
Kini malampun sudah berganti pagi, suasana di gang si'iran nampak sudah ramai dengan orang-orang yang lalu lalang kesana kemari, dengan kesibukannya masing-masing.
Dan nandi terlihat keluar dengan mendorong motornya, karena sindi menyuruh di beli'in bubur untuk sarapan sindi dan sekalian buat makan anggita eka putri, sang putri kesayangannya.
Kini motor sudah dipanasinnya, dan setelah itu nandipun langsung tarik gasnya perlahan, menuju pasar delima raya.
Mungkin nandi sudah ditakdirkan oleh tuhan yang maha kuasa, untuk menolong sesama manusia di muka bumi.
Bersama'an dengan tibanya nandi dipasar delima, kira-kira pukul 06:30 menit, banyak orang berkerumun dengan pasang muka panik dan sebagian wajah-wajah sangar dan berambut gondrong lagi beradu argumen dengan sebilah pisau di gengaman tangan kanannya dan tangan kiri menjambah kerah baju seorang lelaki berpeci warna hitam.
Terus nandi masuk ke kerumanan orang-orang tersebut dan bertanya.
''Wah ada apa ini?.'' Tanya nandi.
''Wah kebetulan ada bang kidal, tolongin pak jatma bang, dia lagi di ancam sama si dadung.'' Jawabnya.
''Emang apa duduk perkaranya?.'' Nandi bertanya lagi.
''Persoalannya sih sepele, si dadung minta kopi, lalu setelah selesai ngopi pak jatma minta duit bayarannya, terus sidadung bilang ngutang dulu, dan pak jatma bilang,, hutang kamu sudah menumpuk, kan saya butuh buat muter lagi, begitu argumen yang ku dengar dari mereka.
''Ooh begitu.'' Ujar nandi sembari berjalan disela-sela orang yang lagi berkerumun itu.
Setelah itu nandi, mendekati pak jatma dan si dadung yang lagi menodongkan sebuah belati pada pak jatma.
Dengan cepat nandi menyambar tangan si dadung yang lagi pegang pisau, dan pisau pun langsung lepas dan telah berpindah tangan sama nandi hanya dengan sekali sentuhan.
''Apa-apa'an sih lo' mau jadi jagoan.'' Ujar nandi
Dadung pun langsung kaget dan melotot pada nandi, tapi setelah dilihat bahwa yang lagi berhadapan dengannya sekarang adalah nandi anak gang si'iran yang cukup dadung kenalinya.
''Eh elo' bang, jangan ikut campur bang ini urusan gue sama pak jatma.'' Saut dadung.
''Ya pasti gua ikut campur, bila lo' sudah menodong pak jatma dengan belati, dan lo' pasti kena pasal kalau sama pihak yang berwajib.'' Ucap nandi.
''Gue gak peduli mau kena pasal ke mau di apa ke, pokonya gue kesel sama jatma, hutang segitu juga, nanti juga gue bayar.'' Ujar dadung dengan penuh kekesalan.
''Lo gak sadar apa, orang dagang itu butuh buat modal, bila hutang lo' terlalu lama, wajarlah pak jatma meminta, karena itu sudah nenjadi haknya, lagi pula lo' gak mikir seharus lo' juga harus mengerti, masa lo' yang ngutang, dan lo' yang marah, kan itu aneh.'' Ucap nandi.
''Udah bang gak usah berceramah di depan gue, itu semua tidak berpengaruh bagi gue.'' Saut dadung.
Nandi yang mencoba ingin mengingatkan si dadung supaya sadar akan kekeliruannya, dan si dadung bukannya sadar, malah semakin membuat nandi kesal dan emosi.
''Wah ini orang kepala batu juga, terus lo' sekarang mau apa.'' Ujar nandi.
''Terserah abang.'' Ujar dadung.
Mendengar jawabannya dadung begitu, nandi langsung naik darah, tanpa disadari tangan kiri nandi langsung menghajar si dadung.
Hiuuukkk
Deeeaaassss....
Auuuwwhhh...
Teriak kesakitan keluar dari mulutnya dadung bersama'an dengan jatuh tubuh si dadung dan terus pinsan.
__ADS_1
''Sori dung, gua tadi emosi, habisnya lo' di ingetin, malah seperti nantangin gua.'' Ujar nandi.
