
Disebuah situ yang airnya sangat bening dan jernih, membuat mereka jadi tertarik ingin berenang.
Terutama sindi dan astuti yang sangat tertarik melihat air yang jernih dan bening.
Sindi dan astuti sudah mendekati bibir situ kahuripan, sindi dan astuti seperti merasakan ada daya tarik terhadap situ tersebut.
Perlahan lahan sindi dan astuti melangkahkan kakinya sudah sangat dekat sekali dengan bibir situ itu, entah apa yang telah dialami sindi tiba-tiba kaki sindi seperti ada yang menarik dari bawah permuka'an air, tidak bisa dihindari lagi sindipun lepas keseimbangannya dan kakinya terperosok kebawah permuka'an air, sindipun menjerit, samapai mengagetkan nandi, kamal dan astuti.
''Aaawwwww... Aa tolong.'' Teriak sindi bersama'an dengan jatuhnya tubuh sindi kedalam situ itu.
Nandi dan kamal yang melihat sindi terjun kedalam air situ, dengan repleknya nandi berlari dan melompat kebawah situ itu, yang di'ikuti oleh kamal guna membuat bantuan pada nandi.
''Siiiindiiii...'' Teriak nandi sambil melompat kedalam situ itu hendak menolong sindi.
Tubuh sindi sudah tidak nampak lagi, tinggal tangannya yang meronta-ronta keatas permuka'an air.
Nandi langsung menyambar tubuhnya sindi yang dibantu oleh kamal.
Kerasnya suara sindi berteriak ditambah astuti yang kaget saat sindi terperosok jatuh kedalam situ itu, hingga terdengar pula oleh dadin pegawai abah haji mansur.
Dadin segera berlari kearah situ itu, sambil memanggil pegawai yang lainnya.
''Waii temannya bang nandi tenggelam di situ kahuripan.'' Teriak dadin sambil berlari.
Begitu mendengar suara dadin, yang lainnya terus berlari-lari kearah situ tersebut.
Kini pinggiran situ kahuripan sudah banyak dipenuhi oleh para santri-santri yang melihat nandi dan kamal yang sudah berhasil memboyong tubuh sindi, yang lagi keada'an tidak sadarkan diri.
Nandipun menyerukan pada para santri yang ada disitu, untuk membantu mengangkat tubuh sindi kedaratan, karena permuka'an air situ, dan daratan yang cukup tinggi sehingga nandi memerlukan bantuan untuk mengangkatnya.
Para santripun lalu membantu untuk mengangkat tubuh sindi kedaratan.
Karena bantuan dari para santri, akhirnya tubuh sindi sudqh berhasil dibawa ke daratan.
Kini tubuh sindi dibaringkan dihamparan tanah yang dilapisi oleh rumput-rumput.
Terus nandi mencoba mengangkat-ngankat tubuh sindi dibagian pinggang untuk mengeluarkan air yang sudah terminum, yang dapat merendam jantungnya.
Setelah berulang-ulang nandi melakukan bantuan pertolongan dengan mengangkat-ngangkat tubuh sindi, akhirnya air yang sudah terminum itu terpompa, dan langsung keluar menyembur dari mulut sindi.
Uuuooo.
Oho oho.
Sindipun batuk, setelah itu nandi mencoba membatu membangunkan sindi, dengan cara mengangkatnya dengan posisi duduk dengan kaki masih selonjor.
Uuooo... Oho oho.
Sindipun memuntahkan lagi air yang masih tersisa didalam perut.
''Sin sin sindi.'' Ucap nandi sambil menepuk-nepuk pipinya sindi dengan perlahan.
Perlahan-lahan sindi membukakan matanya, terus tengok sana tengok sini, nampak banyak orang lagi berdiri disekelilingnya.
Terus sindi menatap wajahnya nandi yang dalam keada'an jongkok.
''Aa nandi, ada apa ini ko banyak orang.'' Sapa sindi.
''Syukurlah kalau lo sudah sadar, tadi lo terperosok jatuh kedalam situ, dan lo tenggelam, untung saja gua dan kamal cepat mengantisipasi, terus para santri pada berdatangan membantu.'' Jawab nandi.
''Terima kasih Aa dan semuanya, sudah menolongku.'' Ucap sindi.
''Sama-sama mb sindi.'' Jawab para santri tersebut.
Tidak lama kemudian abah haji mansur datang, karena dikasih tau oleh pegawainya yang disuruh dadin untuk cepat-cepat melaporkan pada pimpinan pondok pesantren haur koneng, yaitu abah haji mansur.
