SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Sikidal sang penolong Eps 39


__ADS_3

Disuasana pagi yang cerah, dan ramainya suara kendara'an yang terus hilir mudik memadati dijalan raya.


Ditrotoar jalan pun sudah dipenuhi oleh orang-orang yang lalu lalang untuk memulai lagi aktipitasnya masing-masing, ada yang jalan kaki dan ada juga yang berdiri sambil menunggu bis angkutan kota datang.


Sementara digang si'iran nandi beserta sahabatnya yang sekaligus karyawannya, sudah mulai beraktipitas, sedangkan nandi yang lagi membongkar motor kesayangannya, yang dibantu oleh hasan.


''Widiiiih motor sekeren ini, jadi mati harga, bila tankinya penyok begini.'' Ujar hasan.


''Biarlah, yang penting gua bisa menyelamatkan orang banyak, dan mudah-mudahan kang ujang komar itu bisa pulih kembali memorinya.'' Jawab nandi.


''Gua salut sama lo, mungkin semua orang digang si'iran ini merasakan hal yang sama kaya gua.'' Ucap hasan.


'' Elo terlalu berlebihan menilai gua, gua sama kaya manusia yang lain pada umunya, selalu banyak kekurangannya, yang tak luput dari segala kehilapan dan kesalahan.'' Ucap nandi.


Hasanpun mengerti apa yang dikatakan nandi, dengan kepala sambil manggut-manggut.


''Ini tenki mau digantu baru di?.'' Tanya hasan.


''Iya dong.'' Jawab nandi.


sementara kamal sudah mulai disibukan dengan para pelanggan yang betulin dan service motornya.


Banyak para peng⁷889ooooendara motor yang keluar masuk bengkelnya nandi, karena hasil dari kinerjanya sangat memuaskan menurut para pelanggan yang sudah menjadi langganannya dari pertama kali nandi buka sampai menjadi pesat, mereka tetap setia.


Disa'at nandi dan hasan sedang mencopot tanki dari motor yamaha rx king, tanpa sepengetahuan mereka, ada seorang nenek tua berjalan bersama seorang anak kecil, dengan pakaian lusuh dan dekil, sedang mengurak ngurak tong sampah yang ada disamping bengkel.


Nandi lalu melihat pada sinenek tersebut, dan anak kecil meringis seperti kesakitan sambil menarik-narik baju sinenek tersebut.


''Nek nek, aku lapar nek, kapan kita akan makan nek.'' Ujar si anak kecil itu.


''Iya nak, sebentar ya, duit kita belum cukup untuk beli nasi.'' Jawab sinenek.


Nandi yang mendengar perkata'an anak kecil dan sinenek itu, tersentuh batinnya, tanpa disadari dua butir air bening menetes dari kedua sudut matanya nandi.


Hasan yang melihat nandi seperti menangis seraya berkata.


''Haaii, kenapa lo?.'' Tanya hasan.


Nandi lalu mengusap mukanya dengan kedua telapak tangan, lalu tangan kanan nandi merogoh kesaku celana belakang, dan diambilnya sebuah dompet.


''San sekarang lo cepetan beli nasi dua bungkus, nasinya yang banyak, ayo cepet.'' Ucap nandi sambil memberikan selembar uang berwarna merah.


Hasanpun tidak banyak tanya lagi ia langsung tancap gas, menaiki motornya dengan cepat hasan memabwa motor.


Sehingga tidak lama lagi, hasan telah kembali dan memberikan kantong plastik berisi nasi pada nandi.


Nandi lalu menghampiri nenek dan anak kecil itu, yang lagi memunguti plastik aqua gelas.


''Assalam mualaikum nek.'' Ucap nandi.


''Wa alaikum salam, aden.'' Jawab si nenek.


Nandi lalu jongkok sambil memegang kedua bahu anak kecil tersebut.


''Ade, ade mau makan?.'' Tanya nandi.


''Iya bang, aku lapar.'' Jawab anak kecil.


Sekarang ade tak perlu menangis lagi ya, ini apa yang abang bawa.'' Ucap nandi.


''Enang itu apa bang, pasti nasi ya bang.'' Ucap anak tersebut.


''Iya ini nasi buat ade dan nenek, sekarang ade makan ya, bentar dulu, ade jangan jorok, sebelum makan cuci tangan dulu.'' Ucap nandi.


''Cuci tangannya dimana bang?.'' Tanya anak itu.


