SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong Eps 74


__ADS_3

Setelah itu nandi dan semua pamili gang si'iran sudah bersiap-siap mau on the way, untuk liburan diakhir bulan, ketempat pariwisata talaga reumis.


Nandi sudah mulai memanaskan mobil barunya, pak dirman dan busari terus memasuki mobil itu, terus hasan dan lina/istrinya mengikuti dari belakang beserta toglo, sindi duduk di depan bersama nandi.


Sedangakn mobilnya nina, di ikuti oleh kamal, gito, pandi, doni dan pacarnya, astuti sendiri duduk didepan bersama nina.


Kini nandi pun sudah siap-siap dan memberi aba-aba pada nina, untuk segera otw.


Setelah itu merekapun sudah mulai melajukan mobilnya dengan perlahan-lahan kedua mobil itu sudah berjalan meninggalkan gang si'iran.


Kini nandi dan nina sudah memasuki jalan delima, kedua mobil terus melaju dengan gas pool dengan tujuan talaga reumis yang berada disebelah barat kota itu.


Setelah melintasi jalan delima mereka terus memasuki jalan mengkudu lurus, pas dilampu merah mereka langsung belok ke kiri.


Dua jam kemudian mereka telah memasuki wilayah talaga reumis dengan medan jalan turun naik dan banyak sekali tikungan, merekapun menjalankan mobilnya dengan sangat hati-hati, paling kecepatan 6o km rata-rata selain itu jalanannya pun agak sempit.


Nandi memipin perjalanannya, dan mobil nina mengikutinya dari belakang.


Tidak lama kemudian merekapun telah sampai, nandi langsung memburu pada kedainya mang udin.


Kini kedua mobilpun sudah memasuki halaman parkiran depan kedainya mang udin.


Kedua mobilpun terus berhenti, nandi duluan turun dari mobilnya terus membukakan pintu untuk sindi.


''Nah gitu dong, sama calon istri itu harus romantis.'' Ucap bu sari.


Terus sindipun keluar sambil memberi senyuman manis pada nandi.


''Terima kasih aa.'' Ucap sindi.


''Sama-sama sin.'' Jawab nandi.


Setelah itu nina dan astutipun pada keluar dari mobilnya, begitupula, kamal, pandi, gito doni dan pacarnya.


Setelah itu merekapun berjalan memasuki kedainya mang udin, dengan menaiki tangga karena tempat para pengunjung kedai tempatnya mang udin lebih tinggi, sengaja mang udin menatanya begitu biar indah dan bisa melihat pemandangan disekitar talaga reumis dengan leluasa.


''Assalam mualaikum, mang udin.'' Sapa nandi.


''Wa alaikum salam, uluuh bang nandi ko sekarang banyakan.'' Jawab mang udin.


''Iya mang, ini semua pamili saya mang, ini bapaku, ini ibuku, dan itu semua pamili saya mang.'' Ucap nandi.


''Waah, rupanya nandi sudah akarab sekali sama mamang.'' Ujar bu sari.


''Iya bu, nandi sering main kesini, sama non sindi, astuti dan bang kamal.'' Jawab mang udin.


''Ooh gitu ya, pantesan aja nandi langsung hapal selak beluk daerah sini.'' pungkas pak dirman.


''Ooh iya, ngomong-ngomong kalian mau minum apa?.'' Tanya mang udin.


setelah itu nandipun menoleh pada nina, astuti, dan yang lainnya.


''Kalian mau minum apa?.'' Tanya nandi.


''Kalau gua seperti biasa di kopi hitam.'' Saut kamal.


Pandi, gito dan hasan memesan minuman yang sama seperti perminta'annya kamal, berbeda dengan doni memesan minuman yang sama dengan pacarnya.


Sedangkan astuti, nina, sindi dan lina istrinya hasan, memilih minuman yang segar kesannya untuk menyeimbangkan dengan waktu, karena hari itu mataharipun lagi memancarkan cahayanya yang panas tepatnya pukul 13:15 menit, lagi panas-panasnya matahari bersinar.


''Ya sudah, sekarang kalian silahkan duduk dulu, mamang mau siapkan dulu minumannya oke.'' Ucap mang udin.


''Oke.. Mang udin.'' Ucapnya.


