SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Sikidal sang penolong Eps 71


__ADS_3

Setibanya didalam kamal langsung memburu pada ibunya yang di ikuti oleh nandi.


''Gimana bu ibu sudah membaik sekarang?.'' Tanya kamal, sambil memegang tangan ibunya.


''Alhamdulilah mal, ibu sudah agak mendingan sekarang.'' Jawab bu aminah.


Terus nandi mendekati tempat tidurnya bu aminah.


''Malam.tante, cepet sembuh ya, jangan lupa obatnya diminum ya.'' Ucap nandi.


''Iya nandi, terima kasih ya, kamu sudah menolong tante.'' Ucap bu aminah.


''Sama-sama tante, itu sudah kewajiban kita semua selaku manusia harus saling tolong menolong.'' Jawb nandi.


Setelah itu, nandi keluar memberi waktu pada astuti dan doni untuk masuk kedalam, menjenguk bu aminah, sedangkan kamal masih tetap didalam menemani ibunya.


Setibanya diluar, nandi menyuruh pada astuti dan doni untuk masuk.


''Ayo kalian masuk, mau siapa dulu doni apa de tuti.'' Ujar nandi.


''Dua-duanya boleh kan.'' Ucap doni.


''Tadi suster kan berpesan yang dibolehkan masuk cuma dua orang, karena takut menghambat proses penyembuhannya tante aminah, apa kalian gak denger.'' Ujar nandi.


''Ya sudah kalau begitu gimana kalu gua dulu ya.'' Pinta doni.


''Ya sudah.'' Jawab nandi.


Doni lalu beranjak dari tempat duduknya, terus membuka pintu masuk keruangan tempat ibu aminah dirawat.


Kini donipun sudah berada didalam, dan berjalan mendekati ibu aminah.


''Assalam mualaikum tante, gimana sekarang sudah mendingan?.'' Tanya doni.


''Wa alaikum salam, alhamdulilah sekarang tante sudah agak enakan, dan panas ditubuh tante dikit demi sedikit sudah muali menurun, dan trombositnya pun sudah naik kembali.'' Jawab ibu aminah.


''Syukur deh, semoga tante cepat sembuh dan bisa berkumpul kembali sama keluarga.'' Ucap doni.


''Iya terima kasih ya nak doni, berkat doa dari kalian semua tante cepet membaik.'' Jawab bu aminah.


''Sama-sama tante, aamiin.'' Jawab doni.


Sepuluh menit sudah jatah doni menjenguk bu aminah, dan doni pun lalu berjalan kearah pintu keluar dari ruang rawatnya bu aminah, terus doni menarik pintu bersama'an dengan keluarnya badan doni dari dalam ruangan tersebut.


''Ayo tut, giliran lo'.'' Ucap doni.


Tutipun langsung berdiri dari tempat duduknya dan mulai memasuki ruangan tempat bu aminah dirawat.


Seibanya didalam astuti lalu mendekati bu aminah yang lagi berbaring diatas ranjang besi.


''Malam tante.'' Sapa astuti.


''Malam juga, terima kasih ya tut, dikira tante kamu sudah pulang.'' Jawab bu aminah.


''Sama-sama tante, belum tante kan kesini juga bareng sama aa nandi masa tuti pulang sendiri, semoga cepet sembuh ya tante.'' Ucap astuti.


''Iya terima kasih, kamu dan nandi sudah baik sama tante, gimana kabar bapak dan ibumu?.'' Tanya bu aminah.


''Alhamdulilah baik tante, untuk sementara malam ini tuti dan aa nandi tidak bisa menemani tante dulu.'' Ucap astuti.


''Tidak apa-apa tut, ada kamal ini, yang akan menemani tante, dan untuk sementara sebelum tante sembuh bener mungkin kamal belum bisa masuk kerja dulu, bilangin sama nandi, tadi tante mau bilang lupa.'' Ucap bu aminah.


''Iya tante tidak apa-apa, aa nandi juga sangat mengerti dengan keada'an tante.'' Ucap astuti.


''Iya makasih, ma'ap tante sudah ngerepotin kalian.'' Jawab bu aminah.


''Tidak apa-apa tante, tuti seneng ko bisa menolong tante, dan tuti beserta aa nandi dan doni mungkin tidak bisa berlama-lama berada disini, tuti pamit dulu ya, cepet sembuh ya tante, mungkin besok atau lusa tuti kesini lagi jenguk tante.'' Ucap astuti.


Astuti pun lalu keluar dari ruangan tempat bu aminah dirawat, yang di ikuti oleh kamal.


