SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Sikidal sang penolong Eps 43


__ADS_3

Dihari itu nandi menyuruh doni untuk pergi ke pusat perdagangan dipusat kota, untuk membeli barang-barang yang akan diperlukan buat keperluan bengkel dan untuk mengisi stok buat ditoko yang sudah menipis.


Untuk mempermudah perjalanannya, doni menggunakan kendara'an roda dua miliknya, Sebuah motor honda pcx, kini doni sudah mengendalikan motornya, dan menarik gasnya, motorpun melaju menuju tempat yang telah nandi berikan.


Karena doni yang belum lama tinggal dinegri indonesia, terutama didaerahnya sendiri, nandi telah memasangkan jps untuk mempermudah dalam pencarian alamat tersebut.


Setelah kepergiannya doni, kamal dan hasan belum begutu yakin pada karyawan barunya nandi itu.


''Hai san, lo yakin pada sidoni itu?.'' Tanya kamal.


''Kalau gua perhati'in dari sikap karakternya sih, ada sedikit keraguan pada diri gua.'' Jawab hasan.


''Kalau begitu, pikiran lo dan pikiran gua kali ini akur sekali.'' Ucap kamal.


''Ya itu kan baru praduga, ya semoga aja sidoni itu bisa amanah orangnya.'' Ucap hasan.


''Iya sih, nandi juga kan bukan orang bodoh, setidaknya dia sudah menyiapkan berbagai cara, kalau sewaktu-waktu ditemui ketidak beresan dalam kinerjanya sidoni.'' Saut kamal.


''Ya sudah, kita pokus, noh kerja'an sudah numpuk, ini juga belum beres, sudah datang lagi dua motor, puyeng gua, kapan rileksnya.'' Ucap hasan.


''Kalu kerja tuh yang iklas, biar berkah buat anak bini lo.'' Pungkas kamal.


''Ya gua juga iklas, tapi kan gua juga bukan robot.'' Jawab hasan.


''Robot juga ada capenya kali.'' Kata kamal.


''Tuh kan lo juga tau.'' Ucap hasan.


Begitulah kedua karyawan nandi itu, selalu asik dan ceria, biar bagaimanapun dan dalam kondisi apapun kedua orang itu selalu membawa semangat pada nandi.


Sementara nandi yang lagi disibukan oleh sebuah projek baru, masih terus pokus didepan leptopnya, yang banyak menguras pikirannya nandi, nandi diberikan andil oleh partner bisnisnya yang sudah lama ia kenal.


Enam bulan kemudian.


Dalam sebuah projek yang baru digelutinya, sudah ada titik terang bagi nandi, dalam menyuplai barang-barang otomotip dan elektronik ke konsumen-konsumen, sudah banyak meraih keuntungan.


Doni yang diperkirakan dan diragukan oleh sebagian karyawannya nandi, ternyata sangat pintar dan cerdik dalam dunia bisnis, dan cukup handal dalam bernegosiasi pemasukan barang pada para konsumen.


Kini kedua toko nandipun sudah sangat komplit, dan alat bengkelpun sudah sangat canggih, hampir semua bertenaga mesin, yang sangat meringankan bagi para pekerjanya nandi.


Bisnis nandi kini semakin maju pesat, ditambah penyuplaian barang-barang, semakin banyak para konsumen yang minta kiriman.


Canel nandi sudah lumayan banyak hingga keluar kota dan daerah-daerah yang jauh dari pusat kota.


Diwilayah gang si'iran dan sekitarnya, tidak ada yang menyangka kalau pemuda yang tadinya cuma buka bengkel elektronik kecil-kecilan, sekarang sudah menjadi seorang bisnis yang cukup maju.


Kemajuan bisnis nandi sampai dikenal dikalangan pembisnis-pembisnis kalangan atas, khususnya dikeluarga pranata, seorang pengusaha terkenal dikota itu.


Ardi juna pranata, yang sudah cukup mengenal dengan pemuda yang bernama nandi suryaman itu, diruangan yang tidak terlalu lebar, ruang yang cukup buat keluarga saja, pak ardi juna sedang membicarakan sesuatu dengan anak dan istrinya.


''Kamu gak ke kampus hari ini nak?.'' Tanya pak ardi juna pranata.


''Tidak pah, hari ini aku gak ada jadwal kampus, makanya aku suntuk gak ada kegiatan.'' Jawab nina.


