
Sesampainya toglo didepan toko, ia lalu memarkirkan sepedanya disamping bengkel, setelah itu toglo masuk kedalam toko yang sudah terbuka rolling doornya.
Toglo dengan rajinnya membersihkan barang-barang, dan mengepel lantainya dari kotoran debu-debu yang melekat.
Setelah beres toglo membersihkan semua ruangan ditoko itu, astuti datang memanggilnya.
''Toglooo..'' Panggil astuti.
''Iya teh tuti.'' Jawab toglo.
Astuti lalu membawakan makanan dan segelas susu buat toglo.
''Ini sarapan dulu kamu.'' Ucap astuti.
''Terima kasih teh tuti, toglo sudah sarapan dirumah bareng nenek.'' Jawab toglo.
''Ooh gitu, ya sudah, ni susunya diminum.'' Ujar astuti.
Toglopun keluar mengambil segelas susu yang masih panas, dengan pelan-pelan dan meniupnya sedikit-sedikit sebelum susu tersebut diminumnya.
10 menit kemudian kamal dan hasan datang yang di ikuti oleh doni.
Merekapun langsung duduk dibangku, sedangkan hasan langsung menuju pada tempat dispenser berada, lalu disobek tiga saset kopi spesial mix dan dituankannya kedalam gelas, setelah itu diseduh dengan air panas dari sebuah dispenser dan diaduk-aduk hingga sampai larut dan menyatu, sehingga menciptakan cita rasa yang nikmat dari biji kopi tersebut.
''Kopi datang.''Ucap hasan.
''Waah pas banget nih, kopi panas madein hasan bin maun, bismilaha hirohman nirohim.'' Ujar kamal.
''Iya nih sipplah, oh iya lo' pulang jam berapa semalam?.'' Tanya doni pada kamal.
''Gua nginap dibengkel bareng nandi, tadi subuh sekitar setengah lima gua pulang.'' Ucap kamal.
Sambil menunggu masuk jam kerja, mereka duduk santai sambil minum kopi.
Sementara ditempat lain.
Disebuah rumah yang sederhana tapi terlihat cukup nyentrik, disebuah ruangan tepatnya dikamar, nampak wanita cantik lagi berdandan merias diri, sebelum berangkat kerja.
Sambil duduk dikursi dengan pandangan menatap cermin sambil melapisi wajahnya dengan bedak.
Setelah itu terus diambilnya sebuah lipstik merah maron, dan dipolesnya pada kedua bibir manisnya.
Dengan lesung pipit diwajahnya semakin menambah aura kecantikannya.
Wanita tersebut tak lain adalah sindi.
''Kira-kira aa nandi ketoko ini gak ya.'' Gerutu sindi dalam hatinya.
Setelah semua sudah rapi sindipun keluar dari kamar.
''Bu sindi berangakt dulu ya.'' Panggil Sindi.
Sindipun lalu menghampiri bu sumi, dengan mencium tangannya.
''Hati-hati kamu kerjanya, jangan ceroboh.'' Ucap bu sumi.
''Baik bu, terima kasih, assalam mualaikum.'' Ucap sindi mengucapkan salam.
''Wa alaikum salam.'' Jawab bu sumi.
Setelah itu sindipun mendorong motornya keluar rumah, terus dimasukin kunci kontaknya, setelah itu motorpun telah disetaternya.
Selepas itu sindi langsung menaiki motornya, dan motorpun melaju meninggalkan rumahnya, jarak antar rumah sindi dan tempat kerjanya sangat dekat, sehingga sindipun telah sampai ditoko yang sekaligus bengkel nasi motor.
Nampak pandi dan gito sudah stay ditempat menunggu, karena kunci tokonya sindi dan astutilah yang punya kendali.
''Waduuh ma'ap telat, sudah lama menunggu?.'' Tanya sindi.
''Belum sih, baru aja sepuluh menitan.'' Jawab pandi.
Sindi pun lalu membuka kunci pintu samping, yang dabel pintu, pintu yang luar sebuah pintu besi, untuk mejaga dari kemungkinan terjadi dari hal-hal yang tidak di inginkan.
Setelah semua kunci dibukanya, gito dan pandipun langsung memburu pada sebuah dispenser, lalu digaotongnya keluar, setelah itu jacknya dicolokin pada sebuah socket listrik, untuk menghasilkan air panas.
Setelah sepuluh menit kemudian airpun nampak sudah panas, terlihat dari lampu kontrol yang warna merah telah padam.
Pandi dan gito, lalu mengambil gelas masing-masing, terus dituangkan serbuk kopi yang sudah dicampur oleh gula, dan diseduhnya dengan air panas dari dispenser tersebut.
Setelah diaduknya sampai larut dan menyatu dengar air, keduanya pun langsung duduk santai sambil dihisapnya sebatang roko.
Seripit gito dan pandi meminum kopi yang masih mengrpul itu dengan perlahan.
