jalan, ku bikang tidak sudah malam, ya terus begitulah jadinya ngambek.'' Ucap Nina menjelaskan.


''Iiih ko kaila dan Rina, begitu amat, apa orang tuanya g pernah menegurnya kalau main dimalam hari, Ibu baru tau kalau mereka begitu.'' Ucap Ibu Yohana.


''Ya sudah Bu, biarin aja tidak usah dipikirin.'' Jawab Nina.


''Ibu lebih suka, kalau kamu berteman itu ama Astuti, selain sopan dia juga baik dan ramah, apalagi abangnya yang bernama Nandi itu, sudah ganteng baik dan ta'at beribadah.'' Kata Ibu Yohana.


''Ko Ibu tau, kalau Aa Nandi ta'at beribadah?.'' Tanya Nina pada ibunya.


''Ya tau atuh.'' Jawab Ibu Yohana.


''Emang ibu pernah melihat.'' Tanya Nina.


''Ya gak sih, tapi bener kan?.'' Tanya Ibu Yohana.


''Iya sih Bu, Aa Nandi tidak pernah ketinggalan yang lima waktu, biar lagi gimanapun dan dimanapun Aa Nandi selalu mengerjakan kewajibannya yang lima waktu.'' Ucap Nina.


''Ibu sudah bisa menduga itu.'' Ucap Ibu Yohana.


''Waah ibu hebat bisa menebak karakter orang.'' Ucap Nina.


Selepas itu ibu Yohana dan Nina langsung masuk kedalam rumah.


Ibu yohana langsung pergi kedapur buat mempersiapkan makan buat Suaminya(Ardi juna pranata) pulang dari kantor.


Sedangkan Nina langsung masuk kekamarnya.


......................


Semrntara ditempat lain.


Nandi lagi asik duduk manis dedepan bengkelnya ditemani oleh Kamal, kepulan asap dari sebatang roko yang dihisap, langsung dikuti dengan seripitan dari segelas kopi hitam, nampak nikmat terasa seperti tidak ada beban didalam hidupnya.


''Nanti kita nengok bininya Hasan mal, kan mau melahirkan.'' Ucap Nandi.


''Iya, gua juga sudah bilang sama nyokap, mau nengok bininya Hasan dulu.'' Jawab Kamal.


''Terus nyokap lo mau ikut?.'' Tanya Nandi.


''Nyokap gua bilang, katanya nanti kalau sudah pulang kerumah, terus nyokap lo kapan mau nengoknya?.'' Kamal balik bertanya.


''Ya sama, seperti yang lo bilang tadi.'' Jawab Nandi.


''Mau jam berapa lo ke klinik medika nya.'' Kata Kamal.


'' Kata Hasan jam besuknya, pagi jam 1o, sama sore jam 4, Kita sore aja, gimana.'' Ucap Nandi.


''Oke, nanti kabarin gua ya kalau sudah mau Otw.'' Ucap Kamal.


''Siap.'' Jawab Nandi.


Tdak lama lagi, bersamaan dengan hari sudah mau memasuki senja, Nandi bersama Astuti sudah siap-siap mau berangkat untuk menengok istrinya Hasan, yang lagi mau melahirkan.


Tidak lupa pula Nandi menghubungi Kamal, Dan Kamal pun sudah oke, siap untuk berangkat.


Setelah itu Nandi mulai menghidupkan motornya, Dan Astuti duduk di jok belakangnya Nandi.


Motorpun mulai digasnya dan melaju meninggalkan rumahnya Nandi, Kamal sudah siap menunggu dipinggir jalan gang si'iran, yang kebetulan rumahnya Kamal tidak terlalu jauh, masih masuk wilayah gang si'iran.


Nandipun tiba didepan rumahnya Kamal, Kamalpun langsung menaiki motornya dan langsung tarik gas.


Kini kedua motor melaju dengan kencang menuju klinik medika.


Tidak lama kemudian Nandi dan Kamal serta Astuti yang mengikuti dari belakang sudah tiba didepan klinik dan berjalan memasuki klinik tersebut.


Pas didepan lobi mereka kebingungan mencari ruangan tempat istrinya Hasan berada.


''Ma'ap sus mau tanya, ruangan bersalin disebelah mana ya?.'' Tanya Nandi.


''Dilantai dua, bapak mau nengok siapa?.'' suster balik bertanya.


''Istrinya pak Hasan sus.'' Jawab Nandi.


''Ooh bu lina.'' Ucap Suster


''Iya sus.'' Jawab Nandi.


''Bapak tinggal naik kelantai dua, dkamar no 5 sebelah kanan.'' Jawab suster.


''Terima kasih ya sus.'' Ucap Nandi.


''Sama-sama.'' jawab Suster.


Nandi dan kamal langsung berjalan menuju kelantai dua, dengan menaiki eskalator, setibanya diatas Nandi langsung mencari kamar no 5.


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Lanjut ke eps 18.


Jangan lupa ya para author atau para reader untuk mengklik tombol


Like, Favorit dan tulis pula saran dan komentarnya.

__ADS_1


Terima kasih......


__ADS_2