SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 131


__ADS_3

Setelah itu Doni muncul bersama pacarnya(Melinda) dengan membawa mobil avanza warna putih, di parkir sejajar dengan mobinya Nina, lalu Doni dan Melinda keluar dari dalam mobilnya, melangkah menghampiri Pandi dan Nina.


''Assalam mualaikum.'' Sapa Doni.


''Wa alaikum salam.'' Jawab Pandi dan Nina secara bersama'an.


''Kalian sudah lama nunggu ya?.'' Tanya Doni.


''Belum ko, gue juga baru aja datang.'' Ujar Nina.


''Kamal mana Pan?.'' Tanya Doni.


''Belum kesini, mugkin lagi bantuin dulu nyokapnya.'' Jawab Pandi.


Dan setelah itu nampak terlihat dari kejauhan, seorang pemuda lagi menggoes sepedanya mendekati ke arah Pandi, Doni, Nina dan Melinda.


''Tuh toglo baru datang.'' Ujar Pandi sambil menunjuk kearah pemuda yang lagi mengayuh sepeda gunungnya, yang tak lain adalah Toglo.


Kemudian Toglo memarkirkan sepedanya di samping bengkel yang masih tertutup, lalu Toglo menghampiri mereka.


''Assalam mualaikum, wah rupanya sudah pada kumpul nih.'' Sapa Toglo.


''Wa alaikum salam.'' Jawabnya serempak.


Kemudian Toglo membuka kunci pontu kedai tersrbut.


''Kalian sudah pada ngopi belum?.'' Tanya Toglo.


''Ya belum atuh, gua baru minum air putih doang.'' Jawab Pandi.


''Sebentar ya ku panasin dulu airnya, ooh iya buk Nina sama teh Melinda mau minum apa?.'' Toglo bertanya pada Nina dan Melinda.


''Gue capucino plus susu aja.'' Jawab Nina.


''Gue juga sama kaya Nina.'' Pungkas Melinda.


''Oke siap, tunggu ya.'' Saut Toglo.


Dua puluh menit kemudian dua gelas kopi dan capucino pun sudah siap untuk di luncurkan, kemudian ke empat gelas itu di masukin pada nampan, lalu Toglo membawanya ke hadapan mereka.


''Ini kopinya buat bang Pandi dan bang Doni, dan ini capucino di tambah susu buat ibuk Nina dan teh Melinda, silahkan di minum.'' Ujar Toglo.


''Oke makasih glo, ooh iya kamu mau ikut liburan gak?.'' Tanya Pandi.


''Gak tau tuh, gimana pak Nandi aja sih, andaikan bengkel dan kedai tutup, pasti akan sepi rasanya.'' Ujar Toglo.


''Ya kali-kali kita represing, biar pikiran kita bisa pres gitu, jangan cari duit mulu.'' Celoteh Nina yunita.


''Ya itu buat yang sudah punya pasangan, ya aku pacar juga gak punya, mending kerja kan lumayan buat nambahin tabungan.'' Ujar Toglo.


''Ya makanya cari atuh, biar kerjamu tambah semangat.'' Pungkas Doni.


''Susah cari pasangan yang mengerti dengan keada'an, apa lagi aku, hidup cuma pas-pasan, tempat tinggalpun cuma sebuah gubuk, mana ada wanita yang mau padaku.'' Saut Toglo.

__ADS_1


''Kamu jangan punya pikiran begitu glo, allah menciptakan manusia itu berpasang-pasangan, siapa tau nantinya kamu dapat orang tajir, karena perjalanan hidup manusia itu sudah di atur sama yang kuasa.'' Ucap Pandi.


''Benar tuh apa di bilang sama aa Pandi, kamu harus tetap optomis, karena manusia itu tidak bisa di ukur oleh derajatnya, yang penting ahlak kita, karena di hadapn tuhan itu sama, kaya dan miskin tidak di beda-bedain.'' Ujar Nina yunita.


