
Setelah itu nandi menaiki motor sang gojek itu, terus nandi menyuruh si nenek untuk naik.
''Ayo nek naik, biar saya anterin kerumah nenek.'' Ucap nandi.
Setelah itu si nenek pun naik, yang dibantu oleh abang gojek itu, dan si nenek duduk di jok belakangnya nandi.
Terus nandi pun menarik gasnya, dan motor yamaha viksen itu melaju menaiki jalanan yang terjal dan penuh batu.
Semula abang gojek merasa ragu dengan kemampuannya nandi, tapi setelah ia melihatnya, nandi begitu pandainya melajukan motor dijalanan yang terjal dan penuh dengan bebatuan.
''Gila, ternyata ia pun jago naik motor, tadinya gue gak yakin dengan sibapak itu.'' Gerutu abang gojek.
Sementara nandi terus melaju menaiki jalanan yang menanjak, menuju ke rumah si nenek itu.
Si nenek pun terus memegang erat pada nandi, dan nandipun terus ngegas motor itu, dan akhirnya nandipun telah tiba dijalan yang datar.
''Masih jauh nek?.'' Tanya nandi.
''Sudah dekat nak, tuh didepan yang ada pohon manggisnya.'' Jawab si nenek.
''Ooh iya nek.'' Ucap nandi.
Tidak lama kemudian nandi telah sampai didepan rumahnya si nenek itu, terus si nenek pun turun dari motor.
''Terima kasih nak, kamu sudah baik mau nganterin nenek kesini, padahal jarang ada ojek yang mau nganterin kesini, karena jalannya yang sangat curam, tapi kamu seperti mudah sekali dalam mengendalikan motor ini.'' Ujar si nenek.
''Ya tidak juga sih nek, karena saya sangat hati-hati aja dalam mengendalikan motornya, dan hati yang tenang, jadi terasa dijalan biasa aja.'' Ucap nandi.
''Memang kamu pemuda yang baik, semoga allah swt membalas semua budi baikmu.'' Ujar si nenek.
''Amiin nek, ooh iya nek, nenek disini tinggal sama siapa?.'' Tanya nandi.
''Nenek tinggal sendiri disini, semua anak nenek pada merantau ke negri orang.'' Ucap si nenek.
''Ooh begitu ya sudah, berhubung istri saya menunggu dibawah sana, jadi saya pamit dulu nek, dan ini ada rijki buat nenek terimalah.'' Ucap nandi sambil meraih tangan kanan si nenek, dan diselipkannya uang tiga ratus ribu pada tangannya si nenek.
''Jangan nak, nenek sudah merepotkanmu, ditambah kamu kasih nenek uang.'' Ucap si nenek.
''Sudah nek terimalah tak baik menolak rijki, dan saya menolong nenek iklas.'' Ujar nandi.
Si nenekpun sangat berterima kasih sekali, bisa dipertemukan dengan pemuda yang berbudi luhur, hanya satu kata yang terucap dari mulut si nenek, yaitu doa untuk nandi.
Dan nandipun pamit pada sinenek untuk kembali kebawah sana, karena istri nandi dan bang gojek lagi menanti kedatangannya kembali.
Terus nandi melajukan motornya, lebih kencang dengan jalan yang menurun, karena tidak ada beban yang ditakutkan oleh nandi.
Selang beberapa menit nandi pun telah kembali ke hadapan bang gojek dan sindi yang lagi berada dalam mobil.
''Wah gila, ternyata bapak ini jago banget bawa motornya, maapin saya pak tadi sempat gak yakin pada bapak, bisa melalui jalanan yang curam dan terjal begitu.'' Ucap bang gojek.
''Iya tidak apa-apa bang, karena gua gak tega melihat si nenek yang lagi kelelahan, dan membutuhkan pertolongan.'' Saut nandi.
Setelah itu nandi membayar motornya sebagai sewa'an untuk mengantarkan sinenek itu kerumahnya.
''Terima kasih ya bang, sudah mau meminjamkan motornya.'' Ucap nandi.
''Iya pak sama-sama.'' Saut tukang gojek tersebut, sambil memberikan kunci kontak mobil berikut stnk yang dibuat jaminan tadi.
Terus nandi membuka kunci pintu mobilnya melalui remot kontrol, nandi pun membuka pintu mobil itu, lalu duduk disamping sindi, sambil menstater mobilnya itu.
''Aa nandi memang diciptakan oleh yang maha kuasa, untuk memberi pertplongan pada sesama mahluk.'' Ujar sindi.
''Ya gua kasihan pada si nenek tadi, dan gua paling gak bisa kalau melihat orang menderita di biarkan begitu saja.'' Ucap nandi.
