
Karena cepat nya Gito dalam melakukan gerakan-gerakannya, sehingga lawannya pun seperti ke hilangan cara untuk mengungguli serangan-serangan Gito, dan akhirnya berakibat patal, sebuah pukulan tinju Gito menghantam pelipisannya.
Duuukk..
Satu bogem mendarat di pelipisan kanan, sepontan pertahanan orang itu langsung buyar, kemudian gito tidak memberi lagi celah pada lawannya.
Deeaass..
Satu elbo dari gito mendarat pada tulang rahanya, kali ini rasa pusing di kepala dengan pandangan seperti berkunang-kunang meliak liuk oleng kiri oleng kanan seperti mau jatuh, Gito sepertinya belum cukup puas, ia lalu menggeserkan kakinya satu langkah ke depan, kemudian satu pukulan keras di kirimkan lagi pada orang itu.
Bukk, deeeaasss...
Auuugghh...
Orang itu berteriak, berbarengan dengan terpentalnya tubuh beberapa meter ke belakang dan jatuh tersungkur di atas coran jalanan.
Sementara, dua kawanan Jinggo yang masih tersisa, nampak hilang keberaniannya, sambil memegang mukanya yang sudah bonyok, berjalan mundur sambil menyerukan ancaman pada Nandi.
''Kalian sudah cari masalah sama kami, tunggu di sini gue akan panggil seluruh teman gue untuk menghajar kalian berdua.'' Ancam salah satu yang berambut ikal gondrong.
Gito mendengar perkata'an yang penuh ancaman, merasa gatal tangannya, tidak banyak omong lagi.
''Banyak omong lo' heaaa.'' Teriak Gito sambil melesat dengan cepat.
Hiuuuk..
Jrooot...
Satu pukulan gito yang ber bobot menghajar tepat pada hidungnya, dengan sepontan darah keluar dari hidung si gondrong bersama'an dengan tersungkurnya tubuh lelaki yang berambut ikal dan gondrong itu.
Kini tinggal satu orang lagi yang tersisa, dan sudah berlari meninggalkan keberada'an Nandi dan Gito.
Sedangkan orang-orang yang menonton semakin banyak berdatangan khususnya para pedagang kaki lima yang sering kena pungutan liar dari preman Jinggo dan kawan-kawan.
Rasa puas dan bersyukur, bagi para pedagang atas tumbangnya preman Jinggo dan kawanannya, yang membuat resah para pedagang di pusat perbelanja'an jalan niaga.
Tidak menunggu waktu lama lagi Nandi langsung kontek pada pihak kepolisian setempat.
Tidak lama kemudian polisi pun datang dengan membawa empat personil dan satu buah mobil untuk membawa ketiga preman Jinggo yang selalu bikin gaduh di kalangan para pedagang.
Setelah mendapat keterangan dari para pedagang tentang aksinya Jinggo, yang membuat para pedagang merasa tidak nyaman dan meresahkan, akhirnya polisi pun membawa Jinggo dan dua temannya karena yang satu orang lagi sudah melarikan diri.
Setelah Polisi pergi meninggalkan tempat itu, banyak orang-orang yang ingin bersalaman dan mengucapkan terima kasih atas aksinya Nandi yang telah berhasil memberantas ke jahatan di pusat perdagangan di jalan niaga.
Kini nama nandi dan Gito menjadi pusat pembicara'an orang-orang.
Singkat cerita.
Nandi dan Gito pun sudah beranjak pergi dari tempat itu, karena ada urusan bisnis yang belum selesai Nandi kerjakan.
Kini kedua motor yamaha Rx king melaju perlahan keluar meninggalkan pusat perdagangan jalan niaga, dan orang-orang memandangi kepergiannya Nandi dengan melambai-lambaikan tangannya, Nandi dan Gito membalas lambaian tangan mereka sambil menjalankan kendara'anya.
Selang sepuluh menit Nandi dan Gito sudah sangat jauh meninggalkan mereka, masih di sepanjang jalan niaga, Nandi dan Gito melajukan kendara'an hanya dalam kecepatan di bawah rata-rata.
Kemudian nandi menghentikan kendara'annya, sambil melihat-lihat ke kiri kanan jalan, lalu gito pun bertanya?.
__ADS_1
''Ada apa di?.'' Tanya Gito.
''Sebentar to, perasa'an kita ada yang ngikutin deh.'' Jawab Nandi.
