SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong Eps 81


__ADS_3

Malampun kini semakin larut udara dingin terus menerpa menyelimuti bumi persada.


Ketiga pemuda gang si'iran masih setembay di depan bengkel.


Kabar berita yang kini banyak tersebar di media sosial maupun langsung dari mulut ke mulut orang-orang.


Perampokan dikota itu lagi heboh, banyak warga yang anti sipasi, dan orang-orang kayapun banyak membayar para jawara dan senior ilmu bela diri.


Konon katanya sang perampok yang lagi heboh diperbincangkan punya ilmu kebal senjata tajam.


Banyak para jawara yang dapat dilumpuhkannya, yang disewa oleh orang kaya, dan perampok itu sangat bengis, dalam menggasab harta benda tidak pernah ada yang tersisa.


Para polisipun terus melakukan patroli di malam hari, setiap sudut-sudut kota dan ke gang-gang kecil terus para aparat keamanan itu dijelajahinya.


Tapi para perampok yang berjumlah empat orang itu memang cukup cerdik, begitu para aparat kepolisian itu pergi merekapun langsung melakukan aksinya dijalan dukuh, sebuah rumah yang sangat bagus dengan pintu gerbang nya pun sangat tinggi.


Rumah haji jaelani, se orang pengusaha gudang sembako yang besar atau penyuplai bahan-bahan sembako.


Ke'empat kawanan perampok itu lalu mendekati pintu gerbang yang terbuat dari besi, yang didalamnya dijaga oleh tiga orang penjaga.


''Kalian nanti ikuti gue, gue mau manjat pagar ini, begitu kita sudah sampai didalam kita sergap dan lumpuhkan dulu ketiga cecunguk itu.'' Bisiknya.


''Siap bang.'' Jawabnya.


Lalu sang pemimpin dari rampok itu memanjat tembok benteng yang tinggi dengan mudahnya, setibanya diatas benteng ketua dari para rampok itu memberi isarat untuk segera naik, lalu mereka pun tidak banyak berpikir lagi merekapun langsung melakukan aksinya.


Setelah ke empat rampok itu sudah bertengker di atas tembok benteng pagar rumah, dengan cara mengendap-ngendap mereka berjalan kearah pos penjaga yang lagi berdiri di luar pos.


Para penjaga rumahnya haji jaelan, terus berjalan mengelilingi rumah pak haji jaelani, dengan sebuah senter berada digenggamannya sambil disenter-senter kesetiap tempat yang tidak terjangkau oleh cahaya lampu.


Begitu senternya tertuju pada empat kawanan para rampok itu, seorang penjaga berteriak.


''Wooiii siapa tuh, maling ya.'' Teriak penjaga itu.


Dan kedua temannya dari penjaga itu lalu berlari menuju pada suara temannya yang berteriak itu.


Belum aja kedua temannya sampai ke'empat kawanan perampok itu langsung melompat dari atas benteng menerjang ketiga penjaga itu.


Heaaa...


Para perampok itu menerjang pada para penjaga rumahnya pak haji jaelani itu.


Tapi para penjaga itupun cukup cekatan dalm mengelak terjangan para perampok itu.


Perkelahianpun terjadi tiga lawan empat, ketiga penjaga itu semua mempunyai ilmu bela diri, perkelahianpun cukup lama, tapi karena lawannya tidak seimbang, ditambah ke empat perampok itu tidak mempan senjata tajam, ketiga penjaga itu pun akhirnya bisa dilumpuhkannya semua tidak berdaya menghadapi para perampok itu, dan para penjaga itu lalu di ikat di pohon-pohon mangga yang banyak ditanam didepan halaman rumah, dengan mulutnya dilakban supaya tidak bisa bersuara.


Setelah itu ke'empat perampok itu lalu menuju pintu utama, yang ditata sedemikian kuatnya, ada dua lapisan pintu, pertama sebuah pintu besi yang terkunci, dan yang kedua pintu panel yang terbuat dari sebuah kayu jati yang cukup tebal.


''Wah pintunya dabel bang.'' Bisik salah satu dari mereka.


