
Setelah itu toglo meminta tambang dan sabuk septi pada kamal untuk membawa turun tubuh kepala rampok bercadar itu, dan toglo pun sebelumnya sudah memberi kabar pada nandi untuk cepat menghubungi pihak kepolisian.
Setelah tambang dan sabuk septi di dapatnya lalu kamal memutar mutar tambang tersebut untuk dilemparkan ke atas, setelah beberapa putaran kamal melakukannya lalu kamal pun melemparkan tambang tersebut akhirnya tambang itu melesit ke atas, berbarengan dengan sabuk septi, dan toglo lalu menangkapnya, lalu toglo mencari buat sangkutan tambang, setelah toglo menemukan sebuah stek besi di atas cor coran, lalu toglo mengikatkan tambang tersebut kebesi itu.
Setelah itu toglo mengangkat lagi tubuh orang bercadar itu yang sebelumnya sempat toglo turunkan dari pundaknya.
Terus tubuh orang itu di ikat rapat dengan tubuhnya toglo.
Setelah semua terasa aman dan terkendali toglo pun lalu memegang tambang yang sudah di sangkutkan pada besi, perlahan toglo mendekati kepinggiran tepian coran sambil kedua tangannya memegang tambang, setelah itu toglo menggenjotkan tubuhnya, tubuh toglo yang sudah di bebani oleh orang bercadar itu melorot kebawah perlahan lahan sungguh kuat daya cengkraman kedua tangan toglo sa'at memegang tambang itu.
Begitu toglo tiba dibawah, suara srine alarm mobil polisi terdengar lagi menuju pada tempat dimana kamal, hasan, gito, doni dan toglo berada, terus para kawanan perampok bercadar itu seperti panik mau melarikan diri.
''Aeet mau lari kemana kalian, mau gua bikin babak belur, dengan meneriakan warga gang si'iran ini.'' Ucap kamal.
Terus kawanan orang bercadar itu terdiam tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena mobil polisi sudah mendekati ke arah kamal dan kawan-kawan.
Setelah itu para polisi pun lalu keluar dengan menodongkan beceng ke arah mereka semua.
''Jangan bergerak.'' Ucap polisi.
Kamal dan kawan-kawan termasuk toglo dan semuanya mengangkat tangannya.
''Ini bukan pak, tuh ke enam orang bercadar itu yang mau merampok harta pak nandi.'' Saut kamal.
''Kalian ini siapa?.'' Tanya pak polisi.
''Kami karyawannya pak nandi, yang ditugaskan jaga di sini.'' Ujar toglo.
''Iya pak dan saya berusaha menggagalkannya, tapi mereka menyerang kita ya terpaksa kami lumpuhkan ketuanya.'' Pungkas gito.
''Iya terima kasih atas kerjasamanya kalian berlima, pemuda gang si'iran memang hebat, tapi saya belum mengenali kedua pemuda ini.'' Ucap pak plisi sambil menoleh pada toglo dan doni.
''Perkenalkan saya toglo karayawan baru disini, saya bekerja di pak nandi hampir delapan tahunan, dari mulai umur sepuluh tahun saya bekerja disini.'' Saut toglo.
''Dan saya doni karyawan paling baru, saya bagian pengirim barang, dan merangkap dengan kang hasan.'' Ucap doni.
''Senang berkenalan dengan kalian semua, dan kalian nanti harus ada yang datang ke kantor polisi, untuk dimintai keterangan.'' Ucap pak polisi.
''Sekarang pak?.'' Tanya kamal.
''Bila malam ini kalian masih sangat sibuk, besok pagi jam kerja kamu datang dua orang saja.'' Ujarnya
''Oke pak siap.'' Pungkas kamal.
Setelah itu para polisi membawa para kawanan orang bercadar itu, terus ketua dari orang bercadar itu sudah mulai siuman, tapi selalu mengaduh sambil memegang lehernya yang terkilir, karena dipelintir oleh toglo, dan lehernya nampak sekali terlihat membengkak.
Kemungkinan besar pihak kepolisianpun akan merawat dulu sampai benar-benar sembuh, setelah sembuh baru pihak kepolisian akan mengadilinya sesuai dengan hukum yang berlaku.