''Ah masa sih, mana? gua lihat tidak ada yang mencurigakan.'' Ujar Gito.
''Tapi gua merasakan ada kejanggalan, pokonya lo' harus hati-hati dan waspada, pasang mata dan telinga.'' Ucap Nandi.
Setelah itu Nandi pun mengajak Gito untuk melanjutkan lagi perjalanannya.
Kedua motor telah mulai lagi melaju, Nandi tetap pasang mata dan telinganya, soalnya batin Nandi bilang akan ada bahaya yang menghadangnya, maka dari itu secara diam-diam Nandi nge chat pada Kamal, Toglo dan Pandi serta Astuti.
Tidak lama setelah Nandi berjalan kira-kira tiga ratus meteran dari pas Nandi berhenti, nampak terlihat oleh Nandi dari kaca spion, segerombolan orang bermotor lagi mengikuti Nandi dan Gito.
''To, coba lo' lihat kebelakang, benarkan pirasat gua.'' Ucap Nandi.
Lalu Gito melihat ke sepion motornya.
''Iya bener di' banyakan lagi, terus gimana sekarang, kita jalan aja terus, apa benar mereka mau berlaku jahat pada kita.'' Ucap Nandi.
Nandi dan Gito terus aja melajukan kendara'annya, se olah-olah Nandi tidak mengetahuinya.
Dan gerombolan orang bermotor terus mengikuti Nandi malahan semakin mendekat, Nandi dan Gito nampak nyantai dan tenang, tidak ada rasa takut sedikitpun.
''Woii tungu lo'.'' Suara teriakan dari komplotan orang ber motor sambil menarik gasnya dengan kenceng, kemudian dua motor honda cbr menyalip dan memblokir laju kendara'annya Nandi dan Gito.
Nandi dan Gito pun dengan replek menghentikan laju kendara'annya sampai body motor bagian belangkang mengangkat seperti nungging.
''Wooi, apa-apa'an ini, kenapa lo' mencegat perjalanan gua.'' Teriak Gito.
Kemudian ke dua pengendara motor honda cbr itu turun dari motornya, sambil menyerukan suara yang keras.
Nandi tersenyum penuh ejekan, lalu bertanya.
''Hai bang ada apa ini, apa salah kami.'' Ujar Nandi.
Lalu kawanannya pun sudah sampai dan menggulung Nandi dan Gito sambil menggeber-geberkan gasnya.
Tapi Nandi dan gito nampak tenang dan berani, walaupun sudah di gulung oleh puluhan orang.
''Ooh rupanya lo' berdua sudah berlaga bego ya, lo' sudah berani masukin bang Jinggo ke dalam sel penjara.'' Koarnya.
''Hai bang, yang masukin dalam penjara siapa? hukumlah yang membuat Jinggo harus mendekam di penjara, karena sikap dan ulahnya sungguh tidak terpuji, banyak menyengsarakan para pedagang dan masyarakat.
''Itu bukan urusan lo', ngapain ikut campur.'' Bentaknya.
''Kalau ada kejahatan di depan mata gua, itu pasti menjadi urusan gua.'' Ujar Nandi.
''Kurang aja jangan so' suci lo', kawan hajar kedua orang ini.'' Serunya.
Puluhan orang-orang setelah mendapat komando dari pimpinannya langsung menyerang Nandi dan Gito.
''Nah ini baru berkelahi.'' Ujar Gito sambil melompat menyambut mereka.
Perkelahianpun kini tidak dapat di hindari lagi, jalan raya niaga kini mulai macet karena sebagian kendara'an berjalan pelan menonton perkelahian yang sangat tidak se imbang, Nandi dan gito di keroyok oleh dua puluh orang.
__ADS_1
Tetapi para pengemudi kendara'an yang berhenti mendadak di kagetkan dengan suara motor yang datang dari arah belakang, kemudian ketiga motor itu berhenti, dan para pengemudi langsung pada melompat ke dalam kancah pertempuran itu.
Ternyata yang baru datang itu Kamal, Pandi, Toglo dan Astuti.
''Wah seru nih, coba kamu lihat ke empat orang yang baru datang membantu dua pemuda itu ada cewenya, dan bela dirinya pada hebat-hebat.'' Celoteh orang yang menonton perkelahian itu.
''Betul tuh, ini baru tontonan seru.'' Ujarnya.