''Ooh begitu, ajak atuh teman-temanmu main kerumah.'' Ucap pak ardi juna.


''Maksud papah, kaila sama rina, iih gak **** main sama dia mah.'' Jawab nina.


''Kenapa emang dengan mereka?.'' Tanya ibu yola yohana.


''Orangnya sok tajir mah, suka pamer-pamer harta kekaya'an orang tuannya.'' Jawab nina.


''Terus gimana sama temanmu, yang dari gang si'iran itu?.'' Tanya pak ardi juna prqnanta.


''Ooh iya ku sampai lupa, maksud papah, aa nandi dan astuti.'' Ucap nina.


''Iya itu, malahan berita kemajuan bisnisnya sampai dimuat disurat kabar loh, papah salut sama pemuda itu.'' ucap pak ardi juna pranata.


''Iya pah, aa nandi orangnya pintar dalam bisnis, manajemennya sangat bagus dan teliti, malahan banyak menolong orang-orang yang miskin ditambah jago dalam bela diri lagi.'' Ucap nina yunita.


''Bagus itu, gimana kalau sekarang bikin acara, terus undang temen-temenmu itu, papah sangat tertarik sama nandi, dengan kemajuan bisnisnya itu.'' Ucap pak ardi juna pranata.


''Emang papah mau bikin acara apa?.'' Tanya nina.


''Papah juga bingung sih, bikin acara apa ya mah, barang kali mamah punya ide?.'' Tanya pqk ardi juna pada istrinya.


''Bagaimana kalau kita, ngadain selametan haolan almarhum ayah mamah.'' Jawab ibu yohana.


''Itu kan masih dua minggu lagi.'' ucap pak ardi juna pranata.


''Iya kan bisa digeser kedepan pah.'' Jawab ibu yohana.


''Ya sudah kalau begitu, kita adakan acara haolnya malam minggu depan gimana?.'' Tanya pak ardi juna pranata.


''Is oke no problem pah.'' Ucap nina yunita.


Setelah itu nina mencoba menghubungi sahabatnya yaitu astuti, sindi dan nandi suryaman.


Panggilanpun telah diterimanya oleh astuti dan nandi, nina mengundang pada nandi, astuti dan sindi, beserta karyawan nandi yang sudah nina kenal, dengan sangat senang hati nandi beserta pamili akan menghadiri acara haol tersebut.


Setelah mendengar kesanggupan dari para sahabat nina digang si'iran, pak ardi juna dan ibu yohana sangat gembira, begitupun nina yang selalu ceria bila sudah dekat dengan para pamili gang si'iran.

__ADS_1


Nina pun pamit pada kedua orang tuanya untuk keluar rumah dulu, sekalian bikin pesanan makanan untuk acara nanti pada malam minggu.


Nina lalu menuju ke garasi, terus dipijitnya remot control pembuka kunci.


Setelah kunci mobil terbuka, nina lalu membuka pintu depan mobilnya, terus masuk dan duduk dikursi sambil memegang setir mobil.


Setelah itu nina langsung mengendalikan mobil keluar dari garasi.


Tid tidid.


Klakson pun berbunyi, sebagai pemberitahuan pada security penjaga gerbang.


Securiti langsung membuka gerbangnya, lalu nina membuka kaca mobil depan separoh.


''Terima kasih mang.'' Ucap nina.


''Iya non sama-sama, hati-hati non dijalan.'' Balas securiti.


''Is oke, tanks ya mang.'' Saut nina.


Mobilpun lalu melaju keluar dari pintu gerbang utama, meninggal rumah mewah miliknya pak ardi juna pranata.


...............................


Sementara ditempat lain, yaitu di gang si'iran, nandi lagi asik ngobrol dengan ketiga karyawannya, kamal, hasan dan doni, yang kebetulan dijam istirahat, dan para pelangganpun lagi kosong.


''Kalian tau gak, nanti malam minggu ada undangan buat kita semua.'' Ucap nandi.


''Undangan dari siapa tuh?.'' Tanya kamal.


''Dari keluarga pranata, tadi nina telpon gua, gua dan lo lo semua diundang dalam acara haol almarhum mertuanya pak ardi juna pranata, ya tepat kakenya nina dari ibu yohana.'' Ucap nandi.


''Ooh begitu, berarti solawatan dong.'' Ucap kamal.


''Ya iya atu kamal kalau haol ya solawatan, masa baca koran sih.'' Ucap hasan.