Setibanya diluar, nandi, doni dan astuti berpamitan pada kamal.


''Mal, sori ya gua tidak bisa berlama-lama disini, karena gua harus cepat kembalikan mobil rental ini ketempatnya, malu dengan janji, gua sudah janji sebelum jam dua belas mobil pasti sudah kembali.'' Ucap nandi.


''Iya di gua juga mengerti, makasih ya kalian sudah membantu gua.'' Kata kamal.


Doni dan astuti pun tak lupa berpamitan pada kamal.


''Gua juga mau pamit, sori ya gua tidak bisa menemani lo' disini.'' Ucap doni.


''Iya don, takns ya don.'' Ucap kamal.


''Oke, sama-sama.'' Jawab doni.


Terus astuti pun juga melakukan hal yang sama, pamitan pada kamal, dihatinya astuti pingin rasanya menemani kamal, supaya bisa lebih dekat lagi sama kamal, tapi apalah daya astuti juga masih banyak kerja'an dirumah dan ditoko.

__ADS_1


''Gue juga pamit ya aa, moga ibu cepet sembuh, jaga dan rawat ibu dengan baik, sori ya gue tidak bisa menemani lo' disini.'' Ucap astuti.


Terus kamal meraih kedua tangannya astuti, dengan penuh rasa sayang.


''Iya tidak apa tut, makasih ya sudah baik sama nyokap gua.'' Jawab kamal.


Nandi dan doni hanya tersenyum melihat adiknya yang tomboy ternyata bisa mencintai seorang lelaki, apalagi lelaki itu sahabatnya sendiri.


''Peluk atuh.'' Saut doni memoyong pembicara'an mereka.


Kamal dan astuti baru sadar, kalau dia tidak lagi berdua disitu, terus kamalpun mekepaskan tangan astuti yang lagi berada dalam genggamannya.


''Gak usah sungkan dan malu-malu, ngapain pake sembunyi-sembunyi segala, toh pada akhirnya semua orangpun akan tau, kalau kalian berdua sudah saling mencintai.'' Ucap doni.


Nandi pun mengerti tentang hubungannya adiknya dengan kamal, lalu nandi pergi duluan, dan donipun mengikutinya.


''Mal gua pergi dulu ya.'' Ucap nandi.


''Iya di, don makasih ya.'' Jawab kamal.


Setelah kepergiannya nandi dan doni, lalu kamalpun meraih kembali kedua tangannya astuti, terus diciumnya dengan kecupan lembut.


''Makasih ya, lo' sudah menerima cinta gua.'' Uca kamal.


''Iya aa, sama-sama, gue pergi dulu ya.'' Jawab astuti sambil merapatkan tubuhnya ketubuh kamal(Berpelukan).


Setelah itu astutipun pergi meninggalkan kamal, dan kamal terus memandang kepergiannya astuti dari hadapannya.


Kini muka kamal nampak ceria seperti ada semangat hidup dalam dirinya, dan setelah itu kamal masuk lagi keruangan tempat ibunya dirawat.


Sementara nandi dan doni sudah berada diarea parkiran klinik medika husada, menunggu astuti keluar dari klinik tersebut.


Setelah itu, astutipun terlihat oleh nandi dan doni sudah keluar dari dalam klinik itu, dan berjalan menuju pada nandi dan doni yang lagi berdiri didekat mobil avanza warna silver.


''Lama amat sih de, emang ngapain aja didalam?.'' Tanya nandi.


''Iiih aa nandi kebiasa'an deh suka ngebuli gue.'' Jawab astuti.


''Siapa yang ngebuli, kan abang nanya kamu ngapain aja, gua sampai pegel menunggu lo'.'' Ujar nandi.


''Aa pingin tau gue ngapain aja didalam sama kamal, gue ciuman dulu dan pelukan, puas kan.'' Ucap astuti dengan sedikit roman marah.


''Buset dah, samapi segitunya, abang kan nanya baik-baik kenapa lo' jadi sewot sih, ya sudahlah susah kalau watak lo' masih kaya gitu terus.'' Ucap nandi sambil membuka pintu mobil bagian depan.


''Habisnya aa, kaya kagak ngerasain kalau lagi berdua sama teh sindi, ayo ngaku aa.'' Ujar astuti.


''Iya ma'ap aa, gua takut kalau aa lagi marah.'' Ucap astuti sedikit melas, karena astuti tau bagaimana kalau nandi lagi emosi, semua pasti kelar.


