
Setelah kepergiannya kodir dan japra, nandipun terus membayar enam jagung bakar dan dua gelas minuman.
''Berapa mang semua?.'' Tanya nandi pada tukang jagung bakar itu.
''Lima puluh ribu pak.'' Jawabnya.
Nandipun lalu mengeluarkan dompetnya, terus dicabutnya uang lima puluh ribu.
Setelah itu nandi dan sindi pergi menuju ke vila kembali.
Setibanya di gapura uang mau masuk vila tersebut, nampak tarno dan manta lagi duduk santai dipos penjaga.
''Assalam mualaikum pak tarno pak manta.'' Sapa nandi.
''Wa alaikum salam pak nandi buk sindi, gimana jalan-jalannya menyenangkan?.'' Tanya tarno.
''Bukan menyenangkan lagi pak, tapi menyeramkan.'' Jawab sindi.
''Menyeramkan bagaiman maksud ibuk?.'' Tanya manta.
''Tadi di depan sempet ada pariwara bentar pak.'' Pungkas nandi.
''Waduuh semakin tidak paham aja, yang dimaksuk pak nandi itu apa.'' Ujar tarno.
''Begini mang.....'' Terus nandi menceritakan kejadian waktu ditempat tukang jagur bakar, sampai terlibat perkelahian dengan kedua lelaki yang berwajah sangar yaitu kodir dan japra, yang pada akhirnya kodir dan japra dapat dilumpuhkannya.
''Nah begitu ceritanya pak tarno dan pak manta.'' Ujar nandi.
''Wah waah, ternyata pak nandi hebat, selain gagah tampan, jago berantem lagi.'' pungkas manta.
''Ya tidak juga sih pak, saya manusia biasa yang lemah, cuma tadi lagi kebetulan aja, kemenangan lagi berpihak pada saya.'' Ucap nandi merendah.
''Pak nandi ini, suka merendah, berarti benar yang diceritakan oleh pak bos (andri).'' Ujar tarno.
''Ya sudah pak, kita mau masuk dulu ya.'' Ucap nandi.
''Iya ya, monggo pak nandi, buk sindi.'' Jawab tarno.
Setelah itu nandi dan sindi memasuki kedalam vila, untuk istirahat.
Sementara, di tempat lain, tepatnya digang si'iran, Para pekerja nandi juga sudah mulai masuk kerja, toko dan bengkenya pun sudah mulai ramai di kunjungi banyak pelanggan.
Kamal, hasan, doni dan toglo lagi disibukan dengan pekerja'annya masing-masing.
Hasan dan doni yang lagi sibuk dengan memodifikasi tiga motor merek honda gl seratus, dengan modifikasi tracker drag.
Sedangkan kamal sibuk dibengkel yang di bantu oleh toglo.
Toglopun kini semakin pandai dalam bidang otomotip, selain itu pula toglo orang cerdik dan gampang hapal apa yang telah diajarkan oleh seniornya yaitu hasan dan kamal.
''Wah rupanya lo' sudah sangat pandai sekali toglo.'' Ucap kamal.
''Ya kan belajar dari abang dan bang hasan.'' Saut toglo.
''Kau hebat toglo, otakmu encer, sekali gua bilangin lo' langsung hapal, emang daya ingat lo' sangat luar biasa sekali, gua yakin nantinya kau akan menjadi orang hebat kaya nandi.'' Ujar kamal.
''Amiin, gua kan belajar dari bang nandi, dan gua juga sangat meng idolakan bang nandi.'' Ucap toglo.
Pukul 12:00
Waktu istirahat sudah tiba, bertepatan dengan berkumandangnya suara adzan duhur, dan para pekerja nandi satu persatu membersihkan badannya dan sekalian mengambil air wudhu untuk melaksanakan ibadah dolat duhur.
__ADS_1
Sementara pak dirman dan buk sari, setelah melaksanakan ibadah dolat duhur, merekapun langsung menuju keruangan makan untuk jadwal makan siang.
