
Dipagi yang cerah.
Matahari pun sudah mulai memancarkan cahayanya yang kuning ke emasan.
Nandi dan sindi sudah stay di luar, duduk dibangku didepan tokonya yang masih tertutup, seperti biasa nandi tidak pernah jauh dari segelas kopi hitam yang masih mengepul.
Dan hembusan asap putih yang keluar dari mulutnya nandi, hasil dari pembakaran roko yang dihisapnya.
Dengan tatapan sangat intens dan senyum sedikit memberi warna aura kecantikan diwajahnya, seketika itu sindi menggerakan tangan kanannya dengan selembar tisu yang telah dilipatnya, mendarat disudut bibir nandi, mengelap ampas kopi yang belepotan.
Nandi sangat terharu sekali dengan sikap perhatiannya sindi kepadanya, lalu diraihnya tangan sindi.
Muuuaaacchh.
Satu kecupan lembut mendarat di tangannya sindi.
''Terima kasih sayaang.'' Ucap nandi.
''Iya aa sama-sama.'' Jawab sindi sambil membuang tisu bekas mengelap ampas kopi itu, pada tempat sampah.
Sikap romantisnya pasangan suami istri itu, tak lepas dari pandangan seorang gadis tomboy, yang lagi mengintip dibalik kaca jendela kamarnya, tak lain adalah astuti, adik kandungnya nandi.
''Begitu bahagianya abang gue, dan teh sindi yang sangat perhatian, ya allah semoga rumah tangga mereka selalu rukun dan sehat-sehat selalu, gue bangga pada abang gue yang selalu melindungi istrinya dan orang-orang yang dicintainya.'' Geruru astuti dalam hatinya.
Selepas itu astuti pun keluar dari kamarnya, dengan pakain rapi dan ditutupi dengan sebuah jaket kulit warna hitam, setibanya diruang tengah astuti lalu mendorong motornya keluar menuju halaman rumah, setelah itu di masukan sebuah kunci kontak, lalu disetaternya motor honda gl 125 yang telah di modifikasi model tracker drag, untuk di panasin terlebih dahulu.
Lalu astuti berjalan menghampiri nandi dan sindi yang lagi duduk dibangku.
''Selamat pagi remeo and juliet, gimana nih bulan madunya menyenangkan.'' Sapa astuti agak sedikit mengejek.
''Pagi juga adiku cantik, biar tomboy tapi tetap cantik deh.'' Jawab nandi.
''Ko pertanya'an gue gak dijawab sih.'' Ujar astuti.
''Tentu saja sangat menyenangkan sekali.'' Pungkas sindi.
''Alhamdulilah, gue turut bahagia, semoga junior nandi dan sindi cepat otw yah.'' Saut astuti sambil duduk disampingnya sindi.
''Aamiin, gua juga sudah gak sabar nih, pingin di panggil bapak.'' Jawab nandi.
''Uluuuh, gimana nih teh sindi, apakah sudah siap menjadi seorang ibuk?.'' Tanya astuti pada sindi.
''Ya harus siap, apapun yang allah berikan pada gue, itu suatu rijki dan anugrah terindah, karena pernikahan belum lengkap tanpa hadirnya di jabang bayi.'' Jawab sindi.
''Bener juga ya, apa yang dikatakan teh sindi.'' Ujar astuti.
''Ya iyalah, seseorang kalau sudah melaksanakan pernikahannya berarti sudah matang pikirannya, karena pernikahan itu bukan sekedar memuaskan napsu doang, tapi untuk saling melengkapi dalam kekurangan kita, saling percaya dan saling mengerti satu sama lain.'' Pungkas nandi.
''Ya sudah gue berangkat dulu ya aa, teh sindi.'' Ujar astuti.
__ADS_1
''Iya dek, hati-hati dijalan, abang sama sindi bentar lagi nyusul, sekalian abang mau ke logistik karena ada pesanan barang dari luar kota.'' Ucap nandi.
Setelah itu astuti langsung menuju pada motornya yang masih menyala.
Greng greng greng.
Astuti menocok gas motornya itu, lalu ditarik kopling bersama'an dengan masuknya gigi pertama.
Motorpun kini telah melaju, meninggalkan nandi dan sindi yang masih pada duduk dibangku.
Gadis tomboy itu terus melajukan motornya menelusuri sepanjang jalan gang si'iran.
Jaket kulit warna hitam, dengan rambut panjang agak pirang menari-nari diterpa angin karena cepatnya laju kendara'an yang astuti kendalikan, disepanjang jalan yang astuti lalui, tak lepas dari tegur sapa anak gang si'iran.
Siapa yang tidak mengenal astuti, gadis tomboy adiknya dari nandi, banyak orang-orang yang menjuluki astu jawara betina dari gang si'iran.
Sebenarnya banyak cowo-cowo gang si'iran yang naksir sama astuti, tapi mereka takut selain adiknya dari nandi astutipun juga jago dalam berantem.
Kini astuti telah memasuki kawasan jalan delima raya.