Setelah para polisi sudah pergi membawa para kawanan perampok bercadar, kamal, hasan, gito, doni dan toglo pun kembali pada posisi semula yaitu duduk berkumpul ditempat biasa mereka.
Disa'at mereka lagi duduk sambil melepaskan lelahnya, tiba-tiba terdengar nada ringtoon pada sebuah ponsel.
''Handpon siapa tuh yang bunyi.'' Ucap hasan.
__ADS_1
''Handpon gua.'' Saut kamal sambil mengeluarkan handponnya di balik saku jaket bagian dalam.
Setelah kamal melihat ada panggilan melalui via whatssap.
''Woii nandi memanggil.'' Ucap kamal.
''Ya sudah bang angkat.'' Pungkas toglo.
Setelah itu kamal pun mengangkat panggilan masuk dari nandi.
📞 ''Iya di' halo.'' Sapa kamal.
📞.Nandi '' Gimana mal polisi sudah pada datang belum, terus bagaimana kronologi kejadiannya?.'' Tanya nandi.
📞 ''Mulanya kita lagi asik iseng main domino untuk menghindari ngantuk, kira-kira pukul setengah satu, toglo membisikan sama gua, katanya ada beberapa bayangan berkelebat mengarah kebelakang gudang. dan gua salut sama toglo dengan sangat cepatnya toglo naik ke atas dak cor, untuk mengintai dari atas, terus toglo memberikan isarat pada kita, bahwa ada enam orang berpakaian serba hitam dengan muka tertutup oleh cadar, lagi mencongkel pintu besi yang mau masuk ke gudang, nah di situ terjadilah perkelahian yang durasinya cukup lama, sampai-sampai doni keteter, terus doni gua suruh hubungi hasan, tapi belum sempat kita melumpuhkan mereka, tiba-tiba toglo berteriak dari atas dak, dengan memikul ketua dari mereka yang sudah tidak berdaya, sambil memberi ancaman pada mereka, dan akhirnya mereka menyerah, tidak lama kemudian polisi datang, nah begitulah garis besar dari kejadian itu.'' Ucap kamal menjelaskan.
📞 .Nandi ''Ooh begitu, kata polisi salah satu dari mereka ada mengalami cedera dibagian leher.''
📞 ''Ya itu ketua dari mereka, yang bertarung sama toglo di atas dak cor, entah di gimana'in tuh sama itu anak, gua juga belum sempat bertanya, yang jelas toglo hebat dan gua juga salut, belajar ilmu bela diri dimana tuh bocah.'' Ujar kamal.
📞 .Nandi ''Mungkin dia punya guru yang mumpuni kali.'' Nandi pura-pura gak tau.
📞 ''Iya kali.'' Saut kamal.
📞 .Nandi ''Ya sudah kalau begitu, paling besok pagi gua juga pulang, Tanks ya mal dan semuanya.''
📞 ''Iya di' sama-sama.'' Ucap kamal.
Setelah itu panggilan pun sudah di mati'in, dan kamal pun langsung memasukan lagi handponnya kesaku jaket bagian dalam.
Selepas nandi melakukan panggilan pada kamal, ia lalu membangunkan sindi istrinya, dengan menepuk nepuk perlahan pipinya sindi.
''Sayang bangun, sayang bangun.'' Ujar nandi.
Sindi pun perlahan membuka kan matanya lalu menoleh pada nandi yang duduk di sampingnya.
''Ada apa sih sayang. aku masih ngantuk.'' Ujar sindi.
''Ada perampokan sayang.'' Ucap nandi.
Sindi yang tadi seperti masih mengantuk, tiba-tiba langsung bangun ketika nandi berkata begitu.
''Perampokan dimana suamiku?.'' Tanya sindi langsung terbangun kaget.
''Digang si'iran, gudang distributor kita mau dijarah oleh kawanan perampok bercadar.'' Jawab nandi.
''Yang bener aa, kamu tidak lagi bercanda kan?.'' Tanya sindi.
''Masa gua bercanda sih, ini serius sayang, sebelumnya toglo whatssap gua suruh hubungi polisi, dan belum lama gua habis hubungi kamal.'' Ujar nandi.