''Aku salut sama buk Nina, orangnya cantik, tajir lagi, tapi tidak sombong mau menyapa pada siapa saja, alangkah bahagianya bang Pandi punya pacar kaya buk Nina.'' Ujar Toglo.


''Ah kamu bisa aja glo, kebahagia'an itu sederhana glo, tidak harus menilai dari segi materi dan pisik saja, tapi kita harus bersyukur apa yang telah semesta berikan pada kita.'' Ujar Pandi.


Ketika Pandi berkata begitu, nampak di wajah Nina seperti berseri-seri, sesuatu yang tidak bisa di ungkapkan oleh kata-kata.


''Alhamdulilah ya allah, aku di pertemukan dengan pemuda yang bijak seperti aa Pandi.'' Gumam Nina dalam hati.


Disa'at mereka lagi asik ngobrol sambil menikmati secangkir kopi dan capucino, nampak dari sudut jalan gang si'iran sebuah motor suzuki fu dan motor honda tahun tujuh puluhan serta motor rx king, melaju menuju ke arah mereka, yang tak lain adalah Kamal, gito dan Hasan beserta anak istrinya, bertepatan dengan keluarnya Astuti, Nandi, Sindi dan Anggita dari dalam rumahnya berjalan menuju ke tempat kedai.


''Assalam mualaikum,, selamat pagi semuanya, sudah pada nunggu lama ya.'' Sapa Nandi.


''Wa alaikum salam.'' Jawabnya serempak.


''Belum juga ko, kopi juga belum abis.'' Ujar Pandi.


Kemudian Kamal, Gito dan Hasan serta anak istrinya pun memberikan salaman pada semua yang lagi pada kumpul.


Nampak kerukunan di antara para pamili gang si'iran yang selalu kompak di dalam kekeluarga'annya.


''Jama berapa pak bos kita mulai otw nya.'' Celoteh Gito.


''Ini baru jam tujuh, tunggu lima belas menit lagi, glo bikinin kopi empat.'' Ujar Nandi pada Toglo.


Selang beberapa menit Toglo pun sudah membawakan nampan berisi empat gelas kopi dan dua teh hangat perminta'annya Sindi dan Lina istrinya Hasan.


''Kamu mau ikut liburan gak glo?.'' Tanya Nandi.


''Ma'ap pak bos, untuk kali ini aku gak ikut, ku mendingan buka kedai aja, kalau hari libur biasanya suka ramai banyak pengunjung, kan lumayan pak bos buat nambahi tabunganku.'' Ujar Toglo


''Baiklah, kalau memang itu pilihanmu, ya sudah kamu hati-hati kerjanya, oh iya kalau kamu bete, kamu bisa telpon salah satu anak buahmu, kan lumayan masuk lembur.'' Ucap Nandi.


''Iya pak bos, nanti itu bisa di atur.'' Saut Toglo.


Singkat cerita.


Di hari libur itu mereka pun telah bersiap-siap untuk berangkat untuk pergi berlibur, dengan tujuan ke tempat wisata telaga reumis yang sering mereka kunjungi, karena tempat dan pemandangannya sangat indah ditambah udaranya yang sejuk dan segar masih alami pegunungan karena jauh dari keramaian kota.


...Nandi, Sindi dan Anggita eka putri sudah memasuki mobilnya begitu pula pandi, Nina Astuti dan kamal ikut mobilnya Honda jaz miliknya Nina, lalu Hasan beserta ana istrinya ikut bersama Melinda dan Doni pada mobil avanza yang Doni sewa dari rental di dekat rumahnya....


Tidak lama kemudian ke tiga kendara'an sudah melaju perlahan.


Pak Dirman dan buk sati berdiri di depan kedai mengiringi ke pergiannya Mereka.


''Hati-hati kalian semua, jaga keselamatan.'' Ujar buk Sari sambil membalas lambaian tangan cucunya yang nampak terlihat dari kaca jendela pintu mobil.


Kemudian pak Dirman dan buk Sari menghampiri toglo yang lagi beres-beres dagangan.


''Lho ko kamu gak ikut nak Toglo?.'' Tanya buk sari.