Terus pak jatma menghampiri nandi, dengan wajah seperti takut nantinya si dadung dendam padanya.
''Waduuh den nandi, gimana nih nanti dadung dendam sama saya.'' Celoteh pak jatma.
''Tenang aja pak, kalau ada apa-apa bilang saya aja, atau bapak lapor pada pihak berwajib.'' Ucap nandi.
''Terus gimana atuh, kondisi di dadung sekarang, bapak jadi takut.''
''Gak apa-apa, dia cuma pinsan, nanti juga sadar, tolong ambilin air satu ember untuk siram si dadung.'' Ucap nandi.
Dan orang-orang yang menyaksikan sidadung tergeletak hanya bisa berbisik-bisik dengan sesama temannya.
''Bang kidal dilawan, makan tuh bogeman dari bang kidal.'' Ucap salah satu orang yang berkerumun itu.
Setelah pak jatma membawakan se ember air, lalu di kasih sama nandi, dan nandipun langsung mengguyur si dadung.
Tubuh si dadung kini telah basah kuyup, dan selang beberapa menit si dadung telah menggerakan badannya, dan perlahan-lahan dadung membukakan matanya, terus tangannya meraba pada sekujur tubuhnya nampak terasa basah, dadung pun langsung terbangun, dan melihat-lihat orang yang ada di sekelilingnya, pas begitu melihat pada lelaki tinggi bertubuh kekar, sidadung seperti ketakutan.
''Ampun bang nandi, jangan sakiti gue lagi.'' Ucap si dadung sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.
''Siapa yang mau nyakitin lo', dan gua juga minta ma'ap tadi gua tidak kontrol emosi, ma'apin gua ya.'' Ucap nandi.
''Iya bang, sama-sama gue juga minta ma'ap.'' Saut dadung.
Setelah itu nandi pun membawa dadung dan pak jatma untuk menyelesaikan masalahnya, semua hutangnya dadung bekas ngopi dan meroko pada jatma sudah dua ratus ribu, karena dadung tidak punya uang, terus nandi membayarnya, dengan jaminan dadung tidak mengulangi kelakuannya itu lagi.
''Sekarang gini, oke hutang lo' gua bayar, tapi lo' harus berjanji tidak akan mengulangi hal begitu lagi.'' Ujar nandi.
''Catat ya, hai sodara-sodara, kalian dengar janjinya di dadung.'' Teriak nandi.
''Iya bang, kita semua saksinya.'' Ujar orang-orang yang melihat dan menyaksikan perjanjian sidadung dengan nandi.
Setelah itu nandipun langsung mengeluarkan uang dari dalam dompetnya sebesar dua ratus ribu, untuk membayar hutangnya si dadung pada pak jatma.
Setelah semua urusan si dadung dan pak jatma selesai nandi pun langsung beranjak dari tempat itu untuk membeli bubur buat sarapan sindi, dan makanan buat bayi anggita.
Selepas dan sesudah pesanan sindi dan dede anggita di dapatnya, nandi pun langsung tancap gas untuk pulang kerumah, karena jarak tempuh yang cukup dekat, akhirnya nandipun telah tiba di depan dirumahnya, terus nandipun turun dari motornya dan berjalan masuk kedalam rumah.
''Assalam mualaikum.'' Sapa nandi, sambil membuka pintu.
''Wa alaikum salam, tuh ayah sudah pulang, bawa sarapan untuk dede gita.'' Jawab sindi sambil menggendong anggita.
''Ma'ap agak terlambat sayaang.'' Ucap nandi.
''Tidak apa-apa suamiku, ku juga bisa merasakan bila aa terlambat pasti abis nolongin orang, iya kan dede gita, ayah hebat ya, suka menolong orang, di tambah ayah jago berantem lagi, hidup-hidup ayah.'' Ujar sindi sambil menggerak-gerakan tangannya anggita.
Nandi pun tersenyum sambil mengelus elus pipinya anggita.
''Dede gita makan yang banyak ya, biar cepet gede, dan jadi anak pintar.'' Ucap nandi
''Iya ayah.'' Sindi menjawab.
Setelah itu nandi menyuapin anggita dengan penuh rasa cinta sedangkan cindi sarapan dengan bubur yang baru nandi beliin.
__ADS_1
''Aa aa a, aeemm.'' Ujar nandi sembari nyuapin anggita.
