SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
SIKIDAL SANG PENOLONG EPS 27


__ADS_3

Setelah sekian lamanya Nandi berada ditempat Sindi, sehingga tidak terasa hari sudah berganti dengan malam, Nandi pun melaksanakan ibadah solat magribnya di musola yang berada dekat rumahnya Sindi.


Akhirnya Nandipun pamitan pada Bu Sumi, Sindi dan Rendi, karena sudah terlalu lama Nandi meninggalkan anak buahnya serta keluarganya.


Nandi lalu keluar dari dalam rumah, yang di ikuti oleh Bu Sumi, Rendi dan Sindi.


''Ma'ap ya Bu ku dah banyak ngerepotin, Ren gua pamit dulu, Ooh iya Sin besok bengkel sudah buka kembali, besok siangnya ada pengiriman barang, tolong dicek kembali ya takut ada yang gak cocok dengan pesanan.'' Ucap Nandi.


''Iya Aa tenang aja.'' Jawab Sindi.


''Hati-hati nak Nandi, jaga kesrlamatan.'' Ucap Bu Sumi.


''Iya Di hati-hati lo jangan ngebut-ngebut.'' Ucap Rendi ikut bicara.


''Oke Terima kasih semuanya.'' Jawab Nandi sambil menarik gasnya.


Motor pun kini telah melaju, sedangkan Bu Sumi, Rendi dan Sindi, masih tetap berdiri didepan teras, terlihat dari kaca spionnya motor yang nandi Tunggangi.


Kini Nandipun sudah jauh meninggalkan rumahnya Bu sumi, jalan yang kecil dengan rumah sudah saling berdempetan satu sama lain.


Menandakan bahwa penduduk digang itu sudah benar-benar padat.


Setelah itu Nandi pun sudah mulai memasuki jalan raya, lampu sen kekiri nampak sudah menyala sambil menengok dulu kearah belakang, setelah kendara'an agak sepi nandi pun lalu mebelokan motornya.


Motor melaju dengan Kencangnya dijalan Ketupat, Berbagai macam kendara'an sudah banyak Nandi lalui, suara dan asap yang keluar dari selongsong kenalpot begitu nyaring sekali terdengar, Nandi terus melaju dijalanan yang turun naik dan banyak sekali tikungan.


Lagi asiknya Nandi mengendalikan motornya dengan medan yang banyk liku liku, medan yang berliku naik turun sangatlah Nandi sukai, karena bagi Nandi itu namanya baru anak motor.


Tiba-tiba laju kendara'an yang didepan mulai perlahan pelan, Nandi sempat bingung.


''Ada apa ini, tidak biasanya jalan ini macet.'' Ucap Nandi dalam hatinya.


Perjalanan pun jadi merayap, Nandipun masih terus berjalan meski jalannya sangat pelan sekali sambil tengok kiri tengok kanan seperti lagi ada yang Nandi cari, pas melihat kesamping kirinya Nandi melihat sebuah warung kopi, Nandipun lalu minggir dan berhenti didepan warung kopi tersebut.


''Assalam mualaikum.'' Nandi mengucapkan salam.


''Wa alaikum salam.'' Jawab tukang warung.


''Ada kopi bang?.'' Tanya Nandi.


''Ada kang, kopi apa?.'' Tukang warung balik bertanya.


''Kopi item aja, ooh iya Bang, tumben-tumbenan nih jalan macet biasanya juga kagak kayak gini.'' Ucap Nandi.


''Ooh itu, biasa bang ada tawuran antar anak-anak tongkrongan.'' Jawab tikang warung.


''Owalaah, mau jadi apa ya, ko hobinya tawuran aja, kalau mau berantem sekarang kan ada tempatnya yang khusus, aman dan resmi lagi.'' Ucap Nadi.


''Ya itulah anak jaman sekarang, hobinya nongkrong lalu berantem dah, bukannya bantuin orang tuanya, atau melakukan hal-hal yang lebih baik lagi gitu, kan bagus itu.'' Ucap tukang warung.


''Iya bener Bang, gua juga heran apa maunya mereka, bukannya melakukan hal yang lebih positip buat masa depannya, ya semoga aja mereka cepet sadar.'' Ucap Nandi.


''Amiiin, nih kopinya kang.'' Ucap tukang warung.


''Terima kadih Bang, ooh iya sekalian rokonya kang.'' Ucap Nandi.


''Roko apa?.'' Tanya tukang warung.


''Djarum super Bang.'' Jawab Nandi.


Tukang warung lalu mengambil Roko Djarum super dan diberikannya pada Nandi.