__ADS_1


''Gak buk, kali ini aku lagi gak mut, apalagi perjalanan kesana lumayan sangat jauh, lagi pula ku gak tega ninggalin nenek yang sudah tua dan sering sakit-sakitan, setidaknya kalau disini kan deket, bisa sampai lima belas menit dalam bersepeda.'' Saut Toglo.


''Kamu memang anak yang berbakti nak, walaupun itu nenekmu, rawatlah nenekmu dan bahagiakanlah hatinya.'' Pungkas pak Dirman ikut bicara.


''Iya pak, terima kasih atas nasehatnya, saya beruntung banget, di kelilingi oleh orang-orang baik dan berbudi luhur.'' Ujar Toglo.


''Kalau boleh, ibuk mau bertanya boleh gak.'' Ujar buk sari.


''Ya boleh sih buk, emang apa yang hendak ibuk tanyakan pada Toglo?.'' Tanya Toglo.


''Emang orang tuamu kemana, apa mereka telah tiada?.'' Tanya buk sari.


Kembali rasa sedih Toglo seperti di gali kembali dengan pertanya'an yang di lontarkan oleh buk sari.


Dan Toglo tidak buru-buru memberikan jawabannya.


Sejenak buk Sari dan pak Dirman, agak heran dengan sikapnya Toglo setelah di beri pertanya'an begitu, buk Sari langsung mengerti dengan sikapnya Toglo yang seperti lagi di lema dalam kesedihan.


''Ya sudah, ibuk minta ma'ap ya kalau pertanya'an ibuk membuat rasa sedihmu kembali terulang, ya sudah gak usah di pikirin, anggap aja itu sebuah kesalahan dalam perkata'an ibuk.'' Ucap buk sari.


Sebenarnya Toglo bukan tidak mau menjawab, tapi dia bingung, apa yang hendak Toglo ungkapkan, sedangkan dirinya pun tidak tau siapa orang tuanya dan dimana rimbanya, makanya Toglo memilih diam seribu bahasa.


Lalu buk sari dan pak Dirman mohon undur diri dari hadapan Toglo, tapi Toglo menahannya.


''Ya sudah nak Toglo bapak dan ibuk mau ke lapak dulu ya.'' Ujar pak Dirman sambil mengayunkan kakinya mau melangkah.


''Jangan dulu pergi pak, buk, Toglo kali ini butuh ibuk dan bapak untuk mendengarkan penjelasanku.'' Ucap Toglo.


Buk sari dan pak Dirmanpun langsung menghentikan langkahnya, dan saling pandang, kemudian menoleh ke arah Toglo.


''Emang apa yang akan kamu jelaskan, ibuk tadi sudah minta ma'ap atas pertanya'an ibuk yang membuat lukamu kembali kambuh.'' Ucap buk sari.


''Bu bu bukan itu yang akan ku jelaskan.'' Saut Toglo dengan sedu sedan.


Pak Dirman dan buk sari pun kini kembali menurunkan tubuhnya lalu duduk di atas bangku di sampingnya Toglo sambil memegang punggungnya Toglo.


''Aku akan sedikit bercerita tentang diriku, tapi ibuk dan bapak harus janji, tidak akan menceritakannya pada orang lain, meskipun itu Pak Nandi dan Buk Astuti.'' Ujar Toglo.


''Oke bapak dan ibu berjanji, tidak akan bilang pada siapa-siapa, cukup ibuk dan bapak aja yang tau.'' Ucap buk Sari.


Kemudian Toglo menceritakan asa usul dirinya, yang pertama kali di temukan oleh nenek Jumi di dalam goa, ketika itu nenek Jumi lagi mencari barang bekas di sebuah perkampungan sebelah barat kota itu.


Dan akhirnya nenek Jumi merawatnya hingga sampai dewasa seperti sekarang.


********


Bersambung.


Dukung terus, tulis comentar, klik like, jadikan favorit bila suka, berikan vote serta hadiahnya.


Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.


''Assalam mualaikum''

__ADS_1


__ADS_2