SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Sikidal sang penolong Eps 31


__ADS_3

Setelah pak ardi juna pranata dan istrinya ibu yohana, pergi kekamarnya, lampu penerang diruang tamu pun telah dimatikan hanya lampu diruang keluarga yang tetap menyala sampai pagi.


Diluar rumah tepatnya didalam pagar dekat pintu gerbang, disebuah pos perjaga'an, nampak kedua security yang bertugas malam, lagi asik ngobrol dan minum kopi sambil menghisap sebatang roko.


''Malam ini ko beda ya, agak sepi dan sunyi begini.'' Ucap Rukman.


''Iya benar Man, seperti agak-agak serem begini.'' Jawab Sukria.


''Kita keliling yo, kebelakang rumah takut ada yang mencurigakan, biasanya kalau terasa sunyi begini, suka ada apa-apa.'' Ucap Sukria.


''Huus, jangan ngomong begitu, ucapan itu doa, semoga aja Keluarga tuan ardi selalu diberi perlindungan dari yang maha kuasa.'' Ucap Rukman.


''Aamiiin... Ya tuan ardi orangnya baik gak pernah nyakitin hati oranh.'' Balas Sukria.


Kedua security itu lalu melakukan patroli keliling-liling area rumah yang begitu besar dan mewah itu, dengan senter yang terus dinyalakannya, menerangi bagian tempat yang gelap yang tidak ditembusi oleh sinar lampu-lampu yang banyak terpasang disetiap sudut-sudut rumah.


''Gimana man ada yang mencurigakan gak?.'' Tanya sukria pada Rukman.


''Amaann terkendali.'' Jawab Rukman.


''Ya sudah kalau begitu kita kembali ke pos.'' Ucap Sukria.


''Bentar dulu perasa'an ada yang aneh.'' Ucap Rukman.


''Aneh bagaiman maksudmu?.'' Tanya Sukria.


''Coba kau perhatikan ditaman itu tuh.'' Ucap Rukman sambil menunjuk pada taman yang ada dibelakang rumah.


Dengan penasaran Sukria dan Rukman lalu berjalan persalahan-lahan sambil mengendap-ngendap mendekati kearah taman tersebut.


Setelah mereka dekat dengan sasaran apa yang dijumpai disebuah bangku besi, Rukman dan Sukria dengan pasang kuda-kuda langsung meelompat dan menangkap sesuatu yang ada dibangku besi tersebut.


''Heaaa, mau nagapain kamu ada disini.'' Ucaap Rukman sambil mencengkram sesuatu.


Sukria yang sudah melihat dengan jelasa apa yang ada dibangku besi tersebut, tertawa terbahak-bahak menyaksikan tingkahnya Rukman seperti orang yang tidak waras.


''Hahahaaa....Waii Rukman rupanya kamu sudah gila ya.'' Ucap Sukria tertawa puas.


Mendengar Sukria malah tertawa, Rukman baru menyadari ternyata yang Rukman tangkap itu hanyalah boneka kingkong.


''Siaalll, kirain orang ternyata ini boneka non Nina.'' Saut Rukman.


''Rukman..rukmaan.. Makanya kalau mau melakukan sesuatu itu dilihat dulu dengan jelas, akhirnya salah sasaran deh, makan tuh boneka, hahahaha.'' Sukria tertawa puas.


''Sue lo ah, bukannya dibilangin, malah kesenengan melihat saya kaya gini.'' Ucap Rukman.


''Ya mau bilangin gimana, kamu langsung melompat, ya sudah saya nonton aja, ya lumayan sih, anggap aja lagi nonton live OPJ.'' balas Sukria.


''Dasar lo, awas ya nanti saya balas.'' Ucap Rukman.


''Dendam niyeeee.'' Ucap Sukria.


Selepas itu, sukria dan Rukman kembali kepos penjaga'an didepan pintu gerbang yang mau keluar masuk rumahnya pak ardi juna pranata.


Malampun kini semakin larut, angin dinginpun kini sudah menyelimuti kota bandung dan sekitarnya.


Suasana di komplek perumahan elit, kini terasa sepi, karena se'isi rumah dikomplek tersebut sudah terlelap dalam tidurnya yang panjang.


singkat cerita.


Kini malam sudah berganti pagi, Suasana jalanpun sudah mulai ramai dengan kendara'an.


Matahari pun sudah memancarkan cahayanya yang kuning ke'emasan untuk menyinari bumi.


Aktipitaspun sudah muali berjalan kembali, dan para pedagangpun sudah mulai ramai, baik itu pedadang kecil maupun pedagang dengan bermodal usaha besar.