__ADS_1
Terus nandi pun menginjak gasnya, perlahan mobil pun mulai jalan, setelah ke empat ban mobil itu menapak dijalurnya, nandi pun menginjak gasnya pool, dan mobil kini telah melaju dengan kencangnya, menuju pusat kota yang tinggal tiga puluh kiloan lagi nandi dan sindi akan sampai.
Ketika nandi sudah mulai memasuki jalan pusat perkota'an, kendara'anpun mulai padat dan laju mobil yang nandi kendalikan, tidak bisa begitu kencang, berbeda dengan kendara'an roda dua yang dengan leluasa bisa salip menyalip mencari celah yang kosong.
Satu jam kemudian.
Nandi baru sampai dijalan delima, mobilpun terus melaju dengan agak lambat, dan lampu sen ke kiri sudah nampak berkedip-kedip, ternyata nandi sudah tiba dipertiga'an jalan yang mau masuk gang si'iran.
Selang beberpa menit mobilpun sudah sampai didepan rumah yang sangat rapi dengan textur bangunan minimalis elegan, yang tak lain rumahnya pak dirman, yang sudah direnopasi kembali oleh nandi.
Dan mobilpun langsung nandi masukan ke garasi, terus nandi dan sindipun keluar dari dalam mobilnya.
''Alhamdulilah, akhirnya kita sampai juga dirumah.'' Ucap nandi.
''Iya aa, sebenarnya ku masih betah tinggal di vila itu, tapi karena kewajiban seorang istri yang harus tetap setia mendampingi suaminya...'' Ucap sindi tidak diteruskan karena terpotong oleh nandi.
''Terus apa lagi tugas seorang istri?.'' Tanya nandi.
''Siap melayani suami, dalam kondisi apapun, terkecuali kalau aku lagi sakit, hehee.'' Jawab sindi sambil tersenyum manis.
''Uluuuuh.... Istriku senyumnya malah bikin aku tambah gemes aja deh.'' Ujar nandi sambil mencolek pipinya sindi.
''Iiih aa genit deh.'' Saut sindi.
''Genit juga sama istriku sendiri ko.'' Ujar nandi.
''Hehee.'' Sindi tersenyum sedikit.
Terus nandi dan sindi masuk ke dalam rumah, nampak dirumah kosong tidak berpenghuni karena pak dirman dan buk sari masih beraktipitas dilapaknya, sedangkan astuti belum pulang dari toko yang dijalan ketupat.
''Bapak dan ibu masih dilapak aa?.'' Tanya sindi.
''Iya, kalau bapk dan ibuk gak ada di rumah berarti masih dilapak.'' Saut nandi.
''Saya kagum sama bapak dan ibuk, semua pekerja keras, dan itu semua turun sama anaknya.'' Ujar sindi.
''Apa yang suamiku minta, pasti ku akan melaksanakannya.'' Saut sindi.
Sindi pun lalu pergi ke dapur untuk bikinin kopi buat suaminya tercinta, sindi lalu mengambil gelas, terus di tuangkan bubuk kopi terus dicampur dengan satu sendok gula pasir dan diseduh pake air panas, terus di aduk aduk hingga kopi dan gula sampai larut, sehingga terciptalah sebuah cita rasa yang nikmat.
Selepas itu dindi pun membawanya keruang tengah.
''Ini kopinya sayang, silahkan diminum.'' Ucap sindi.
''Terima kasih istriku sayang.'' Ujar nandi sambil meraih gelas yang ber'isikan kopi tersebut.
''Sama-sama suamiku.'' Jawab sindi.
Setelah itu nandi dan sindi duduk berdua diruang tengah sambil menikmati secangkir kopi dan sebatang roko.
Sementara ditiko dan bengkel nampak kamal, hasan, doni dan toglo sangat sibuk dengan pkerja'annya, para castamer bengkel dan pengunjung toko terus keluar masuk tiada henti.
Dan toglo pun kesana kemari, bila toko lagi tidak ada pengunjung, ia pergi ke bengkel bantuin kamal, karena hasan dan doni masih sibuk dengan memodipikasi motor para castamer yang belum rampung.
Se iring dengan perkembangan jaman, dan banyaknya budaya-budaya luar masuk dan berkembang di negri ini, khususnya di dunia otomotip kendara'an roda dua, karena persaingan dagang yang terus meningkat, sehingga para pembisnis banyak berpikir untuk meningkatkan aset bisnisnya supaya tidak kalah saing dengan dunia luar.
