
Malampun terus berlalu, hingga tidak terasa jarum jam di dinding rumahnya pak dirma sudah meninjukan pukul 22:30.
Nandi, sindi dan Anggita pun pamit pulang, berhubung malam yang terus bergeser di tambah anggita nampak seperti sudah mengantuk.
Nandi dan Sindi keluar dari rumah kedua orang tuanya sambil menggendong Anggita.
Setibanya di dalam rumah, nampak anggita eka putri telah tertidur dalam pangkuannya Nandi, kemudian Nandi membaringkan Anggita di tempat tidur, lalu Nandi dan Sindi pun mulai merebahkan badannya di kasur empuk sambil di tatiknya kain selimut ke atas menutupi sekujur tubuhnya.
Kini mereka nampak terlihat sudah tertidur pulas begitu pun Anggita yang berada di tengah-tengah antara Nandi dan Sindi sudah sangat puas sekali.
Suasana malam di kota kembang nampak sudah mulai sepi, dingin malam yang terus menyelimuti, membuat semua orang jadi terlelap dalam tidurnya.
Di suasana malam yang hening sunyi, di sebuah perumahan citra loka indah, di sebuah kamar di lantai dua, nampak seorang gadis lagi asik sama handponnya.
Nina yunita, yang lagi di landa cinta sama pria dari gang si'iran yaitu pandi adi supraja, lagi asik telrponan di via whatssap.
📞.Nina ''Aa besok gak usah bawa motor ya, biar bareng aja sama gue.''
📞.Pandi ''Oke siap, sayaang, apa sih yang nggak buatmu.''
📞.Nina ''Mulai deh ngegombal.''
📞.Pandi ''Gua tidak ngegombal tapi kenyata'annya memang seperti itu.''
📞.Nina ''Tanks ya aa Pandi adi supraja, semakin ganteng aja bila lagi begitu.''
📞.Pandi ''Gombal.''
📞.Nina ''Dendam nieee.''
📞.Pandi ''Emang enak di gitu'in enggak kan.''
📞.Nina ''Iya deh ma'af, btw sudah malem nih, nanti kesiangan lagi berangkat kerja, dah dulu ya, good night, i love you.''
📞.Pandi ''Oke, malam juga, met bobo, love you to.''
Setelah itu mereka pun langsung menutup panggilannya.
Ke esokan harinya.
Matahari sudah menyala kuning ke emasan di timur negri persada, Nina sudah bangun lebih awal, karena membantu ibuk yola yohana memasak untuk mempersiapkan buat sarapan bareng keluarga.
Ketika Nina lagi menghidangkan makanan di meja buat sarapan pagi, muncul ayahnya yaitu pak Ardi juna pranata yang sudah berpakaian rapi.
''Wah waah,, makin pinter aja putriku me masak.'' Ucap pak ardi juna.
''Ya iya dong pah, itu harus, sesibuk apapun wanita dalam berkarir, ujung-ujungnya ya di dapur juga.'' Ujar Nina.
''Papah bangga sama kamu, biarpun kamu anak satu-satunya, tapi tidak seperti kebanyakan orang, yang selalu manja dan selalu mengandalkan orang tua.'' Ucap pak Ardi juna.
''Ya gimana orang sih pah, kalau prinsip aku, wanita itu tugasnya melayani suami, selagi suami masih berada di jalan yang benar serta sayang dan perhatian sama istrinya, untuk mendapatkan surga, ya istri harus beribadah dan berbakti pada suami.'' Jelas Nina yunita.
Ketika itu ibuk yola yohana pun datang, yang sebelumnya sempat keluar menyiram tanaman.
''Wah hebat anak mamah, mamah bangga padamu nak, semoga kamu mendapatkan pendamping yang berbudi luhur dan baik hati.'' Celoteh ibuk yola yohana.
''Amiin,, makasih mah, pah, sudah mrngajarkan Nina sesuatu yang baik.'' Saut Nina.
__ADS_1
''Ya itu sudah kewajiban orang tua, mendidik anaknya dijalan yang benar,, ooh iya bagaimana kalau kita sarapan dulu, udah siang nih.'' Ujar pak Ardi juna.
Kini keluarga pranata lagi menikmati sarapan pagi bersama dengan lauk pauk dan sayuran yang mengandung giji tinggi.
Setelah mereka selesai sarapan, Nina lebih dulu pamitan untuk berangkat kerja, berhubung kantor tempat kerja Nina lumayan sangat jauh, dan selalu macet jalan yang Nina lalui.
''Pah, Mah, ku berangkat dulu ya.'' Ucap Nina sambil mencium tangan kedua orang tuanya.
''Iya hati-hati kamu nak, bila ada apa-apa cepat hibungi papah dan mamah, atau nak Pandi.'' Ujar ibuk Yola yohana.
''Iya mah, assalam mualaikum.''
Kemudian Nina langsung bergegas menuju pada mobilnya yang masih terparkir di garasi, lalu di bukanya pintu mobil samping depan, kemudian masuk dan duduk sambil menyalakan mobil tersebut.
Mobilpun mulai mundur keluar dari garasi, setelah itu mobilpun mulai melaju menuju pada pintu gerbang rumah yang sudah di buka oleh satpam penjaga.
''Makasih pak.'' Sapa Nina pada satpam.
Kemudian satpam pun menjawab sambil membungkukan badannya.
''Iya sama-sama, hati-hati non jaga keselamatan.'' Ujar satpam.
Setelah itu Nina pun melaju dengan mobilnya dijalan komplek.