Para buruh-buruh yang bekerja disebuah perusaha'an-perusaha'an industri kini mulai melakukan lagi aktipitasnya.


Seperti halnya disebelah barat kota parahiangan letaknya di gang si'iran, sebuah bengkel otomotip roda dua.


Pemuda bertubuh tinggi dengan badan kekar berpakain kaos ketat, berjalan menuju sebuah toko, sudah mulai membuka pintu rolling door.


Sorooloookkk.


Suara rollingdoor dtarik keatas, terus dikeluarkannya bangku-bangku dan menatanya didepan.

__ADS_1


Setelah itu seorang gadis bergaya tomboy berparas cantik berjalan mendekatinya sambil membawa segelas kopi hitam yang masih mengepul.


''Aa nih kopinya.'' Ucap gadis tersebut yang tak lain adalah Astuti adiknya Nandi.


''Iya dek terma kasih.'' Jawab Nandi.


Kopi pun astuti taro dimeja, setelah itu ia pergi lagi kerumah untuk membanti ibunya yang lagi masak buat sarapan pagi.


Sedangkan nandi setelah nmberes menata barang-barang, ia lalu duduk dibangku, dan tangan kanannya meraih gelas yang berisikan kopi hitam yang masih terasa panas.


Seriiipiiittt.


Satu tegukan kopi terdengar diujung bibirnya Nandi.


Alangkah nikmatnya dipagi yang cerah diawalu dengan minum kopi panas, yang langsung disambung dengan hisapan sebatang roko Djarum super.


''Alhamdulilah, pagi ini gua masih diberi kenikmatan, ooh iya sampai lupa gua, belum ngabarin Sindi.'' Ucap Nandi sambil mengambil handponnya.


Nandi lalu membuka aplikasi whatssap, dan dikliknya no yang bernama Sindi, untuk memulai chat di via whatssap.


Nandi. ''Hai Sin, selamat pagi, gimana kabarnya.


Lalu dikirimkan chat tersebut pada Sindi.


Nandi terus melihat caht yang terkirim itu masih centang satu.


''Wah tidak aktip lagi whatssapnya.'' Ucap Nandi.


Lalu handponnya ditaro dimeja, dan diraihnya gelas yang berisikan kopi.


Disa'at Nandi lagi asik duduk sambil minum kopi, munculah dua motor yamaha Rx king dan berhenti didepannya Nandi.


''Assalam mualaikum.'' Ucap salah satu dari yang datang itu.


''Wa alaikum salam.'' Nandi menjwab salam.


''Apakah benar ini bengkelnya bang Kidal?.'' Tanya orang itu.


''Iya benar, dengan saya sendiri, ada yang perlu saya bantu.'' Jawab Nandi.


''Tidak beres gimana maksudnya?.'' Tanya Nandi.


''Ya pingin jelasnya, abang cobain aja dulu.'' Jawabnya.


''Ya sudah.'' Ucap Nandi sambil mendekati motor itu.


Nandi lalu menaiki motor itu, terus dinyalakannya motor tersebut, hingga melaju dijalan gang siiran, selang beberapa menit nandi telah kembali dan motorpun dimatikannya.


''Lumayan sih keluhannya agak banyak nih.'' Ucap Nandi.


''Apa aja, kira-kira makan biaya banyak gak?.'' Tanya orang itu.


''Ya tidak terlalu gede sih, cuma, kampas kopling, oli sil sok depan, dan karburatornya terlalu boros, ditambah ini motor kayanya jarang dirawat ya.'' Kata Nandi.


''Iya sih, motor ini kurang perawatan makanya gue bawa sini.'' Jawabnya.


''Ya sudah, kalian duduk aja dulu disitu, kalau mau air minum, itu tuh dipojok ada dispenser, kopi juga ada.'' Ucap Nandi.


''Iya bang terima kasih.'' Ucap orang itu.


Nandipun lalu mendorong motor itu ketempat oprasional, untuk memulai pembongkaran.


Tidak lama kemudian, muncul Kamal dan Hasan, setelah itu nandi menyerahkan pekerja'annya pada kedua anak buahnya itu, dengan memberi tahu keluhan-keluhan yang akan dibetulin, kamal dan Hasanpun langsung tanpa banyak tanya lagi, Pembongkaranpun dimulai sesuai dengan apa yang telah nandi bilangin sebelumnya.


Dengan penuh semangat kamal dan hasan melakukan pekerja'annya, karena keduanya sudah sangat ahli dalam hal otomotip kendara'an roda dua.


Tidak lama kemudian.