Ketika itu pula munculah toglo, dan toglo terus memandangi nandi yang lagi nyuapin anakanya anggita, tanpa disadari air mata toglo keluar karena terharu dengan kasih sayang nandi pada anaknya.
Terus toglo ingat cerita neneki juna tentang dirinya yang terlantar di lorong goa.
''Bang nandi begitu sayang pada dede anggita, terus kenapa orang tua toglo begitu tega buang aku, rasanya ini tidak adil buatku, ya allah.'' Gumam toglo dalam hatinya.
Terus toglo mengusap mukanya dengan kedua telapak tangannya, tatkala teringat dengan pesan dari neneknya, bahwa apapun yang terjadi pada manusia di muka bumi, itu semua sudah di atur, dan kita sebagai manusia harus bisa mengambil hikmahnya dibalik itu semua, pasti akan ada kebaikan yang lagi menanti kita.
''Astagpirullah hal adzim.'' Ucap toglo.
Setelah itu toglo langsung mendekati pintu pagar rumahnya nandi.
''Assalam mualaikum.'' Sapa toglo.
''Wa alaikum salam, eeh toglo, sudah sarapan belum?.'' Tanya nandi.
''Sudah bang tadi dirumah, mau ambil kunci, karena kamal, hasan dan doni pun sudah pada datang, dan yang mau tes juga sudah pada datang.'' Ujar toglo
''Ooh iya, dan yang dites hari ini suruh tunggu ya di teras kantor, karena yang mau ngetesnya nina yunita, dan teh sindi.'' Ucap nandi.
''Oke siap bang nandi.'' Ujar toglo
Setelah kunci berada digenggamannya, toglo lalu berjalan kearah bengkel dan bangunan distributor yang baru aja diresmikan, dan hari ini nandi akan memulai melakukan tes pada setiap orang yang sudah memasukan lamarannya untuk di terima menjadi karyawan barunya nandi.
Dan toglo segera membuka pintu besi yang cukup tinggi, lalu setelah itu toglo menuju kearah bengkel untuk membuka kunci pintu rolling door, dan toglo lamgdung membuka kunci pintu kantor, dan puluhan orang-orang sudah pada ngantri menunggu untuk dipanggil dalam sebuah tes untuk masuk menjadi karyawan barunya diperusaha'an nandi.
''Mas, mb dan semuanya kalian terlalu pagi atuh, sekarang baru jam 07:15 menit, masih lumayan lama menunggu.'' Ujar toglo.
''Tidak apa-apa mas, soalnya dijalannya suka macet kalau siang.'' Jawabnya.
''Iya sih sekarang jam tujuh juga jalanan sudah macet, tunggu aja, buk ninanya belum datang, paling sebentar lagi.'' Ujar toglo.
Setelah itu toglo kembali pada pada tempat dimana kamal, hasan dan doni lagi pada duduk sambil minum kopi disebuah tempat yang sudah dibikin rapi oleh nandi.
Dan setelah itu kira-kira pukul tujuh tiga puluh menit, munculah sebuah mobil honda jaz warna hitam, berhenti di area parkiran depan sampingnya distributor itu, sekilas nampak terlihat oleh kamal, hasan, doni dan toglo seorang wanita cantik dengan berpakaian rapi ala orang kanturan turun dari mobil tersebut, dan berjalan mendekati keberada'an kamal dan kawan-kawan.
''Assalam mualaikum.'' Sapa wanita tersebut.
''Wa alaikum salam, hai nina, apa kabar? nampak cantik sekali lo' hari ini.'' Jawab hasan.
''Aa hasan, gue dari dulu, hari ini dan seterusnya sudah cantik ko, hehee.'' Ujar nina tersenyum sedikit.
''Iya gua juga tau, maksud gua hari ini kecantikanmu bertanbah empat kali lipat.'' Ucap hasan.
''Alhamdulilah, terima kasih atas pujiannya, tapi bagi gue biasa-biasa aja ko.'' Ujar nina.
''Ooh iya mb nina, orang-orang yang mau tes sudah pada nunggu, dari jam tujuh.'' Pungkas toglo.
''Iya malahan bagus bila sudah kumpul semua, jadi bisa mempersingkat waktu.'' Ucap nina.
''Ooh iya nin, ada kabar baik buat lo'.'' Celoteh kamal.
''Kabar baik apa tuh bang kamal?.'' Tanya nina
__ADS_1