
Enam bulan kemudian.
Dari pernikahannya nandi dan sindi, sa'at menjelang pagi datang, sindi nampak mual-mual dan muntah-muntah, nandi merasa panik karena takut terjadi apa-apa pada istrinya.
Terus nandi mengajak sindi untuk pergi berobat, ke klinik medika husada.
Karena rasa paniknya yang nandi rasakan, ia pun langsung mengeluarkan mobilnya dari garasi, setelah itu nandi keluar, terus memapah istrinya untuk masuk kedalam mobil tersebut.
Kini nandi pun lansung tancap gas, menuju klinik medika husada, sementara pak dirman dan buk sari yang menyaksikan itu semua nampak tersenyum dengan paras muka penuh dengan rasa bahagia.
Karena bagi pak dirman dan buk sari, sindi kini sudah mulai ngidam, berarti nandi junior atau sindi junior akan segera otw kedunia.
Sedangkan nandi sendiri tidak menyadari akan hal itu, yang ada dipikiran nandi takut sindi kenapa-napa, makanya nandi segera membawa sindi ke klinik medika husada.
Setibanya didepan klinik, nandi lalu turun dari mobilnya, terus membuka pintu samping depan sebelah kiri, dan sindipun keluar dengan dibantu oleh nandi memapahnya masuk ke klinik tersebut.
Setelah nandi berada didalam, terus nandi memanggil suster.
''Sus tolongin istri saya sus.'' Ujar nandi.
Terus susterpun langsung mengambil kursi roda dan didorongnya kehadapan nandi dan sindi, sindipun dengan pelan-pelan di dudukin dikursi roda tersebut lalu dibawa masuk keruangan untuk diperiksa apa keluhan yang dirasakannya.
''Silahkan bapak tuggu dulu diluar, biar dokter yang menangani keluhan istri bapak.'' Ucap suster tersebut.
Nandi pun tidak banyak komentar, ia lalu duduk disebuah kursi yang telah disediakannya.
Rasa gelisah yang kini telah nandi rasakan, karena nandi belum mengetahui bagaimana kalau dampaknya dari wanita yang lagi ngidam, atau mau hamil.
Tiga puluh menit kemudian.
Pintu pun terbuka bersama'an dengan munculnya se orang suster.
''Bapak suaminya ibuk sindi?.'' Tanya suster pada nandi.
Nandi pun langsung beranjak dari tempat duduknya.
''Iya sus, saya suaminya, bagaiman dengan keada'an istri saya?.'' Nandi balik bertanya.
''Bapak di panggil dokter irma, untuk lebih jelasnya, biar nanti dokter irmalah yang menjelaskannya pada bapak.'' Jawab suster tersebut.
Nandi lalu segera memasuki ruangan tempat dimana sindi diperiksa, dengan hati tidak tenang takut terjadi hal yang tidak di inginkan menimpa pada sindi.
Terus nandi duduk dikursi berhadapan dengan dokter irma.
''Dengan bapak siapa?.'' Tanya dokter irma.
''Nama saya nandi dok, suaminya dari ibuk sindi.'' Jawab nandi.
Lalu dokter pun tersenyum, sambil memandang wajah nandi.
''Istri saya sakit apa dok?.'' Tanya nandi panik.
''Apakah bapak sudah lama menikah dengan ibuk sindi?.'' Dokter irma malah balik bertanya.
''Ko dokter malah balik bertanya sih, tadi saya bertanya dok, istri saya sakit apa?.'' Tanya lagi nandi.
''Bapak yang tenang ya, istri bapak sehat-sehat aja ko.'' Jawab dokter irma.
''Jelas-jelas tadi dirumah istri saya puyeng dok dan muntah-muntah, ko dokter bilang sehat-sehat aja.'' Ujar nandi sedikit panik.
''Iya istri bapak sehat, darahnya pun normal, dan selamat ya, karena istri bapak lagi hamil sudah berjalan dua bulan.'' Ucap dokter irma.
__ADS_1
''Apa dok?, istri saya lagi mengandung, alhamdulilah hirobil allamin, sayaang sebentar lagi ku akan jadi bapak.'' Teriak nandi pada sindi yang sudah bangun dari ranjang besi.
''Bener itu aa?.'' Tanya sindi, sambil turun dari ranjang basi tersebut lalu menghadap pada dokter irma dan bertanya.
