SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 114


__ADS_3

Toglo datang dengan menenteng se ember air, lalu dikasihkan pada Nandi, kemudian Nandi mengangkat ember yang sudah berisikan air itu lalu disiramkan pada Gery yang lagi terkapar.


Kini tubuh Gery menjadi basah kuyup karena habis di siram oleh Nandi, perlahan Gery menggerakan badannya, lalu membuka matanya sambil tangan meraba raba pada sekujur tubuhnya.


''Kenapa tubuh gue menjadi basah kuyup begini sih.'' Gumam Gery.


Kemudian Gery melirik pada dua pasang sepatu yang berada hampir dekat mukanya, lalu pandangan Gery naik terus ke atas hingga akhirnya Gery beradu pandangan dengan empat bola mata yang tajam, tidak lain dan tidak bukan empat bola mata itu adalah Nandi dan Toglo.


Dan Gery teringat sewaktu dirinya digempur oleh pukulan-pukulan Toglo yang sangat keras.


''Bangun lo', apa perlu gua bangunin.'' Ucap pemuda yang berpostur tinggi, yang tak lain adalah Nandi.


Gery tersontak kaget ketika Nandi membetak dirinya, terus Gery mengangkat tububnya perlahan-lahan walau terkadang rasa nyeri masih dirasakan oleh Gery.


''Mau gua tambahin lagi, biar lo berbaring di kamar gawat darurat.'' Pungkas Toglo.


Gery hanya mendelik sebelah mata pada Toglo, mungkin di hatinya Gery masih menyimpan rasa dendam pada Toglo.


Kemudian Nandi membawa Gery dan komplotannya di tempat bersantai di sebuah kedai.


''Duduk kalian.'' Perintah Nandi.


Gery dan teman-temannya pun langsung duduk di kursi yang banyak terpasang.


''Sekarang gua mau tanya, tolong jawab dengan jujur,, apa maksud kalian mencari keributan di sini?.'' Tanya Nandi.


Gery pun tidak langsung menjawab pertanya'an yang di lontarkan oleh Nandi, ia hanya saling pandang dengan ke empat kawanannya itu.


Nandi kini timbul rasa kesalnya merasa tidak di anggap oleh mereka, kemudian Nandi menggebrak sebuah meja.


Gepraaakk...


''Wooiii, kalian dengar gak gua ngomong, apa kuping kalian sudah budek.'' Teriak Nandi.


Gery serasa jantungnya mau lepas ketika nandi menggeprak sebuah meja.


''Ii ii iiya bang.'' Jawab Gery dengan nada putus-putus.


''Kenapa kalian mencari keributan di tempat gua, apa lo' sengaja mau pamer ilmu bela diri atau kah ada orang ke tiga dibalik ini semua.'' Ujar Nandi.


''Ma'ap bang gue dibayar, dan gue butuh duit ya terpaksa gue dan kawan-kawan terima uang tersebut, kalau gue tau bahwa Nandi itu adalah bang kidal gue gak akan turutin.'' Celoteh Gery.


''Owh jadi lo semua karena ada yang nyuruh, siapa yang nyuruh lo'? jawab dengan jujur?.'' Tanya Nandi.


''Oke gue akan jawab dengan jujur, asal gue dan teman-teman jangan sampai ngandang, tau kan maksud gue.'' Ujar Gery.


Nandi, Toglo, Kamal, Hasan dan Doni tertawa puas mendengar perminta'an Gery yang seperti melas-melas minta dikasihani.


''Hahahahahaaa....Tampang aja lo' kaya preman, asal lo' tau ya, tindakan kalian sudah bikin resah warga dan kalian terkena pasal, kalian akan terkena pidana kurungan atau denda, oke gua gak akan laporin lo' pada polisi, asal lo' jawab siapa yang sudah membayar kalian?.'' Tanya Nandi.


''Bang bondan bang.'' Jawab Gery.


Nandi sangat kaget mendengar nama yang di sebutkan oleh Gery tersebut.


''Apa?..Bondaaan.....'' Jawab serempak.


Kemudian Nandi memanggil Kamal dan Toglo, dengan raut wajah yang seperti marah sekali.


''Mal dan lo' Toglo.'' Panggila Nandi.


Kamal dan Toglo lalu mendekat pada Nandi.

__ADS_1


''Iya di, apa yang mesti gua dan toglo lakukan?.'' Tanya Kamal.


''Rupanya ada se ekor srigala yang berbulu domba, dan lo' berdua bawa Bondan kesini, gua pingin tau aja apa maksud nya menyuruh dan membayar mereka bikin keributan di sini.'' Perintah Nandi.


''Kalau Bondan tidak mau gimana?.'' Tanya Kamal.


Kemudian Nandi memberi bahasa isarat pada Kamal dan toglo.


''Tau kan maksud gua?.'' Tanya Nandi.


''Oke bos, gua paham.'' Ucap Kamal.


Setelah itu Kamal dan Toglo langsung memburu pada motor yamaha rx king kepunya'annya Nandi.


Treng teng Treng teng.


Motor pun sudah Kamal nyalakan, dan Toglo naik duduk dijok belakangnya Kamal.


Tidak mikir panjang lagi Kamal langsung tancap gas, menuju pertiga'an jalan delima, tepatnya ke bengkel miliknya Bondan.


Setibanya di tempat yang dituju, kamal dan toglo lalu memarkirkan motornya terus berjalan menuju bengkelnya Bondan, tapi apa yang terjadi.


