SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong Eps 84


__ADS_3

Tiga bulan kemudian.


Kota yang pernah mendapat julukan paris van java dari dunia, kini berubah drastis, kekerasanpun sering terjadi disetiap sudut-sudut kota.


Kejahatanpun sering bermunculan dimana-mana.


Seiring dengan kemajuan jaman semestapun telah menciptakan anak manusia untuk menyeimbangkan kehidupan antara positip dan negatip.


Nandi dan kawan-kawan sebagai pahlawan gang si iran.


Sikidal sang penolong, yang mendapat julukannya dari orang-orang disekitarnya.


Disuatu hari nandi lagi merencanakan keseriusannya sama sindi.


Nandi mengajak sindi kesuatu tempat dengan mengendarai mobilnya.


Kini mobil pajero new sport (4×2) mt melaju dengan perlahan meninggalkan rumahnya sindi.


Setelah itu nandi pun mulai memasuki jalan raya ketupat, mobilpun mulai melaju kencang dengan kecepatan rata-rata.


Kini dua sejoli itu, sedang merasakan hari bahagianya, dimana diwaktu itu nandi telah menentukan hari pernikahannya dengan sindi.


Mobilpun terus melaju menuju kesebuah tempat, karena sebelum acara resepsi itu dilaksanakan, nandi mengajak sindi untuk pree weding, poto-poto bersama untuk acara pernikahannya nanti, dan untuk dicetak di sebuah surat undangan.


Sindi alangkah bahagia hatinya, karena yang selama itu ia tunggu-tunggu, akhirnya telah tiba juga berjalan seiring dengan waktu yang telah ditentukan oleh semesta.


Akhirnya nandi telah tiba disuatu tempat, dan nandi lalu menyetir mobilnya memasuki area parkiran di halaman depan.


Terus nandi dan sindi keluar dari dalam mobilnya, dan tangan kanan nandi menggandeng sang puja'an hati yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


Nandi dan sindi berjalan memasuki sebuah toko butik, dan kedua pelayan menyambutnya dengan sangat ramah.


''Ma'ap bapak ibuk, ada yang perlu saya bantu?.'' Tanya salah satu pelayan butik tersebut.


''Ini mb saya butuh pakaian untuk pree weding.'' Ucap nandi.


''Ooh, ayo bapak ibuk ikut dengan saya.'' Ujar pelayan itu.


Setelah itu nandi dan sindi mengikuti pelayan itu menuju ketempat pakaian khusus buat pengantin.


''Yang mau nikahnya siap?.'' Tanya pelayan itu.


''Ya kami atuh mb.'' Jawab nandi


''Owh, pasangan yang serasi.'' Ucap pelayan.


''Mba, kami maunya model pakaian adat daerah sunda.'' Ucap nandi.


''Ooh boleh, kalau pakain adat ada disebelah sana, silahkan bapak dan ibuk memilih sesuai selera.'' Ucap pelayan sambil menunjuk kearah yang tidak jauh dari situ.


Setelah itu sindi dan nandi memilih pakaian yang cocok untuk pre wedding nanti, setelah dipilih-pilih akhirnya mereka menemukan yang cocok dengan seleranya masing-masing.


''Wah waaah, ternyata mas dan mba ini sangat pintar dalam memilih model dan kualitas, ini yang paling laris, bahannya tebal dan halus.


''Ini berapa duit mba?.'' Tanya nandi.


''Kalau yang cowo 1050.000 dan yang punya mb ini model bagus dan paling ngetren 1120.000, untuk pembayarannya silah kan mas dtunggu di kasir satu, biara barangnya saya packing dulu.'' Ucap pelayan itu.


Singkat cerita nandi telah membayarnya sebesar 2170.000 rp.


Terus keduanya pun keluar dari toko butik tersebut dengan saling bergandengan dengan pasang wajah yang berseri-seri, karena hari kebhagia'an mereka tinggal menunggu tanggal mainnya.

__ADS_1


Nandi dan sindi telah masuk kedalam mobil, sebelum mobil dinyalakannya, nandi mengambil handpon dari balik saku jaketnya.


''Sebentar ya sayaang, gua mau hubungi temannya gua, untuk acara pre weding nanti.'' Ucap nandi.


''Iya aa sayang, gue selalu menuruti apa yang baik untuk kita berdua.'' Jawab sindi.


Setelah itu nandi lalu menggulir layar dihandponnya, setelah ditemuakan sebuah kontak yang bernama andri, lalu nandi mencoba menghubunginya.


Panggilan lagi menghubungkan ke nomor andri tersebuat setelah itu, panggilanpun tersambung.


.Nandi ''Halo ini andri ya?.''


.Andri ''Iya dengan saya sendiri, ma'ap anda siapa?.''


.Nandi ''Masa lo' kagak kenal sama gua, gua nandi temen lo dulu.''


.Andri ''Nandi suryaman dari gang si'iran?.''


.Nandi ''Iya ini gu.''


.Andri ''Masa allah, lo' kemana aja di? gua denger sekarang lo sudah tajir, sombong lo, mentang-mentang sudah kaya.''


.Nandi ''Sori dri bukanya gua lupa, tapi gua hilang kontak sama lo' dan kabar lo' juga gua kagak tau.''


.Andri ''Lah, terus lo' tau nomor gua dari mana?.''


.Nandi ''Gua save nomor lo' dari chanel lo dimedsos.''


.Andri ''Ooh gitu, terus sekarang lo sudah berkeluarga belum?.''


.Nandi ''Ya itu masalahnya, makanya gua hubungi lo, gua mau pre weding, untu acara resepsi pernikahan gua bulan depan nanti dan sekalian gua mau undang lo nanti, kira-kira lo ada waktu gak besok untu gua.''


