SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong Eps 77


__ADS_3

Astuti yang terus memanggil nina dari luar sambil mengetuk-ngetuk kaca mobilnya.


Ketika itu nina baru menyadarinya bahwa dirinya lagi terbawa asmara pada lelaki yang lagi sibuk bekerja, dengan penuh oli dan keringat yang terus membasahi bajunya.


''Woiii nin nin ninaaa yunita, apa lo' denger suara gue.'' Teriak Astuti.


Ninapun langsung kaget, lalu ia menjawab pertanya'annya Astuti, sambil membuka pintu mobilnya.


''Iya gue denger ko, biasa aja keles, jangan teriak-teriak kaya gitu.'' Saut Nina.


''Habisnya, dari tadi gue panggil-panggil, lo' tidak menjawab sama sekali, emangnya lo' kenapa sih, gue lihat seperti lagi melamun.'' Ujar astuti.


''Melamun apa'an, gue tidak melamun ko.'' Saut nina sambil memandang kearah lelaki itu, yang tak lain adalah Pandi.


''Ooh pantesan gue baru ngeh, lo' terpesona kan sama penampilan Pandi sekarang.'' Ujar Astuti.


''Apa'an sih lo'.'' Ucap Nina kaget


''Jujur aja, gue juga heran dengan penampilannya Pandi yang sekarang, lebih ganteng dan mempesona, coba kalau lo' datangnya pagi, pasti lo akan...Hhmmn.'' Ujar Astuti.


''Akan apa, ko mendehem, emang gue memedi apa.'' Ujar Nina.


''Ya sudah, terserah lo', ayo kita masuk, diruang kerja gue lo bisa duduk-duduk manis sambil melihat pemandangan.'' Ucap Astuti.


''Pemandangan apa?.'' Tanya Nina.


''Ya sudah, nanti juga lo' tau sendiri.'' Jawab Astuti.


Setelah itu Nina pun mengikuti Astuti masuk keruangan kerjanya.


Setibanya didalam nampak terlihat oleh Nina, Sindi yang lagi sibuk dengan laptopnya.


''Assalam mualaikum.'' Sapa Nina pada Sindi.


''Wa alaikum salam, hai Nin, apa kabar.'' Jawab Sindi.


''Alhamdulilah kabar gue baik, ma'ap nih gue ganggu kerjanya.'' Ucap Nina.


''Ooh tidak ko, silahkan duduk, mau minum apa, es jeruk, apa teh atau pingin es campur.'' Ucap Sindi memberi tawaran pada Nina.


''Jangan ngerepotin, ya sudah dilanjut kerjanya teh Sindi.'' Ucap Nina.


''Ya sudah tunggu bentar, gue kelarin dulu, tinggal dikit lagi ko.'' Ucap Sindi.


''Is oke.'' Jawab Nina.


Ninapun lalu duduk dikursi sambil melihat keluar.


''Gue sudah bohong sama mamah, gue bilang sama mamah mau ke kampus padahal gue pingin lebih dekat mengenal Pandi.'' Celoteh Nina dalam hatinya.


Astuti lalu mendekati sindi dan berbisik.


''Teh Sindi, noh lihat yang lagi kasmaran, dari tadi tak henti-henti memandang keluar.'' Bisik Astuti.


''Hehee, iya Tut, gue juga paham, ya sudah jangan diganggu, biarkan ia terlena dengan perasa'annya.'' Balas Sindi sambil berbisik.


Sementara yang dilihatinnya masih anteng dengan kerja'annya, membersihkan karburator kendara'an roda dua yang lagi diservice.


Pandi tidak sadar bahwa dirinya lagi berada dalam pengawasan sepasang bola mata yang indah.


Kini pengunjung yang mau betulin kendara'an sudah agak sepi tinggal satu, yang lagi ditangani oleh gito, pandi pun lalu mencuci tangannya, dengan sebuah sabun colek.


''Alhamdulilah, akhirnya gua bisa nyantai juga.'' Ujar Pandi.

__ADS_1


Pandi terus duduk dengan bersender, dan dikeluarkannya sebungkus roko gudang garam Filter, terus di ambilnya satu batang, sambil menyalakan sebuah korek gas, terus dibakarnya ujung roko tersebut.


Perepet


Suara tembakau yang terbakar oleh api dari korek gas tersebut.


Sepuuuhhh...


Hembusan asap putih dikeluarkannya dari mulutnya pandi.


Ketika pandi melihat keparkiran halaman toko, Pandi terperanjat.


''Waduuh, kayanya gua kenal sama tuh mobil.'' Ucap pandi.


Ternyata selama kedatangannya Nina ketoko, Pandi tidak mengetahuinya, mungkin karena lagi pokus dengan kerja'annya.


Terus Pandi melihat kedalam toko, nampak nina lagi duduk dikursi sambil ngobrol dengan Astuti.


''Haiii Nin, kapan lo' datang?.'' Tanya Pandi.


''Sudah lama ko masa aa Pandi gak lihat gue datang.'' Saut Nina.


''Nggak, beneran.'' Ucap Pandi.


''Ya iya sih, aa pandi terlalu pokus dengan kerja'an, sampai-sampai kedatangan guepun kagak tau.'' Ucap Nina.


''Iya Nin sori, ee'e lo' mau minum apa, gua pesenin ya, mungpung gua lagi nyantai nih.'' Tawar Pandi pada Nina.


''Terserah aa aja deh.'' Jawab Nina.


''Oke deh, tunggu sebentar ya.'' Ujar Pandi.


Setelah itu pandi langsung berjalan keluar dengan memberi tanda pada tukang es campur kesuka'an nina, yang selalu mangkal didekat bengkelnya nandi.


