
Sepulangnya pak Dirman dan buk sari dari rumah Nandi, buk sari langsung ambil air wudhu dan pak Dirman langsung pergi ke masjid karena waktu maghrib telah tiba.
Sebenarnya pak dirman ingin langsung ngobrol sama Astuti menanyakan masalah hubungannya dengan Kamal, berhubung keburu magrib jadi sambil menunggu waktu yang tepat, siapa tau sepulangnya dari masjid mendapat hidayah dan petunjuk.
Tidak lama kemudian para jema'ah pun sudah pada bubar dari masjid, dan pak Dirman nampak sudah keluar bersama Nandi, kemudian Nandi menanyakan perihal yang di bicarakan oleh pak Dirman sebelumnya.
''Bagaimana pak, sudah bapak tanyakan pada Astuti, kalau bisa bapak juga harus tanya pula pada Kamal?.'' Tanya Nandi.
''Belum Nandi, rencana bapak sama ibumu, sekarang sepulang dari masjid, apa Kamalnya perlu di panggil ke sini.'' Ujar pak Dirman meminta pendapat.
''Ya sebaiknya begitu, kalau bapak sudah mendengar jawaban dari mereka kan enak.'' Ucap Nandi.
''Coba atuh kamu hubungi Kamal nya.'' Ucap pak Dirman.
''Nanti juga ke sini.'' Saut Nandi.
Kemudian pak Dirman langsung bergegas menuju rumahnya.
Setelah pak Dirman tiba, lalu masuk ke ruangan keluarga, dan bu sari menyambutnya dengan mencium tangan kanannya pak dirman, sa'atpak Dirman mengulurkan tangannya pada buk Sari.
''Buk coba panggil Astuti ke sini, mungpung masih sore.'' Perintah pak Dirman.
''Baik pak.'' Saut buk sari.
Buk sari pun lalu melangkah kan kakinya menuju pintu kamarnya Astuti, lalu di ketuknya pintu tersebut.
Tok
Tok
Tok..
''Tut.. Tuti, keluar deh sebentar ada yang mau bapak bicarakan.'' Panggil buk sari.
Kemudian terdengar suara Astuti menjawab.
''Iya buk sebentar, aku lagi ngrlipetin dulu mukena.'' Saut Astuti.
Selang beberapa menit Astuti pun keluar dari kamarnya, lalu melangkah menuju ruang keluarga dan menghampiri kedua orang tuanya.
''Ada apa sih, pak, buk kayanya serius amat?.'' Tanya Astuti.
''Ya sudah duduk dulu.'' Perintah pak Dirman.
Astuti pun lalu duduk di sopa berhadap-hadapan dengan pak Dirman dan buk Sari.
''Sebelumnya bapak dan ibukmu minta ma'ap bila membuat kamu kaget,, begini nak, masalah hubunganmu sama kamal gimana, apa mau serius atau cuma pacar-pacaran saja?.'' Tanya pak Dirman.
''Iih bapak gimana sih,, ya aku mau serius, emang ku cewe apa'an.'' Jawab Astuti.
''Syukur atuh kalau begitu mah, gini nak, kamu kan berpacaran sama kamal sudah lama, apa? kamu tidak keberatan bila bapak sama ibumu mau tanya kepastiannya pada Kamal.'' Ujar pak Dirman.
''Nah ini baru bapak dan ibuku.'' Saut Astuti.
''Lho maksud kamu apa?.'' Tanya pak Dirman belum paham dengan ucapannya Astuti.
''Ya perkata'an itu, yang tuti nantikan sudah lama, maksudku tuti setuju pak, buk, ku juga sudah malu sama tetangga, takut ada omongan orang yang tidak mengenakan.'' Saut Astuti.
''Kalau begitu, coba whatssap Kamalnya.'' Pinta pak Dirman.
Kemudian Astiti mencoba mengechat Kamal melalu whtssap.
📱.Astuti ''Halo aa, lagi ngapain.''
📱.Kamal ''Gua baru aja habis makan, kamu sudah makan belum.''
📱.Astuti ''Sudah dari tadi, btw mau kesini gak, ada yang mau bapak sama ibuk bicara'in sama aa.''
📱.Kamal ''Ooh ada apa gitu, oke sebentar lagi ku ke situ.''
📱.Astuti ''Oh ya sudah, ku tunggu di rumah.''
📱.Kamal ''Oke.''
Kemudian Astuti pun menutup aplikasi whatssapnya ''Sebentar lagi aa Kamal kesini pak, buk.'' Ujar Astuti.
__ADS_1
''Ooh ya sudah kita tunggu aja dulu, sambil menunggu kamal, bikinin bapak kopi dong tut.'' Ucap pak Dirman.