Sembari menunggu mang udin bikin minuman, nina yang terus asik melihat-lihat pemandangan di sekitar talaga reumis, meminta pandi untuk menemani keluar sebentar.


''Pan, temenin gue yu senentar.'' Ajak nina.


''Emang mau kemana nin?.'' Tanya pandi.


''Gue terkesan dengan panorama alam disekitar sini, buat simpanan koleksi dikamar gue, gue mau poto-poto boleh kan.'' Ucap nina.


''Boleh- boleh.'' Saut pandi.


Terus nina dan pandi pamit sebentar pada nandi untuk keluar sebentar, guna mengambil gambar keindahan alam ditalaga reumis.


Nina dan pandi terus menuju kesebuah tempat yang tidak jauh dari kedainya mang udin.

__ADS_1


Terus nina memotret, keindahan alam ditalaga reumis itu, sampai ber ulang-ulang.


Terus lama-lama nina meminta pada pandi untuk memotret dirinya.


''Ma'ap ya pan, mau kah lo potoin gue.'' Ucap nina.


''Ooh boleh-boleh.'' Ujar pandi.


Terus nina pun menyerahkan handponnya pada pandi.


Dengan senang hati pandi melakukan pemotretan pada nina, dengan berbagai banyak gaya.


Di bawah tebing batu dengan dipayungi oleh rimbunan daun-daun dari pohon ceri, nina bergaya sambil tersenyum mempesona, terus pandi pun langsung memotretnya.


Setelah serasa banyak poto-poto yang tersimpan, ninapun meminta pandi untuk gantian.


Terus pandi menyerahkan handponnya itu pada pemiliknya yaitu nina.


ketika nina mau melakukan pembidikan untuk mengambil gambarnya pandi, nina sempat memperhatikan wajah pandi seperti ada sesuatu dalam hatinya.


''Wah pandi ganteng juga, biarpun rambutnya gondrong, tapi kalau di ikat begitu gantengnya kelihatan banget.'' Celoteh nina dalam hatinya.


Terus nina pun melakukan pembidikan untuk pengambilan gambarnya pandi.


Setelah banyak poto-poto yang sudah nina ambil, lalu nina mengajak pandi untuk poto bareng.


Ada rasa senang dihati pandi, ada juga perasa'an canggung, malu dan jantung berdebar kini menjadi satu berirama didalam dadanya pandi.


''Udah sih nyantai aja kali, gak usap gugup begitu, masa anak gang si'iran harus ciut gitu.'' Celoteh nina.


''Kata siapa, gua malah seneng ko.'' Ucap pandi.


Nina pun tersenyum dengan kepura-pura'annya pandi.


''Is oke, siap-siap, satu, dia tiga.''


Ceklek ceklek ceklek.


Ninapun melakukan bidikan poto bersama sampai beberapa kali.


''Ayo pan, kita kembali ke kedainya mang udin.'' Ajak nina.


''Oke.'' Jawab pandi singkat.


Setelah itu nina dan pandi berjalan dengan menaiki jalan setapak, untuk kembali lagi pada mereka yang lagi asik berkumpul sambil minum-minum.


Setibanya dikedai mang udin, nampak gito yang lagi asik bercanda ria dengan toglo, pas begitu melihat nina dan pandi sudah kembali.


''Ciee ciee, dari mana aja sih lo' ko kagak ngajak-ngajak sama gua sih.'' Celoteh gito.


''Ma'ap mas gito, tadi tuh gue, terkesan dengan panorama keindahan alam disekitar sini, buat koleksi dikamar gue.'' Ujar nina.


''Ooh gitu, jadi lo' tuh abis pengambilan gambar pemandangan disekitar sini, dengan memotret lewat handpon.'' Ujar gito.


''Iya bener gitu mas gito.'' Jawab nina.


Lalu setelah itu merekapun menikmati minumannya masing-masing.


Sungguh asiknya liburan akhir bulan nandi kali itu bisa bareng sama keluarga, dan seluruh karyawannya, yang sekaligus sahabatnya nandi.


Begitupun nina, yang baru pertama kali dia mengetahui tempat wisata talaga reumis, Buat nina, itu sebuah momen-momen yang indah yang tidak mungkin dilupakannya


Setelah selesai minum-minum nandi mengajak pada orang tuanya, beserta yang lainnya untuk jalan-jalan dulu untuk memperkenalkan ke indahan alam talaga reumis.