''Tuh disitu, didepan bengkel, ayo ade makannya disitu, ayo nek makan ditempat bengkelku.'' Ucap nandi.


''Terima kasih aden, aden baik banget, srmoga rijki aden bertambah berlipat-lipat dari apa yang aden berikan pada nenek dan cucu nenek.'' Ujar sinenek, dengan sangat senang sekali.


Sinenek dan cucunya itu, lalu mencuci tangannya diwastapel, diruang tunggu para langganan nandi.


Selepas mencuci tangannya, sinenek dan cucunya membuka bungkusan kertas yang berisi nasi, daging ayam dan daging rendang serta lalapan dan sambel.


Dengan sangat lahapnya sinenek dan cucunya, menyantap nasi.


Dengan raut wajah yang damai nampak lelah mengarungi mimpi, nandi terus memandang pada sinenek dan cucunya itu, seraya nandi berkata dalam hatinya.


''Ya allah jagalah dan rawatlah kedua hamba itu, dan angkatlah derajatnya pada yang lebih baik, sesungguhnya engkau maha mengetahui ya allah.'' Ucap nandi sambil membuka telapak tangannya, lalu mengusapnya pada wajah.


Semua orang yang lagi pada duduk, pada angkat jempol semua, mengagumi dan mengalem akan kedermawanan dan ketulusan hatinya yang punya bengkel itu yaitu nandi.


Selepas sesudah makan sinenek dan cucunya lalu menghampiri nandi dan berkata dengan nada suara yang tidak gemetaran lagi.


''Aden terima kasih ya, alhamdulilah sekarang nenek sudah kuat lagi.'' Ucap sinenek.


''Sama-sama nek, kalau bisa nenek jangan jadi pemulung lagi ya, nenek kan sudah tua dan pisiknya juga sudah kurang.'' Ucap nandi.


''Terus saya mau makan apa den.'' Ucap si nenek.


''Nenek bisa jualan, dan ini ada sedikit rijki buat nenek, terimalah nek.'' Ucap nandi sambil mengepalkan sebuah amplop berisi uang pada telapak tangannya si nenek.

__ADS_1


''Terima kasih aden, sungguh kau sangat mulia hatimu, hanya doa yang bisa nenek berikan, semoga aden menjadi orang suses.'' Ucap Sinenek sambil membukukan tubuhnya.


''Iya sama-sama nek, Amiiin.'' Jawab nandi.


Setelah itu sinenek dan cucunya pergi sambil menggendong sebuah karung yang sudah berisi barang bekas cangkang air mineral.


Cucunya si nenek terus membalikan badannya seperti ada yang lupa dan balik lagi menuju pada nandi.


Sinenekpun bengong apa yang hendak dilakukan cucunya itu.


''Sini de, kamu mau kemana?.'' Tanya si nenek.


''Sebentar nek, ada yang lupa.'' Jawab cucunya itu


Anak kecil itu berlari ke arah nandi, yang sedang duduk dibangku sambil memperhatikan karyawannyabyang lagi sibuk dengan pekerja'annya.


Sepintas terlihat oleh nandi anak itu berlari, lalu nandi menolehnya dan berkata.


''Kenapa de, apa ada yang ketinggalan?.'' Tanya nandi.


''Iya bang aku lupa.'' Ucapnya.


''Emang apa yang ketinggalan?.'' Nandi bertanya lagi.


''Terima kasih bang ya, sudah baik padaku, dan satu lagi nama abang siapa?.'' Tanya anak kecil.


''Hehee... Ade lucu deh, sama-sama, nama abang nandi suryaman, atau orang menyebut abang bang kidal.'' Jawab nandi.


''Ooh ya udah ya bang, dan kenalkan namaku toglo, aku suka sama abang.'' Ucap anak itu sambil membalikan badannya dan berlari kearah neneknya itu.


Nandi dan semua yang ada disitu tersenyum melihat kelucuan anak tersebut.


Kamal dan hasanpun sampai tertawa melebar karena tingkah anak itu selain memprihatinkan agak lucu dan cukup berani.


''Hahaaa, lucu juga tuh anak, andaikan gua gak punya anak, gua mau merawatnya.'' Celoteh hasan.


Kini nenek dan cucunya itu sudah tidak terlihat lagi, karena sinenek sudah terlalu jauh berjalan meninggalkan gang si'iran.