Setelah ke datangan, Kamal, Pandi, Astuti dan Toglo, ke dua puluh orang itu semakin kewalahan, apalagi si bocah sadis yaitu Toglo sangat bringas sekali, di dalam pertempuran Toglo seperti makanan empuk baginya, karena lawannya cuma mengandalkan keberanian dan bela diri tanpa jurus dan taktik, jadi bagi Toglo sangat mudah, Setiap lawan yang melawan dengan Toglo pastilah punya kenangan untuk di ingat yaitu patah tangan atau jari jemarinya pasti akan Toglo patahkan, seperti yang di alami oleh dua orang lawannya Toglo yang berambut pirang mengalami patah tangan di bagian sendinya, hingga keduanya lari menjauh sambil memegang tangannya.
Kemudian Toglo masuk lagi kedalam kancang pertempuran itu, melesat sambil memutar tbuhnya dan kaki toglo bersarang pada lawan yang lagi berhadapan dengan Astuti.
Deeaaaasss....
Tendangan halilintar Toglo sampai membuat lawannya Astuti itu tersungkur.
Astuti si gadis tomboy dengan agresipnya menyerang lawannya hingga pukulan dan tendangan Astuti pun sudah menjatuh kan lawannya, kemudian toglo langsung meng exekusi lawan astuti yang tmjatuh itu dengan pukulannya yang keras.
Buk buk buk
Deaas deass..
Kedua lawan Astuti yang terjatuh itu langsung mendapat hujan pukulan dari Toglo, sampai tidak bangun lagi.
Pertarungan semakin seru, hingga para penonton pun semakin memadati jalan niaga km 97
''Waww anak muda yang bertubuh gempal itu sangat sadis, hebat, habisi terus bang para preman itu biar mereka insap.'' Teriak dari salah satu yang menonton.
Satu persatu dari kedua puluh orang itu tumbang hingga akhirnya mereka pun pada terkapar di bantai sama para pamili gang si'iran.
Dan orang yang mengendarai motor cbr, yang tadinya pertentang pertenteng sekarang seperti sebuah kapas yang tersiram air hujan, lembek tanpa ada nyali sedikitpun.
Kemudian Nandi mendekati orang itu, yang baru bangun dari pinsannya, lalu kedua tangan Nandi menjambah kerah baju orang itu.
''Mana nyalimu, bukankah tadi kamu mau bikin gua babak belur.'' Ujar Nandi sambil mengangkat orang itu dengan menarik kerah bajunya.
''Ampun bang ma'apin gue.'' Ujarnya.
Kemudian Gito mendekat ke arah Nandi.
''Gak usah di kasihani di' dia bilang ampun karena membela tubuhnya takut di hajar lagi, gua yakin di belakang kita pasti orang kaya dia ini akan ngoceh yang tidak-tidak, dan terus menyebarkan dendamnya pada orang lain.'' Celoteh Gito.
''Iya bener bang apa kata bang Gito, biar aku hajar dan ku patahkan tangannya.'' Pungkas Toglo.
''Hus jangan, kasih dia kesempatan untuk kembali ke jalan yang benar.'' Saut Nandi.
''Ya syukur-syukur kalau mereka bertobat aa, kalau dia bikin ulah lagi gimana.'' Ujar Astuti ikut bicara.
''Ya kalau mereka masih tetap kaya gitu, berarti hanya jalan begitulah yang bisa mereka tempuh, biarlah hukum yang menentukan nasib mereka.'' Jawab Nandi dengan bijaknya.
Kemudian Nandi melepaskan mereka, dengan memberikan sebuah pesan pada mereka semua, untuk bertobat, karena kejahatan itu tidak ada yang abadi begitulah Nandi memberikan sarannya, dan hidup dijalan damai itu sangat enak, Nandi bilang begitu bukan sok baik dan sok suci, tetapi Nandi sendiri pernah mengalaminya, hidup di jalanan tidak tenang, selalu ada saja masalah.
[[[[[]]]]][[[{{{{{}}}}}[[[[[[]]]]
Bersambung
__ADS_1
Mohon ma'ap pada para reader dan kaka author, bila ku jarang up, karena pekerja'an di luar masih sangat padat, jadi ku juga membagi-bagi waktu, supaya para teader tidak merasa kecewa, insa allah ke depannya ku akan selalu up.
Terima kasih yang sudah memberikan dukungannya, semoga sehat-sehat dan sukses selalu.