Seripitan kopi panas menambah nikmatnya di suasana malam yang mulai dingin menusuk tulang-tulang sanubari, dengan isapan sebatang roko, yang asapnya begitu kental keluar dari mulutnya Nandi.


Jalanan masih nampak terlihat macet, krndara'an pun kini mulai memadati jalan raya ketupat berjalan dengan merayap.


Dan suara mobil polisi sudah mulai berdatangan untuk mengantisipasi penyebab dari kemacetan itu.


Dari pihak kepolisian baru mendapat laporan dari warga setempat, bahwa telah terjadi tawuran antara anak-anak tongkrongan dengan anak tongkrongan yang lainnya.


Satu jam kemudian jalanan sudah mulai lancar, terlihat dari beberapa kendara'an sudah pada melaju meski belum sepenuhnya lancar.


Nandi masih asik duduk manis ditemani dengan secangkir kopi sambil menghisap sebatang roko.


''Kang mau kemana?.'' Tanya tukang warung.


''Mau pulang kang, abis main dari rumah teman.'' Jawab Nandi.


''Emang pulangnya kemana kang?.'' Tanya pemilik warung.


''Sudah dekat ko, ke Gang si'iran.'' Jawab Nandi.


''Oooh gang si'iran.'' Ucap Pemilik warung.


''Emang abang tau tentang gang si'iran.'' Ucap Nandi.


''Semua orangbpun pasti tau dengan gang si'iran, disitu kan dulu tempatnya para tokoh-tokoh Jawara.'' Jawab prmilik warung.


''Masa iya sih Bang.'' Ucap Nandi.


''Iya, masa akang orang situ kagak tau, apalagi sekarang ada pemuda yang hebat dan banyak membantu orang-orqng susah, dia suka menolong.'' Ucap pemilik warung.


''Terus abang kenal dengan pemuda itu?.'' Tanya Nandi.

__ADS_1


''Kalau kenal sih kagak, cuma dengar namanya aja, kalau gak salah namanya Nandi.'' Ucap Pemilik warung.


''Ooh gitu, seberapa hebat sih pemuda yang bernama Nandi itu.'' Ucap Nandi sambil tersenyum.


''Kalau akang orang situ, masa kagak kenal dengan orang yang benama Nandi.'' Ucap pemilik warung tersebut.


''Ya kenal sekali, malahan sangat dekat sekali.'' Ucap Nandi.


''Oowhh, terus orangnya seperti apa sih, ko sampai ramai jadi bahan perbincangan?.'' Tanya pemilik warung.


''Orangnya sih biasa aja.'' Jawab Nandi tersenyum dikit.


Setelah itu Nandi melihat jalananpun sudah lancar kembali, dan kendara'anpun sudah berjalan normal, Nandi lalu membayar kopi dan sebungkus roko Djarum super, untuk melanjutkan lagi perjalanannya pulang kerumah.


Motorpun sudah dinyalakannya, lalu tarik gasnya Yamah Rx king kini sudah melaju lagi dengan kencangnya dijalan ketupat.


beberapa menit kemudian Nandi pun sudah mulai memasuki jalan Delima, jalan yang yang menghubungkan antara kota bandung dan kota-kota lainnya diwilyah parahiangan.


Tidak lama kemudian.


Nandi telah tiba didepan rumahnya, Nampak terlihat oleh Nandi, anak buaknya masih sibuk dengan pekerja'annya, Nandi lalu nyetandarkan motor, dan berjalan kearah bengkelnya.


''Assalam mu alaikum.'' Ucap Nandi.


''Wa alaikum salam.'' Jawab anak buahnya.


Belum kelar juga mal?.'' Tanya Nandi.


''Tinggal dikit lagi di, ya untung aja Gito dan Pandi ditari sini, coba kalau gak, mana bisa kelar.'' Ucap Kamal.


''Ya makanya gua tarik kesini.'' Kata Nandi.


''Ko sampai malam begini sih di, haevy ya mainnya ama Sindi.'' Pungkas Gito.


''Sory, tadi dijalan gua kejebak macet diajalan ketupat, ada tawuran.'' Jawab Nandi.


''Hari gini masih aja pada tawuran.'' Hasan memotong pembicara'an.


''Ya namanya juga anak muda san, darahnya masih mendidih.'' Jawab Pandi.


''Ya iya sih gua juga ngerasain, tapi gua gak kaya gtu juga, gak sampai merugikan orang banyak.'' Ucap Hasan.


''Ya sudah gak usah bahas itu, gimana kalau kita ngopi, terus cemilannya beli tuh didepan, to lo beli makanan dulu.'' Ucap Nandi.