.Nandi ''Tadinya gua pinginnya sih besok, tapi kalau besok acaranya padat, gak apa-apa besok lusa aja, dan masalah biayanya nanti gua transper ke nomor rekening lo'.''


.Andri ''Oke, diel, nanti gua kirim ya data-datanya semua, nanti lo tinggal pilih pingin kaya gimana, mau di alam terbuka apa dirungan, dan masalh biaya nanti aja kita bicarakan lagi oke.''


.Nandi ''Oke siip, tanks ya dri, asalam mualaikum.''


.Andri ''Sama-sama, wa alaikum salam.''


Setelah itu panggilan pun ditutupnya, rasa bahagia kini nampak jelas diwajah sindi dan nandi, karena tinggal menunggu beberapa minggu lagi mereka akan mengarungi bahtera cinta, yang sudah sekian lamanya mereka menjalin hubungan berpacaran.


Kini nandipun mulai menyalakan mobilnya, dan tukang parkir yang biasa mencari sesuap nasi di area parkiran, sudah meniup periwitnya.


Priiiit priiittt..


''Kanan-kanan, balas kiri terus-terus, stop.'' Ucap tukang parkir tersebut.


Setelah itu nandi mengulurkan tangannya melalui kaca pintu mobil, dan memberinya lima ribu rupiah.


''Ini pak, terima kasih ya pak.'' Sapa nandi.


''Iya mas sama-sama, ini kembali mas.'' Ujar tukqng parkir.


''Biar buat bapak aja.'' Jawab nandi sambil melajukan mobilnya keluar dari area parkiran toko tersebut.


Mobil pun kini berlari dijalan raya, menyusuri jalanan aspal yang tebal dan rata, yang membuat sipengendara jadi terlena dengan medan jalan yang enak untuk dilaluinya.


Tidak lama kemudian nandi telah tiba digang si'iran terus mobilpun langsung diparkir memasuki garas


Kedua calon pengantin itu lalu keluar dari dalam mobinya, terus masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Sindi lalu menemui kedua calon mertuanya, yang masih sibuk dilapak belakang rumahnya.


''Assalam mualaikum pak buk.'' Sapa sindi sambil mencium tangannya pak dirman dan buk sari.


''Wa alaikum salam, gimana sudah beli pakain buat pre wedingnya?.'' Tanya buk sari.


''Alhamdulilah sudah buk.'' Jawab sindi.


''Iya syukur atuh.'' Saut buk sari.


''Pernikahan anak jaman sekarang mah, banyak macam-macamnya, harus ada pre weding segala, dulu bapak waktu nikah sama ibuk gak ada tuh begitu-begituan.'' Pungkas pak dirnan.


Terus nandi datang nyamperin.


''Atuh beda pak anak jaman bapak sama anak jaman sekarang, tapi itu juga tergantung orang nya sih pak.'' Jawab nandi.


''Iya, waktu bapak dulu menikah ibuk, gak dimeriahkan cuma ngundang tetangga dan penghulu, setelah itu langsung deh masuk enggon, iya kan buk hehee.'' Ucap pak dirman tersenyum tipis.


''Iih bapak apa'an, sudah tua juga malu tuh sama mantu.'' Pungkas buk sari.


Nandi dan sindi tersenyum melihat pak dirman dan buk sari yang terlihat masih romantis aja.


''Kalian makan dulu, udah ibuk siapkan dimeja, ada kesuka'an neng sindi dan kesuka'an kamu nandi.'' Ucap buk sari.


''Iya buk terima kasih.'' Jawab sindi.


Setelah itu nandi dan sindi keruang makan, setibanya diruang makan, nandi laku menrik kursi itu keluar dari bawah meja makan.


''Ayo silahkan duduk calon istriku tersayang.'' Ucap nandi.


Sindipun lalu duduk dikursi tersebut.


''Terima kasih pangeran tampanku.'' Jawab sindi.


Nandi lalu menarik kursi untuk ia duduki, dan dindi lalu mengambil sebuah piring, dan di isi nasi berikut lauk pauknya.


''Silahkan menikmati makanannya, calon suamiku tercinta.'' Ucap sindi.


Nandi pun tersenyum manis, dan bahagia hatinya mendapat perlakuan yang amat sangat dari sindi.


''Terima kasih permaisuriku.'' Jawab nandi.


Setelah itu kedua calon pengantin itu langsung menikmati makanannya.


Nandi dan sindi saling suap-suapin makanannya, dan saling tertawa bahagia.


Kini duniapun ikut tersenyum, dengan kebahagia'annya nandi dan sindi, karena dengan seiringnya waktu berjalan akhirnya semestapun telah menggariskan takdirnya pada nandi dan sindi untuk bersatu, dalam sebuah ikatan cinta dan pernikahan.


Kedua wajah mereka nampak bercahaya sekali mungkin semesta pun yang telah merestui hubungan mereka berdua, dan di anugrahkan sebuah cahaya suci untuk sang pembela kebenaran.


Nandi suryaman, kepanjangannya yang sebentar lagi akan menjadi suami yang sahnya Sindi hendrawati, anak yatim, karena semenjak sindi masih kecil, bapak nya yaitu iwan hendrawan telah meninggalkan istri dan kedua anaknya, yaitu sindi hendra wati dan rendi hendrawan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.


Ikuti terus kelanjutan kisah si kidal sang penolong, dalam episode selanjutnya.


Terima kasih atas dukungan like, comentar, favorit, ranting dan votenya.


Salam sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


__ADS_2