''Kenapa dengan neng sindi nandi?.'' Tanya abah haji mansur.
''Ini bah haji, sindi terperosok jatuh kedalam situ kahuripan ini.'' Jawab nandi.
''Masa allah, ya sudah sekarang bawa neng sindi ke madrasah pondok wanita, biar bi ijah yqng mengobatinya.'' Ucap abah haji mansur.
''Dan kalian semua kembali kekobong kalian masing-masing.'' Perintah abah haji mansur pada santrinya.
Setelah itu sindipun dibawa kemadrasah atas perintah abah haji mansur yang dibantu astuti dalam memapahnya.
Setibanya dimadrasah, dadinpun diperintahkan untuk memanggil bi ijah, guna memulihkan tenaganya sindi.
Tidak lama kemudian bi ijahpun sudah tiba, dan sindi dibawa masuk kedalam untuk dirawat supaya cepet pulih tenaganya, ditambah ada luka benturan dikepalanya sindi.
Bi ijah melakukan perawatan dan pengobatannya dengan ramuan-ramuan herbal.
Kini sindi berada dalam perawatan bi ijah, hanya astuti yang boleh masuk menemani sindi.
Sindi diurut dengan minyak yang terbuat dari ramuan-ramuan alami, untuk melancarkan kembali peredarah darah, karena sindi masih terlihat lemas karena kaget dan rasa takut yang terus menghantui sindi.
Bi ijah dengan telaten merawat sindi, bi ijahpun merasakan ada sosok mahluk astral yang menempel terus ditubuh sindi.
Sosok nenek beramput putih, dengan sorot matanya yang menyala tidak mau lepas dari tubuh sindi, begitu yang bi ijah lihat dengan kaca mata batinnya.
__ADS_1
Lalu bi ijahpun melakukan dialog dengan sosok mahluk itu.
''Assalam mualaikum nek.'' Ucap bi ijah dalam batinnya.
''Wa alaikum salam.'' Jawah mahluk tersebut.
''Kenapa nenek mengganggu perempuan ini?.'' Tanya bi ijah.
''Nenek tidak menggangu, nenek cuma menyukai perempuan ini, akan nenek bawa untuk menemani nenek.'' Jawab mahluk itu.
''Nenek harus menyadari ala. manusia dan alam para lelembut sungguh jauh berbeda, saya mohon keluarlah nenek dari tubuh perempuan ini, janganlah ganggu kasihan perempuan ini.'' Kata bi ijah.
''Tidak bisa, kamu jangan coba mengusir saya.'' Jawab mahluk itu.
''Kalau begitu nenek sudah melanggar aturan alam yang sudah ditentukan oleh tuhan, taukah hukuman apa bagi para pelanggar aturan itu.'' Ucap bi ijah.
''Janga, jangan hukum nenek.'' Saut mahluk itu seperti ketakutan pas mendengar bi ijah berkata begitu.
''Ya sudah, keluarlah dari tubuh gadis ini, nenek kembali ketempat asal nebek berada.'' Ucap bi ijah.
''Baiklah manusia.'' Jawab mahluk itu.
Nampak terlihat dalam pandangan kaca mata batin bi ijah, mahluk tersebut keluar dari tubuhnya sindi, seorang nenek berambut putih itu menjauh dan pergi bagaikan dibawa angin.
Dialognya bi ijah dengan mahluk astral itu tidak diketahui oleh astuti, yang astuti lihat bi ijah lagi mengurut sindi.
Sepuluh menit kemudian selepas mahluk itu pergi, sindi merasakan tubuhnya jadi enteng, rasa berat dan dinginnya ditubuh kini sirna.
Sementara luka benturan dikepala sindi, cuma luka ringan biasa itupun sudah diobati dan ditutup dengan kain pembalut.
''Bagaimana rasanya, apa sudah merasa enakan?.'' Tanya bi ijah.
''Rasanya tubuh ini enteng, dan rasa dinginpun sudah tidak lagi kurasakan.'' Jawab sindi.
''Syukurlah kalau begitu, neng sindi bawa salin gak?.'' Tanya bi ijah.
''Bawa bi, ditas, tut ambilin tas gue ditempat abah haji.'' Ucap sindi.
Tutipun segera pergi meninggalakan sindi, menuju ketemapatnya abah haji untuk mengambil tasnya sindi.