''Okee boss.'' Jawab Gito.


Gito pun langsung cabut, untuk membeli makanan, dengan menaiki motornya Hasan, Sedangkan Nandi menyuruh adiknya untuk membikin kopi lima gelas.


Tidak lama kemudian kopi pun sudah datang bersama'an dengan datangnya Gito membawa makanan, untuk teman ngopi.


Berhubung kerja'annya sudah beres, mereka meramaikan suasana dimalam itu, dengan memainkan gitar, Hasan sebagai gitarisnya, sedangkan Nandi dan Kamal menyanyikan lagu-lagu lawas.


Ke lima sekawan itu nampak terlihat, begitu bahagia sekali.


Bagi warga gang si'iran, sudah tidak asing lagi dengan Nandi dan teman-temannya itu, mereka orangnya asik-asik, dan banyak membantu masrakat kalau lagi dalam kesulitan.


Nandi suryaman yang sekaligus sebagai bosnya bagi mereka, sangat mereka banggakan, selain jago bela diri, karena Nandilah mereka semua jadi mengenal artinya kehidupan yang sesungguhnya.


Dan karena Nandi pula, mereka bisa terangkat dari pengangguran.


Ke esokan harinya.


Dipagi hari yang ceria, dengan matahari baru muncul dari sebelah timur.


Dan Jalananpun sudah mulai lagi dipadati oleh kendara'an dari berbagai jenis.


Nandi pun sudah duduk manis, ditemani oleh ayahnya pak Dirman, sambil meminum kopi dan teh pait angat kesuka'annya pak Dirman.


Pak Dirman yang sekarang bukanlah pak Dirman yang dulu lagi, sekarang ia sudah menjadi pengusaha limbah, yang tadinya suka keliling mencari barang-barang bekas.


Sejak diberi modal usaha oleh Nandi, pak Dirman telah menjadi bos limbah dan barang-barang bekas.


Lima tahun pak Dirman bergerak dalam usahanya, nampak sudah ada peningkatan dikit demi sedikit ditunjang oleh managemen muda yang pintar dan kreatip, yaitu Nandi suryaman anaknya sendiri.


Yang tadinya selalu berpakain lusuh dan dekil, sekarang pak Dirman nampak lebih gagah lagi, selain itu pula dianugrahkan oleh yang maha kuasa punya wajah yang tampan.


Tapi kesuksesan Nandi dan perubahannya pak Dirman yang naik empat level sekaligus, tak luput dari omongan dan gunjingan orang-orang yang iri dan dengki.


Dikawasan gang si'iran pak Diraman banyak di omongin kalau usahanya menyimpang.


Padahal pak Dirman orangnya ulet dan tak mengenal lelah.


Tapi itu cuma keluar dari orang yang ngiri dengan usahanya pak Dirman.


Sambil minum teh pait angat, pak Dirman bertanya pada anaknya yaitu Nandi suryaman.


''Di apa kamu sudah dengar, omongan orang pada usaha yang lagi bpak jalani ini?.'' Tanya pak Dirman


''Sudah pak, gak usah didengerin, yang penting dimata allah kita tidak pernah menyekutukan yang maha kuasa, dan itu keluar cuma dari orang yang penuh iri dan dengki, kalau ku mau sudah ku habisin tu orang, tapi ku bukanlah orang yang seperti itu.'' Jawab Nandi.


''Alhamdulilah, bapak bangga punya anak seperti kamu, Tidak salah bapak memberimu nama, Nandi suryaman.'' Ucap Pak Dirman.


''Emang ada artinya pak?.'' Nandi balik bertanya.

__ADS_1


''Ya ada atuh.'' Ucap pak Dirman.


''Artinya apa itu pak?.'' Tanya Nandi.


''Nandi itu persama'an dari kata nanda, yang artinya anak, dan surya itu adalah matahari, dan Man itu diambil dari bahasa asing yang artinya manusia, kalau dikatagorikan dalam artian kata artinya anak manusia yang selalu memberi penerangan.'' Jawab Pak Dirman.


''owalah... Bapak ternyata pintar juga dalam memberi nama, alhamdulilah terima kasih pak.'' Ucap Nandi sambil menyeripit kopi yang masih panas.


Disaat pak Dirman dan Nandi lagi asik ngobrol, Sambil minum kopi dan teh pait, munculah kamal dan Hasan dengan mengendarai motornya masing-masing.


''Wah kebetulan nih, kita belum pada ngopi, ya gak san.'' Ucap Kamal sambil mrnoleh pada hasan.