Sepuuuuhhhh, satu hembusan asap dari hisapan sebatang roko itupun dikeluarkannya.
''Waaww mantap tenan kopi, rasane sampai melupakan hutang piutang.'' Ujar gito.
''Buset dah, sampai segitunya lo' to, hutang yang hutang, masa lupa sih.'' Pungkas pandi.
__ADS_1
''Ya ibarate pandi, masalah hutang sehabis gajian juga langsung impaslah.'' Jawab gito.
''Iye iye, segitu juga sewot.'' Ujar pandi.
Bersama'an dengan itu munculah sebuah motor honda gl 125 yang sudah dimofifikasi tracker drag, dengan pengendaranya seorang wanita tomboy, turun dari motornya.
''Assalam mulaikun.'' Ucap wanita tersebuat yang tak lain adalah astuti.
''Wa alaikum salam.'' Jawab mereka.
''Widiiih mantap, gak disini gak disana semua sama saja.'' Ujar astuti.
''Maksud lo' apa tuh?.'' Tanya gito.
''Iya, maksud gue, disini juga pada ngopi, disana juga pas gua mau berangkat, kamal, hasan dan doni asik minum kopi, emang kalian kagak bisan tuh setiap hari minum kopi.'' Ucap astuti.
''Minum kopi itu tidak ada bosannya, ibarat kita makan nasi, dan kopi termasuk kegolongan sepul bako.'' Ucap pandi.
''Apa tuh sepul bako, kaya mesin aja ada sepulnya.'' Ucap astuti.
''Sepul bako itu, sepuluh bahan poko, hahaha.'' Jawab pandi.
''Widiiiih, pinter juga lo pan.'' Ujar gito.
''Yoo'iii, pandi gitu looo.'' jawab pandi ngalem diri sendiri.
''Wah kalian ini, buat aturan sendiri, mana ada kopi dimasukin bahan poko.'' Ujar sindi.
''Ya ini aturan bagi para pencinta asap nikotin.'' Ucap pandi.
''Andai kata tidak ada kalian, abang gue rasanya bakal kesepian tuh.'' Pingkas astuti.
''Ya iyalah, gua, nandi, gito, kamal dan hasan, seperti satu senyawa yang sudah bersatu dalam satu wadah.'' Ucap pandi.
''Terus doni?.'' Tanya astuti.
''Doni kan baru, ikut gabung bareng kita, itupun masih dalam tahapan seleksi.'' Pungkas gito.
Disa'at itu pula datanglah tiga motor, langsung masuk dan berhenti.
''Noh kerja'an lo berdua, ayo kerja.'' Ucap astuti.
Gito dan pandi pun langsung beranjak dari tempat duduknya, dan bertanya?.
''Pagi bang, mau belanja, atau ada keluhan lain?.'' Tanya gito.
''Belakang apa depan?.'' Tanya gito.
''Yang belakang bang.'' Jawabnya.
Setelah itu gitopun mendorong motor yamaha jupiter z keruang oprasional.
Sementara pandi menanyakan keluahan pada kedua pengendara itu.
''Terus abang berdua apa keluhannya?.'' Tanya pandi.
''Ini bang motor gua kadang mogok, kadang nyala, terus gua coba ganti busi, tapi masih tetap aja angot angotan.'' Jawabnya.
''Oke oke, bentar ya gua coba dulu.'' Ucap pandi, terus menyalakan motor tersebut dan dibawa sebentar, setelah itu pandipun sudah balik lagi.
''Apanya bang, apa ada yang perlu diganti?.'' Tanya pelanggan.
''Ini bisa dua kemungkinan, bisa cdi atau kipropnya sudah lemah, bentar gua cek dulu.'' Jawab pandi.
Setelah itu pandipun membawa motor tersebut keruang oprasional, untuk dibongkar terlebih dahulu.
Pembongkaran pun tidak begitu lama karena untuk membuka baut-baut sudah menggunakan mesin.
Seterusnya pandipun langsung mengecek, pusat dari keluhannya motor tersebut.
Setelah itu penyakitnya sudah diketahuinya.
''Alhamdulilah bang ini kipropnya sudah hampir mati.'' Ucap pandi.
''Ooh ya sudah ganti bang yang original.'' Ujarnya.
''Oke siipp.'' Ujar pandi.
Selanjutnya pandi, memesan pada astuti barang untuk motornya Vega r.
''Tut, kiprop vega r.'' Ucap pandi
Astutipun langsung mengambilkan barang tersebut, yang sudah disusun rapi dalam rak dari semua jenis kendara'an.
''Ini aa pandi.'' Ujar astuti
Setelah itu pandi langsung memasangkan kiprop yang baru itu, dimotornya vega r yang pandi bongkar
__ADS_1
Setelah semua beres dan ketiga motor yang itupun sudah pada pergi meninggalkan bengkel nasi motor.
