SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 167


__ADS_3

Ketika kamal dan Astuti lagi asik duduk berdua di kursi gading gilang kencana bah putri dan pangeran sebuah keraja'an, tiba-tiba di depan terdengar suara ribut-ribut dan gaduh para tamu undangan pun pada ke takutan.


Nampak terlihat oleh Kamal dan Astuti Wawan berlari memanggil Toglo dan para sahabatnya Nandi yang lagi berkumpul.


"Aa, ada apa itu, banyak suara-suara orang seperti ada keributan, dan Wawan pun berlari memanggil Toglo." Ujar Astuti.


"Inilah yang gua kwatirin." Ujar Kamal.


"Emang apa gtu aa, ku belum paham?." Tanya Astuti.


"Begini sayang, di hari pernikahan kita ini, bertepatan dengan terbebasnya Gawing dedengkot preman yang membunuh ayah Lugina, kemungkinan dia akan balas dendam padaku." Ucap Kamal.


"Ini tidak boleh di biarkan, masalah aa masalah aku juga, apalagi hari ini kita sudah resmi menjadi suami istri." Ujar Astuti.


Kemudian Astuti dan Kamal menenangkan para tamu undangan agar tetap berada di tempat.


"Kepada para tamu undangan, saya harap jangan panik, dan saya minta ma'ap atas kejadian di depan, semuanya tenang, karena pak Nandi dan para sahabat saya akan segera membereskannya." Ujar Kamal.


................


Sementara Wawan yang berlari ke arah Toglo sambil napasnya tidak teratur berkata pada abangnya Wanda/Toglo.


"Wah celaka bang, di depan ada keributan." Ujar Wawan.


"Celaka bagaimana maksudmu Wan?." Tanya Toglo.


"Di depan ada preman yang ingin menghacurkan acara ini, gimana nih bang." Jawab Wawan.


"Tenang aja, biar abang, bang Pandi, bang Gito serta bang Doni yang akan menyelesaikannya." Ujar Toglo sambil mengajak pada Pandi, Gito dan Doni.


Setelah itu, Toglo, Pandi, Gito dan Doni melangkah pergi ke depan, dengan langkah yang gagah berani laksana seorang senopati keraja'an yang siap ke medan laga.


Setibanya di depan nampak terlihat oleh mereka delapan orang berjaket rompi kain jens, dengan kepala tertutup cadar lagi bergerak menuju pusat para tamu undangan, lalu Toglo melesat menghadang mereka, yang di ikuti oleh Pandi, Gito dan Doni.


"Woi siapa kalian." Tanya Toglo bernada tegas.


"Tidak usah tau siapa kami." Jawabnya.


"Lantas apa mau kalian mendatangi acara ini." Ujar Pandi.


Kedelapan orang bercadar itu tidak menjawab sepatah kata pun mereka langsung menyerang Toglo, Pandi, Gito dan Doni.


Kelebatan-kelebatan manusia bercadar itu dengan sangat agresip menyerang ke empat pemuda gang Si'iran.


Hea


Hea


Hea


Bak buk bak buk bak buk......


Suara-suara kaveran-kaveran dari sebuah pukulan begitu gaduh terdengar.


Pertarungan yang tidak seimbang delapan melawan empat, tapi bagi ke empat pamili gang Si'iran tidak nampak seperti kewalahan malahan kedelapan orang bercadar itu di bikin kikuk dengan Serangan-serangan balasan dari Toglo, Pandi dan Gito serta Doni.


Tapi Doni yang tingkat kepandaiannya masih belum begitu pandai seperti Ketiga Sahabatnya itu nampak agak terdesak, malahan pukulan dari kedua orang bercadar sempat mengenai kepalanya Doni, dan Doni pun sempat terjatuh, tapi ketika kedua orang bercadar mau menghujani Doni dengan tendangan, muncul sosok orang berkelebat dengan menyabetkan serangan gunting.


Sosok wanita tomboy yang tak lain adalah. Mira yang mendengar kabar dari Wawan ketika lagi kumpul bersama Nina, Lina dan Sindi.


Secepat kilat tangan Mira menggunting kaki dari orang bercadar.


Buk


Buk


Deeaasss...


Ternyata seorang Mira tingkat kepandaian bela dirinya sudah jauh di atas Doni, terlihat kedua orang bercadar itu langsung hilang keseimbangannya, merasakan sakit di tulang keringnya yang terkena oleh sabetan pukulan gunting dari Mira.


"Kurang ajar, beraninya main bokong." Teriak salah satu dari orang bercadar itu.

__ADS_1


Kemudian Mira pasang kuda-kuda dengan kokohnya sambil tersenyum penuh ejekan dan berkata.


"Ah payah kalian berdua, tampang aja yang serem, ternyata tingkat bertarung kalian masih cetek." Ejek Mira.