Seperti yang sedang di geluti oleh nandi, berawal dari mengembangkan bakatnya di dunia teknologi dalam menciptakan sebuah karya, seperti memodipikasi rangka kendara'an yang tadinya sudah tidak layak pake sehingga menjadi kendara'an antik yang harga jualnya sepuluh kali lipat dari harga pembelian pertama.
Nandi terus keluar menuju pada hasan dan doni.
''Gimana san, don sudah beres belum?.'' Tanya nandi.
''Tinggal satu lagi ini, dan yang dua sudah beres, coba aja lo' cek lagi takutnya ada yang kurang gitu.'' Jawab hasan.
__ADS_1
Nandi pun lalu melihat lihat pada dua kendara'an yang sudah beres dalam pengerja'annya.
Dengan sangat teliti sekali nandi memeriksa seluruh bagian kendara'an yang telah diperbaharui itu.
Dan setelah itu nandi kembali pada hasan dan doni.
''Gimana bos, apa ada yang komplen gak? dan gua sama doni sudah mengerjakan sesuai gambar.'' Ucap hasan.
''Oke, semua mulus sesuai dengan pesanan, kalian memang hebat, dan satu pesan dari gua, pertahankan mutu kinerja kalian, kalau pikiran lagi kacau jangan dipaksakan karena itu semua, akan mengurangi kualitas dari kerja kalian.'' Ucap nandi.
''Siap bos, kita akan berusaha yang terbaik buat castamer.'' Pungkas doni.
Setelah itu nandi menemui kamal dan toglo, karena nandi melihat toglo yang sibuk kesana kemari, terus nandi pergi keruangan salin untuk mengganti pakainnya dengan seragam karyawannya.
Setelah itu nandi keluar untuk membantu kamal, karena para pelanggan yang service terus datang dan pergi.
''Toglo, kamu tetap pokus di toko, biar kamal abang yang bantuin.'' Ucap nandi.
''Tapi bang, abang kan baru pengantin baru, nanti belepotan sama oli.'' Daut toglo.
''Udah, gak ada tapi-tapian, cepat sana.'' Perintah nandi.
''Baik bang.'' Ujar toglo.
Nandi lalu mendorong motor yang mau diservice ke ruangan oprasional.
Terus nandi mulai membuka caper bodi motor tersebut, dan kamalpun kini tidak terlalu sibuk setelah nandi ikut serta meng handle pekerja'annya.
Pukul 16:30 menit.
Para pelangganpun sudah sepi, dan nandipun memerintahkan kamal untuk memberskan semua peralatan, dan mentup bengkel karena hari sudah mulai memasuki senja, dan waktunya para karyawan menghentikan segala aktipitasnya.
Kini bengkel dan toko sudah di tutupnya, kamal, hasan, doni dan toglo pun sudah membersihkan badannya dan sudah mengganti salinnya dengan pakaian biasa.
Sebelum mereka pulang kerumahnya masing-masing, mereka pun duduk-duduk dulu melepaskan lelah sambil menikmati kopi senja.
''Buset dah, hari ini rasanya lelah banget, untung saja si bos turun tangan bantuin gua.'' Celoteh kamal.
''Ya gua kasihan melihat toglo yang sibuk keluar toko bantuin lo' terus masuk lagi melayani pembeli.'' Ujar nandi.
''Iya gua juga salut sama tuh anak, seperti tidak ada rasa cape.'' Saut kamal.
Disa'at kamal dan nandi lagi membicarakan toglo, selang beberapa menit toglo pun datang ke hadapan nandi dan kamal.
''Bang nandi, ku mau pulang duluan ya, kasihan nenek belum di masakin buat makan malam nanti.'' Ucap toglo pamitan.
''Ya sudah, lo' hati-hati dijalan, kalau ada apa-apa cepet hubungi abang.'' Saut nandi.
''Iya bang, terima kasih.'' Jawab toglo.
Setelah itu toglo langsung memburu pada sepedanya, yang terparkir di tempat khusus para pekerjanya nandi.
Toglo langsung menaiki sepedanya terus dikayuhnya dan sepeda pun meluncur meninggalkan nandi dan yang lainnya.
Kini senja telah datang, lembayung nampak memerah di sebelah barat diatas cakra wala.
Doni dan hasan sudah pulang duluan, tinggal kamal yang masih stay menemani nandi, dan selepas itu terdengarlah penyeru bagi umat muslim untuk melaksanakan ibadah solat maghrib.
***************************
Bersambung.
Ikuti terus kelanjutan kisahnya di episode selanjutnya.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan semuanya, Semoga selalu diberi kesehatan dan sukses selalu.
Asssalam mualaikum.