Motorpun sudah beres dikerjakannya, lalu kamal nyalakan untuk mencoba motor tersebut guna mengetahui kalau ada kekurangannya dalam pengerja'annya.


Setelah itu kamal telah kembali dengan memberi kode cap jempol pada klayennya.


''Sudah okee kang.'' Ucap Kamal.


''Terim kasih, jadi berapa semua?.'' Orang itu bertanya.

__ADS_1


''Noh sama bos.'' Ucap Hasan.


Orang itu langsung menuju ketempat dimana Nandi berada untuk melakukan transaksi pembayaran.


Setelah semua selesai dibayar kedua orang itupun pergi meninggalkan bengkel.


Selang beberapa menit kemudian, para pelanggan pada berdatangan, dari yang service sampai yang beli suku cadang dan lain sebagainya.


Kamal dan hasan sangat sibuk sekali, tangan dan pakaian kerjapun sudah belepotàn dengan oli.


Tapi sedikitpun tidak mengendorkan semangat kerjanya.


''Buseet dah, kita tida ada kesempatan untuk ngopi kalau begini san.'' Ucap Kamal.


''Iya siih, yang datang lumayan banyak sekali, mana gua belum ngopi lagi.'' Jawab Hasan.


Begitulah perbincangan kedua karyawannya Nandi, sedangkan nandi hanya tersenyum, sa'at mendengan pembicara'an anak buahnya itu, nanfi lalu mengambil handponnya, langsung sms pada adiknya Astuti.


''De tut, bikinin kopi dua buat kamal dan hasan.'' Begitulah isi teks dalam sms.


''Aku mau brrangkat Aa.'' Jawab sms dari tuti.


''Bentar aja, sebelum berangkat, Nanti gua ambil.'' Balas sms Nandi.


''Okee.'' Tuti membalas singkat.


Nandi lalu beranajak dari ruang kerjanya menuju rumahnya, lalu memasuki dapur, nampak astuti lagi mengaduk-aduk dua gelas kopi hitam.


''Udah de?.'' Tanya Nandi.


''Udah nih ninggal bawa.'' Jawab Astuti.


''Makasih ya, ooh iya dek ini uang buat nanti makan siang dan buat brli kopi Pandi dan gito.'' Ucap Nandi.


''Emang Aa gak akan kesana?.'' Tanya Astuti.


''Mungkin hari ini gua gak kesana, soalnya banyak sekali pengunjung, kasihan juga kamal dan hasan lagi sibuk banget, salam ya buat sindi.'' Ucap Nandi.


''Okee siap, pokonya buat kaka iparku yang terbaik deh, hehee.'' Ucap Astuti.


''Iiih kamu bisa aja.'' Ucap Nandi sambil mengambil dua gelas yang telah berisikan kopi yang masih panas, tidak lupa pula Astuti pamitan pada kedua orang tuanya.


Setelah itu Astutipun langsung mendorong motornya keluar rumah, untuk dipanasin terlebih dahulu.


Kira-kira lima menitan, astuti langsung menaiki motornya.


Tit tit.


''Aa aku berangkat dulu ya.'' Ucap Astuti.


''Iya dek, hati-hati dijalan, awas jangan jelalatan bawa motornya.'' Jawab Nandi.


''Apa'an sih Aa, ya kagak atuh.'' Ucap Astuti sambil menarik gas dengan kaki kiri menginjak porseneleng untuk memasukan gigi pertama.


Motorpun langsung melaju meninggalkan Nandi yang lagi duduk diruang kerjanya, sambil membuka leptopnya.


Sementara Astuti sudah mulai memasuki jalan raya delima, Suara kenalpot dari honda gl 125 yang sudah di ubah rangka bodinya begitu menggetarkan jantung.


Jaket kulit warna hitam dengan celana jeans ketat, dilengkapi dengan sepatu junggle, nampak gagah berani.


Mungkin sebagian orang yang berpikiran masih primitip, Astuti bukanlah cewe baik-baik, padahal diera globalisasi ini, penampilan itu belum tentu meyakinkan dengan kelakuannya.


Penampilan Astuti mungkin agak ketomboyan, tapi hatinya baik walau terkadang ada sipat keras kepalanya, dan bicaranya agak ceplas ceplos.


☆☆☆☆☆☆▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎☆☆☆☆☆☆


BERSAMBUNG


Nantikan lanjutan kisahnya, dalam episode selanjutnya.


Beri comentar dan sarannya, klik like, favorit dan votenya juga.


Terimankasih atas dukungan semuanya, semoga sukses selalu.


SELAMAT MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2