SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si KIDAL SANG PENOLONG eps 194


__ADS_3

Setelah perkelahian itu, Toglo langsung meluncur dengan sepeda gunungnya menuju tempat kerjanya.


Setibanya di bengkel Toglo lalu memarkirkan sepedanya, kemudian ia berjalan ke kantor untuk menemui Bos besarnya yaitu Nandi Suryaman pemilik perusaha'an PT Anggita Surya Mandiri.


Toglo lalu membuka pintu masuk kantor tersebut, lalu berjalan ke ruangan sekertaris.


"Selamat siang buk." Sapa Toglo.


"Siang juga Wan, ada perlu apa kamu?." Tanya sekertaris. yang bernama Sapitri


"Bisa bertemu dengan pak Nandi, apa pak bos ada di ruang kerjanya." Ujar Toglo.


"Sebentar ya saya hubungi dulu pak Nandi." Ucap Sekertaris sambil meraih telepon.


📞.Sapitri " Selamat siang pak, ini Wanda pingin ketemu sama bapak."


📞.Nandi "Siang juga Pit, suruh masuk aja."


Setelah itu Sapitri langsung menutup kembali teleponnya.


"Kamu di suruh masuk aja ke ruangannya pak Nandi." Ujar Sapitri.


"Iya buk, terima kasih." Toglo.


"Sama-sama Wan." Jawab Sapitri.


Setelah itu Toglo beranjak dari ruangan kerjanya Sapitri, dan berjalan menuju ke ruangan kerjanya Nandi, setibanya di depan pintu yang mau memasuki ruangan Nandi.


Tok


Tok


Tok


"Assalam mu'alaikum." Sapa Toglo.


"Wa alaikum salam, masuk aja." Jawabnya Nandi.


Toglo pun lalu mendorong pintu tersebut, lalu di langkahkan kakinya memasuki ruangan Nandi.


"Silahkan duduk, ada apa glo?." Tanya Nandi.


"Saya cuma ingin meminta ma'ap aja pak bos." Cetus Toglo.


"Emang ada salah apa kamu?." Nandi lanjut bertanya.


"Perihal jemput adik ku Wiwin tadi agak lama, ma'apin ku ya pak bos." Ujar Toglo memohon.


"Ooh jadi cuma itu yang ingin kamu sampaikan, hehe ada-ada saja kamu glo, glo, udah saya maapin kamu, lagian segitu juga kamu pake harus minta maap, yang penting kamu minta ijin keluar mau lama atau sebentar yang penting ada laporan, itupun sudah menandakan kamu sangat disiplin dalam pekerjaan kamu, ya sudah sekarang balik ke tempat kerjamu lagi." Ucap Nandi sambil menggelengkan kepala.


"Baik pak bos, terima kasih." Ujar Toglo.


"Iya sama-sama." Jawab Nandi singkat.

__ADS_1


Toglo pun langsung undur diri dari hadapan Nandi dan bergegas keluar dari ruangan kerjanya Nandi, untuk kembali melakukan aktipitasnya, yang tinggal sebentar lagi waktu istirahat akan segera tiba.


Lima menit berlalu, Toglo sudah berada lagi di tempat kerjanya, sementara ke tiga anak buahnya lagi sibuk membetul kan beberapa kendara'an dari para pelanggan. kemudian Toglo langsung ikut menghandle pekerjaan ke tiga anak buahnya, karena kasihan para pelanggan yang sedari tadi menunggu, sedangkan sebentar lagi jam istirahat akan segera tiba. Toglo merupakan mekanik yang sudah senior untuk saat ini, maka dari itu setelah Toglo turun tangan pekerjaan pun beres, tinggal yang datang belakangan karena waktu jam istirahat tinggal beberapa menit lagi.


........


Sementara di lain tempat, di sebuah jalan yang mau tembus ke Gang Si'iran, ke empat pemuda yang bertarung melawan Toglo sudah sadar dari pinsannya, lalu mereka bangun dan berdiri walau agak sedikit sempoyongan dan jalannya sedikit tertatih-tatih. "Bedebah siapa sih anak muda itu, jago bela diri juga rupanya, kita mesti balas penghinaan ini." ujarnya.


Kemudian ke tiga temannya itu berkata sambil nyengir menahan rasa sakit di badannya.


"Dengan cara apa, kita ber'empat pun tidak mampu melawan, alias keok." Celetuk temannya.


"Ya kita pake akal dong, banyak cara untuk membuat pemuda itu tidak berkutik." Ujarnya.


"Kalau menurut gue, sih ya sudah terima saja ini sebagai balasan atas apa yang telah kita lakukan pada adiknya itu." Ujar salah satunya lagi.


"Ah elo' cemen." Jawabnya.


"Emang iya kita memang cemen kan, gue dan kalian bertiga sama-sama cemen, kalau emang lo' gantle tantang adu tanding di atas ring, itu baru petarung sejati."


"Ya gue gak berani kalau berhadapan langsung, kita ber'empat saja KO, apalagi gue harus berhadapan sendir, bisa kelar hidup gue." Ujarnya.


"Hahahaha, Roni-Roni, kalau memang tidak ada skil dan nyali yang besar tidak usah berlaga sok jago, gua mulai hari ini gak akan lagi berteman sama lo' Ron, mendingan gua jadi orang baik-baik saja, lebih tenang tidak ada musuh." Ujar temannya yang bernama Firman.