''Keluarkan congkelan, biar gue yang congkel, dan satu orang jaga-jaga takut ada patroli, bila ada bahaya beri tanda ke kita.'' Kata salah satu pentolannya.


''Oke bang.'' Jawabnya.


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Sementara ditempat lain, disebuah gang si'iran, nampak nandi, kamal dan pandi masih belum pada tidur, masih asik ngobrol.


''Gua heran malam ini, tidak ada rasa ngantuk sedikitpun, dan malam ini menurut gua terasa beda dengan malam-malam sebelumnya, ada apa ya, kalian merasa hal yang sama gak kaya gua?.'' Tanya nandi.

__ADS_1


''Iya benar di gua dan pandi tadi sempat membicarakan hal itu, malam ini terasa berbeda, kaya hening dan sunyi begitu.'' Jawab kamal.


''Ada apa ya, semoga tidak terjadi apa-apa sama saudara-saudara kita.'' Ucap nandi.


Baru saja nandi, kamal dan pandi mersakan malam itu yang terasa berbeda dengan malam-malam sebelumnya.


Terlintas bisikan suara dikupingnya nandi, suarabyang tidak asing bagi nandi, berbisik dengan jelas.


''Anak muda, cepatlah kau pergi ke jalan dukuh, ada seseorang yang membutuhkan pertolonganmu.'' Bisiknya lalu menghilang dengan cepatnya.


Nandipun lalu beranjak dari tempat duduknya, sudah barang tentu membuat kamal dan pandi kaget dan bertanya-tanya?.


''Mal, pan ayo naik kemotor lo masing-masing, cepetan.


''Mau kemana di kan gua gak bawa motor.'' Ujar kamal.


''Pakai motornya astuti, cepetan.'' ujar nandi.


Walaupun dihati pandi dan kamal penuh tanda tanya tapi merekapun menuruti apa kata nandi lalu ketiga pemuda gang si'iran itu menyalakan motornya masing-masing dan langsung tancap gas.


Kini kedua motor rx king dan satu motor honda gl 125 yang telah dimodipikasi model tracker drag, meluncur dengan sangat kencang.


Kamal dan pandi terus mengikuti nandi, walau dihati belum mengerti apa tujuan nandi dan hendak kemana nandi sebenarnya.


Mereka terus melaju dengan kencangnya sehingga akhirnya merekapun sudah memasuki jalan dukuh.


Terus nandi menurunkan laju kecepatan kendara'annya.


''Dimana ya yang dimaksud oleh bisikan itu.'' Celoteh nandi dalam hatinya.


Baru aja nandi berbicara dalam hatinya sepontan suara itu berbisik lagi ditelinga nandi.


Nandi pun terus kedepan sambil lihat kekiri dan kekanan, begitu nandi melintas disebuah rumah mewah dengan pagar besi yang cukup tinggi terdengar suara wanita menjerit minta tolong.


Toloooong...


Nandi, kamal dan pandi lalu berhenti, sambil mengira-ngira arah suara yang minta tolong itu.


''Mal, pan lo denger sauara orang minta tolong?.'' Tanya pandi.


''Iya di gua denger dengan jelas, arahnya dari rumah mewah itu.'' Jawab kamal.


''Tidak salah lagi.'' Ucap nandi.


Kamal dan pandi tambah bengong, apa yang dimaksud oleh nandi dengan tidak salah lagi itu.


''Gua tambah bingung maksudnya apa sih di?.'' Tanya pandi.


''Sudah ikutin gua aja, nanti juga lo akan tau apa yang gua maksud.'' Jawab nandi sambil berjalan kearah rumah mewah itu.


Nandi lalu menuju sebuah gerbang besi yang cukup tinggi, sambil melihat-lihat kedalam gerbang.


''Aneh, gerbang masih digembok, tapi penjaganya ko tidak ada sama sekali.'' Ucap nandi.


''Iya betul, padahal pos penjaganya ada, ko tidak ada securitinya.'' Pungkas kamal.


''Di di, coba lo perhatikan itu yang dipohon mangga itu orang apa setan sih.'' Celoteh pandi.


