SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
SI KIDAL SANG PENOLONG EPS 21


__ADS_3

Setelah Sri mulyani, Nandi dan Kamal pergi meninggalkan tempat itu, tempat yang sepi yang sering kali terjadi tindak pelaku kejahatan, apalagi di malam hari, kendara'anpun sudah agak jarang melintas.


Ke esokan harinya disebuah warung kopi, dipingiran bahu jalan cempaka, Nampak ada beberapa pemuda lagi pada kumpul sambil ngopi membicarakan masalah perkelahian pas tikungan jalan cempaka.


''Wai lo dengar kagak, kejadian semalam pas tikungan itu.'' Ucap pemuda yang bernama Maman.


''Iya sih gue juga denger kabar dari kang japra supir angkot, katanya komplotan preman yang di pimpin oleh ucok dibikin KO oleh kedua pemuda.'' Jawab orang yang bernama Riski


''Waah, gimana ceritanya, ko bisa, padahal Bang ucok itu sangat bengis dan kejam.'' Rudi ikut nimrung.


''Iya, semua orang juga tau Rud, Ucok itu sangat kejam, tapi kali ini dia kena batunya tuh.'' Ucap Riski.


''Menurut kabar yang gue dengar, kedua pemuda itu menolong seorang wanita yang mau dipalak oleh kawanan Ucok, terus wanita itu berlari berteriak minta tolong, datanglah kedua pemuda yang lagi mengemudi motor Rx king dan Satria fu dan wanita itu meminta pertolongan pada dua pemuda itu, Nah disitulah terjadi perkelahian hingga akhirnya ucok dan Kawan-kawan Ko dan terus lari sebagai pecundang.'' Ucap Maman.


Begitulah obrolan mereka disebuah warung kopi, dan nama sikidal sudah menjadi buah bibir pembicara'an orang-orang.


Sementara di gang si'iran Nandi dan Kamal masih sibuk dengan pekerja'annya.


Pelanggan yang mendatangi bengkelnya, sudah memadati halaman depan bengkel.


''Waduuuh, kerja'an hari ini sangat padat sekali, Hasan ko lama banget sih liburnya.'' Ucap Kamal.


''Ya namanya juga hamil Dara, ya butuh waktu untuk bisa pulih kembali seperti semula.'' Jawab Nandi.


Disa'at Nandi dan Kamal disibukan dengan pekerja'annya, Astuti datang dengan membawa nampan ber isi dua gelas kopi panas, dan cemilannya.


''Eeeng iiing eeng.... Kopi datang.'' Ucap Astuti


''Widiiih mantap, ini dia baru gua bisa konsen kerjanya.'' Saut Kamal.


''Uuuuh dasar Aa Kamal, harus ada kopi mulu.'' Ucap Astuti.


''Ya iyalah, masa iya-iya dong.'' Jawab Kamal.


''Wulan juga Jamilah, bukan Jamidong.'' Potong Astuti.


''Pinter juga lo tut.'' Ucap Kamal.


''Iya Dooong, siapa dulu abangnya.'' Jawab Astuti.


Sudah tidak tahan lagi kamal langsung menyeripit kopi yang masih panas itu, dengan tangan yang masih belepotan dengan oli, tapi itu tidak membuat penghalang bagi Kamal.


''Mas pada ngopi nih.'' Ucap Kamal pada para pelanggannya.


''Oooh iya kang, terima kasih.'' Jawabnya mereka.


''Kang sabar ya, pekerja saya satunya tidak masuk, jadi kami cuma menghandle pekerja'annya cuma berdua, tapi bentar saya coba hubungi kawanku siapa tau dia tidak sibuk.'' Ucap Nandi sambil merogoh handponnya dalam kantong saku celana.


''Nyantai aja sih Bang, karena gue merasa puas dengan hasil kenerja abang, kan gue dah ketiga kalinya service disini.'' Jawabnya.


Setelah itu Nandi lalu menghubungi temannya, lewat via Watshapp.


Nuuut nuut nuuut..


''Haloo to.'' Ucap Nandi.


.Gito '' Iya halo Di, ada apa?.'' blBalik bertanya.


''Lo kiranya lagi sibuk gak.'' Ucap Nandi.


.Gito '' Gua lagi sama Pandi, gak ko gak sibuk, malah gua lagi duduk santai berdua nih.'' Jawabnya.


''Mending ngopinya dibengkel gua gimana, sekalian gua mau minta tolong sama lo berdua.'' Ucap Nandi.


.Gito ''Mau minta tolong apa Di?.'' Gito bertanya.


''Gua lagi banyak pengunjung, pada service dan segala macam, jadi kasihan pelanggan gua pada nunggu, takutnya kelama'an.'' Ucap Nandi.


