SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Sikidal sang penolong Eps 55


__ADS_3

Setibanya diruang kerjanya, sindi lalu duduk sambil menaro bunga tersebut diatas meja.


Kini wajah sindi nampak berseri seri, astutipun ikut tersenyum melihat romannya sindi, yang beda dengan pertama ia lihat tadi.


''Walah-walah, sekarang gue baru seneng melihat muka lo', yang gak kusem lagi.'' Ucap astuti.


''Hehee, iya tut, hati gue rasanya melayang kesebuah taman yang begitu indah, dengan bunga-bunga tumbuh disekilingnya.'' Saut sindi.


''Waduuh, terus gimana ceritanya?.'' Tanya astuti.


''Ternyata anak itu suruhannya aa nandi, sepertinya aa nandi mau nguji keyakinan gue, dengan kirim bunga ini, lewat sipenjualnya itu sendiri.


''Romantis juga rupanya abang gue.'' Ucap astuti tersenyum tipis.


Selepas itu merekapun langsung pokus lagi pada kerja'annya, karena pandi dan gito meminta barang untuk dipasang pada motor yang ia betulin itu.


Sindipun lalu mengambil apa telah dipesen oleh gito dan pandi.


Sementara nandi keluar dari ruangan kerjanya menuju pada bangku dipojok bengkel dibawah pohon mangga, kini tubuh jangkung itu disandarkannya pada pohon mangga tersebut, bersama semilir angin sepoi-sepoi menerpa wajah dengan rambut terurai melambai-lambai semakin menambah ketampanannya.


Dicuaca yang agak redup, karena cahaya matahari seperti tertutup oleh gumpalan awan hitam, semakin asik dan terlena nandi hingga pada akhirnya matapun mulai tertutup rapat, dan nandi akhirnya tertidur.


Gito dan pandi yang melihat nandi tertidur dibangku sambil bersandar begitu nikmatnya sambil dikapasi oleh semilir angin.


''Widiih, sibos enak bener tidurnya.'' Ujar gito.


''Iya nih, tumben-tumbenan sibos tidur disiang hari begini.'' Saut pandi.


''Biasanya capek kaya apa juga, belum pernah tuh sibos tidur dijam-jam segini.'' Ucap gito.


Lalu pandi memanggil astuti dan sindi.


''Tut, sin itu tuh sibos tidur sampai terlelap begitu, kasih bantal ke kasihan.'' Ucap pandi.


''Masa sih dikira masih didalam ruangan kerjanya.'' Saut astuti.


Sindi lalu keluar, dengan membawa bantal.


''Masa allah, ini aa nandi tidur apa pinsan.'' Ujar sindi, sambil mengangkat kepala nandi untuk mengganjal kepalanya pake bantal.


''Widiiih, perhatian amat sibos punya pacar.'' Ujar gito.


''Iya dong.'' Saut sindi.


Setelah kepala nandi sudah dibantalin, sindi menatap nandi sangat intens sekali, seperti ingin menembus kedalam jantungnya nandi.


''Ingin rasa ku dekap tubuhmu yang kekar ini aa, met bobo ya sayang, buanglah semua lelahmu.'' ujar sindi dalam hati.


Setelah itu sindipun langsung kembali lagi masuk keruangan kerjanya.


Sementara astuti, lagi sibuk dengan handponnya.


''Ciee, lagi chatingan sama siapa tuh.'' Ujar sindi kepo.


''Siapa aja boleh.'' Jawab astuti.


''Rahasia nih ceritanya.'' Ucap sindi.


''Kagaklah gue gak pernah rasia-rahasia'an, emang teh sindi, gue lagi chat nina, sudah lama ni gue gak pernah jalan, kangen rasanya sama sahabat gue ini, orang baik dan tajir lagi.'' Saut astuti.


''Iya, nina anak orang kaya, tapi tidak sombong apalagi om ardi dan tante yohana baik dan ramah lagi.'' Ujar sindi.


''Iya makanya gue sama nina, sudah kaya saudara sendiri, disa'at gue lagi kesusahan nina selalu ada buat gue, begitupun gue siapapun orangnya yang telah menyakiti nina, pasti gue bela.'' Ucap astuti.


''Nah ini nina balas chat gue.'' Ujar astuti.


.Nina ''Sori tut, gue baru sempat balas chat dari lo' alhamdulilah gue, dan ortu gue dalam keada'an sehat-sehat.''

