
Akhirnya sinenekpun sudah bisa pulang, Nandi dan toglo membantu sinenek memapahnya, menuju pada mobil.
Sinenekpun kini sudah memasuki mobil, yang di ikuti oleh toglo.
Dan nandi membuka pintu mobilnya bagian depan, lalu duduk sambil memegang setir, setelah itu gaspun kini mulai nandi injak perlahan-lahan dan mobilpun maju keluar dari halaman rumah sakit harapan.
Toglo terus aja menghibur neneknya memberi semangat, nandi melihat dari sepion diatasnya, langsung tersenyum bahagia karena sudah bisa membebaskan kesedihannya toglo, dan bisa menolong menyelamatkan si nenek dari keracunan.
''Alhamdulilah ya allah, masih ada harapan nenek untuk hidup.'' Ucap nandi dalam hatinya.
Setelah itu sampailah mobil diujung gang sawah, Nandi terus keluar dan membuka pintu samping bagian belakang.
''Ayo nek, biar saya bantu.'' Ucap nandi.
''Terima kasih anak muda, kenapa kamu baik sekali sama nenek, padahal saudara nenekpun tidak perduli dengan keada'an nenek.'' Ujar si nenek, sambil ngesot untuk keluar dari dalam mobil.
''Nenek itu manusia sama seperti saya, kita sudah berkewajiban saling membantu orang yang lagi kesusahan, udah nenek jangan banyak pikiran, yang terpenting nenek sehat.'' Ucap nandi.
Si nenekpun keluar dari dalam mobil, terus nandi memapahnya menuju tempat tinggal sinenek, sedangkan toglo membantu memegang tangan kanan neneknya.
Lumayan cukup jauh dari ujung gang menuju tempat kediamannya sinenek.
Dengan sangat sabarnya nandi memapah sinenek, sehingga akhirnya sampai pula didepan gubuk.
Lalu mereka masuk, sesampainya didalam nandi lalu membaringkan si nenek diranjang tempat tidurnya, yang beralaskan tikar dan sebuah bantal yang sudah sangar lusuh dan dekil.
Tidak terasa dikedua bola mata nandi sudah menggenang bakal air mata yang sebentar lagi jatuh menetes.
Toglo sempat memperhatikan nandi, ia pun ikut merasakan apa yang nandi rasakan, lalu toglo mendekati nandi, terus dipegangnya tangan nandi, sambil muka toglo tengadah keatas memandang raut wajah nandi.
''Bang abang kenapa, ko abang seperti bersedih begitu, ma'apkan nenek dan toglo ya, yang sudah merepotkan abang.'' Ucap toglo.
Nandi lalu meng elus-elus kepala toglo, sambil menurunkan badannya dalam posisi jongkok, terus kedua tangan nandi memegang kedua pipi toglo.
''Kamu jangan bilang begitu toglo, justru abang seneng bisa menolong kalian.'' Ucap nandi.
''Terus kenapa muka abang kaya sedih begitu?.'' Tanya toglo.
''Abang sedih karena, sedang merasakan penderita'an kalian, makanya itu abang sedih, ternyata kamu dan nenek masih bisa hidup dengan tenang, dalam keadaan dan pasilitas yang sangat mengkawatirkan, alangkah bodoh dan sombongnya orang bila membiarkan penderita'an orang lain, sedangkan semua pasilitas, mobil mewah, rumah bertingkat, dan harta yang melimpah, bila sudah diambil sama sang pencipta semua tiada artinya.'' Ucap nandi memberi nasehat pada toglo.
''Iya bang, saya dan nenek, sangat bahagia biarpun dengan keada'an begini, dan bisa menyambung hidup dengan memungut barang-barang bekas, itupun kalau dapat bang, kadang sehari tidak menghasilkan uang, ya terpaksa kitapun harus menahan lapar.'' Ucap toglo
''Lantas orang tuamu dimana?.'' Tanya nandi.
''Toglo tidak tau, aku juga menanyakan pada nenek siapa bapak dan ibuku, nenek pun tidak pernah menjelaskannya, karena seingat aku, aku dirawat dan dibesarkan disini oleh nenek.'' Ujar toglo.
''Ooh begitu, mungkin nenekmu tidak mau bilang, karena punya alasan yang kuat, yang seharusnya tidak diketahui, ya sudah nanti dan seterusnya kamu tidak usah lagi memungut barang-barang bekas lagi ya.'' Ucap nandi.
''Ya terus toglo dan nenek mau makan apa bang nandi?.'' Tanya toglo.