.Gito '' Oke Di, siap, bentar lagi gua sama pandi Otw nenggone sampaen.'' Jawabnya.


''Oke, tak tunggu yo, ojo sue-sue yo.'' Ucap Nandi.


sehabis melakukan panggilannya dengan Gito, Nandi langsung memegang kendali lagi pekerjaannya.


Sepuluh menit kemudian Gito dan Pandi datang.


''Assalamualaikum.'' Gita mengucapkan salam.


''Wa alaikum salam, Alhamdulilah akhirnya kalian datang juga, mau ngopi dulu gak?.'' Tanya Nandi.


''Nanti aja Di, gua abis ngopi, mana yang mesti gua kerjakan.'' Ucap Gito.


''Itu yang masih tetparkir diluar.'' Kata Nandi.


''Buset, banyak amat Di, pantesan lo kewalahan, ini kenapa mas keluhannya?.'' Tanya Gito.


''Service plus ganti oli, dan sekalian kang ganti oli sil sok depan.'' Jawabnya.


''Oke mas.'' Ucap Gito.


Seharian penuh mereka ber'empat menyelesaikan pekerja'annya, yang cukup melelahkan, keringat bercampur oli telah mengotori tangan dan pakaiannya, tapi ke empat pemuda itu sangat senang akhirnya bisa menuntaskan semua, Ke empat pemuda gang Si'iran itu memang cukup handal dalam berkecimpung didunia otomotip kendara'an roda dua.


.......................

__ADS_1


Sementara ditempat lain.


Nampak seorang lelaki setengah tua, lagi berjalan dengan menarik sebuah gerobak, yang telah banyak dipenuhi dengan barang-barang bekas.


Dialah Pak Dirman, ayah dari Nandi dan Astuti, Sekaligus suami dari Bu sari.


Ratusan meter Pak Dirman berjalan mengelilingi gang-gang dan komplek-komplek disebuah perumahan, hanya untuk mendapatkan barang bekas, untuk di jual kembali buat mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari.


''Waduuuh cape banget rasanya hari ini, ku istirahat dulu dah.'' Ucap pak Dirman


Pak Dirman terus menyenderkan badannya pada gerobak, sambil diteguknya air putih dibotol aQua sambil tengok sana-tengok sini, mata mengincar kios yang menjual kopi matang siap minum.


''Wah kebetulan nih, ada yang jual kopi keliling, Po po kopi po.'' Ucap Pak Dirman memanggil seorang wanita yang jualan kopi keliling.


Tukang kopi pun terus membelokan sepedanya ke arah pak Dirman.


''Waah Bang Dirman ya?.'' Ucap tukang kopi bertanya.


''Iya, ko mpo tau nama saya.'' Ucap pak Dirman penuh rasa heran.


''Ya tau atuh, Bang Dirman dari gang Si'iran kan, kan Saya sering lihat abang.'' Ucap sipenjual kopi.


''Emang mpo dari gang Si'iran juga, perasa'an aku baru mengenal mpo.'' Ucap pak Dirman.


''Ya bukan bang, aku dari gang Damar, masa abang kagak kenal sama saya, kan ponakan saya suka kerja dibengkelnya Nandi.'' Ucap penjual kopi.


''Siapa, Hasan apa Kamal?.'' Tanya Pak Dirman.


''Kamal Bang, Dia kan ponakan saya.'' Jawab penjual kopi.


"Ooh jadi kamal itu ponakanmu." Ucap Pak Dirman.


"Iya, ini kopinya Bang." Penjual kopi itu langsung memberikan pesanannya pak Dirman.


"Iya mpo makasih, berapa kopinya mpo?.'' Tanya pak Dirman.


Pak dirman lalau mengambil dompetnya disaku celananya, lalu dicabut sebuah kertas warna agak kecoklatan kopi susu bergambar imam bonjol.


"Nih po bayar kopinya." Ucap pak Dirnan.


Setelah kopi dibayarnya, penjual kopi itupun langsung pergi dengan menggoes lagi sepedanya.


Sedangkan Pak Dirman langsung meminum kopinya sambil menyandarkan punggungnya kegerobak, Suara bising kendara'an yang lalu lalang dijalanan sehingga menimbulkan angin yang berhembus yang terus mengipasi Pak Dirman yang lagi bermandikan keringat, epek dari keliling komplek, Gang-gang bahkan keperkampungan juga Pak Dirman jelajahi.


Seripitan kopi dari gelas plastik aqua, yang langsung disambung dengan hisapan sebatang roko kretek 234 Djisamsoe, sungguh nikmatnya pak Dirman menikmati segelas kopi dan sebatang roko.