Delapan menit kemudian, mobil yang Nina kendalikan sudah mulai keluar dari gapura perumahan citra loka indah menuju jalan raya, kemudian mobil honda jaz warna hitam tersebut sudah mulai memasuki dan melaju di jalan raya.
Nina terus melajukan mobilnya menuju jalan delima, yang kebetulan jalan masih dalam kondisi lancar, jadi Nina tidak memakan waktu lama untuk sampai di jalan delima, sehingga tidak lama kemudian Nina telah sampai di jalan delima.
Begitu Nina tiba di pertiga'an jalan delima yang mau mengarah ke gang si'iran nampak seorang pemuda berambut panjang di ikat telah berdiri dengan pakaian rapi, tak lain ia adalah Pandi adi supraja.
Nina pun berhenti bersama'an dengan berbunyinya suara klakson.
Nina pun langsung turun dari dalam mobilnya dan langsung menghampiri Pandi
''Haii..Morning.'' Sapa Nina.
''Hai pagi juga, cepet amat sih bawa mobilnya ngebut ya?.'' Tanya Pandi.
''Enggak juga ko, kebetulan jalanan lancar, ayo kita cabut.'' Ujar Nina.
''Ayo.'' Saut Pandi.
Setelah itu keduanya pun langsung memasuki ke dalam mobil, dan Pandi yang menyetirnya, Nina duduk disamping kirinya Pandi.
Kemudian Pandi langsung melajukan mobilnya menuju ke jalan ketupat.
''Aa sudah sarapan belum?.'' Tanya Nina.
''Sudah atuh.'' Saut Pandi.
''Pasti deh sarapannya kopi.'' Ujar Nina.
''Lho ko tau, gua sarapan paling kopi sama singkong rebus udah kenyang deh, lalu kamu sendiri sudah sarapan belum, kalau belum, nanti kita mampir di tukang bubur, ada langganan gua, buburnya enak .'' Ujar Pandi.
''Sarapan sih udah, tapi apa salahnya kalau gue terima tawaran sang kekasih.'' Ucap Nina.
''Tapi bo'oong, hahaha.'' Ujar Pandi.
__ADS_1
''Tuh kan, aa Pandi orangnya mancla mencle.'' Ucap Nina sedikit kecewa.
''Iya sayaang bercanda ko, gua orangnya tidak seperti itu.'' ujar Pandi.
''Iiiih aa Pandi nyebelin.'' Ujar Nina sambil mencubit pipinya Pandi.
''Iiiih apa-apa'an sih gua kan lagi nyetir, bahaya lho.'' Saut Pandi.
Dua sejoli ini terus aja bercanda di sepanjang perjalanannya, hingga tidak terasa mobil Honda jaz suadah sampai dijalan ketupat, Pandi pun menghentikan laju mobil tersebut, pas di depan pedagang kaki lima.
''Ko berhenti kan masih tiga ratus meteran lagi.'' Ucap Nina kaget.
''Kan gua mau menepati janji gua.'' Saut Pandi.
Kemudian lihat-lihat kesamping kiri jalan, nampak terlihat pedagang kaki lima yang menjual bubur ayam yang banyak di kunjungi pembeli, Nina pun tersenyum tipis sambil melirik pada Pandi.
''Apa senyum-senyum.'' Ucap Pandi, Sambil membuka pintu mobil yang di ikuti oleh Nina.
Kemudian Pandi dan Nina masuk kedalam ruangan tukang bubur tersebut.
''Mang bikinin dua ya.'' Pesan Pandi sambil duduk di bangku kayu, yang di ikuti oleh Nina.
''Baik pak.'' Sautnya.
Selang sepuluh menit Pandi dan Nina menunggu, karena banyak yang beli, tukang buburpun membawakan dua mangkuk bubur ayam lalu di simpan di atas meja di depan Pandi dan Nina.
''Ini pesanannya, kalau mau pake sambal ini sambalnya, selamat menikmati.'' Ucap tukang bubur.
''Iya mang, terima kasih,, ayo sayang di makan enak lho buburnya.'' Saut Pandi.
Setelah itu Pandi dan Nina langsung me makan bubur ayam yang di pesannya itu.
''Wah waah, ternyata benar bubur ayamnya enak banget.'' Celoteh Nina.
''Bener kan, bubur disini tuh paling enak tiada duanya, bubur ayam mang ilham sudah terkenal ke mana-mana.'' Ujar Pandi.
''Kalau begitu kita tiap pagi sarapan aja disini ya aa.'' Saut Nina.
''Nanti nyokapmu kasihan, biasanya setiap pagi selalu sediain sarapan malah gak ada yang makan.'' Ujar Pandi.
''Iya juga ya, tapi jangan setiap pagi, seminggu dua kali kita sarapan disini gimana.'' Ujar Nina.
''Oke siapa takut.'' Saut Pandi.
Singkat cerita Pandi dan Nina selesai sarapannya, Pandi pun langsung membayarnya, kemudian mereka langsung memasuki mobil, berhubung waktu sudah menunjukan pukul 07:20 menit yang sebentar lagi mulai masuk jam kerja.
Pandi dan Nina segera meluncur dari tempat itu, yang tinggal tiga ratus meteran lagi, dan akhirnya mereka pun telah sampai dan mobil sudah memasuki area parkiran pt anggita surya mandiri.
Pandi dan Nina langsung segera keluar dari dalam mobil tersebut, berjalan memasuki kantor.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung.
Terima kasih pada para author dan para reader yang sudah setia memberi dukungan.
Jangan lupa sertakan pula like, comentar, jadikan favorit bila suka, berikan vote serta hadiahnya.
__ADS_1
Salam sehat dan sukses selalu.
''Assalam mualaikum''