Setibanya ditempat abah haji mansur, nampak nandi dan kamal yang lagi duduk dikursi, langsung terperanjat tat kala ada astuti datang dengan buru-buru sekali.
''Gimana kea'ada'an sindi de?.'' Tanya nandi.
''Sindi sekarang sudah pulih .'' Jawab astuti.
''Terus lo sendiri mau ngapain kesini?.'' Nandi balik bertanya.
''Ooh gtu, ya sudah, syukur deh kalau sindi udah membaik.'' Ucap nandi.
Selepas itu astuti langsung balik lagi ketempat sindi dirawat sama bi ijah.
Setelah itu sindipun mengganti pakaiannya dengan yang kering, sindi kini nampak sudah segar bugar kembali, raut wajah yang tadinya pucat pasi, kini telah nampak berseri-seri kembali.
Senja kini telah datang, nandipun sudah bersiap-siap untuk balik kekota, setelah urusan sudah beres, menjumpai ujang komar, sekalian membayar biaya perawatannya, dan menyumbangkan sebagian harta buat para santri-santri dan anak yatim piatu.
Singkat cerita.
Nandi dan sindi, kamal dan astuti sudah melajukan kendara'annya keluar dari area pondok pesantren haur koneng.
Jalanan yang kecil dan berliku dengan banyaknya pohon-pohon berjejer disamping kiri kanannya jalan, membuat laju kendara'an tidak bisa kencang.
Udara pegunungan yang dingin meniup mengiringi perjalanannya nandi dan kawan-kawan, sindi yang semakin erat memeluk nandi dari belakang karena dinginnya cuaca didaerah itu.
Dua puluh kilo meter nandi dan kawan-kawan sudah melalu perjalanannya, rasa lelah dan pegelpun kini dirasakannya, nandipun memberi aba-aba pada kamal yang berada dibelakang untuk singgah dulu disebuah lesehan kedai kopi.
''Mal kita mampir dulu sebentar, gua lapar nih sekalian kita ngopi dulu.'' Kata nandi.
''Okee, siapa takut.'' Saut kamal.
Kini kedua motorpun sudah minggir ke kiri dan berhenti didepan sebuah kedai kopi.
Nandi, sindi, kamal dan astuti turun dari motornya berjalan dan duduk disebuh bangku yang telah disediakan oleh pemilik kedai untuk para tamunya.
Sang pemilik kedai itu langsung menyambut nandi dan yang lainnya.
''Selamat malam mas- mas mb-mba, kalian mau minum apa, silahkan pilih sesuai selera kalian.'' Ucap sang pemilik kedai sambil memberikan daptar menu makanan dan minuman yang ada disitu.
Terus nandi melihat-lihat menu makanan dan minumannya.
Setelah semua cocok, nandipun langsung memesan makanan dan minumannya, dan tidak ketinggalan pula kopi hitam dengan campuran gula aren.
Setelah beberapa menit nandi dan yang lainnya menunggu, pesananpun datang.
''Silahkan, selamat menikmati idangannya.'' Ucap sang pemilik kedai.
''Ya terima kasih pak.'' Jawab nandi.
Nandi dan kawan-kawan menikmati malam itu dengan makanan dan minuman, yang membuat mereka menjadi segar kembali, setelah mereka melalui jalanan yang cukup melelahkan, karena banyak liku-liku dan medan jalan yang kecil.
__ADS_1
Setelah mereka selesai makan minumnya, nandi dan kamal langsung meneguk secangkir kopi untuk merilekan otak dan pikirannya.
Sebatang roko telah dihisapnya, dan kepulan asap keluar dari mulut dan hidung nandi dan kamal nampak terlihat nikmat sekali.
Keberada'an nandi dan kawan-kawan, telah diperhatikan, dari sebuah lesehan disebrang jalan, ada beberapa bola mata yang terus memperhatikan nandi.
Nandi pun tidak pernah menaro curiga pada orang-orang, makanya ia nyantai-nyantai saja, duduk manis sambil meminum kopi, dan satu hisapan sebatang roko yang sesekali mengeluarkan asapnya.
Enam puluh menit kemudian nandi langsung membayar makanan dan minumannya.
Setelah itu mereka bersiap-siap untuk melanjutkan lagi perjalanannya balik ke kota.
Motorpun sudah dinyalakannya, dan langsung mereka pun tancap gas, kini kedua kendara'an sudah melaju dijalan raya penghubung antara kabupaten dan pusat kota propinsi.
Laju kendara'anpun semakin kencang, beberapa lampu-lampu kendara'an menyorot dari belakang yang terus mengikuti nandi dan kamal.