__ADS_1


.Astuti ''Ya syukur deh, gue ikut seneng mendengarnya.''


.Nina ''Maksaih ya tut, atas perhatian lo' kegue.''


.Astuti ''Sama-sama nin, ooh iya lo' lagi dikampus apa dirumah?.''


.Nina ''Gue lagi dirumah, lagi ngerjain tugas scripsi tut.''


.Astuti ''Oh ya sudah, sori ya gue telah gangu konsentrasi lo' salam buat om sama tante, assalam mulaikum.''


''Nina ''Iya tut, gak apa-apa, iya nanti gue sampe'in, wa alaikum salam.''


Setelah itu, astiti pun langsung mematikan handponnya


''Gimana jadi gak, jalannya malam minggu nanti?.'' Tanya sindi.


''Gak enak ah, ninanya lagi sibuk ngerjain scripsi.'' Saut astuti.


''Ooh ya sudah, malam minggu dirumah aja.'' Ucap sindi.


''Tapi gue bete dirumah terus, kali-kali gitu pingin dong kita jalan.'' Ujar astuti.


''Gimana kalau kita aja aa nandi, hari minggu depan kita jalan ketempat wisata diwilayah barat kota ini, nasi liwetnya enak tau.'' Ujar sindi.


''Waah boleh juga tuh, ko teh sindi tau, emang pernah kesana?.'' Tanya astuti.


''Ya pernah, dulu sama aa nandi.'' Jawab sindi.


Setelah itu, hari pun sudah siang, jarum jam telah menunjukan pukul 12:00, bertepatan dengan berkumandang nya adzan duhur.


Nandipun telah terbangun dari tidurnya, terus nandi pergi ke kamar mandi guna membersihkan tubuhnya dan sekalian ambil air wudhu, untuk menunaikan ibadah solat duhur.


Begitupula sindi dan astuti, serta pandi dan gito, yang belepotan penuh dengan oli.


Selepas itu.


Mereka makan bareng dalam satu meja, dengan lauk pauk yang sederhana ditambah lalapan-lalapan mentah dan sambel ijo, yang pastinya makan siang itu akan semakin berselera.


Apalagi gito sama pandi, yang habis bekerja dari pagi hingga sampai siang hari, yang sudah tentu sangat melelahkan.


Buat memulai kerjanya, sudah barang tentu perlu pemasukan energi baru.


Selepas sehabis makan, gito dan pandi lalu duduk dibangku, sambil menghisap sebatang roko, yang sesekali mengeluarkan asap tembakau melalu mulut dan hidungnya.


.....................


Sementara ditempat lain.


Di gang si'iran tepatnya di bengkel yang sekaligus toko nandi yang pertama kali dia buka usaha.


Kini sangat ramai sekali dikunjungi oleh para konsumen, dari yang beli barang, sampai pada yang langsung dipasanga ditempat.


Kamal, dan hasan serta doni sangat sibuk sekali dengan pkerja'annya.


Sedangkan toglo yang baru pertama kali dia kerja disitu, sudah bisa beradaptasi dengan cepat, dalam pelayananpun cukup bagus, sudah sangat hapal dengan jenis-jenis barang, dari berbagai macam merek dan jenis qualitasnya.


''Ini bocah pinter amat, baru sekali nandi perkenalkan, tapi dia sudah bisa menguasai dengan cepat, gua juga yang sudah berkecimpung di suku cadang kadang ada lupanya.'' Ujar doni.


''Iya gua juga salut sama tu bocah, iqiu nya itu seperti sudah mencapai level orang-orang genius.'' Saut kamal.


''Toglo, ambil kan kiprop buat motor Suzuki shogun.'' Kata hasan.


Toglo pun lalu mengambil apa yang hasan minta, tepat dengan apa yang hasan maksud, toglo mengambil barang pas banget.


''Gile ini bocah seperti semua sudah masuk dalam otaknya.'' Ujar hasan.


''Iya gua salut, daya tangkapnya itu sangat luar biasa sekali.'' Ucap doni.

__ADS_1


Pantesan nandi, mau mengerjakan dia, dan ditinggal begitu saja, berarti nandi sudah hapal akan kepintaran dan ketajaman daya ingatnya.'' Ujar kamal.