''Terus gimana, mereka baik-baik aja kan, dan perampoknya sudah dibawa polisi belum?.'' Tanya sindi.
''Sekarang katanya sudah kondusip, dan para perampok sudah dibawa ke kantor polisi.'' Saut nandi.
__ADS_1
''Syukur atuh kalau begitu aa, kenapa ya selalu banyak dalam.kehidupan kita.'' Ucap sindi.
''Ya namanya juga kehidupan, tidak lepas antara dua sisi, baik maupun buruk, ya semoga kita selalu diberi kekuatan untuk melewatinya.'' Saut nandi.
''Amiin.'' Ucap sindi.
Setelah itu terdengar suara adzan subuh dari masjid di pondok pesantren haur koneng, nandi dan pak dirman serta pandi langsung mengambil air wudhu untuk melaksanakan ibadah solat subuh berjama'ah di masjid.
Begitu pula buk sari, buk suminar, nina dan astuti langsung pergi ke majlis untuk melasanakan ibadah solat bersama umi hajah maesaroh.
Setelah selesai melaksanakan ibadah solat subuh, nandi, sindi, pak dirman beserta yang lainnya, mohon pamit pada abah haji mansur untuk kembali pulang ke kota, berhubung ada masalh yang menimpa pada perusahan nandi yang baru saja di rintis.
Abah haji mansur dan umi hajah maesaroh, tidak bisa menghalang-halangi, walaupun abah haji mansur dan umi hajah masih pingin berlama lagi nandi beserta keluarga berada ditempat itu.
Cuma doa yang abah haji bisa berikan untuk mengiringi kepulangan nandi ke kota.
Semua barang-barang seperti tas, sudah di masukannya kedalam mobil.
Nandi dan sindi langsung salaman pada gurunya abah haji mansur dan umi hajah maesaroh, yang di ikuti oleh yang lainnya.
''Abah, umi saya pamit dulu, maap kalau kehadiran kami banyak merepotkan abah dan umi.'' Ucap nandi.
''Iih tidak apa-apa nandi, abah dan umi malah seneng kalian sering datang kesini, dan abah gak bisa memberikan apa-apa, semoga kamu dan keluarga menjadi keluarga yang samawa.'' Saut abah haji mansur.
''Iya nandi, sindi dan semuanya kedatangan kalian kesini, membuat umi dan abah merasa seneng, bisa kumpul dan memper'erat kekeluarga'an, sering-sering kalian main kesini.'' Pungkas umi hajah.
Terus sindi pun memberikan salam dengan mencium tangan abah haji mansur dan umi hajah sambil menggedong anggita.
''Abah, umi maapin sindi ya, ayo de gita salim dulu sama eyang.'' Ujar sindi.
Abah haji mansur dan umi hajah maesaroh tersenyum tipis sambil mencolek pipi dede anggita.
''Uluuh cucu umi yang cantik, gemes deh, sudah sama umi saja disini ya, biar umi ada temen.'' Ujar umi hajah.
''Iya umi, nanti bila de gita sudah besar.'' Saut sindi.
Setelah itu pak dirman, buk sari, buk suminar, astuti, nina dan pandi pun bersalaman untuk pamit pulang.
Singkat cerita nandi, sindi dan keluarga serta nina dan pandi langsung tancap gasnya.
Pukul 05:30.
Kedua mobil pun sudah mulai melaju keluar dari halaman rumahnya abah haji mansur, dan nandi pun melambai kan tangannya pada seluruh santri di pondok haur koneng, yang lagi berdiri mengiringi kepergiannya nandi untuk pulang ke kota tempat kelahirannya.
Setelah itu kedua mobilpun melaju keluar dari gapura pondok haur koneng, dengan jalanan yang kecil dan penuh kerikil, sehingga laju kedua kendara'an itu merayap perlahan ditambah medan jalan yang menurun dan berbelok.
Pandi yang mengikutinya dari belakang, sangat hati-hati sekali, karena pandi belum begitu mengenal medan jalan di daerah.
\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung
Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.
__ADS_1
Assalam mualaikum.