''Kamu dari mulai besok, bisa kerja dibengkelku.'' Ucap nandi.
''Aku belum cukup tenaga bang, kerja dibengkel kan berat.'' Ujar toglo.
''Hehee, ya tergantung kerjanya dulu atuh, kamu bisa melayani pembeli, dan melayani kamal dan hasan apa yang dimintanya.'' Ucap nandi.
''Beneran nih bang, aku boleh kerja ditoko abang?.'' Tanya toglo.
''Ya beneran atuh, masa abang bohong.'' Ucap nandi.
Betapa senangnya toglo mendapat tawaran kerja ditokonya nandi.
Nandipun untuk hari itu pamit dulu pada toglo dan neneknya, berhubung banyaknya urusan didalam bisnisnya, dan nandipun membelikan sembako untuk keperluannya sehari-hari toglo dan nenek, selain itu nandi juga telah memesankan sepeda gunung buat toglo, untuk berangkat kerja besok.
Setelah kepergiannya nandi, toglo dan neneknya merasa senang sekali, dan bersyukur pada yang maha kuasa, sudah dipertemukan dengan pemudabyang berhati mulya.
Setelah terdengar penyeru bagi umat muslim diseluh dunia, sinenek turun dari ranjang tempat tidurnya untuk mengambil air wudhu, dengan dituntun oleh toglo ke air pancuran yang mengalir disamping gubuknya.
Setelah sinenek beres mensucikan dirinya dari hadas kecil, toglo lalu melapisi telapak tangannya dengan kain agak tebal supaya tidak membatalkan wudu sinenek.
Sesudah itu toglo menuntun lagi sinenek kedalam.
''Nenek solat duluan, karena toglo belum ambil air wudhu.'' Ucap toglo.
''Iya, ayo sana kamu ambil air wudhu dulu, nanti keburu habis waktunya.
''Baik nek.'' Jawab toglo.
Setelah sinenek rapi tertutup mukena, sinenek pun langsung melaksanakan solat dalam keada'an duduk, berhubung kondisinya yang belum kuat untuk berdiri.
Dan langsung keluar mrnuju pancuran untuk mengambil air wuhdu, selepas berwudhu toglopun masuk keruangan kecil dan diambilnya sarung dan peci setelah sarung dan peci dipakainya, toglopun berdiri untuk melaksanakan ibadah solat ashar.
Setelah selesai solat, toglo duduk bersila, sambil mengangkat kedua tangannya.
''Ya allah yang maha pengasih dan penyayang, toglo memohon berilah bang nandi kesehatan, dan limpahkanlah rijki pada bang nandi, karena lewat bang nandilah dan atas kehendakmulah nenek bisa diselamatkan dari mara bahaya aamiiin.'' Begitu tutur kata dalam doanya toglo, sambil mengusapkan kedua telapak tangannya pada wajah.
Sementara ditempat lain, tepatnya digang si'iran Nandi yang sudah tiba dari tadi, duduk santai sambil ditemani teman favoritnya kopi hitam pelepas senja, kamal dan hasan baru beres dengan kerja'annya.
__ADS_1
Sedangakn doni belum pulang dari mulai jalan mengirim barang ke relasi bisnisnya nandi yang dibogor.
''Widiiih mantap nih kopi senja, sudah terdampar dipulau bangku.'' Celoteh kamal.
''Iya dong.'' Saut nandi.
''Boleh dong.'' Ujar hasan.
''Bikin, stock ready.'' Ucap nandi.
''San bikin kopi dong, enak kayanya abis belepotan dengan oli terus ngopi mantap.'' Ujar kamal.
''Ya sudah, legleg tuh oli ku maneh.'' Jawab hasan.
''Buseet dah, hasan bin maun kasar amat ngomongnya.'' Kata kamal.
''Lagian lo kalau nyuruh gak lihat-lihat dulu, gua lagi ngelap bebek mersi gua, bikin sana lo' masa gua mulu.'' Ucap hasan.
''Alaaah belagu lo' baru punya bebek jadul juga.'' Ucap kamal sambil angkat kaki mau bikin kopi.
''Widiiiih, dasar kuper, justru bebek jadul ini barang antik harganyapun selangit.'' Saut hasan.
''Dasar lo' itu kaya tom and jery, selalu aja ribut, tapi gua seneng juga sih melihat lo' berdua selalu cekcok.'' Ucap nandi.
''Wah sue ini bos, bukannya bikin keadilan malah bikin permasalahan.'' Saut hasan.