Setelah itu kamal dan hasan serta donipun sibuk lagi dengan kerja'annya, para langganan semakin banyak bertambah dari hari ke hari, karena dibengkel nandi para pekerjanya sudah sangat propesional, kinerjanya bagus dan rapi tidak nengecewakan para langganannya.


Singkat cerita.


Kini hari susah mendekati senja nandi pun sudah bersiap-siap untuk pergi kerumahnya pak suganda, untuk memenuhi undangannya.


Nandi mengajak sindi dan astuti, terus kamal dan doni pun pingin ikut ditambah pandi dan gito, nandi tidak bisa menolaknya, akhirny mereka ikut serta, cuma hasan yang tidak ikut, berhubung isttinya tidak mau ditinggalin ya terpaksa hasan lebih memilih keluarga.


Sebelum waktu magrib tiba, mereka sudah mulai melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya pak suganda.


Kini ke empat motor sudah melaju meninggalkan gang si'iran.


Nandi yang berboncengan dengan sindi, kamal dengan astuti doni membawa pacarnya, sedangkan gito berboncengan dengan pandi.


Mereka terus meluncur menuju gang duren, Tidak lama lagi mereka sudah memasuki jalanan kecil yaitu gang duren, Setelah mereka berjalan kira-kira empat ratus meter, tibalah didepan rumahnya pak suganda, nandi dan kawan-kawanpun terus memarkirkan motornya didepan halaman rumahnya pak suganda.


Nampak dua lelaki telah berdiri menyambut kedatangannya nandi dan kwan-kawan, dialah pak suganda dan ujang komar anaknya.


Nandi dan kawan-kawan lalu melangkah kan kakinya menuju teras rumahnya pak suganda.


''Assalam mualaikum.'' Nandi mengucapkan salam.


''Wa alaikum salam.'' Jawab pak suganda dan ujang komar.


''Nah ini yang sudah menolongku komar, melalui nandilah kamu bisa pulih kembali dari kegelapan selama satu tahun lamanya.


Lalu ujang komar menurunkan tubuhnya hendak bersujud menghaturkan terima kasih.


''E'eet bangunlah kang, jangan bersikap begitu, saya sama seperti akang cuma manusia biasa yang banyak kesalahan dan kehilapan.'' Ucap nandi sambil memegang kedua bahunya ujang komar.


''Tapi abang sudah menolong saya, dari kegelapan yang saya alami.'' Ujar ujang komar.


''Saya cuma perantara, yang punya sembuh hanya allah swt, sang pencipta seluruh manusia dan seisinya.'' Ucap nandi.


''Ya sudah bagaimana kalau kita ngobrolnya didalam saja, sambil menunggu ustad dan para warga gang duren ini.'' Pungkas pak suganda.


Nandi pun lalu masuk kedalam rumah pak suganda, yang di'ikuti oleh, sindi, astuti, doni dan pacarnya, kamal, pandi dan juga gito.


Tak lupa pula nandipun memperkenalkan sindi, astuti, dan para sahabatnya.


Dengan sangat ramah pak suganda beserta istrinya menerima mereka semua.


Tidak lama kemudian acarapun telah dimulai, dengan ustad setempat yang memimpin acara selametan itu.


Dengan baca'an seperti biasa yang dilakukan oleh umat muslim dalam acar selametan.


Satu jam telah berlalu, acara selametan pun telah ditutup dengan doa selamet.


Setelah itu, pak suganda dan ujang komar mempersilahkan pada para tamu, untuk mencicipi idangan yang telah disediakan.


Kini nandi dan kawanannya, serta seluruh tamu undangan menikmati makan minumnya bersama.


Pak sugandapun memperkenal nandi pada seluruh waga gang duren yang ikut hadir, bahwa nandi yang telah menolong ujang komar hingga samapai pulih, dan seluruh biaya pengobatannya pun sudah nandi tanggung. semua.


Kini nama nandi digang duren semakin harum, karena banyak menolong orang.


Sikidal sang penolong kini sudah menjadi pembicara'an dimasyarakat, maupun dikalangan aparat kepolisian.


♧♧♧♧♧⭐⭐⭐⭐⭐♧♧♧♧♧


Bersambung.


Ikuti terus kelanjuatan sikidal sang penolong, dalam episode selanjutnya, jangan lupa like, Comentar, favorit, ranting dan vote.


Terima kasih atas dukungannya, semoga kita selalu diberi jalan kemudahan, sehat-sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=Selamat membaca\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2