Disepanjang jalan, banyak yang mengira cowo pada astuti, karena wajahnya yang tertutup oleh pelindung kepala (helm), ditambah motor yang astuti kendalikan banyak di minati oleh kaum cowo.
Tidak lama kemudian astuti telah tiba dijalan ketupat tepatnya ditoko nandi.
Nampak terlihat oleh astuti pandi dan gito lagi pada duduk menunggu sang pemegang kunci toko itu datang.
Terus astuti turun dari motornya, dan berjalan mendekati pintu samping sambil menyapa pada dua lelaki yang lagi duduk dibangku.
''Tumben lo jam segini sudah pada datang.'' Sapa astuti.
''Di rumah gua suntuk, terus gua ngajak pandi untuk berangkat.'' Jawab gito.
Terus astuti membuka kunci pintu samping, setelah itu kunci roling dor toko dan bengkel pun sudah dibukanya.
Pandi dan gito lalu mengeluarkan kursi-kursi untuk disusun buat para pelangan duduk, dan peralatanpun dikeluarkannya dibawa ke ruang oprasional.
Sebelum pandi dan gito melakukan aktipitasnya, sambil menunggu para pelanggan datang, mereka menyeduh kopi buat penyemangat hidup begitu kata pandi dan gito.
Setelah kopi selesai dibikinnya, pandi dan gito lalu kembali ke tempat duduknya semula.
Dengan seripitan pertama hanya sekedar untuk membasahi tenggorokannya, terus dinyalakannya sebuah korek dan dibakar sebatang roko sambil dihisap, hembusan asap putih keluar dari mulutnya mereka.
Ketitak pandi lagi asik menikmati secangkir kopi dan sebatang roko. tiba-tiba terdengar nada notipikasi di handponnya pandi.
Terus pandi mengeluarkan hanponnya di balik saku celananya bagian depan.
Setelah di buka ada notipikasi di aplikasi whatssapnya.
.Nina ''Selamat pagi aa nandi, sudah ngopi belum.''
__ADS_1
.Pandi ''Pagi juga nin, ini lagi ngopi nih di bengkel.''
.Nina ''Ooh, rupanya sudah berada disana.''
.Pandi ''Iya, tadi gito nyamperin ke rumah, ooh iya lo' sudah sarapan belum.''
.Nina ''Belum, gue jarang nyarap jam segini, paling nanti agak siangan.''
.Pandi ''Ooh begitu, tapi ingat lo' jangan sampai telat makan ya.''
.Nina ''Oke aa pandi, terima kasih, ya sudah dulu gue mau bantuin mmh dulu, kerjanya hati-hati ya aa jaga selalu kesehatan.''
''Iya terima kasih, lo' juga jaga selalu kesehatan.''
Setelah itu ditutupnya aplikasi whatssapnya, dan dikembalikan kelayar menu, terus pandi memasukan kembali handponya kedalam saku celananya.
Disa'at itu pula munculah mobil new pajero sport warna putih memasuki halan depan toko.
Terus keluarlah seorang lelaki dan perempuan, berjalan menuju pada pandi dan gito.
''Assalam mualaikum.'' Sapa nandi.
''Wa alaikum salam.'' Jawab pandi dan gito, sambil menyambut uluran tangannya nandi dan sindi.
''Gimana pan, to, kemarin bengkelnya rame gak?.'' Tanya nandi pada pandi dan gito.
''Lumayan rame bos, malahan gua dan gito sampai jam lima lewat baru selesai.'' Ujar pandi.
Setelah itu nandi duduk dibangku sejajar dengan pandi dan gito, sementara sindi masuk keruang kerjanya, setelah beberapa hari tidak masuk kerja, maklum lagi pengantin baru masih seneng-senengnya berdua'an dengan sang suami.
Kini waktu telah menunjukan pukul 07:50 menit, pandi dan gito pun sudah ganti salinnya dengan pakaian seragam bengkel.
Sedangkan nandi langsung masuk keruangan kerjanya, terus duduk dikursi sambil membuka laptopnya.
Dan ketika itu pula munculah sindi membawakan segelas air putih untuk minumnya sang suami.
''Silahkan diminum suamiku tersayang, barang kali haus atau untuk membasahi tenggorokan, jangan sampai kering.'' Ucap sindi.
''Terima kasih istriku sayang, kau memang bidadariku yang diciptakan untuk ku.'' Jawab nandi.
''Muali deh ngegombal.'' Ujar sindi.
''Emang gak boleh ngegombalin istrinya sendiri?.'' Tanya nandi.
''Ya bukan begitu sih aa, ku sudah menjadi istrimu, gak usah digombalin juga ku akan terjatuh dalam pelukannmu.'' Ujar sindi.
Nandi hanya tersenyum manis, dan sindipun langsung balik keruang kerjanya, pinginnya sih lama menemani suaminya, tapi kan beda lagi suasananya lagi ditempat kerja, bukan dirumah.
Terus nandi meneluarkan handponnya, untuk menghubungi pak hendar kepala bagian logistik.
__ADS_1