''Baik pak.'' Saut Astuti sambil melangkah pergi keruangan dapur, untuk bikinin kopi buat bapaknya.
Tidak lama kemudian Astuti datang membawa segelas kopi buat pak Dirman.
Bersama'an dengan itu, terdengar ada suara motor diparkir di halaman depan rumah, Astuti sudah sangat mengenali suara motor tersebut.
''Nah itu aa Kamal datang.'' Ucap Astuti.
Selepas itu terdengar suara yang mengucapkan salam bersama'an dengan ketukan pintu tiga kali.
Tok
Tok
Tok
''Assalam mualaikum.''
Pak Dirman, buk sari dan Astuti serempak menjawab.
''Wa alaikum salam.''
Lalu Astuti bergegas menuju ke sebuah pintu depan untuk membukakan pintu
Rekeeett suara pintu terbuka, ''Ayo aa masuk, bapak dan ibuk sudah menunggu.'' Ujar Astuti.
''Iya terima kasih.'' Saut Kamal.
Kamal lalu melangkah mengikuti Astuti ke ruang keluarga, kemudian Kamalpun memberikan salam pada pak Dirman dan buk Sari.
''Ayo silahkan duduk nak Kamal.'' Ujar pak Dirman.
''Mau minum apa nak Kamal, kopi apa teh atau yang seger-seger.'' Ucap buk sari memberi tawaran.
''Apa aja deh, kopi juga boleh, kebetulan ku belum ngopi abis makan langsung kesini.'' Ucap Kamal.
''Tut cepetan bikinin kopi buat Kamal.'' Perintah buk Sari.
Astuti tidak menunggu lama lagi, langsung bikin kopi buat pacarnya itu, hanya lima menit saja kopi pun sudah meluncur dan mendarat di meja di depan Kamal.
''Ini kopinya aa.'' Ujar Astuti.
''Iya terima kasih.'' Saut Kamal.
Kemudian pak Dirman, memulai pada inti pembicara'annya.
''Sebelumnya bapak sekeluarga minta ma'ap kalau sudah mengganggu waktu istirahatmu.'' Ucap pak Dirman.
''Tidak apa-apa pak, emang ada sih pak, ku jadi degdegan begini, hehee.'' Ucap Kamal sambil tersenyum tipis.
''Tenang aja, tidak usah panik.'' Pungkas buk sari.
''Panik sih gak buk, cuma tidak biasanya ku di panggil begini.'' Ujar Kamal.
Di awali dengan bismilah hirohman nirohim, pak Dirman mulai bertanya pada kamal tentang hubungannya sama anaknya Astuti.
''Begini nak Kamal, bapak mau memastikan tentang hubungan kalian khususnya sama nak Kamal apa kamu mau serius sama Astuti?.'' Tanya pak Dirman.
''Kalau ada umur, ku akan serius, tapi kalau bulan-bulan ini, ku belum siap modal pak, buk.'' Ujar Kamal.
''Kamu jangan memikirkan modal dulu, yang penting kamu siap mau berumah tangga, ibu sekelurga sudah merasa senang, ibuk juga ngerti kamu kan anak yatim, dan membiayai semua kebutuhan ibumu dan adikmu yang masih sekolah, ya intinya kamu menjadi tulang punggung keluarga.'' Pungkas buk Sari memotong pembicara'an.
''Iya buk terima kasih atas pengertiannya.'' Ujar Kamal.
Ketika itu pula muncul Nandi, Sindi dan Anggita.
''Assalam mualaikum.'' Sapa Nandi.
''Wa alaikum salam.'' Jawab semuanya serempak.
Kemudian Nandi duduk dikursi sejajar dengan pak Dirman di ikuti oleh Sindi sambil menggendong Anggita.
''Wah lagi ngobrolin apa sih, kayanya intens sekali?.'' Tanya Nandi, pura-pura tidak tau.
__ADS_1
Pak Dirman dan buk Sari langsung mengerti dengan pertanya'an Nandi, terus pak Dirman menjelaskan pada Nandi.
''Begini Nandi, Kamal kan menjalin hubungan( pacaran) sama Astuti sudah lama, bpak mau minta kepastiannya pada nak kamal.'' Jelasnya pak Dirman.
''Ooh begitu, terus kamu sendiri mal gimana, apa lo' sudah siap?.'' Tanya Nandi.
''Ya aku siap aja sih di, cuman ke uangannya yang tidak mendukung, kan kamu juga tau sendiri, ku membiayai kehidupanku, mamahku dan biaya adiku sekolah.'' Jawab Kamal.