Buk sari yang dengan setianya pada sang suami, dan selalu kelihatan romantis, terus buk sari mengambil piring lalu di isi nasi dengan lauk pauk seadanya.
''Ini untuk bapak.'' Ucap bu sari sambil memberikan sepiring nasi yang sudah dicampur lauk pauk.
''Terima kasih buk, ibuk masih setia melayaniku, makin cinta deh sama istriku ini.'' Ujar pak dirman sambil mencolek bu sari.
''Iih papah masih aja genit, tapi ibuk seneng ko.'' Saut buk sari.
Terus pak dirman dan buk sari menyantap makanannya, dengan sangat lahapnya, walaupun makan hanya seadanya.
''Ooh iya, nandi dan sindi mau berapa lama ya, bulan madunya.'' Ujar buk sari.
''Kata sih cuma dua hari dua malam aja.'' Saut pak dirman.
''Kita beruntung ya punya anak, tidak pernah nyusahin orang tua, semua biaya perkawinannya dia yang tanggung sendiri, alhamdulilah ya allah.'' Celoteh buk sari.
''Alhamdulilah buk, kita telah berhasil dalam mendidik anak, walaupun masa lalunya sangat pahit, tapi nandi tidak pernah melawan sama orang tua.'' Ucap pak dirman.
Selepas itu pak dirman dan buk sari duduk dikursi di dekat pintu belakang rumah, sambil meneguk secangkir kopi, dan sesekali dihembuskan asap putih dari hisapan sebatang roko kretek.
.................
Dua hari kemudian.
Nandi dan sindi telah bersiap-siap untuk pulang kerumah, semua pakainya pun sudah dirapihkan dan dimasukin kedalam cover.
Terus nandi dan sindi berjalan menuju keluar, dengan menarik tas covernya, dan tangan kirinya memegang erat tangannya sindi.
Nandi lelaki perhatian dan penuh tanggung jawab, karena menurut nandi, tulang punggung harus selalu menjaga tulang rusuknya.
Betapa bahagianya sindi, mempinyai suami seperti nandi, lelaki baik suka menolong pada sesama, berjiwa kesatria dan sangat pemberani.
Terus nandi dan sindi berjalan kearah pos penjaga, untuk menemui tarno dan manta.
''Selamat sore pak tarno pak manta, saya dan istri saya mau pamit pulang, terima kasih pak tarno, pak manta sudah menemani saya disini.'' Ucap nandi.
''Kenapa buru buru amat pak nandi, buk sindi.'' Ujar pak tarno.
''Karena dirumah masih banyak kerja'an, kalau terlalu lama gimana dengan toko dan bengkel saya.'' Jawab nandi.
''Ya sudah, pak nandi dan buk sindi hati-hati ya, salam buat keluarga dirumah.'' Ucap tarno.
''Iya pak terima ksih.'' Jawab nandi.
Setelah itu nandi dan sindi masuk kedalam mobilnya, dan suara mobilpun sudah berbunyi, terus mobil pun perlahan mulai jalan, meninggalkan meninggalkan vila pondok soka.
Tid tidid.
Klakson berbunyi, nandi dan sindi melambaikan tangannya pada pak tarno dan pak manta melalui kaca pintu samping mobil tersebut.
Tarno dan manta membalasnya sambil berdiri memandangi kepergiannya nandi sampai mobil pajero warna putih itu hilang ditelan jarak yang semakin menjauh.
Nandi dan sindi terus melaju menelusuri jalanan raya yang mau mengarah ke pusat kota.
Disetiap jalanan yang dilaluinya nampak sebuah pemandangan yang indah, dengan bukuit-bukit yang hijau ditambah udara pegunungan yang masih alami.
''Kita pulang ke gang si'iran dulu ya sayang.'' Ucap nandi.
''Iya sayang, kemanapun suamiku pergi, ku akan selalu setia mendampingimu, selagi suamiku masih berada dijalan yang benar.'' Saut sindi.
__ADS_1
''Yerima kadih ya istriku, sudah cantik, setia dan berhati mulya lagi.'' Ujar nandi.
