SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 111


__ADS_3

Setiba didalam ruangan, nandi dan sindi lalu mendekati pasien tersebut dan bertanya.


''Assalam mualaikum.'' Sapa nandi.


''Wa alaikum salam,, bapak dan ibuk ini siapa?.'' Tanya pasien.


''Saya yang membawa mas kesini, sewaktu mas lagi tidak sadarkan diri.'' Jawab nandi.


''Jadi bapak dan ibuk yang membawa saya kesini, terima kasih pak, buk, kalian sudah baik hati kepada saya, terus bagaimana dengan biaya perawatan saya.'' Ujarnya.


''Sekarang mas tidak usah memikirkan masalah biaya dulu, pikirkan aja kesehatan mas, supaya cepet pulih kembali.'' Ucap nandi.


''Iya pak tapi saya tetap aja kepikiran,'' Ucapnya.


''Iya saya paham, tapi kesehatan mas lebih penting, terus apakah ada pihak keluarga mas yang bisa dihubungi, kaka, adik atau istri mas, mungkin orang tua mas sendiri.'' Ujar nandi.


''Handpon saya juga mungkin sudah ruksak pak, karena tas saya juga lepas terlempar, bolehkah aku pinjam handpon bapak sebentar saja.'' Ujarnya.


''Tentu saja boleh mas.'' Saut nandi.


Setelah itu nandi memberikan hndponnya pada pasien tersebut.


Setelah pasien itu menerima hndponnya nandi, kemudian ia menghubungi saudaranya untuk memberi kabar bahwa dirinya telah mengalami ke celaka'an, yang kini lagi menjalani perawatan di rumah sakit harapan.


''Terima kasih pak, ooh iya kalau boleh tau bapak dan ibu ini siapa?, dan nama saya perdi.'' Ujar pasien sambil memperkenalkan dirinya.


''Sama-sama mas perdi, saya nandi suryaman dan ini istri saya sindi irawati.'' Ucap nandi.


''Sekali lagi saya ucapkan banyak-banyak terima kasih atas pertolongannya pak nandi, andai tidak ada pak Nandi dan buk Sindi entah apa yang akan menimpa diri saya.'' Ujar Perdi.


''Ya itu juga sudah pertolongan dari yang kuasa, melalui tangan saya, saya dan istri saya cuma perantara,, sebelumnya saya mohon maap tidak bisa berlama-lama disini karena masih banyak kerja'an yang harus saya selesaikan hari ini,, ma'ap ya mas perdi, semoga cepet sembuh ya, salam buat keluarga nas perdi.'' Ucap nandi.


Setelah itu nandi dan sindi berikut kedua saksi langsung pergi dari ruangan tempatnya perdi dirawat, terus mereka berjalan keluar menyusuri lorong jalan (koridor) dirumah sakit harapan.


Tidak lama kemudian nandi dan sindi besrta kedua orang itu sudah sampai dihalaman area parkiran rumah sakit harapan, terus mereka langsung memasuki mobil.


Setelah mobil menyala nandi pun langsung tancap gasnya, kini mobil pun mulai berjalan perlahan, dan satpam terus meniup periwitnya, setiba di pintu keluar nandi membuka pintu kaca jendela sampingnya, dan nandi lalu memberikan uang parkiran pada satpam tersebut.


''Ini pak, parkirannya.'' Ucap nandi.


Satpam pun langsung menyambut tangannya nandi.

__ADS_1


''Terina kasih pak, hati-hati pak dijalan jaga keselamatan.'' Ujar satpam.


''Iya sama-sama pak.'' Saut nandi.


Nandi pun langsung mengendalikan mobilnya memasuki jalan raya, dan mobil pun kini melaju dengan kencangnya.


Suasana dijalan raya kini sudah banyak dipadati oleh berbagai macam kendara'an, nandi terus menginjak gasnya, mengarah pada perbatasan jalan ketupat utuk mengantarkan kedua orang itu, dan akhirnya nandi telah tiba diperbatasan jalan ketupat dan mobil pun berhenti.


''Terima kasih ya bang sudah mau ikut ke rumah sakit, dan ini buat beli roko abang berdua.'' Ujar nandi sembari memberikan uang pada mereka.


''Sama-sama pak.'' Jawabnya sambil mengambil uang dari tangan nandi.