"Kurang asem kau, sebaiknya wanita itu melayani pria tidur, bukan berkelahi iya gak kawan, hahaha." Ujar orang bercadar itu sambil menoleh pada temannya.


"Ya iya dong, wanita itu lawannya di kasur, hahaha." Ejeknya.


"Oouu, liang kubur sudah menanti pun, rupanya kalian masih mau bergurau, tapi baguslah sebelum kalian mampus setidaknya bisa tertawa dulu." Ujar Mira kembali mengejek.


Setelah mendengar ejekan dari Mira, kedua orang bercadar itu terpancing amarahnya.


"Dasar kuya betina, akan ku kirim kau ke neraka, heeaaaa." Kedua orang bercadar langsung melesat menerjang Mira.


Sementara Toglo yang di kurung oleh dua orang juga, dengan sangat agresip dalam menghindar maupun membuat serangan balik, apalagi Toglo sudah menguasai olah raga parkur dengan sempurna, jadi tak heran dalam melompat dan menerjang Toglo begitu cepat.


Serangan Toglo sangatlah merepotkan bagi kedua orang tersebut, sehingga dalam waktu yang bersama'an sebuah tendangan dan pukulan Toglo bersarang di dada ke dua orang itu.


Buk


Buk


Deaasss....


Jeregjeg kedua orang itu terdorong tiga langkah kebelakang, sambil memegangi dadanya masing-masing.


"Geloo, anak ini ilmu bela dirinya sangatlah luar biasa." Gumamnya dalam hati.


Kemudian orang itu langsung membangun lagi serangan, kali ini dalam penyerangannya tidaklah bersama-sama tapi secara gantian dengan gerakan yang cepat untuk mengecoh Toglo.


Tapi Toglo atau Wanda tidak lah terpancing dengan gerak tipuan dari orang bercadar itu, sepertinya gerakan jurus-jurus tipuan orang itu sudah Toglo pahami karena begitu salah satu dari orang itu mau melompat kebelakang, toglo tidak menyerang yang ada di depannya, malahan Toglo bergerak cepat sekali melesit dengan memutarkan tubuhnya ke belakang sambil melancarkan tendangannya.


Duukkk....


Satu tendangan Toglo yang sangat berbobot mengenai pusat kelemahannya lawan.


Tidak bisa di hindari lagi tubuh orang bercadar itu terlempar hingga beberapa meter.


Kini tubuh orang itu jatuh tersungkur menimpa bumi, dengan rasa sakit di ulu hatinya yang sempat membuat pernapasannya tersumbat.


Ketika Toglo mau menyusul dengan pukulan jurus bintang jatuh ke bumi, sekelebat bayangan terlihat di sudut pandangan Toglo mau mengancam dirinya. Spontan Toglo menolakan kakinya melesit ke atas menghindari bahaya yang sedang mengancamnya.


Ploooosss...


Serangan itu makan angin, tapi orang itu tidak mau kalah oleh Toglo yang di anggapnya hanyalah se orang bocah yang masih bau kencur, dengan cepat orang itu membalikan tubuhnya sambil meluncurkan pukulan mengarah pada wajahnya Toglo, tapi toglo sudah paham akan siasat lawan, seketika itu Toglo langsung menurunkan tubuhnya dua puluh senti meter.


Pukulannya orang itu makan ruang yang kosong, begitu orang itu mau menarik pukulannya, Toglo sudah anti sipasi dengan jurus capitan kala jengking.


Sekelebatan kedua tangan Toglo menggunting tangan orang itu, dengan bobot yang sangat mematikan


Deaasss.


Krekek, Traktak.


Terdengar seperti suara tulang yang patah.


Aaaaauuuuuggghhh


Jerit kesakitan terdengar dari mulut orang itu sambil memegang tangan kanannya, yang seperti patah di bagian rangka tulang pergelangan tangannya.


Kemudian Toglo mengayunkan tungkai kakinya mendekati orang bercadar yang lagi meringis menahan rasa sakitnya itu.


"Gimana apa masih ingin di lanjut pertarungan ini atau gua bawa kalian ke kantor polisi, dan gua tau kalian pasti orang lama, sebentar lagi kalian pasti terungkap siapa kalian semuanya." Ujar Toglo sambil melesat ingin membuka cadar penutup kepalanya itu.


Tapi kedua orang bercadar itu langsung melakukan gerakan ilmu langkah seribu, tidak menghiraukan dengan rasa sakit ditangannya yang ia alami.


Toglopun tidak melakukan pengejaran, ia langsung melompat membantu Mira yang lagi bertempur, kini pertarungan agak se imbang karena orang-orang bercadar itu tinggal enam orang lagi yang masih bertahan melawan Gito, Pandi, Doni dan Mira di tambah Toglo yang datang memberikan bantuan.


Begitu pertempuran lagi sengit-sengitnya munculah Nandi, Kamal dan Astuti, melompat ke tengah-tengah arena pertarungan.