''Yoo'iii, mantap benar kalau kita bisa ngopi bareng.'' Jawab Hasan.


Nandi dan pak Dirman, hanya tersenyum melihat Kamal dan Hasan yang sudah menjadi bagian dari keluarganya.


''Ya sudah bikin sendiri sana.'' Ucap pak Dirman.


''Iya terima kasih Om.'' Ucap Kamal sambil melirik pada Hasan.


''Ngapain lo pake melihat gua segala, sekarang lo yang bikin kopi buat gua.'' Ucap Hasan.


''Sue lo san, tau aja apa yang ada dipikiran gua.'' Jawab Kamal.


Pak Dirman dan Nandi tertawa melebar, mrlihat tingkah lakunya kamal dan hasan.


Akhirnya kamalpun terpaksa berjalan masuk keruang dapur untuk bikin kopi.


Diruang dapur nampak bu sari lagi memasak, bu saripun kaget tidak seperti biasanya kamal masuk kerumah.


''Tumben kamu mal masuk kedapur, biasanya juga hasan.'' Ucap bu sari.


''Iya Tante, hasannya lagi males katanya, ya mau gak mau ku harus ngalah.'' Jawab Kamal.


''Ya iya atuh, sesama teman itu harus saling membantu dan menghargai, jangn pingin enaknya saja.'' Ucap bu sari.


''Iya Tante.'' Ucap Kamal sambil menuangkan bubuk kopi sepsial mix kedalam gelas.


Setelah itu, air panaspun dituangkannya kedalam dua gelas yang sudah terisi bubuk dicampur gula, lalu kamal mengoceknya hingga kopi tersebut benar-benar larut.


Selepas itu kamalpun langsung membawanya keluar.


''Terima kasih tante.'' Ucap Kamal sambil menenteng dua gelas kopi hitam.


''Iya sama-sama mal, kenapa gak pake nampan atuh.'' Ucap Bu sari.


''Gak Tante, gini aja biar gampang bawanya.'' Jawab Kamal.


Setibanya didepan bengkel, kamal langsung menaro kopi itu dimeja.


Hasanpun langsung menghampirinya sambil duduk dibangku.


''Terima kasih Aa kamal nu bageur, hehee.'' Ucap Hasan sambil memegang gelas yang berisikan kopi tersebut.


''Sue lo aah, ngerjain gua aja.'' Kata Kamal.


''Idiiiih baru aja lo bikinin buat gua sudah segitunya, apalagi kaya gua hampir tiap hari bikinin kopi buat lo.'' Ucap Hasan.


''Ceritanya pamer jasa nih, ya sudah gua minta ma'ap, gua bercanda Hasanudin.'' Ucap Kamal.


''Dasar lo kamaludin, selalu rese.'' Kata Hasan.


Nandi hanya tersenyum dengan tingkah lakunya kedua partner itu, yang selalu aja ribut.


Tapi Nandi juga merasa senang bila Kamal dan Hasan selalu ada.


''Lo berdua itu memang partner yang selalu aja ribut, dari masalah sekecil apapun pasti aja ada cekcok, tapi gua akan merasa kehilangan bila salah satu dari kalian tidak ada.'' Ucap Nandi.


''Tau tuh Kamaludin di, yang selalu bikin ulah.'' Jawab Hasan.


''Udah udah udah... jangan berdebat terus.'' Kata pak Dirman ikut bicara.


Mereka berdua pun langsung diam setelah pak Dirman bilang begtu, Nandi hanya tersenyum dan berkata.


''Hehee...Lo berdua itu kaya pasangan micky and mouse, kadang akur kadang cekcok, tapi gua senang.'' Ucap Nandi.


''Aah eloo di, masa gua disamain seperti micky mous.'' Gerutu Kamal.


Hasan kali ini tidak berkomentar, ia hanya diam sambil menikmati secangkir kopi dan sebatang roko.


Kamal terus aja menghodain Hasan, dengan mulutnya yang selalu usil kamal terus ngebuli Hasan.


Hasan tidak berkomentar apa-apa, malah ia lalu membuka roling door bengkel, dan membereskan alat-alat perbegkelan.


Lama-kelama'an Kamalpun berhenti sendiri ngocehnya.


♤♤♤♤♤♤♤♤▪︎▪︎▪︎▪︎♤♤♤♤♤♤♤♤♤


Bersambung....


Ikuti terus kelanjutan kisah sikidal sang penolong dalam rpisode selanjutnya.


Terima kasih ats dukungannya.

__ADS_1


Selamat mrmbaca.


__ADS_2