Setelah iti kamal datang dengan menentang dua gelas kopi hitam pelepas senja.
''Kopi senja datang, wai hasan bin maun ini kopinya.'' Ucap kamal.
''Ya sudah taro dimeja gua lagi tanggung nih.'' Saut hasan.
''Aalaah bebek jadul lo' elap-elapin, istrimu sendiri boro-boro di elus-elus.'' Ucap kamal.
''Kalau masalah istri mah, lebih di utamakan atuh, dari mulai terdampar dipulau kapuk, terus naik kegunung kembar, lalu turun kepulau rumput nah dari situ terjadilah sebuah pertempuran yang maha dahsyat, hahaha.'' Jawab hasan.
''Wit wiiiwww, mulai deh romansa dibuta dari gua hantu.'' Pungkas nandi.
''Action kali sibuta mah.'' Ujar kamal.
''Lah ini ni kalau ngejomblo sudah berkarat, gak peka.'' Ucap nandi.
''Hahahahaaaa, gua hari ini bahagia banget, apes lo' kamaludin.'' Ujar hasan sambil tertawa terbahak bahak.
''Idiiii, hasan bin maun, dilebok meong, girang amat, lihat penderita'an gua.'' Jawab kamal.
''Buset dah, gua kira teh mel sandy yang datang, ape pangling gua melihatnya.'' Sapa hasan pada astuti.
''Aa hasan baru tau ya, kan gue meng idolakan teh mel sandy, sang lady rock.'' Jawab astuti.
''Iye sih, tapi nama lo' tuh gak pantas buat lady rock.'' Pungkas nandi.
''Terus apa gue cocoknya?.'' Tanya astuti.
''Astuti itu lebih cocok dikosidahan.'' Jawab nandi.
''Hahahaa, benar tuh tut, lo cocok di situ.'' Celoteh hasan.
''Dasar, kalian emang sama saja seperti aa nandi.'' Ujar astuti.
''Mau kemana lo' tut.?.'' Tanya hasan.
''Dari pada dengerin kalian, mendingan gue mencuci motor gue, biar tambah mengkilap, sudah tiga hari nih belum gue mandi'in.'' Ucap astuti.
Astuti lalu membersihkan motornya dari kotoran debu-debu yang melekat, dengar air yang sudah dicampur oleh deterjen.
Motor kesayangan astuti, sebuah motor jadul yang sudah dimodifikasi bentuknya oleh nandi menjadi tracker drag, dengan motor inilah astuti pulang pergi ketoko.
Nandi dan kamal beserta hasan masih duduk bareng sembari menonton yang lagi membersihkan motornya.
Hasan terus meraih gelas yang berisikan kopi hitam, yang belum sempat diminumnya, dengan seripitan pertama, seterusnya diambil satu batang roko kretek djisamsaoe, lalu dibakar ujung roko tersebut sambil dihisapnya, setelah itu dikeluarkan asapnya melalui mulutnya.
Alangkah nikmatnya, sebuah cita rasa dari tembakau yang berkualitas tinggi.
Dalam setiap hisapannya memberi makna tersendiri bagi peroko-peroko yang sudah mendarah daging.
''Sungguh nikmat sekali kopi ini, apa perasa'an gue saja, gua rasa kopinya yang biasa diseduh tiap hari, tapi ko seperti beda gitu.'' Gerutu hasan dalam hati.
Terus hasan meminum lagi sambil merasakan perbeda'an, antara yang di minum tadi siang sama senja hari.
''Mal coba lo' perhati'in itu hasan kenapa ya, ko kaya keselek begitu, noh lihat matanya sampai mendelik begitu.'' Ucap nandi.
''Buset dah, iya bener, haaiii hasan bin maun dilebok meong, kenapa lo?.'' Tanya kamal sambil tepuk meja.
''Gilo lo' sampai gua kaget, ngapain sih lo' kamaludin.'' Ujar hasan.
__ADS_1
''Ya ileh, gua kan nanya lo' kenapa srperti menelan bola pingpoh begitu.'' Ucap kamal.
''Gua lagi merasakan perbeda'an kopi yang sekarang gua minum, dengan yang tadi siang, sungguh beda banget, kira-kira lo berdua sama kagak?.'' Tanya hasan pada kamal dan nandi.
''Ya jelas bedalah, ini kopi racikan gua.'' Jawab kamal.
''Wah gile lo' pinter banget lo' bikin kopi senikmat ini.'' Ujar hasan.