''Benarkah dok, saya lagi hamil?.'' Tanya sindi.
''Iya betul, ibuk sindi lagi mengandung sudah berjalan dua bulan, ibuk harus banyak istirahat jangan terlalu capek, dan perbanyak makan makanan yang bergiji, biar janin didalam kandungan selalu sehat.'' Jawab dokter irma.
Sindi tersenyum bahagia, akhirnya yang maha kuasa telah meng anugrahkan suatu hadiah yang paling berharga, hasil dari pernikahannya.
Dan dokter irma pun segera beranjak dari tempat itu.
''Pak nandi, ibuk sindi saya permisi dulu ya, karena masih banyak pasien yang mesti saya tangani.'' Ucap dokter irma.
''Iya dok terima kasih.'' Ujar nandi.
Nandi dan sindi juga langsung keluar, menuju pada kasir tempat pembayaran yang berada di lobi depan.
Setelah seluruh biaya administrasi selesai dibayar nandi dan sindi lalu berjalan keluar dari klinik medika husada, menuju pada mobilnya yang lagi diparkir di area parkiran halaman depan klinik tersebut.
Setibanya di area parkiran, lalu nandi dan sindi berjalan mendekati mobil new pajero sport warna putih, nandi lalu memijit remot control, untuk membuka kunci mobil tersebut.
Terus nandi membuka pintu depan samping kiri, perlahan sindi masuk dengan bantuan dari nandi, lalu duduk di jok.
Setelah itu nandipun menutup kembali, terus ia menuju pintu yang berada di sebelahnya lagi.
Setelah pintu di bukanya, nandi lalu duduk, sambil tangan kanannya menarik pintu untuk ditutup kembali.
Selepas itu mobilpun telah menyala, perlahan nandi menginjak gasnya sambil kedua tangannya memegang kendalinya mobil (setir).
Pelan-pelan mobil yang nandi kendalikan melaju keluar dari area parkiran tersebut.
Setibanya dijalan raya, nandipun mulai melajukan kendara'annya, dengan laju tidak terlalu cepat, mengingat pesan dari dokter, harus bisa menjaga kandungannya sindi.
Tidak lama kemudian nandi telah sampai dipertiga'an jalan delima.
Terus nandi membelokan setirnya ke kiri, memasuki jalan gang si'iran, dan setelah itu nandi dan sindi sudah tiba didepan rumah, dan mobilpun langsung nandi masukin kedalam garasi.
Setelah itu mereka keluar dari dalam mobil, terus berjalan masuk kedalam rumah.
Terus nandi membawa sindi memasuki kamar, untuk istirahat apa yang telah di pesankan oleh dokter irma.
''Nah sekarang kamu harus banyak istirahat, jaga kandunganmu, biar dede bayinya tetap sehat.'' Ucap nandi.
''Iya sayang, tapi tidak sampai segitunya juga kali, sampai aku dipapah suruh tidur, kalau tidur melulu itu juga tidak baik buat kesehatan bayi kita sayang.'' Ujar sindi.
''Iya iya ma'ap deh, soalnya gua seneng banget bakal punya dede, jadi gua kuatir takut kenapa-napa sama bayi kita sayang.'' Uca nandi.
''Terus sama ibunya gak kuatir gitu?.'' Tanya sindi.
''Ya sama sayang, sama ibunya juga kuatir, kamu itu nanya nya aneh deh.'' Ujar nandi.
''Iya sayang, ku bercanda ko.'' Ucap sindi.
''Ya sudah kalau begitu, kamu istirahat dulu, kalau butuh apa-apa chat gua aja, gua mau cek dulu barang yang telah gua kirim minggu kemarin itu, takutnya ada komplenannya.'' Ucap nandi.
Setelah itu nandi keluar dari kamar, Setibanya diruang tengah nandi mendorong motor rx kingnya keluar untuk dipanasin, karena sudah lama motornya gak pernah ia pakai.
Selepas itu nandi berjalan memasuki tokonya, lalu masuk keruangan tempat ia bekerja, terus nandi duduk dikursi sambil membuka laptopnya, nandi membuka di bagian penyuplai barang.
Lima belas menit kemudian nandi menutup laptopnya, terus beranjak dari tempat duduknya sambil memanggil toglo.