Dan yang datang ke bengkel nasi motor, pada puas dengan kinerjanya para mekanik nasi motor hasilnya sangat bagus, tidak pernah mengecewakan, makanya tak heran bila bengkel itu selalu dipenuhi oleh pengguna kendara'an roda dua.
Keluar masuknya kendara'an dengan berbagai macam keluhan, membuat gito dan pandi sangat kelelahan, tapi tidak mengendorkan semangat mereka berdua.
Disa'at waktu duhur tiba, mereka pun langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya, sekalian menunaikan ibadah solat duhur dimusola dibelakang bengkel, yang senagaja nandi buat.
Setelah beres melaksanakan solat, pandi dan gitopun langsung merbahkan tubuhnya untuk melepaskan rasa lelahnya, dengan bersandar dibangku yang sengaja dibikin tempat sandaran.
Astuti dan sindipun langsung membelikan nasi bungkus untuk makan siang.
''Heh lo' berdua mau pake apa makannya?.'' Tanya astuti.
''Gua pake ikan bakar dan lalapannya jangan lupa, sambelnya uang banyak.'' Jawab gito
''Lo' itu mau makan nasi apa makan sambel sih?.'' Tanya astuti.
''Ya makan nasi atuh, masa makan sambel doang.'' Jawab gito.
''Ya kenapa tadi minta dibanyakin sambelnya.'' Ujar astuti.
''Ya biar agak ngejreng aja sih mata gua, agak ngantuk nih.'' Jawab gitu.
''Okee, dan lo pan mau pake apa?.'' Tanya astuti.
''Sama kaya gito.'' Jawab pandi.
Setelah itu sindi langsung menyalakan motornya dan astuti duduk dibelakang dengan dibonceng.
Tidak lama kemudian sindi dan astuti sudah balik lagi kebengkel dengan membawa beberapa bungkus nasi.
''Ini pesanan kalian berdua.'' ucap astuti sambil mengeluarkan dua bungkus nasi.
''Oke, ayo kita makan.'' Ujar gito.
Dengan ucapan bismilah hirohman nirohim, merekapun mulai menyantap makan siangnya bareng-bareng.
Back to gang si'iran.
Ditempat bengkel gang si'iran pun sama persisnya dengan dibengkel nasi motor, Nandi, dan ke empat karyawannya lagi makan siang bersama.
Toglo sangat lahap sekali dalam menyantap makanannya, sampai habisnya pun duluan, kamal, hasan dan doni pun sampai kaget dengan kecepatan makannya sitoglo.
''Heh toglo, cepat benar lo' menghabiskan makannya.'' Ucap kamal.
Lalu hasan dan doni pun ikut nimrung.
''Buset dah, lo makan apa minum sih, hanya sekejap saja makannya langsung kelar.'' Hasan ikut nimrung.
''Makan dari bayi, masa kagak bisa-bisa sih bang.'' Celoteh toglo.
''Wah bener gile lo', usia masih anak, tapi tanki lo ukuran dewasa, gimana sudah besarnya lo.'' Ujar doni.
''Kata bang nandi, dan kata nenek, harus banyak makan supaya cepat tumbuh besar, bukannya begitu ya bang nandi.'' Ucap toglo sambil melirik pada nandi.
''Yooo'iii, kamu benar toglo.'' Jawab nandi.
Selepas sehabis makan, kamal, hasan dan doni, langsung duduk, sambil menghembuskan asap racun nikotin dari mulutnya.
''Toglo, mau kagak, bikinin abang kopi, ma'ap ya gua sudah nyuruh lo'.'' Ucap kamal.
''Oke bang, gak apa-apa ko bang.'' Saut sitoglo.
Tanpa banyak mikir lagi sitoglopun lalu melangkah guna bikinin kopi buat kamal.
Setelah itu toglopun langsung mengantar kopi tersebut pada kamal.
''Ini bang kopinya.'' Ucap toglo.
''Oke makasih ya.'' Ujar kamal sambil meraih gelas dari genggamannya toglo.
Sementara nandi masih sibuk dengan handponnya, untuk memantau barang pesanannya, yang akan datang di hari itu.
Disa'at mereka lagi duduk-duduk manis dengan segelas kopi hitam, munculah sebuah mobil pengankut barang, yang sudah nandi pesen seminggu yang lalu, kini mobil pengankut mesin telah tiba didepan bengkel nandi.
Singkat cerita mesinpun sudah diturunkannya dan sudah ditempatkan ditempat yang telah nandi sediakan, sebuah mesin bubut, buat keperluan perbengkelan, mengkolter sehare yang lagi turun mesin, dan lain sebagainya.
Kini alat-alat yang mengenai dengan dunia otomotip dibengkel nandi sudah canggih.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=🏍🏍🏍🏍🏍\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung.
Saya ucapkan terima kasih atas kunjungan dan dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya dengan, like, comentar, favorit, ranting dan vote sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
!!!!!!!!!!!!!!!!!!SELAMAT MEMBACA!!!!!!!!!!!!!!