.............


Singkat cerita hari kini sudah mulai sore Pak dirman pun bergegas pergi untuk pulang kerumah.


Keringat mengucur deras, pakaian Pak Dirman nampak lusuh dan dekil, ditambah keringat yang membasahi pakaiannya itu, tapi Pak Dirman terus berjuang demi keluarganya.


Tidak lama kemudian Pak Dirman sudah Sampai dipertiga'an gang si'iran.


''Alhamdulilah akhirnya sampai juga ku disini.'' Ucap Pak Dirman dalam hati.


Pak Dirman terus berjalan sambil menarik sebuah gerobak yang sudah terisi penuh dengan Barang-barang rongsokan dari berbagai macam jenis.


Kira-kira lima ratus meteran lagi pak dirman akan sampai dirumah.


Tidak terasa haripun kini sudah mulai masuk sore hari, suara adzan ashar pun sudah terdengar berkumandang dimana-mana, bertepatan dengan sampainya Pak Dirman dirumah.


Pak Dirman langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya, sehabis mandi Pak Dirman langsung mengambil air wudhu untuk melaksanakan ibadah solat ashar.


Begitu juga Nandi yang nampak lagi sibuk dengan kerja'annya, pas mrndengar adzan berkumandang ia pun menghentikan aktipitasnya, untuk melaksanakan ibadah solat ashar berjama'an di masjid.


Singkat cerita, hari kini sudah senja matahari pun sudah hampir mau tenggelam kebarat, warna kuning kemerahan membara diatas cakrawala, tempat-tempat tongkronganpun mulai dipenuhi oleh para pemuda-pemuda.


Jalanan kini mulai dipadati oleh kendara'an dari berbagai macam jenis, karena waktunya para karyawan-karyawan bubar dari tempat aktipitasnya masing-masing.


seperti halnya yang lagi melaju dengan mengendarai sebuah motor Honda Cbr dengan Jaket kulit warna hidam dan kepala tertutup rapi oleh helm warna hitam bercorak orange.


Terus melaju dengan cepatnya meliak liuk ditengah-tengah kendara'an yang lainnya, sungguh sekill yang luar biasa ditengah-tengah kepadatan para kendara'an masih bisa melaju motornya dengan cepat.


Setelah sampai dijalan Delima, disa'at sampai pertiga'an jalan lalau orang itu membelokan motornya ke kiri dan memasuki gang si'iran kini motor melaju dengan pelan sekali dan setelah itu motor pun berhenti di depan bengkelnya Nandi. Nandi dan Kamal serta Hasan yang sekarang sudah bisa masuk kerja lagi, asik duduk santai sambil ngopi dengan sebuah gitar yang lagi hasan mainkan, tiba-tiba lantunan melodi dari sebuah guitar akustik yang lagi hasan mainkan berhenti.


''Buset siapa tuh, keren amat.'' Ucap Hasan sambil memandang pada orng yang turun dari motor honda Cbr.


Setelah orang itu turun dati motornya lalu dengan pelan-pelan ia membuka helm penutup kepalanya, Nandi, Kamal dan Hasan melotot menyaksikan siapa sebenaranya orang yang baru datang itu, ketika Helmnya sudah terbuka lalu ia berjalan kearah Nandi.


Kamal dan Hasan langsung terperanjat ternyata orang itu yang sudah lama dikenalnya.


''Buseet dah, ternyata elo Ren, hebat motornya sudah baru lagi nih.'' Ucap Kamal.


Rendi hanya tersenyum melebar, sambil berjalan menghampiri Nandi, Kamal dan Hasan.


''Assalam mualaikum.'' Ucap Rendi memberi salam.


''Wa alaikum salam.'' Jawab mereka bertiga.


''Bukan motor bru ko Mal, itu motor seken, gua tukar tambah sama Satria fu gua.'' Jawab Rendi.


''Lo yang nambah, apa Sana yang nambah?.'' Tanya Nandi.

__ADS_1


''Gua yang namabah Di.'' Jawab Rendi.


''Tapi kayanya tu motor masih oke.'' Ucap Nadi.


''Iya sih, tapi gua pingin lo lihatin, itu motor mesinnya masih bagus kagak, soalnya udah agak tua sih umurnya.'' Ucap Rendi.


''Oke, gua coba dulu, mana kontaknya.'' Ucap Nandi.


Setelah Nandi menerima kunci kontaknya dari Rendi, Nandi pun mulai menstater motor tersebut, lalu menarik gasnya dan motorpun melaju dengan kencang.