__ADS_1
''Toglo..'' Panggil nandi.
Toglo pun cepat-cepat menemui nandi, dengan berjalan tergesa-gesa dan bertanya?.
''Iya bang nandi ada apa?.'' Tanya toglo
''Lo' mau gak bikinin abang kopi, soalnya teh sindi lagi kurang enak badan, kata dokter harus banyak istirahat dulu.'' Ucap nandi.
''Oke bang, apa yang bang nandi minta, pasti toglo laksanakan.'' Ujar toglo.
''Bisa aja kamu.'' Ujar nandi, sambil melangkah keluar dari ruangannya, lalu duduk dibangku disamping toko.
Tidak lama kemudian toglo pun, datang dengan membawa segelas kopi hitam yang masih terlihat mengepul.
''Ini bang kopinya, selamat menikmati kopi buatan saya, pasti abang ketagihan.'' Ucap toglo.
''Paling juga kepahitan.'' Ucap nandi.
''Ya kagak lah bang, kalau kemanisan iya.'' Ujar toglo.
''Awas lho ya.'' Ucap nandi.
Nandi pun lalu mencoba menyeripit kopi yang toglo buatkan itu, dengan seripitan pertama nandi mencoba meminum kopi tersebut.
''Waah, enak juga ya kopi bikinan toglo, gak nyangka gau toglo pinter juga bikin kopi.'' Gerutu nandi.
Waktu nandi mencicipi kopi bikinannya toglo, toglo menyelinap ke balik tembok dan mendengarkan semua perkata'an nandi, yang sempat memuji kopi bikinannya itu, toglo senyum-senyum sendiri, lalu pura-puara berjalan mendekati nandi.
''Gimana bang, enak kan kopi bikinan ku?.'' Tanya toglo.
''Ah enggak ah, biasa aja.'' Saut nandi.
''Yang bener bang.'' Ujar toglo.
''Iya, rasanya biasa aja, seperti kopi.'' Ucap nandi.
''Atuh iya bang, namanya juga kopi, yang pasti seperti kopi atuh.'' Ujar toglo.
Setelah itu toglo lalu kembali masuk kedalam toko, karena banyaknya pengunjung yang datang dan pergi.
Toko spark park nandi sangat ramai sekali dengan para konsumen buat keperluan bengkel maupun buat di pake sendiri, karena harganya yang murah ditambah barang-barangnya originalan dan pelayanannya pun memuaskan.
Sedangkan nandi masih asik menikmati kopinya, yang di iringi oleh hembusan-hembusan asap putih dari mulutnya, hasil pembakaran dari tembakau yang dihisapnya.
•••••••••••••••••••••••••
Sementara di ujung jalan gang si'iran, lima puluh meteran dari toko nandi, ada dua kendara'an roda dua, yang penumpangnya terus mengawasi keada'an toko nandi, mereka berpakaian serba hitam dengan dilapisi sebuah rompi jens, dengan kepala di tutupi oleh topi dan berkaca mata gelap.
Entah apa yang lagi mereka rencanakan, karena pandangannya yang terus memantau pada keada'an toko dan bengkelnya nandi, dan kedua orang itu terkadang berpura-pura main handpon bila ada yang lihatin gerak-geriknya.
Satu jam kemudian kedua orang yang mencurigakan itu, pergi dengan menaiki motornya, dan berjalan melintasi depan bengkel dan tokonya nandi, dengan pandangan yang terus memperhatikan pada tokonya nandi, kamal, hasan, doni, dan nandi tidak mengetahui gerak-gerik dari kedua orang itu.
Cuma toglo yang sempat beradu pandangan disa'at kedua orang itu terus memperhatikan toko itu sewaktu melintas di depan.
Selain toglo ada juga yang sempat menaro curiga pada kedua orang tadi, sewaktu mengamati di ujung jalan gang si'iran, yaitu mang kasman pemilik kios, yang dijadikan tempat oleh kedua orang yang mengawasi pada toko dan bengkelnya nandi, dan mereka sempat meminum kopi dikiosnya mang kasman.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung.
Penasaran dengan kisahnya, ikuti di episode selanjutnya, jangan lupa sertakan like, comentar, favorit, ranting, vote, dan hadiahnya juga.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.