Terus nandi melihat dan memperhatikan kearah yang dibilang oleh pandi, dengan sorot matanya yang tajam.

__ADS_1


''Ina lilahi, itu orang pan seperti di ikat, tidak salah lagi, dirumah ini lagi terjadi perampokan, dan penjaga itu berhasil dilumpuhkan terus di ikat, ayo kita tolongin.'' Ucap nandi.


''Gimana masuknya, sedangkan pintunya juga digembok dari dalam?.'' Tanya kamal.


''Kita kan pernah belajar ilmu parkur, ayo kita cari tumpuan untuk melompat keatas.'' Ucap nandi.


Setelah itu nandi melihat disekitar pagar tembok yang tinggi, nampak terlihat oleh nandi ada tumpukan batu bata, yang memungkinkan bisa buat alat bantu, guna melompat masuk kedalam.


Nandi pun lalu berlari setelah mendekati tumpukan batu bata itu lalu nandi melompat ketumpukan batu bata itu lalu digenjotnya kaki kanan untuk mengantarkan tubuh melesit keatas.


Plek tangan nandi meraih ujung tembok dan langsung bertengker di atas tembok itu, lalu nandi melompat kebawah untuk memasuki halaman rumah itu.


Terus kamal dan pandipun mengikutinya, hingga akhirnya mereka bertiga sudah berada diadalam pagar, tepatnya ketiga pemuda gang si'iran itu sudah berada didepan halaman rumah tersebut.


Terus nandi dan kawan-kawan membuka tali pengikat ketiga penjaga itu, dan lakban yang menutupi mulutnya itu, terus nandi mengorek keterangan dari ketiga penjaga itu.


''Ini ada apa pak?.'' Tanya nandi.


''Cepet tolongin pak haji dan bu haji anak muda, ke empat perampok sudah berhasil memasuki rumahnya pak haji jaelani.


''Ina lilahi, ya udah, mal, pan ayo kita tolongin meteka.'' Ajak nandi.


Selepas itu nandi, kamal dan pandipun langsung menuju rumahnya pak haji jaelani, perampok yang disuruh jaga dipintu tidak mengetahui masuknya nandi kedalam pagar karena nandi melompat lewat pagar samping rumah.


Setelah tiba didepan pintu nandi, kamal dan pandi langsung menbetak satu perampok yang diduruh jaga itu.


''Wooiii, hentikan semua tindak kejahatanmu.'' Bentak nandi.


Perampok itu pun kaget, kenapa tiba-tiba ada tiga pemuda yang memasuki rumah itu.


''Siapa kalian?.'' Tanya perampok itu.


''Justru gua yang harus bertanya, siapa anda dan lagi apa disini.'' Jawab nandi.


Disa'at itu pula kamal melesat tidak menbiarkan mereka terus beradu argumen.


Hiiiiuuuukkk .... Duukk.


Sebuah bogem kamal singgah dipelipisan perampok itu.


Dengan sempoyongan perampok itu menahan keseimbangannya, tapi beluma aja dia mau merubah langkahnya agar tidak sampai jatuh, pandi tidak membiarkan orang itu berdiri tegak.


Hiiuuukk... Duk duk deeaass.


Pukulan dan elbo pandi menghantap rahang perampok itu.


Tidak bisa dihindari lagi perampok itu langsung nyungseb.


Kamal pun langsung melompat terus diikatnya kedua tangan perampok itu, oleh tali yang dipake mengikat ketiga penjaga itu, lalu di dudukan dikursi sembari kepalanya merunduk, terus kamal mengambil pet laken miliknya pak haji yang tergantung di kastop, terus dipakekan pada perampok itu.


''Nah ini baru keren, selamat beristirahat ya.'' Ucap kamal pada perampok itu.


Setelah itu ketiga pemuda gang si'iran itu langsung mencari keberada'an perampok yang lainnya.


\=\=\=\=\=★★★★★★★\=\=\=\=\=


Bersambung.


Terima kasih atas dukungan like, comentar, favorit, ranting dan votenya.

__ADS_1


Salam sehat dan sukses selalu.


__ADS_2