Setelah itu kemudian nandi langsung memutar balikan mobilnya untuk kembali kejalan delima, yang dipandu oleh kedua orang itu.


''Terus-terus pak, kiri kiri, balas kanan.'' Ujarnya.


Setelah mobil berada dijalur arah yang mau ke jalan delima, nandi pun langsung menekan tombol klaksonnya, dan mobilpun langsung melaju kencang.


Nandi dan sindi kini merasa lega, yang akhirnya mereka telah sampai di gang si'iran, dan mobil pun berjalan pelan menuju rumahnya yang berada di ujung jalan gang si'iran.


Sepuluh menit kemudian mobil pun sudah berhenti di depan rumahnya, terus nandi keluar untuk membuka pintu pagarnya.


Setelah pintu pagarnya terbuka, nandi pun masuk lagi kedalam mobil dan menyetirnya memasuki sebuah garasi.


Setelah itu mereka pun masuk kedalam rumah, terus nandi duduk di sopa di ruangan keluarga.


''Alhamdulilah, yang dites sudah selesai pa belum ya.'' Ucap nandi.


''Mungkin sudah selesai kali aa, ini kan sudah siang, kita dirumah sakit juga lama ko.'' Ucap sindi sambil menggendong anggita memasuki kamar.


''Sayang ku ke kantor dulu ya, nanyain hasilnya gimana.'' Pamit Nandi pada istrinya.


''Iya suamiku, mungpung anggita lagi tidur, dan ku juga mau masak buat makan siang.'' Ucap Sindi.


Setelah itu Nandi langsung beranjak dari tempat duduknya, dan berjalan keluar rumah, menuju kantornya yang berada disamping rumahnya.


Setelah tiba dikantor Nandi langsung masuk keruangan kerjanya, kemudian Nandi membuka sebuah buku catatan tentang perusaha'an.


Kemudian setelah itu Nandi menghubungi Astuti.


📞 ''Halo dek keruangan kerjaku sekarang.'' Panggil Nandi.

__ADS_1


📞.Astuti ''Baik pak.''


Kemudian nandi langsung menutup teleponnya, setelah beberapa menit suara orang yang mengetuk pintu ruangan kerjanya Nandi.


Tok tok tok.


''Masuk.'' Nandi menjawab.


Pintu pun kini terdorong bersama'an dengan masuknya se orang wanita tinggi yang tak lain adalah astuti.


''Ada apa pak?.'' Tanya Astuti.


''Bagaiman dengan tes hari ini?.'' Nandi balik bertanya.


''Tesnya alhamdulilah berjalan lancar, dan ini nama-nama yang telah lulus dalam tes interviu hari ini.'' Ucap Astuti sambil memberikan sebuah buku catatan.


Kemudian nandi membuka catatan nama-nama orang yang telah lulus dalam tes interviu itu.


''Apakah ada rekaman audionya sewaktu wawancara, soalnya saya pingin dengar, dari cara mereka menjawab setiap pertanya'an yang Nina berikan.'' Ucap Nandi.


''Ooh ada tenang aja, semua ada pada Nina.'' Balas Astuti.


''Is oke, oh iya dek besok kamu ke jalan ketupat dulu, dan bilang sama pandi, buat karyawan baru, tempatkan di packing dan bagian penjualan.'' Ujar Nandi.


''Oke pak.'' Saut Astuti.


Setelah itu Astuti langsung keluar dari ruangan kerjanya Nandi, kemudian ia segera memasuki ruangan kerjanya bersama Nina yunita.


''Ada apa tut di panggil pak Nandi?.'' Tanya Nina.


''Itu aa nandi nanyain, waktu wawancara di interviu ada audionya gak, gue bilang ada pada Nina.'' Ujar Astuti.


''Ooh begono toh.'' Saut Nina.


Selepas itu Nina dan Astuti pun mempersiapkan audio sewaktu wawancara yang durasinya cukup lumayan lama, untuk dikirimkan pada sang pemimpin perusaha'an Pt Anggita surya mandiri, yaitu Nandi suryaman.


Kemudian Nina dan Astuti bergegas pergi untuk menemui Nandi suryaman, untuk menyerah audio hasil dari wawancar di interviu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya, semoga sehat-sehat, dan sukses selalu.


Assalam mualaikum waroh matullahi wabarokatuh.


__ADS_2