''Widiiiihh, hasan bin maun main serobot aja.'' Ucap kamal.


''Sudah-sudah, kalian tuh kalau bercanda kadang suka berlebihan, noh kaya doni kalem.'' Pungkas nandi.


''Ya kalau lagi kalem aja, tapi kalau lagi angot huh melebihi gua dan hasan.'' Kata kamal.


''Masa iya, benar begitu don?.'' Tanya nandi.


''Ya kagak, Kamal dan hasan tuh pitnah.'' Ucap doni.


''Tuh kan, taunya lo berdua yang begitu.'' Ucap nandi.


Selepas itu, kini waktu jam istirahat telah habis, Kamal dan hasan serta doni kini mulai lagi melakukan aktipitasnya.


Sementara nandi pamit pada kamal, hasan dan doni, mau surpai ke toko yang dijalan ketupat, sekalian mau ketempat sindi, ada yang mesti nandi sampaikan ke rendi yaitu abangnya sindi.


''Semua gua pergi dulu ya.'' Ucap nandi sambil menyalakan motornya.


''Widiiih yang mala rindu nih, sudah kangen rupanya sama kekasih hati.'' Saut kamal.


''Apa'an sih lo, kerja tuh yang bener, nanti gua pecat lo.'' Ucap nandi.


''Iye-iye, kebiasa'an lo di, dikit-dikit pecat, apes gua.'' Ucap kamal.


''Bercanda kali.'' Jawab nandi sambil menekan tombol klakson, Setelah itu nandi menarik gasnya pelan-pelan bersama'an dengan masuknya gigi pertama dan membuka kopling perlahan.


Kini motor yamaha rx king melaju dengan suara kenalpot yang khas, agak nyaring dan bikin orang tertarik bagi yang menyukai kendara'an tersebut.


Nandi terus melaju dengan menarik gasnya pool banyak kendara'an yang dudah dilaluinya.


Ketika sudah mulai memasiki jalan ketupat tiba-tiba nada ringtoon dari sebuah handpon berbunyi, nandipun lalu meminggirkan motornya kekiri, dan diambilnya sebuah handpon dari balik jaketnya, nampak sebuah nomor yang belum nandi kenali.


.Nandi ''Haloo, dengan siapa ini?.''


.Dipenelpon ''Halooo nandi, ini saya.''


.Nandi ''Iya dengan siapa?.''


.Sipenelpon ''Ini saya pak suganda.''


.Nandi ''Pak suganda orang tuanya kang ujang komar bukan.''


.Suganda ''Iya betul sekali.


.Nandi ''Ada apa pak, ko bapak tau nomor saya.''


.Suganda ''Tau dari pimpinan pondok haur koneng, saya mau memberi tahu kamu, sekalian mau berterima kasih padamu nandi.''


.Nandi ''Soal apa ya pak?.''


.Suganda ''Alhamdulilah nandi berkat pertolonganmu, anak bapak sekarang sudah sembuh, dan saya mau ngadain syukuran, kamu datang ya, malahan ujang komar pingin bertemu denganmu.''


.Nandi ''Bentar pak, sekarang bapak lagi dimana emang?.''


.Suganda ''Bapak sekarang sudah dirumah, baru aja sampai abis dari pondok pesantren haur koneng, jelasnya nanti bapak ceritain ya disini.''

__ADS_1


.Nandi ''Oke-oke, acaranya kapan?''


.Suganda ''Besok lusa nandi tepatnya pada malam minggu.''


.Nandi ''Waduuuh ko bisa barengan ya.''


.Suganda ''Maksud kamau, barengan apa?.''


.Nandi ''Begini pak pada malam minggu besok, saya ada acara undangan juga.''


.Suganda ''Waduuh gimana ya, masa kamu gak datang.''


.Nandi ''Gimana kalau di undur malam senin.


.Suganda ''Ya sudah saya pikir-pikir lagi, nanti akan saya hubungi lagi, terima kasih ya nandi, semoga kamu sekeluarga selalu diberi kesehatan dan rijki yang melimpah, assalam mualaikum.


.Nandi ''Amiiin, wa alaiku salam.


Setelah telponnya ditutup, lalu nandi memasukan kembali handponnya kesaku jaket bagian dalam.


Dan motorpun mulai lagi melaju, yang sebentar lagi sampai ditujuan.


Selang beberapa menit nandi telah tiba didepan tokonya, nampak terlihat oleh nandi, gito dan pandi yang lagi sibuk melayani para pelanggannya.