Disuasana gang si'iran khususnya dibengkelnya nandi, lagi dipadati oleh kendara'an roda dua dari berbagai jenis dan merek.


Nandi yang lagi sibuk sendiri memasang tanki bensin motornya, diganti dengan yang baru.


Setelah pemasangannya sudah beres, nandi lalu mendorong motornya itu kehalaman depan rumahnya.


''Alhamdulilah, beres sudah, kini tinggal ngisi bahan bakarnya, semoga aja tanki yang baru ini awet.'' Ucap nandi.


Nandi lalu masuk kedalam rumahnya, terus diambilnya sebuah wadah bekas minyak goreng, terus dibersihkan sampai benar-benar hilang bekas minyaknya itu.


Setelah terasa sudah bersih nandi membawanya keluar, menuju pada hasan yang lagi sibuk dengan kerja'annya.


''Walaah, pake aja sih bos, kenapa harus ngomong dulu, kan lo juga tau motor gua gak ada kontaknya.'' Jawab hasan.


''Iiih, biar bagaimanapun kesopanan itu harus tetap dipakai dong.'' Ucap nandi.


''Iya gua tau, tapi kan kita sudah menjadi sahabat dari sejak kecil.'' Ucap hasan.


''Ya mau sahabat, atau sodara, ucapan itu harus tetap ada.'' Ucap nandi.


Setelah itu nandi langsung menaiki motor antiknya hasan, motor jadul keluaran tujuh puluhan, namun harganya cukup melambung dari harga keluaran pertamanya, karena seluruh bodi dan warna capernya semua sudah dirubah.


Suara mesin yang masih terdengar halus dan bersih, karena hasan selalu merawatnya dengan sebaik-baiknya.


Nandi terus melaju menuju sebuah pom mini, yang berada dipertiga'an jalan.


Setibanya dipom mini, nandi lalu turun dari motor itu, dengan membawa jerigen bekas minyak goreng yang sudah dibersihkan.


''Halo kang dadang.'' Ucap nandi.


''Haloo bos, emang kemana motornya.'' Ucap kang dadang.


''Ada habis dibetulin kang, isi nih sampai penuh, awas jangan curang yah.'' Ucap nandi.


''Ya elaaah, sibos kaya baru aja ngisi bensin disini, kang dadang mah selalu amanah bos, ga pernah mengurangi takaran, cuma harganya doang yang beda, hehee.'' Ucap kang dadang, sambil mengisi jerigen tersebut sampai penuh.


Setelah jerigen terisi penuh, nandi langsung mengeluarkan isi dompetnya dan langsung membayarnya.


''Terima kasih kang dadang, maap ya gua cabut dulu.'' Ucap nandi.


''Okee bos, sama-sama.'' Jawab kang dadang.


Nandipun langsung putar balik dan tancap gas.


Tidak lama kemudian nandi sudah tiba dibengkel lansung menuju ke motornya yang terparkir dihalaman depan rumahnya, terus dibukanya tutup tanki itu, dan dituangkannya bensin tersebut sampai tankinya terisi penuh, kemudian sisanya nandi simpen dibengkel.


''Mal, taro dipojok buat keperluan kalau lo bersihin karbulator, jangan sampai kau pake bensin dari motor para pelanggan.'' Ucap nandi.


''Okee, siap bos.'' Jawab kamal.


Kini haripun sudah bergeser, panasnya terik matahari begitu menyengat membakar kulit.


Nandi lalu pergi meninggalkan kamal dan hasan.

__ADS_1


Ia lalu menyalakan motornya, yang baru di isi bahan bakarnya.


Greng greng greng.


Suara yang keluar dari selongsong kenalpotnya membuat nyaring ditelinga.


lalu nandi menarik gasnya motor kini melaju dengan cepat sambil di kocok-kocok gasnya, lalu diputar balik kembali sambil di setendingkan, kini hanya ban belakang saja yang menapak kejalan, dan depan mengangkat terus sampai tiba didepan bengkel.


Tepuk tangan dari orang-orang beserta kamal dan hasan. sambil mengangkatkan kedua jempolnya keatas.


''Widiiihhh kereenn banget bos.'' Ucap salah satu dari para pelanggan yang lagi pada duduk.


Kamal dan hasanpun sampai kagum karena selama mereka berteman dengan nandi baru kali itu nandi membawa motor, disetendingkan sampai begitu jauh.


''Wah baru kali ini gua melihat lo di, bawa motor sampai segitunya.'' Ucap kamal.