Tidak lama kemudian Nandi balik lagi, dengan Di setendingkan motor tersebut, motor melaju dengan ban depan mengangkat, dan melaju cuma ban belakang saja yang menapak ke jalan.


Kamal dan Hasan bertepuk tangan penuh rasa senang.


Melihat Nandi yang cukup piawai dalam mengendalikan kendara'an bermotor roda dua.


''Widiih cakep benar, mantap.'' Ucap Kamal.


Nandipun lalu mematikan kontak motor tersebut dan disetandarkan.


''Bagaimana Di, ada keluhan gak pada motor ku itu?.'' Tanya Rendi.


''Di mesin masih oke, Cuma keluhannya di bering sama oli sill sok depan harus diganti, itu aja keluhannya.'' Jawab Nandi.


''Ya sudah ganti aja Di, pantesan sih agak oleng kalau dibawa pelan.'' Ucap Rendi.


''Mau lo sendiri yang buka?.'' Tanya Nandi.


''Sori Di, gua ada penting, mau undangan temen gua ada syukuran.'' Jawab Rendi.


''Oke, Mal kerjain noh, cuma sebentar ini ko.'' Ucap Nandi.


''Oke Bos, siap 86.'' Jawab Kamal.


Kamalpun mendorong motornya Rendi kedalam ruang oprasional Yang dibantu oleh Hasan, pembongkaran Pun mulai dikerjakan, kamal membongkar roda depan sedangkan Hasan membongkar roda belakang untuk mengganti lakhernya yang sudah tidak layak pake lagi.


Sedangkan Nandi dan Rendi duduk dibangku sambil ngobrol ngaler ngidul.


''Lo mau undangan kemana emang?.'' Tanya Nandi.


''Gua mau undangan ke sindabg kerta, teman kerja gua ada syukuran Tujuh bulanan, bininya lagi ngandung.'' Jawab Rendi.


''Ooh, Btw kapan lo mau rabi?.'' Tanya Nandi.


''Gu belum kepikiran Di, soalnya, gua kasihan sama nyokap gua, kalau gua nikah terus siapa yang mau ngasih makan nyokap gua.'' Jawab Rendi.


''Masa Allah, lo jangan bicara begitu, Allah sayang sama hambanya, dan tidak pernah membeda-bedakan umatnya dalam rijki itu semua sudah di atur oleh Allah Subhanahu wata'ala.'' Ucap Nandi.


''Iya sih, gua juga ngerti, tapi kan nyokap gua tidak seperti yang lain, kaya jualan atau ngewarung gitu, ditambah Sindi juga Nganggur.


''Iya sih, begini aja, ditempat lo Rame gak kalau buka bengkel?.'' Nandi bertanya.


''Ya Ramelah, di tempat gua tuh tidak ada bengkel yang kinerjanya bagus, ada juga bengkel ecek-ecek, itu pun lumayan jauh dari kampung gua, maksud lo gua berhenti kerja dan buka bengkel begitu.'' Ucap Rendi.


''Ya elo belum pinter juga, maksud gua, gua mau buka cabang, Karena pelanggan gua banyak sekali yang dari tempat lo Ren.'' Ucap Nandi.


''Waah masa sih.'' Ucap Rendi.


''Dibilangin, malah minta dikuah.'' Nandi Berkata.


''Hahahahahaha....'' Kamal dan Hasan yang mendengar obrolan Nandi dan Rendi, tertawa terbahak-bahak, Sangat lucu mungkin.


''Apa'an sih lo ngetawa'in gua.'' Ucap Nandi.


''Emang gak boleh, kalau kita mendengar sesuatu lucu tertawa.'' Jawab Kamal.


''Emang menurut lo berdua, gua lucu gitu bila buka bengkel cabang.'' Ucap Nandi.


''Idiiiih, bukan itu maksud gua, gua dan Hasan ketawa karena mendengar kata kuah tadi.'' Jawab Kamal menjelaskan.


''Oooh itu, tapi menurut gua sih biasa saja.'' Ucap Nandi.


''Gua juga sebenarnya pingin ketawa, tapi gua tahan aja, takut lo tersinggung Di.'' Ucap Rendi.


''Waah gila lo semua.'' Ucap Nandi.


Tidak lama kemudian, pekerja'annya Kamal dan Hasanpun sudah Rampung...


¤☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆¤


Bersambung....


Nantikan kelanjutan kisahnya, di episode selanjutnya.


Selamat membaca.


Jangan lupa klik 👍like, dan tulis comentar, rat, Favotit dan vote nya


Karena dukungan dari kalian semua sangat mendukung buat kelangsungan sebuah karya.


Sukses selalu buat para author dan reader yang sudah mendukung.


**TERIMA KASIH

__ADS_1


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎**


__ADS_2