''Aah aa, ku jadi ge'er nih di puji.'' Celoteh sindi.
Mobil terus melaju dengan kencang, jalanan yang searah dengan medan jalan yang berliku, turun naik membuat kedua pengantin itu semakin terlena.
Mungkin bagi nandi dan sindi dihari itu adalah hari yang paling bahagia disepanjang hidupnya.
Begitu nandi tiba diperbatasan antara wilayah kabupaten dengan pusat kota, tiba-tiba nandi meminggirkan dan menghentikan laju mobilnya , entah apa yang telah nandi lihat, sehingga ia mendadak berhenti, sindi merasa heran dengan dikapnya nandi, yang mendadak berhenti.
''Ada apa aa, ko berhenti?.'' Tanya sindi.
''Sayang tunggu sebentar ya, dan pintunya kunci.'' Ucap nandi, sambil membuka pintu mobilnya.
Sindipun belum mengerti apa maksud suaminya itu, terus sindi melihat lihat disekitarnya, pas sindi melihat sesuatu barulah sindi mengerti maksud dari nandi itu.
''Ooh pantesan aa nandi keluar, betapa luhur jiwamu wahai suamiku, ku semakin takut kehilanganmu.'' Gerutu sindi.
Nandi terus berjalan menuju pada seorang nenek yang lagi duduk diatas batu, dengan sebuah tas berada disampingnya, nampak terlihat diwajah nenek itu, pucat pasi seperti kecapean.
''Assalam mualaikum nek.'' Sapa nandi.
''Wa alaikum salam.'' Jawab si nenek dengan nada suara yang gemetaran.
''Nenek mau kemana?.'' Tanya nandi.
''Nenek mau pulang nak, tapi nenek kehabisan uang, dan terpaksa nenek jalan kaki, ditambah perut nenek sakit dari tadi belum makan.'' Jawab sinenek.
''Astag pirulohal adim nek, ayo nenek ikut sama saya, biar saya anterin sampai kerumah nenek ya.'' Ucap nandi.
''Rumah nenek jauh diatas bukit itu, dan jalan pun sangat kecil, tidak mungkin untuk dilalui oleh mobil.'' Ucap si nenek.
''Ooh begitu, tunggu sebentar ya nek, ku cari'in dulu ojeg.'' Ujar nandi sambil lihat-lihat barang kali ada ojeg.
Pas nandi lagi melihat-lihat kepertiga'an jalan, nampak terlintas sebuah ojek online melintas di depan nandi, terus nandi menghentikan ojeg online tersebut.
''Bang, bang gojek.'' Panggil nandi.
Sang ojek online pun berhenti, terus nandi menghampirinya.
''Iya pak ada apa?.'' Tanya sang ojek online itu.
''Begini bang, ngojeg ke kampung atas bukit itu berapa, tanpa melalui aplikasi?.'' Tanya nandi.
''Waduuh bang, jalannya pun kaya gitu, saya gak sanggup.'' Saut gojek tersebut.
''Tolonglah bang kasihan nenek, berapapun ongkosnya gua bayar.'' Ucap nandi.
''Bukan masalah ongkosnya bang, tapi saya tidak bisa dimedan jalan yang kaya gitu.'' saut gojek itu.
''Ya sudah sekarang begini aja, biar gua yang pinjam dulu motor lo' tuh mobil gua dan ada istri gua didalam, kalau abang gak percaya nih lo pegang kunci mobil gua dan stnk nya, gua pinjam bentar mau nganterin si nenek kasihan.'' Ucap nandi.
''Abang bener yakin, bisa melalui jalanan yang terjal begitu.'' Ujar sang gojek meragukan pada nandi.
''Insa allah gua bisa.'' Jawab nandi.
Setelah sang gojek itu berpikir, akhirnya iapun memberikan motornya pada nandi, walau ada keraguan dihatinya, tapi karena jaminannya sebuah kunci kontak mobil pajero dan stnknya, baru sang gojek itu merelakannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya, semoga diberkahi rijki yang melimpah, selalu diberi kesehatan dan sukses selalu.