''Hhmmm, assalam mualaikum.'' Nandi mengucapkan salam.


''Wa alaikum salam.'' Semua menjawab.


''Selamat siang bos, kumaha damang.'' Sapa gito.


''Siang kembali, pangesto sae danget ieumah.'' Jawab nandi.


Nandi terus masuk keruangan tempatnya bekerja, dan duduk dikursi sambil membuka-buka buku catatan minggu lalu.


Setelah itu nandi memanggil astuti dan sindi.


''De tuti, sindi, bisa datang keruang kerja saya.'' Ucap nandi sambil menutup telpon kantornya.


Selang dua menit pintu pun terbuka, yang tak lain astuti dan sindi datang memebuhi panggilan dari nandi.


''Assalam mualaikum.'' Astuti dan sindi mengucapkqn salam.


''Wa alaikum salam, silahkan duduk.'' Jawab nandi.


Astuti dan sndi lalu duduk berdampingan, astuti dan sindi merasa heran dengan sikapnya nandi, yang tidak biasanya, jantung berdebar-debar yang kini dirasakannya oleh astuti dan sindi.


''Ada yang perlu saya bantu aa?.'' Tanya astuti.


''Ini coba kalian lihat, apa gak salah.'' Ucap nandi sambil memberikan buku catatan pada astuti.


Astutipun lalu melihat-lihat dan membukanya, terkejutlah astuti dan sindi, ternyata yang astuti taro dimeja kerja nandi buku catatan tiga minggu yang lalu.


''Astagpirullah hal adzim, maap saya lupa naro.'' Ucap astuti.


''Ko bisa teledor begitu sih, kalian harus bekerja secara propesional, biarpun ini bukan sebuah perusaha'an besar, tapi kinerja kalin harus tetap propesional.'' Ucap nandi.


''Iya ma'ap, ini semua salah saya, sebentar saya ambil dulu.'' Ucap sindi.


''Ya sudah ambil dulu sana.'' Perintah nandi.


Sindipun lalu beranjak dari tempat duduknya, dan melangkah keluar dari ruangan kerjanya nandi.


Tidak lama kemudia sindi telqh datang dengan membawa buku catatan minggu ini.


''Ini buku catatan minggu sekarang.'' Ucap sindi sambil memberikannya pada nandi.


Nandi lalu membuka buku catatan minggu ini, dan dilihat-lihat sampai mendetil, setelah itu bukupun ditutupnya.


''Is oke tidak ada masalah, minggu ini, pengeluaran barang cukup banyak sekali, dan pemasukan upah biaya oprasional juga lumayan cukup padat, Ooh iya de tut, dan lo sin, dari mulai minggu ini, ada kenaikan gaji bagi semua karyawan hingga tiga persen, kalian atur gaji gito dàn pandi, dan ini gajian kalian berdua minggu ini.'' Ucap nandi sambil memberikan dua buah amplop pada astuti dan sindi.


''Iya pak terima kasih.'' Ucap sindi dan astuti.


''Iih biasa aja kali, terkecuali kalau didepan umum, seperti ada miting sama relasi bisnis, boleh kalian panggil begitu.'' Ucap nandi.


''Kan itu suatu kehormatan dari karyawan sama jendral manager.'' Ucap astuti.


''Sue lo ah, gua biasa banyak hidup dengan masryarakat menengah kebawah.'' Ucap nandi.


''Oo iya, kalian dapat undangan gak dari nina?.'' Tanya nandi.


''Iya ada, kemarin nina bel gue, mengundang pada semua, gue, sindi, gito dan pandi. acara haolan kakenya besok malam.'' Jawab astuti.


''Ooh ya udah, kalau begitu, berarti tinggal rendi yang belum gua kasih tau.'' Ucap nandi.


Setelah itu nandi pun keluar dari ruang kerjanya dan duduk dibangku depan toko, sambil memperhatikan gito dan pandi yang lagi sibuk betulin motor-motor para pelanggan.


♤♤♤♤♤♤•••••••••♤♤♤♤♤♤


Bersambung.


Ikuti terus kelanjutan kisah sikidal sang penolong dalam episode selanjutnya, kalau suka dengan alur cerita ini, cukup dengan, like, comentar, saran, favorit, rat dan juga vote.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya, semoga sehat-sehat dan sukses selalu.


Selamat membaca.


__ADS_2