''Makanya lo' diam, abang kan tadi nanya baik-baik, apa gak ada jawaban yang lebih enak didengarnya, selain itu.'' Kata nandi sambil menginjak gas.


''Ma'api gue dong aa, jangan marah ya.'' Ucap astuti.


Nandi tidak menjawab, hanya wajahnya yang nampak terlihat memerah.


Nandi kini menjalakan mobilnya seperti kesetanan, doni pun kaget, lalu doni memberikan pengarahan agar emosinya nandi mereda.


''Haii di, istigpar lo' jangan samapi lo terbawa emosi begitu, nanti bisa membahayakan kita semua, ingat di tuti kan adik kandung lo'.'' Ucap doni.


Seketika itu nandi pun mengusap wajahnya dengan tangan kanan, nandi baru sadar dengan amarahnya akan banyak merugikan orang lain, apalagi dalam keada'an lagi menyetir.


''Astag pirullah hal adzim.'' Ucap nandi sambil menurunkan speednya laju mobil tersebut.


Donipun merasa senang kalau nandi sudah sadar akan kehilapannya itu.


''Alhamdulilah.'' Ucap doni.


Sedangkan astuti yang dari pertama nandi membawa mobil dengan kecepatan yang begitu cepatnya, hatinya langsung luluh lantak karena ketakutan bila abangnya sudah marah seperti tadi, takut yang sudah-sudah terulang kembali.


''Kenapa gue tidak pernah ingat, bila aa nandi lagi marah, gue gak sanggup membyangkannya.'' Ucap astuti dalam hatinya.


Setelah itu tidak terasa mobil avanza warna silver itu kini sudah memasuki jalan delima, nandi terus menyetirnya dalam kecepatan normal.


Tidak lama kemudian nandi sudah sampai dipertiga'an jalan delima, lampu sen kiripun sudah menyala berkedip-kedip pertanda nandi akan ambil arah belok kekiri.


Lima menit kemudian mobil itupun sudah sampai dan berhenti didepan rumahnya pak dirman.


Nandi langsung mematikan mobil itu, doni dan astutipun langsung membuka pintu mobil itu, seiring dengan menginjakan kaki kanannya ditanah, dan nandipun terus keluar dari dalam mobil tersebut.


Lalu mereka berjalan memasuki teras depan rumah, dan mendekati sebuah pintu.


Tok tok tok..


''Assalam mualaikum.'' Ucap nandi sambil mengetuk pintu.


Selang beberapa menit, terdengar dari dalam rumah menjawab salamnya dari nandi.

__ADS_1


''Wa alaikum salam.'' Jawabnya dari dalam, seiring dengan terbukanya sebuah pintu.


Setelah utu munculah wanita setengah baya, yang tak lain bu sari, ibunya nandi dan astuti.


''Nandi...'' Sapa bu sari.


''Iya bu.'' Jawab nandi.


''Gimana keada'annya bu aminah, terus dirawat apa gimana?.'' Tanya bu sari.


''Iya bu, tante aminah mengalami penyakit demam berdarah, sehingga harus drawat sampai benar-benar pulih.'' Jawab nandi.


''Wuaallaaah, kasihan bu aminah, terus kamal nungguin disana?.'' Tanya bu sari.


''Iya bu kamal nungguin diklinik sampai benar-benar sembuh.'' Jawab nandi.


''Kalau begitu bisa sampai, tiga atau empat harian disana, dan biayanya pun pasti lumayan besar.'' Ucap bu sari.


''Iya bu, dokterpun memastikan perawatan tante aminah sekitar empat hari empat malam rawat inap, dan masalah biaya sudah beres semua.'' Ucap nandi.


''Ya syukur deh kalau begitu, ibu merasa lega mendengarnya, semoga aja bu aminah cepet sembuh.'' Ucap bu sari.


''Aamiin.'' Jawab semuanya.


''Terus waktu besuknya jam berapa?.'' Tanya bu sari.


''Jam besuk, kalau siang pas jam istirahat, dan kalau malam jam dua puluh sampai jam dua puluh satu bu.'' Jawab nandi.


Sementara doni duduk dikursi teras depan rumah sendiri.


Sedangkan astuti langsung memasuki kamarnya tanpa berkata apa-apa pada bu sari, ia langsung mengurung diri di kamar dengan mengunci pintu kamarnya.


Ke'esokan harinya sebelum matahari muncul mengeluarkan sinarnya, nandi sudah lari-lari dipagi hari disepanjang jalan gang si'iran.