''Ya iyalah kamal gitu looo.'' Saut kamal.
Setelah itu astuti meminta pada kamal untuk mendorong maotor keteras depan rumahnya.
''Aa kamal mau gak, masukin motor gue keteras.'' Ujar astuti.
''Dengan senang hati.'' Ucap kamal, terus beranjak dari tempat duduknya, lalu mendorong motornya astuti dimasukin keteras rumahnya.
Nandi hasan tercengang kaget, karena melihat kamal dan astuti yang tidak seperti biasanya.
''Buset itu bocah, tumben-tumbenan, ko bisa jinak begitu sama astuti, biasanya juga dia sukanya usil pada astuti.'' Ucap hasan.
''Kayanya ada udang dibalik baskom.'' Ujar nandi.
''Iya bener di, knp tuh adik lo' kaya ada hubungan bila teral begitu.'' Ucap hasan.
''Tau dah, gua juga baru kali ini melihat mereka akur.'' Ujar nandi.
Selepas itu munculah doni, dengan membawa motor hond pcx, lalu doni parkir motor tersebut sejajar dengan motor kamal dan hasan.
Doni pun lalu menghampiri nandi sambil memberikan berkas-berkas barang yang telah dikirimnya.
''Assalam mualaiku.'' Ucap doni.
''Wa alaikum salam, Jawab semuanya.
''Gimana don, ada keluhan kagak dengan kiriman kita itu?.'' Tanya nandi.
''Semua sesuai pesanan, dan siip, semua cocok dengan para peminat dikota itu.'' Jawab doni.
''Oke kalau begitu, dan minggu depan ada pesanan dari tetangga kota lumayan banyak sih.'' Ujar nandi.
Selepas itu senjapun telah berlalu, dan binatang malam pun sudah keluar guna mencari makanan.
Suara adzan magribpun telah dikumandangkan diseluruh wilayah negri ini.
Nandi dan para sahabatnya, sudah bersiap-siap untuk melakukan ibadah solat maghrib berjama'ah dimasjid.
Setelah mereka beres melaksanakan ibadah solat berjama'ah, merekapun kembali ketempatnya semula, duduk santai didepan toko yang sudah tertutup.
Disa'at itu pula munculah gito dan pandi, dengan mengendarai motornya masing-masing.
Pandi dan gito lalu menghampirinya.
''Assalam mualaikum.'' Ucap pandi dan gito sambil meburubtempat duduknya masing-masing.
''Wa alaikum salam.'' Jawab semua yang ada disitu.
''Gimana kabar sinenek yang lo' bawa ke rumah sakit itu?.'' Tanya pandi.
''Alhamdulilah, sekarang sudah pulih, tapi badannya masih lemes.'' Jawab nandi.
''Syukur dah.'' Jawabnya pandi.
''Ooh iya, besok kan sitoglo, cucu sinenek itu, gua suruh kerja disini, untuk melayani pembeli, dan melayani kamal dan hasan, kasihan gua mereka menyambung hidupnya dari menjual barang-barang bekas, itupun kalau dapat, kalau gak bisa kelaparan mereka, berdosakah gua bila membiarkan hamba allah dalam penderita'an.'' Ucap nandi.
''Bagus itu di, gua doa'in semoga usaha lo' semakin maju.'' Ucap kamal.
''Aaamiiin, terima kasih, emang kalian semua sahabat gua yang paling jempolan.'' Ucap nandi.
''Sama-sama di, kita kaya begini juga berkat lo' dan kerja keras lo juga, kita terbebas dari pengangguran, iya gak.'' Pungkas hasan sambil menoleh pada yang lainnya.
''Yooo'iiii.'' Serempak mereka menjawab.
Kruluk kruluk kruluk.
Terdengar nada ringtoon dari sebuah ponsel.
''Di tuh handpon lo' bunyi.'' Kata kamal.
Nandi lalu meraih handponnya yang lagi tergrletak diatas meja, terus nandi menganngkat dan memijit gagang telpon warna hijau, Sebuah panggilan masuk.
♤♤♤♤♤♤\=\=\=\=\=\=\=\=♤♤♤♤♤♤
Bersambung.
Bagi yang suka dengan cerita ini, ikuti terus kelanjutannya di episode selanjutnya, dan berikan like, comentar, faborit, rat dan vote sebanyak banyaknya.
Terima kasih atas dukungannya, semoga allah swt selalu memberi kesehatan, dan sukses selalu.
__ADS_1
Selamat membaca.