
Setelah nenek Jumi dan Wiwin masuk kedalam rumah.
Hari itu tepatnya Pukul 12:15 menit, kemudian Wiwin mendengar seperti ada orang yang lagi berjalan mendekati pintu rumah lalu terdengar suara mengetuk pintu.
Tok
Tok
Tok..
"Assalam mualaikum." Sapanya.
Lalu Wiwin beranjak dari tempat duduknya untuk membuka kan Pintu.
"Wa alaikum salam, Eeh ka Wanda." Ujar Wiwin.
Ternyata orang itu adalah Wanda/Toglo.
"Iya dek, ini makan dulu sama nenek, ini abang bawain pepes ikan kecil-kecil kesuka'an nenek juga." Ujar Toglo.
"Iya bang, tadi nenek nangis bang." Ujar Wiwin sangat polos.
Toglo pun langsung kaget mendengar perkata'an Wiwin bahwa nenek Jumi nangis, karena Toglo tidak pernah sedikitpun membuat nenek Jumi sampai nangis.
"Nangis kenapa dek?." Tanya Toglo kaget.
"Nenek kangen sama anaknya bang, terus aku hibur dan akhirnya nenek pun tidak bersedih lagi setelah ku kasih air teh manis hangat." Ujar Wiwin.
"Ooh begitu, pintar kamu." Ujar Toglo.
"Iya kan abang yang memberi tau." Ujar Wiwin.
Setelah itu Toglo pun masuk kedalam menemui nenek Jumi.
"Nek, nenek baik-baik aja kan?." Tanya Toglo.
"Jangan kuatirin nenek cucuku, nenek tidak apa-apa, kan ada nak Wiwin, kamu pokus aja pada pekerja'anmu raihlah cita-citamu, buat masa depan kamu nanti." Ujar nenek Jumi.
"Iya nek, tadi kata Wiwin nenek nangis, karena rindu pada anak nenek, aku siap nek untuk mencari anak nenek, di manakah anak nenek berada?." Tanya Toglo.
"Biarin nak gak usah, nenek sudah bahagia dengan adanya kalian dan Wawan karena kasih sayang kalian pada nenek melebihi dari diri kalian masing-masing." Ucap Nenek Jumi.
"Ya sudah kalau begitu, nenek makan dulu ya, aku mau balik kerja lagi." Ucap Toglo.
"Iya cucuku hati-hati kerjanya." Ujar nenek Jumi.
"Iya nek terima kasih." Ujar Toglo sambil melangkah keluar memburu pada sepedanya.
__ADS_1
Kemudian nenek Jumi dan Wiwin langsung makan nasi yang Toglo bawa itu.
Dengan senangnya Wiwin menyuapin nenek Jumi, terkadang ketawa-ketawa ceria saling canda.
"Nenek makannya lucu deh." Ujar Wiwin.
"Kamu itu suka begitu sama orang tua, kan nenek sudah tidak punya gigi, ada juga tinggal empat biji doang kiri kanan." Jawab Nenek Jumi.
"Ma'a nek aku bercanda, jangan marah ya nek." Ucap Wiwin.
"Tidak apa-apa cucuku, orang banyak bercanda itu bagus." Ujar nenek Jumi.
"Bagusnya gimana nek?." Tanya Wiwin.
"Ya intinya, kalau orang banyak tertawa, bisa bikin awet muda." Ucap Nenek Jumi.
Ketika Wiwin mau nyuapin lagi, nenek Jumi menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berkata.
"Sudah nak cukup, nenek sudah kenyang, abisin aja, kamu harus banyak makan biar cepat gede." Ujar nenek Jumi.
Wiwin pun langsung menghabiskan makanannya, dengan begitu nikmatnya
••••••••
Semilir angin yang menerpa dedaunan, melambai-lambai seperti mengajak pada para penghuni bumi untuk mengingatkan pada semua umat agar selalu ingat pada sang pencipta alam.
Suara bising kendara'an di jalan raya masih terus terdengar, debu-debu dan asap yang tercipta dari hasil pembakaran dari sebuah perusaha'an industri dan asap kendara'an yang berbahan bakar solar atau dua tax selalu menjadi polusi di sebuah kota.
Bila di siang hari panas terasa menyengat seakan membakar kulit dan tubuh, seperti para pekerja bangunan yang setiap hari mereka berjemur melawan teriknya matahari, tapi itu semua tidak membuat mereka kendor atau mengeluh karena garis nasib yang membuat mereka menjalani hidup seperti air mengalir.