''Iya benar, gua juga yang sudah lama berteman dengan lo di, baru ini gua melihatnya.'' Celoteh hasan.


''Gua cuma mencoba aja, pingin ngetes tenaganya, ternyata masih bagus.'' Jawab nandi.


Terus ia men setandarkan motornya didepan bengkel.


''Ooh iya, apa kalian sudah pada ngopi belum?.'' Tanya nandi pada semua yang ada disitu.


''Belum bos.'' Mereka menjawab serentak.


''Oke kalau begitu, san bikin kopi sana pake teko, biar kerja'an lo gua handle dulu.'' Ucap nandi.


''Okee bos.'' Jawqb hasan.


''Bas bos bas bos aja lo ah.'' Gerutu nandi.


''Elo kan bos gua di, ya terus gua harus gimana?.'' Tanya hasan.


''Ya sudah sana cepetan, bawel lo ah.'' Ucap nandi.


Hasan tidak banyak komentar lagi, ia lalu bergegas pergi menuju rumahnya nandi, untuk memenuhi perminta'annya nandi.


Setiba diruang dapur, hasan lalu menyalakan kompor gas, terus diambilnya sebuah panci untuk di isi air.


Selepas itu hasan duduk sambil menunggu air tersebut mendidih.


Dari pintu belakang dapur munculah bu sari dan menanyakan pada hasan.


''Masak apa kamu san?.'' Tanya busari.


''Ini tante lagi masak air buat ngopi.'' Jawab hasan.


''Pasti nandi yang nyuruh ya?.'' Tanya bu sari lagi.


''Iya tante.'' Jawab hasan.


''Kebiasa'an tuh anak suka nyuruh-nyuruh, orang lagi kerja juga.'' Ucap bu sari.


''Ya tidak apa-apa tante, kan saya kerja, lagian disuruh bos ko masa harus nolak.'' Ucap hasan.


''Ya sudah atuh, gula sama kopinya dirak.'' Ucap busari.


''Iya tante makasih, ooh iya tante, tante sendiri lagi ngapain sih?.'' Tanya hasan.


''Tante gak sendiri ko, tante lagi sama bapak, bantuin nimbang barang yang akan dikeluarkan hari ini.'' Jawab bu sari.


''Hebat ya, semoga aja usaha om dan tente tambah sukses.'' Ucap hasan.


''Amiiin, makasih san, dan semoga aja kamu dan lina selalu rukun dan digampangkan rijkinya.'' Ucap busari.


''Aamiin, terimakasih banyak atas doanya tante.'' Ucap hasan.


Kini air rebusan dalam pancipun sudah terlihat matang, hasan lalu mematikan kompornya, terus menyiapkan sebuah teko dan di'isi dengan kopi bubuk dan gula pasir, lalu dituangkannya air yang sudah mendidih itu dan di aduk-aduk hingga merata, selepas itu hasan membawanya keluar.


''Ayo brather kita ngopi semua.'' Ucap hasan sambil menyimpan teko yang sudah berisi kopi tersebut disebuah meja.


''Gelasnya atuh kang.'' Ucap salah satu yang lagi pada duduk.


''Ooh iya gua lupa, sebentar gua ambil dulu.'' Jawab hasan.


Lalu hasan kembali untuk mengambil gelas, tidak lama lagi hasan telah datang membawa beberapa gelas.


Lalu orang-orangpun pada memburu pada kopi yang telah disediakan itu, dan satu persatu menuangkannya pada sebuah gelas.


Begitulah kehidupan nandi pada para pelanggannya selalu berbagi rijki, biarpun hanya sekedar kopi tapi bagi mereka para pelanggan sudah membuat semakin ingin terus berlangganan ditoko itu.


Kini toko yang sekaligus bengkel, sudah sangat terkenal dikalangan para anak muda dan masyarakat, selain pelayanannya bagus dan juga pada ramah-ramah, apalagi sang pemilik tokonya seorang pemuda yang dermawan dan cukup disegani.


⭐⭐⭐⭐⭐⭐▪︎▪︎▪︎▪︎⭐⭐⭐⭐⭐⭐


Bersambung.


Ikuti terus kelanjutan kisahnya dalam episode selanjutnya.


Kalau suka dengan cerita ini, cukup dengan mendaratkan, like, comentar, saran, favorit dan juga vote.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan, semoga sukses selalu.


Selamat membaca.


__ADS_2