Terus nandi berlari menuju kesebuah tempat yang agak jauh dari gang si'iran, kini nandi berlari menaiki jalanan menanjak dan penuh kerikil.


Setiba ditempat yang datarannya tinggi seperti sebuah bukit, nandi terus melakukan gerakan-gerakan jurus-jurus bela diri sampai rasa lelah kini dirasakannya.


Diwaktu yang sama secara kebetulan, disa'at nandi lagi melakukan latihan jurus-jurusnya, entah kapan datangnya seorang bocah dengan mengendari sepeda sudah berada dibelakang nandi yang terus mengikuti gearakan-gerakan yang nandi peragakan.


Sampai pada akhirnya nandipun merasakan seperti ada yang menemaninya dibelakang, dengan rasa penasarannya nandi lalu membalikan badannya, nampak terlihat oleh nandi seorang bocah lagi melakukan gerakan yang tadi nandi lakukannya.


Nandi tersenyum penuh kagum, sambil mengacungkan jempol tangan kanannya.


Ternyata bocah itu adalah toglo, yang secara tidak disengaja bisa pas berbarengan diwaktu yang sama pula.


''Wah hebat kamu toglo, bisa dengan mudah mengikuti semua gerakan yang gua tadi peragakan.'' Ucap nandi.


Setelah itu toglopun sudah selesai melakukan gerakan jurus-jurus bela diri yang dapat meniru dari nandi.


Toglo lalu mendekati nandi dan berkata.


''Itu jurus tingkat berapa bang, soalnya yang waktu itu abang ajarkan pada toglo berbeda dengan yang sekarang?.'' Tanya toglo.


''Ya jelas beda toglo, kalau yang dulu abang ajarkan padamu itu jurus-jurus dasar, kalau ini jurus-jurus untuk bertarung baik dalam pertarungan bebas maupun dalam pertarungan resmi diatas ring.'' Ucap nandi.


''Ooh begitu, terus bagaimana caranya untuk bisa dengan cepat menjatuhkan lawan?.'' Tanya toglo.


''Banyak cara untuk bisa menjatuhkan lawan, itupun tergantung dengan kecerdikannya sang petarung itu sebdiri, dalam pertarungan kita jangan terlalu menganggap enteng pada lawan, dan kita juga harus bisa mengorek kelemahan lawan kita dimana, dan sebaliknya kelemahan kita jangan sampai terpancing oleh lawan, yang ada nanti malah kita yang akan k'o duluan.'' Ucap nandi memberi penjelasan.


''Terus apa ada jurus-jurus atau trik khusus untuk bisa menjatuhkan lawan dengan cepat?.'' Tanya toglo.


''Ya jelas ada atuh, nanti abang ajarkan cara-caranya, tapi kamu juga harus banyak melatih otot-otot tangan agar bisa kuat sekeras baja, Karena dalam melumpuhkan lawan, membutuhkan pisik yang kuat terutama otot tangan kamu harus sekeras baja.'' Ucap nandi.


''Baik bang, terima kasih abang sudah mengajarkan aku ilmu bela diri dengan gratis hehee.'' Ujar toglo tertawa tipis.


''Bisa aja kamu, didunia ini mana ada yang gratis toglo.'' Ucap nandi


''Gak apa-apa sih bang, terus berapa aku harus membayarnya.'' Ucap toglo dengan polos.


''Tiga bulan gaji kamu abang potong, hehee.'' Ucap nandi tersenyum.


''Aduuh bang nanti nenek mau makan apa.'' Ucap toglo.


''Hahaha... Toglo toglo, coba kamu perhatikan apa ada nampak dimuka abang orang seperti itu, ya kagak atuh, abang bercanda ko, abang iklas ko mengajarkan semua ilmu bela diri abang padamu.'' Ucap nandi.


''Terima kasih bang.'' Ucap toglo sambil memeluk tubuh nandi yang jangkung itu.


Setelah itu mereka pun langsung bubar, dan pulang, dan toglo langsung ketoko karena sebelumnya sudah direncanakan pingin berlatih bela dirinya ditempat pertama kali nandi mengajarkannya, makanya berangkatnya dari rumah pagi-pagi sekali, sampai pas ditempat toglopun tidak menyangka bisa berbarengan dengan nandi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=★★★★★\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.


Ikuti terus kelanjutan kisah sikidal sang penolong, dalam episode selanjutnya cukup dengan like, comentar, jadikan favorit bila suka, ranting dan votenya.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya, semoga sehat-sehat dan sukses selalu.


\=\=\=\=\=\=\=Selamat membaca\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2