''Mang udin, saya mau jalan-jalan dulu ya, mau lihat-lihat pemandanga disekitar sini, nanti sepulangnya kita kesini, nasi liwetnya sudah siap ya.'' Ucap nandi.


''Oke bang, terus lama gak, soalnya ini kan banyakan jadi mamang juga harus mempersiapkannya dari sekarang.'' Ujar mang udin.


''Ya paling empat puluh menitan, mang udin.'' Kata nandi.


''Ya sudah, sekarang mamang juga akan segera mempersiapkannya.


''Iya mang, ingat mang tempat yang itu, sudah khusus kekuarga dan pamili saya.'' Ucap nandi.


''Tenang bang nandi, mamang juga ngerti, gak mungkin menerima lagi pengunjung ditempatnya yang sudah bang nandi pake.'' Jawab mang udin.


Setelah itu nandi beserta yang lainnya pun pada keluar dan berjalan kaki menikmati indahnya alam ditambah udaranya yang seger membuat mereka semakin betah saja tinggal disitu.

__ADS_1


Kini mereka berkumpul di atas tepian telaga sambil duduk bersila melihat kebawah permuka'an air telaga, yang nampak tenang.


Nandi dan sindi lalu memisahkan dirinya berjalan kearah pohon beringin yang tumbuh dipinggiran tepian telaga, nandi dan sindi lalu duduk diatas batu hitam yang sudah licin karena seringnya dijadikan tempat duduk setiap orang yang datang dan singgah disitu.


''Betapa bahagia rasanya hati ini, bisa menikmati udara seger dan ditemani oleh kekasih yang tampan rupawan.'' Celoteh sindi.


''Iya sin, udara disini masih asli pegunungan, belum adanya polusi industri.'' Saut nandi.


Sementara nina bersama astuti, kamal, pandi dan gito asik duduk bercanda dengan di iringi petikan gitarnya hasan


Petikan-petikan gitar hasan begitu indah terdengar apalagi angin gunung yang terus bertiup menambah suasana menjadi asik dan romantisnya.


Nina meminta hasan untuk mengiringi nyanyian yang nina lagukan lagu sahdu dari bryian adams


Please forgiv me.


Terus hasan mempelajari dulu lagu itu, setelah semua ketemu not dan cornya baru hasan memulai memetik gitarnya.


''Ayo mulai.'' Ucap hasan.


(intro)


I still feels like our first night to gether


Feels like the first kiss and it's getting beter baby


No one can better this


Yuo're sttil holding on, yuo're sttil the one


The first time our eyes met, same feeling i get


Only it feels much stronger, i wanna love you longer.


(Bridge)


So if you're felling lonely, don't


You're the only one i ever want


I only wanna make it good


So if i love you a little than i should


(Chorus)


Please forgive me, i know not what i do


Please forgive me, i can't stop loving you.


Setelah itu sorak sorai dari tepuk tangan, kamal, astuti hasan dan lina ustrinya hasan.


''Widiiih mantap, buat siapa tuh lagunya?.'' Tanya astuti.


''Ya gue cuma menghibur aja, soalnya artis ini favorit gue, dan gue suka dengan lagu-lagunya.'' Saut nina.


Ketika kumpulan nina lagi ceria dan gembira, doni dan pacarnya datang nyamperin.


''Wah kayanya disini ramai sekali, boleh ikut gabung gak.'' Ujar doni.


''Ya boleh dong, ayo kita ramaikan liburan akhir bulan ini.'' Ucap astuti.


Setelah itu mereka memeriahkan acara liburan akhir bulannya, dengan menyanyi bersama, dan hasan yang memainkan gitarnya.


Petikan gitar hasan begitu menyentuh, memang hasan sudah sangat lihai dalam memainkan gitarnya.


♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎


Bersambung.


Nantikan kelanjutan kisahnya di episode selanjutnya.


Terimakasi yang sudah memberi dukungannya dengan like, comentar, favorit, ranting dan votenya.


Semoga sehat-sehat dan dukses selalu.


\=\=\=\=\=Selamat membaca\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2