Sementara Kamal dan Astuti yang lagi melakukan perjalanannya menuju sebuah toko butik dengan mengendarai mobil Pajero new sport miliknya Nandi, dengan tujuan untuk memilih pakaian pengantin, karena tinggal beberapa minggu lagi resepsi pernikahan Kamal dan Astuti akan di laksanakan.
Kini Kamal pun sudah memasuki halaman toko itu, lalu memarkirkan mobilnya di area parkiran yang telah di sediakan.
Banyaknya mobil yang ber jejer di area parkiran, mungkin para pengunjung toko butik yang sudah menjadi langganan, karena toko butik itu sudah sangat di kenal oleh kaum menengah ke atas.
Kini Kamal dan Astuti berjalan memasuki toko tersebut, dan di sambut oleh pelayannya yang sangat ramah tamah.
"Selamat siang bapak ibuk, apa ada yang perlu saya bantu." Ujar pelayan tersebut.
"Ini mb, saya mau lihat-lihat dulu pakaian pengantin, barang kali ada yang cocok, boleh kan." Ujar Astuti.
"Oh tentu boleh, ayo ibuk dan bapak ikut saya.Ujar pelayan itu, sambil berjalan ke ruangan khusus pakaian pengantin, setibanya di tempat.
"Nah ini, khusus pakain pengantin dari mulai harga yang menengah sampai yang paling mahal sekalipun tersedia." Ujarnya.
"Cukup komplit juga butik ini, lalu model pakaian adat yang mana mb?." Tanya Astuti.
__ADS_1
"Bapak dan ibuk mau pilih adat mana?." Tanya pelayan.
"Sudah pasti adat sunda mb, kami kan asli Sunda tanpa bahan campuran." Ujar Kamal.
Pelayan pun tersenyum dengan ucapan Kamal yang sangat menghibur.
"Bapak bisa aja, kalau pakaian adat sunda itu tuh kelihatan ada tulisannya." Ujar pelayan sambil menujuk ke arah yang agak jauh dari situ.
Kamal dan Astuti pun lalu berjalan menuju tempat pakaian khusus adat sunda, lalu di pilihnya sesuai selera.
Kemudian Astuti mengambil pakaian tersebut dan di perlihatkannya pada Kamal.
"Ini bagus gak Aa."ucap Astuti.
"Kalau menuruut gua sih bagus-bagus aja." Ujar Kamal.
"Yang jelas dong, kan punya penilaian kali, coba serasikan dengan kulit dan postur tubuh gue." Ucap Astuti.
Kemudian pelayan itu datang menghampiri dan berkata.
"Kalau menurut saya warna ini terlalu macing di kulit ibuk, bentar ya saya bantu pilihin." Ucap pelayan itu.
Setelah itu Pelayan langsung memilih pakaian yang cocok buat Astuti dan Kamal.
"Ini buat ibuk dan ini buat bapak, barang kali cocok sama kalian berdua." Ujar pelayan itu.
Kamal dan Astuti pun lalu meraih pakaian yang pelayan berikan lalu mereka memasuki ruangan bersalin.
Tidak lama kemudian mereka telah keluar dari ruangan bersalin sambil pasang muka berseri-seri pertanda apa yang telah di pilih oleh pelayan itu sangat cocok dengan seleranya.
"Bagaiman pak buk, apa ada yang kurang pas?." Tanya pelayan itu.
"Wah ternyata mb ini sangat pintar dalam memilih warna dan modelnya, sangat cocok banget." Ujar Astuti.
"Iya betul, yang saya coba juga pas banget, pinter juga mb dalam menyerasikan warna." Pungkas Kamal.
"Ya kan saya lihat dari warna kulit kalian masing-masing, ibuk kan berkulit putih, sedangkan bapak kulitnya kuning langsat, jadi harus sesuai warnanya, kalau sesuai nampak lebih cantik dan tampan, tapi nantinya juga harus bisa memilih mik up yang sesuai dengan warna kulit." Ujarnya.
"Oke kalau begitu, tolong di kemas ya mb." Ujar Kamal.
"Baik pak, bapak dan ibuk silahkan nunggu di kasir untuk melakukan pembayarannya." Ujar pelayan.
Kamal dan Astutipun langsung bergegas pergi ke tempat kasir untuk melakukan pembayarannya.
Singkat cerita.
Kamal dan Astutipun sudah keluar dari toko butik tersebut menuju ke area parkiran.
__ADS_1
Setibanya di tempat dimana mobilnya di parkir Kamalpun langsung membuka kunci pintu mobil melalui remot controlnya, kemudian mereka memasuki ke dalam mobil tersebut.
Setelah itu Kamal pun langsung kemudi mobil pajero new sport melaju keluar dari area parkiran toko butik itu.