Kamal yang berada dibelakang nandi, sempat melihat kespion kanan kiri, ada beberapa kendara'an yang terus mengikutinya.
Semula kamal tidak menaruh curiga, ia menganggap mungkin hanya kebetulan satu arah dengannya.
Tapi setelah kamal perhatikan lewat sepion, nampak terlihat oleh kamal ada dua pengendara seperti lagi memberikan kode pada pengendara lainnya yang berada dibelakangnya.
Kamal langsung merapatkan kendara'annya dengan motor nandi, kamal pun memberi isarat pada nandi.
Sstt sssttt.
''Hai di coba lo tengok kebelakang, lewat spion.'' Ucap kamal.
Nandi pun mencoba menuruti apa kata kamal, nampak pula terlihat oleh nandi dari sepion motornya.
''Haii mal, lo kudu hati-hati, nampaknya mreka ada itikad tidak baik pada kita.'' Saut nandi.
Nandi memberi isarat pada kamal untuk menaikan speednya, kini kedua motor yang sudah dikorek dalemannya melesat dengan cepat sekali.
Sindi dan astuti sampai menjerit-jerit ketakutan karena nandi menjalankan motornya begitu kencang.
Sementara beberapa kendara'an yang mengikuti nandi itu, terperanjat kaget melihat kedua motor yang di'ikutinya sangat cepat sekali melaju.
Mereka terus mengejarnya, entah apa yang mereka inginkan pada nandi, sampai terus di uber.
Sedangkan nandi sendiri hanya ingin tau apa benar kecuriga'anya itu, makanya nandi menaikan kecepatan lari motornya, tapi disaat sudah jauh nandi membelokan kendara'annya kadalam gang kecil.
Disa'at empat kendara'an yang mengejarnya itu sudah melewati dirinya.
Nandi terus keluar, dan akhirnya giliran nandi dan kamal yang membuntuti mereka.
Nandi dan kamal terus mengejar ke'empat kendara'an roda dua itu.
Begitu sampai ditikungan yang mengarah kejalan pusat kota, nandi dan kamal langsung menyalip mereka dan dipeped kekiri terus nandi dan Kamal turun dari motornya begitu pula astuti, sementara sindi tidak dibawa, sindi menunggu disebuah kios, alasannya sindi tidak bisa berkelahi.
''Waiii turun kalian, kenapa kalian terus ngikutin kami?.'' Tanya kamal.
Empat pengendara motor itupun sangat kaget, karena nandi dan kamal bisa berbalik mengejar mereka.
''Woowww, rupanya kau punya nyali juga ya.'' Ucap salah satu dari pengendara itu.
''Gua mau tanya kalian semua kenapa mengikuti kita?.'' Tanya nandi.
''Kalian mau tau niat kami berempat, kami menginginkan kalian mampus, nyaho teu sia.'' Jawab lelaki bertopi.
''Emang apa salah kita semua pada kalian?.'' Tanya nandi.
''Banyak bacot lo, teman-teman, ayo kita hajar orang sombong ini.'' Bentak lelaki bertopi itu.
Setelah mendapat perintah dari pimpinannya, mereka pun melompat menyerang nandi kamal dan astuti.
Kini perkelahianpun terjadi, tiga lawan empat.
''Ayo kalian berdua lawan gua.'' Nandi menantang mereka.
''Sombong amat sia, dipodaran ku aing.'' Kata lelaki bertopi sambil melayangkan pukulannya pada nandi
Nandipun dengan mudahnya berkelit, terus temannya menyusul serangannya dari belakang mengarah pada pundaknya nandi.
Nandi yang cukup berpengalaman dalam pertarungan ala anak jalanan, sudah bisa menduga itu, hanya memiringkan tubuhnya kesamping lima derajat.
Ploooosss...
Layangan tinju orang itu makan angin, melihat begitu nandi dengan cepat menggunting tangan orang itu dengan tangan kanan, dan tangan kiri kiri nandi yang sudah dibentuk, menyikut ulu hatinya orang itu.
Buuukkk... Eeeeuuu.
Terdengar sura napas seperti sesak karena tertusuk oleh sebuah sikutan yang cukup kencang.
♤♤♤♤♤♤♤▪︎▪︎▪︎♤♤♤♤♤♤♤
Bersambung.
Jangan lupa like and comentarnya, Rat, favorit dan juga vote.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya, semoga sehat-sehat selalu, dan sukses.
Selamat membaca.