Melawan, Toglo, Pandi, Gito dan Doni serta mira, mereka sudah sangat kewalahan, di tambah tiga kekuatan Nandi, Astuti dan Kamal, tentu saja bagi ke enam orang bercadar sangatlah kewalahan apalagi Astuti yang masih memakai pakaian pengantin dengan sangat ganas menerjang orang-orang yang tak di undang itu.

__ADS_1


Tidak sampai berlangsung lama, ke enam orang bercadar itu sudah di bikin KO.


Semua tidak berdaya lagi di buatnya, lalu Nandi membuka cadar mereka satu persatu, dan setelah itu Nandi sangat mengenali semua ke enam preman itu yang pernah ia lumpuhkan beberapa tahun kebelakang, lalu Nandi berkata dengan nada santai pada ke enam orang itu.


"Ooh rupanya kalian, dan lo' bang vodka kenapa kalian semua bikin rusuh di acara keluarga gua, apa salah gua dan keluarga gua sama kalian semua?." Tanya Nandi.


Orang yang bernama Vodka itu hanya tertunduk malu, tidak berani menatap wajah Nandi.


Melihat ke enam orang itu hanya terdiam dan tidak berani berkata, Kamal dan Gito melangkah mendekatinya lalu menurunkan tubuhnya setengah jongkok sambil berkata.


"Kenapa lo' elo' semua pada diem sih apa perlu gua paksa kalian untuk bicara." Gertak Kamal.


Merekapun masih tertunduk dengan terdiam seribu bahasa.


Dengan sikap yang begitu membuat Kamal dan Gito jadi jengkel, kemudian Gito melirik pada Toglo sambil memberikan isarat sebuah panggilan pada Toglo.


Toglo pun mengayunkan langkahnya beberapa langkah memenuhi panggilan Gito lalu berkata.


"Ada apa bang?." Tanya Toglo.


Gito pun langsung berdiri dari posisi jongkok, lalu berbisik pada Toglo.


"Coba lo' tanya si Vodka, bagaimana caranya supaya dia mengaku siapa dalang di balik semua ini." Bisik Gito.


"Oke, kalau masalah itu bisa di atur." Ujar Toglo.


Toglo lalu mendekati pada salah satu dari mereka yang bernama Vodka.


"Oh jadi abang ini namanya Vodka, oke apa arti sebuah nama, yang kami butuhkan sekarang pengakuan abang, siapa yang sudah menyuruh abang dan anak buahmu untuk bikin rusuh di sini?." Tanya Toglo.


Vodka masih tetap seperti semula terdiam seribu bahasa.


Toglo pun tersenyum, dan ia tau bagai mana cara seseorang supaya terbuka mulutnya.


"Oke mungkin dengan pertanya'an yang gua lontarkan, abang masih bisa bungkam, tapi apakah dengan ini abang masih bisa diam." Ujar Toglo dengan secepat kilat menarik tangan kanannya Vodka ke belakang seperti mau di patahkan.


Vodka pun menjerit ke sakitan meminta pada Toglo untuk menghentikan aksinya itu.


Auuuggghhh..


"Sekarang jawab dengan se jujur-jujurnya, apa abang memilih tanganmu lepas hanya karena ingin menutupi semua kebusukan bosmu itu." Ujar Toglo.


"Oke-oke gua akan jawab dengan jujur, tapi lepasin dulu, tangan gue sakit tau." Jawab Vodka.


Dengan perlahan-lahan Toglo pun mengendorkan cengkramannya, kemudian Vodka menarik napasnya dan berkata.


"Gue dan temen-temen gue hanya di suruh, untuk memancing anak gang si'iran keluar, terutama pemuda yang bernama Kamal dan si Kidal." Ujar Vodka berkata dengan Jujur.


Setelah Vodka berkata jujur, lalu Nandi berjalan menghampiri Vodka.


"Emang siapa yang sudah menyuruh kalian?." Tanya Nandi.


Dengan rasa berat hati Vodka menjawab pertanya'an Nandi.


"Bang Ga.. Ga...Gawing bang." Jawab Vodka.


"Sudah gua duga." Pungkas Kamal.


Kemudian Pandi, Gito, Astuti dan Mirapun mendekati pada Vodka dan Ke lima anak buahnya.


"Ooh rupanya kalian suruhan Gawing, gak ada kapok-kapoknya tuh orang." Ujar Pandi.


Kemudian Setelah itu Nandi pun langsung menghubungi pihak yang berwajib, untuk membawa Vodka dan kawanannya guna mempertanggung jawabkan perbuatannya karena sudah bikin rusuh.


********


Bersambung.


Terima kasih atas dukungan dari semua, semoga selalu di limpahkan rijkinya, sehat-sehat dan sukses selalu.


"Assalam mu'alaikum"

__ADS_1


__ADS_2