''Waah bengkelnya turup bang.'' Ucap Toglo.


''Sialan, rupanya dia sudah mencium bahwa kita akan kesini, terus gimana sekarang.'' Ujar Kamal.


''Bilang aja dulu sama bang Nandi.'' Saut Toglo.


''Ya sudah.'' Ucap Kamal, sembari mengambil handponya di balik saku jaketnya.


Kemudian kamal pun menghubungi Nandi lewat aplikasi whatssap, dan panggilan pun sudah mulai terhubung.


📞.Kamal ''Halo bos, Bondan tidak ada di tempat, mungkin dia sudah mencium akan kedatangan kita.''


📞.Kamal ''Oke gua sama Toglo secepatnya bergerak.''


📞.Nandi ''Oke, bila nanti lo' tidak menemukan jejak, secepatnya balik sini, nanti biar kita cari sama-sama.''


📞.Kamal ''Oke bos.''


Dan setelah itu panggilanpun di tutupnya, kemudian Kamal dan Toglo mencari tau keberada'annya Bondan pada orang-orang yang ada disekitar situ.


Ketika Kamal dan Toglo mau mencari keberada'annya Bondan di mana, dari samping toko ada yang memanggil pada Kamal.


''Maall...''


Kamal pun langsung menghentikan langkahnya, sambil menoleh ke arah suara yang memanggilnya.


''Do do Dodi ya.'' Sapa Kamal.


''Iya ini gua Dodi, lo' mau kemana?.'' Tanya Dodi.


''Gua lagi mencari Bondan, apa lo' tau kemana perginya Bondan?.'' Kamal balik bertanya.


''Gua lihat sih tadi dia buru-bru langsung tutup bengkelnya, dan pergi bawa motor.'' Saut Dodi.


''Apa mungkin pulang kerumahnya ya.'' Pungkas Toglo.


''Kalau pulang kerumahnya, pasti bawa motornya kesitu masuk gang, dia pergi mengarah pada jalan delima kesana.'' Ujar Dodi.


''Iya juga sih, tapi gua penasaran Dod.'' Ujar Kamal.

__ADS_1


''Ya ada baik juga lo' datang kerumahnya, kalau tau sendiri kan enak buat laporannya pada Nandi.'' Ucap Dodi


''Cakep, gua setuju apa kata bang Dodi.'' Celoteh Toglo.


Setelah itu, Kamal dan Toglo lalu memburu lagi pada motor yamaha rx king, untuk mencari keberada'annya Bondan di rumahnya.


Greng greng greng.


Kamal mengocok gasnya memasuki jalanan gang yang kecil.


''Bang Kamal tau rumahnya?.'' Tanya Toglo.


''Atuh ya tau glo, Bondan kan masih anak gang si'iran.'' Jawab Kamal.


Kemudian Kamal dan Toglo telah sampai di sebuah rumah kecil berada ditengah-tengah antara rumah-rumah yang lainnya, Kamal dan Toglo langsung turun dari motornya, kemudian Kamal mengetuk pagar besi dengan sebuah slot gembok.


Tek tek tek.


''Assalam mualaikum.''


Selang beberapa menit se orang wanita keluar dengan anak kecil mengikutinya dari belakang.


''Wa alaikum salam,, eeh bang Kamal ada apa bang?.'' Tanya wanita itu.


''Bang Bondan ada teh?.'' Kamal balik bertanya.


''Kan dari pagi juga dia pergi ke bengkel, emang di bengkel tidak ada?.'' Tanya wanita itu.


''Tidak ada teh,bengkelnya juga tutup, makanya kita kesini.'' Jawab Kamal.


''Ya terus kemana atuh, emang ada apa sih, tidak biasanya bang kamal mencari bang Bondan.'' Ujar wanita itu, yang tak lain adalah istrinya Bondan.


''Tidak ada apa-apa teh, pingin nanya aja, ya sudah gua pergi dulu, ma'ap ya sudah mengganggu.'' Ujar Kamal.


Selanjutnya kamal pun langsung menyalakan lagi motornya untuk kembali dan memberi laporan pada Nandi.


treng teng teng teng.


Motor yamaha rx king kini mulai meninggalkan rumahnya Bondan, jalan gang yang kecil dan banyaknya luka liku terus Kamal jelajahi, sehingga akhirnya Kamal dan Toglo telah sampai di depan pertiga'an gang si'iran, kemudian motor meluncur ke tempatnya distri butor Nandi.


Tidak lama kemudian Kamal dan Toglo telah sampai di depan kedai kopi, dan kamal pun langsung memarkirkan motornya ditempat semula.


Kemudian ia berjalan memasuki kedai kopi, nampak terlihat oleh Kamal dan Toglo komplotannya Gery sudah tidak ada lagi di tempat.


''Lho ko pada sepi glo.'' Ujar Kamal.


''Mungkin mereka sudah di suruh pulang oleh bang Nandi kali.'' Ucap Toglo.


''Bisa jadi.'' Saut Kamal.


''Ya sudah, sebaiknya kita kembali pada pekerja'an kita.'' Ucap Kamal.


Selepas itu kamal dan Toglo kembali pada posisinya masing-masing.


Toglo tinggal melangkah beberpa meter saja ke tempat kerjanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.


Jangan lupa sertakan pula like, comentar, jadikan favorit bila suka, berikan vote serta hadiahnya.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.


Assalam mualaikum.


__ADS_2