Suitan pandi begitu keras, dan tukang es campur pun sudah mengerti lalu ia menjawab dengan sebuah kode lagi.


Tidal lama kemudian tukang es campur itu datang dengan membawa pesanannya Pandi, dan Pandi lalu membayarnya.


''Nanti gelasnya gua taro disini ya mang.'' Ucap pandi.


''Iya bang tenang aja.'' Jawab tukang es campur sambil melangkah pergi.


Setelah itu pandi membawanya kehadapan Nina.


''Nin, ini diminum dulu, gua tau lo' pasti haus.'' Ujar pandi.


''Tanks ya Pan.'' Jawab Nina.


''Yoo'ii.'' Balas pandi.


Astuti dan sindi hanya tersenyum sambil mengejek pada Nina.


''Cie ciee, senangnya diperhati'in sama cowo keren.'' Ujar Astuti.


''Iya dooong.'' Balas nina sambil meminum es campur tersebut.


Lalu Sindi melemparkan kata dengan mengejek pada Nina. "Tadi gue tawarin mah kagak mau, eeh giliran sama cowo ganteng langsung nyangkut aja, apa umpan gue kurang jitu kali ya." Ejek Sindi


"Tadi lo' lagi kerja, ya gue gak mau ganggu keseriusan kerja teh Sindi." Jawab Nina.


''Haii pan ko kita-kita ini kagak dibagi sih.'' Ucap astuti.


''Iya nih pandi pelit.'' Pungkas sindi.

__ADS_1


''Kalau kalian mau tinggal pesan apa susahnya sih, tapiii bayar masing-masing hahaha.'' Ucap pandi sambil tertawa.


''Iih pandi kejam, dasar pelit lo'.'' Ucap Astuti.


''Biarin aja.'' Balas pandi.


Sementara Gito sudah beres menyelesaikan kerja'anya, lalu menuju sebuah keran untuk membasuh kedua tangannya, terus dibilas dengan deterjen, untuk membersihkan kotoran oli yang menempel, setelah itu gito duduk disampingnya pandi.


''Alhamdulilah beres juga nih, mudah-mudahan jangan datang dulu castamer, gua mau nyantai dulu.'' Ucap gito.


''Ya sudah tenang aja sih kalau datang satu kan jatah gua.'' Saut pandi.


''Ooh iya, ee'eh bukannya lo' tadi beli es campur, mana? bagi dong gua.'' Pinta gito.


''Gak ko, gua cuma beli'in nina.'' Jawab pandi.


''Aah payah lo' pan, giliran cewe lo' beli'in, gua kanacamu dewe ora dike'i.'' Ujar gito.


''Yo wis tuku dewe, podo-podo kerjo ko, pingine dike'i aja, sekali-kali kamu ngasih ke.'' Ucap pandi.


Gito pun terdiam, tidak bicara sepatah kata pun, karena astuti dan sindi keluar yang di'ikuti oleh nina.


''Apa'an sih ko kalian, gue dengar ribut aja sih?.'' Tanya astuti.


''Tau tuh gito, cuma pingin es campur aja ribet, tinggal beli apa susahnya.'' Saut pandi.


''Ah elo' to cuma es campur aja, pake pingin dibeli'in oleh pandi, terus gajih lo kemana?.'' Tanya astuti.


''Ya pingin aja atuh dibeli'in oleh sahabat sendiri, lagian gua juga bercanda ko.'' Ucap gito.


Ketika mereka lagi ber'adu argumen, terdengarlah suara adzan duhur, merekapun langsung mengambil air wudhu untuk melasanakan ibadah solat duhur.


Setelah itu ninapun pamit untuk pergi ke kampus karena hari itu jadwal kampusnya siang.


Mobil honda jaz tersebut sudah meluncur meninggalkan bengkel dan toko tersebut, Sedangkan pandi hanya mengiringi kepergiannya nina dengan tatapn dan iringan doa restu pada nina.


Tidak lama kemudian disa'at pandi lagi duduk menikmati jam istirahatnya dengan meminum kopi panas, dan sebungkus roko gudang garam pilter tergeletak diatas meja, baru saja pandi mau meneguk kopi tersebut tiba-tiba nada pesan di via whatssap berbunyi.


''Haloo aa, maap aa gue minta tolong, sekarang aa cepetan datang kejalan belimbing, dan aa nandi juga sudah gue hubungi barusan.'' Begitu pesan yang tertulis di whatssapnya pandi.


Pandipun tidak banyak berkomentar lagi, iapun lalu memburu pada motor yamaha rx kingnya dan langsung dihidupin, terus tancap gas..


Gito hanya tercengan kaget melihat tingkah pandi, yang seperti terburu-buru.


''Busseet dah, itu anak kenapa, ko seperti ada masalah, kenapa gak bilang sama gua sih.'' Gerutu gito.


Astuti dan sindipun lalu keluar, menanyakan tentang kepergiannya pandi yang tanpa permisi terlebih dahulu.


''To, itu pandi mau kemana, ko perginya gak bilang-bilang sih?.'' Tanya astuti.


''Entahlah gua juga kurang mengerti.'' Jawab gito.


Sementara dijalan delima nandi lagi meluncur dengan motor rx kingnya, karena nandi juga mendapat pesan yang sama seperti pandi.


Dengan secara kebetulan nandi dan pandi bertemu diplay over jalan delima.


Kini kedua motor yamaha rx king melaju dengan cepatnya menuju pada tempat yang disebutkan dipesqn tersebut.


\=\=\=\=\=≈\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.


Terima kasih banyak, atas dukungan like, comentar, favorit, ranting dan votenya.

__ADS_1


Semoga sehat-sehat dan sukses selalu.


__ADS_2