Roni dan kedua temannya saling pandang sambil menyeringai seperti lagi merencanakan sesuatu pada Firman. "Ooh bagus, gue gak melarang lo' mau berteman atau tidak sama gue, dan sebagai ucapan selamat tinggal dari gue." Ujar Roni sambil melayangkan tinjunya pada Firman.


Jekukk..Deaaass.


Duuuk


Blaakkk.


Firman jatuh terlentang di atas jalan gang yang di cor.


Firman meringis kesakitan lalu ia menggerakan tubuhnya ingin melakukan perlawanan, tapi Roni sudah mendaratkan lagi tinjunya.


Duuuukk


Pukulan Roni mendarat di wajah Firman, terpaksa Firman harus menerima kenyata'an itu, rasa sakit di wajah Firman sangat terasa sekali, sedangkan Roni dan kedua temanya langsung bergegas pergi meninggalkan Firman yang tergeletak tidak berdaya.


"Kurang ajar kau Roni, sekarang gue baru menyadari, ternyata orang semacam Roni tidak pantas di jadikan teman, gue nyesel sudah bergabung dengan orang berengsek semacam Roni." Gerutu Firman sambil menggerakan tubuhnya mau bangun.


Ketika Firman mau mengangkat tubuhnya, terdengar dari arah belakangnya ada suara motor, perlahan suara motor itu semakin mendekati Firman dan berhenti. Lalu si pengendara motor itu turun dari motornya dan memburu pada Firman mau melakukan pertolongan.


"Eeh bang lo' kenpa?." Tanya lelaki yang mengendarai motor tersebut.


"Tidak apa-apa bang, terima kasih." Ujar Firman.


Sipengendara motor itu memandang Wajah Firman yang lebam dan bonyok.


"Sepertinya lo' habis berantem?." Bertanya.


"Ia bang gue di hajar habis-habisan oleh teman gue sendiri." Jawab Firman.

__ADS_1


"Lho ko bisa." Ujarnya


Lalu Firman menceritakan sa'at terjadi perkelahian dengan Toglo, dan sampai di hajar habis-habisan oleh Roni karena mau keluar dari pertemanan." Jelas Firman.


"Ooh jadi elo dan temanmu itu yang melakukan pemalakan dan menghajar pada Wawan adiknya Toglo." Ujar nya.


"Lho ko abang bisa tau?." Tanya Firman


"Ya tau lah, asal lo' tau di tembok Gang itu ada cctv milik gue, dan Toglo mengenali wajah lo' dan temanmu itu di camera cctv .milik gue.


"Oh jadi abang yang tadi itu namanya Toglo." Ujar Firman.


Lalu Firman mengangkat tubuhnya untuk berdiri di bantu oleh perdi. "Gini aja sekarang gimana kalau ke rumah gue dulu, biar luka memar diwajahnu di kompres dulu." Tawar perdi memberi saran.


"Oke baiklah." Jawab Firman.


Setelah itu Perdi menyalakan motornya dan Firman duduk di jok belakangnya Perdi.


Kemudian motorpun melaju menuju rumahnya Perdi menyusuri jalan kecil yang mau tembus ke Gang Si'iran.


Lima belas menit berlalu, Perdi dan Firman telah sampai di rumah, lalu mereka turun dari motornya, setelah motornya di setandarin.


"Ayo bro, jangan sungkan, gak ada siapa-siapa ko." Ujar Perdi.


"Lha abang sendiri di rumah?." Tanya Firman.


"Kagak, gue tinggal sama istri gue." Jawab Perdi.


"Terus istri abang kemana?." Firman lanjut bertanya.


"Istri gue kerja, di perusaha'an compeksi, di kota ini." Jawab Perdi.


"Lalu abang sendiri kerja apa?." Bertanya lagi Firman.


"Wah kepo juga lo', gue kerja serabutan, di bagian pasang instalasi listrik, ya kalau tidak ada yang menyuruh pasang instalasi, ya apa saja yang penting halal, kadang gue ikut kerja kuli bangunan, dan listriknya gue yang borong."Jelas Perdi.


"Ajak-ajak dong gue, gue malu nganggur mulu, semenjak gue berteman sama si Roni brengsek itu, hidup gue jadi tidak tentu arah." Ujar Firman.


"Iya nanti bila ada projek besar pasti gue ajak, oh iya Btw lo' orang mana sih, perasa'an gue baru kali ini kenal sama lo'?." Tanya Perdi.


"Gue anak Gang Dukuh, kenalin gue Firman." Ujarnya sambil mengulurkan tangan.


"Gue Perdi asli anak Gang Si'iran, oh jadi lo' anak Gang Dukuh, lalu kenapa lo' sampai bisa ada di mari waktu lo' dan teman lo' malak pada adiknya Toglo?." Tanya perdi penasaran.


"Ya gara-gara si Roni itu gue sampai di mari." Ujar Firman.


"Ya elo' kalau ketauan lo' bikin masalah di Gang Si'iran oleh Pamili Gang Si'iran bakal.habis tuh kalian." Jelas Perdi.


"Terus gimana gue nantinya." Ujar Firman ketakutan.


"Ya nanti coba gue ngomong sama Toglo, tuh sepeda adiknya yang lo pukulin masih ada." Ujar Perdi sambil menunjuk pada sepeda Wawan yang nyender di tembok rumah.


Firman nampak pucat wajahnya, karena ia merasakan sendiri betapa sadisnya pemuda yang bernama Toglo itu.

__ADS_1


__ADS_2