''Gini, itu pun kalau kamu mau terima saran saya, masalah ke uangan lo' tidak usah pikirkan, yang penting lo ada buat mas kawin dan sama penghulu doang, masalah biaya pernikahan biar keluarga gua yang tanggung.
''Ya kalau buat itu sih ada tabungan ku juga ya lumayan sih, cuma takut tuti minta buat pre wedding, aku tidak ada duit kalau buat itu.'' Ujar Kamal.
Kemudia Astuti tersenyum, lalu berkata.
''Hahaha.. aa Kamal jangan mentang-mentang ku wanita tomboy seperti yang orang-orang bilang, ku tidak seperti yang aa kamal bayangkan, masalah itu tabungan ku banyak, jangankan buat prewedding, buat beli mobil pajero pun masih sisa, tenang aja, yang penting aa kamal sayang sama gue, kalau coba-coba bohongin aku, nih.... Akibatnya.'' Ucap Astuti sambil memperlihatkan tinjunya.
Pak Dirman, buk Sari dan Nandi serta Sindi, yang tadinya ngobrol serius berubah menjadi tawa, ketika Astuti menyingsingkan lengan bajunya sambil mengulurkan tinjunya.
Hahaha,, hahaha...
''Astuti-astuti,, bisa-bisanya kamu bercanda di sa'at bapak lagi ngobrol serius pada Kamal.'' Ujar pak Dirman.
''Aku serius pak, bukan sedang bercanda.'' Saut Astuti.
''Emang ada tampang gitu aku seperti itu.'' Ucap Kamal.
''Gimana ya.''.. Lalu Astuti berpikir sambil menepuk-nepuk pipinya pake jari telunjuk, dan setelah itu. ''Ada deh sedikit, hehee.'' Ucap Aatuti.
Nandi dan sindi tersenyum melihat tingkahnya Astuti, kemudian Anggita ikut nimrung meramaikan suasana.
''Bibi Astuti lucu deh.'' Ujar Anggita tersenyum manja.
''Masa sih gita sayang, emang muka bibi mirip kaya badut atau ondel-ondel gitu.'' Saut Astuti.
''Pokonya lucu aja bibi, iya kan om kamal.'' Ujar Anggita sambil menoleh pada kamal seperti meminta jawaban.
Kamal hanya tersenyum dan sebelah matanya melirik pada Astuti.
''Iya bener dek gita, bibi Astuti kan peserta audisi pelawak yang gagal kontes.'' Ujar Kamal.
Pak Dirman dan buk Sari merasa bahagia, ketika semua lagi berkumpul di tambah celotehan Anggita yang lucu, membuat suasana di rumah menjadi hangat.
Singkat cerita, setelah pak Dirman dan buk Sari mendapat kepastian dari jawabannya Kamal, akhirnya pak Dirman pergi ke belakang, yang dinikuti oleh buk sari.
Sementara Nandi masih ngobrol bersama kamal, Astuti dan Sindi.
''Lho ko kamu seperti kebingungan gtu sih mal?.'' Tanya Nandi.
''Jujur aja di' gua bukan bingung, tapi merasa malu sebagai lelaki calon kepala rumah tangga, tidak bisa membahagiakan istri dalam segi materi.'' Ujar Kamal.
''Lah kenapa kamu berkata begitu sih aa, emang ku cewe matre gitu.'' Pungkas Astuti.
Kemudian Sindi memotong pembicara'an Kamal dan Astuti.
''Ma'ap ya kalau ku ikut nimrung, maksud kamal itu bukan menilai kamu seperti itu dek, tapi ia merasa malu karena segala biaya ditanggung dari pihak istri, bukan begitu mal.'' Ucap Sindi.
''Iya benar, begitu maksudku.'' Saut Kamal.
''Ya aa jangan merasa rendah, kita semua sudah ngerti ko, tenang aja aa, karena acarnya pun hanya sederhana saja, tidak akan meriah ko.'' Ucap Astuti.
''Oke kalau begitu, nanti ku bicarakan dulu sama ibuk dan saudaraku untuk acar penentuannya.'' Ujar Kamal.
Setelah itu pokus pembicara'an masalah Kamal dan Astuti di tutup, Kemudian mereka melanjutkan ngobrolnya di kedai yang sudah ditutup, karena kedai tersebut hanya khusus buat para karyawan saja.
**************
Bersambung.
Terima kasih atas dukungan dari para author dan para reader yang sudah setia memberi dukungannya.
Jangan lupa like, comentar, favorit dan berikan vote serta hadiahnya.
Salam sehat dan sukses selalu
''Assalam mualaikum''
__ADS_1