
Setelah nandi ganti salinnya, terus iapun memakaikan jaketnya dan helmnyanpun kini telah terpasang dikepala, setelah itu nandi menginjak selahannya dan motorpun langsung menyala.
Preng prengpeng perengpeng.
Suara motor rx king cobra sudah siap untuk mengantarkan nandi kejalan mengkudu.
''Mal, san, toglo gua pamit ya.'' Ucap nandi.
''Iya di, gua hapal sekali cara berpakaian lo kali ini, ada masalah apa sih, ko kita-kita gak di ajak?.'' Tanya kamal.
''Ada orang mabuk ngamuk dipasar mengkudu, polisipun dibuat kikuk olehnya, karena orangnya kebal senjata tajam dan ditembak pun tidak apa-apa, begitu impo yang gua dapat dari astuti.'' Ucap nandi.
''Gua ikut atuh.'' Pungkas kamal.
''Terus kalau lo' ikut, gimana ini bengkel kosong dong.'' Jawab nandi.
''Udah sana biarin dibengkel gua yang handle sendiri.'' Saut hasan.
''Bener lo' mampu sendiri san?.'' Tanya nandi.
Setelah itu toglo keluar memberi semangat.
''Biarin bang nandi, kan masih ada toglo disini, untuk membantu bang hasan.'' Pungkas toglo.
''Emang tenaga lo' dah kuat?.'' Tanya kamal.
''Insa allah toglo kuat bang kamal, setiap pagi kan suka latihan pitnes angkat barbel, lihat aja nih perut toglopun sudah tidak terlalu gendut lagi.'' Ucap toglo sambil memperlihatkan perutnya.
''Hahaha, cakep lo.'' Ujar kamal.
''Ya sudah kalau begitu, ayo mal.'' Ajak nandi.
Kamalpun beranjak dari ruang oprasional, terus mencuci dulu tangannya yang belepotan penuh dengan oli.
''Sori ya gua tinggal dulu.'' Ucap kamal.
''Iya, semoga bisa dikondisikan, hati-hati jaga keselamatan kalian.'' Saut hasan.
Setelah itu nandi dan kamal langsung menarik gas pool, kini kedua motor melaju meninggalkan hasan dan toglo.
Yamaha rx king cobra dan sujuki satria fu melaju dengan kencang nya dijalan delima.
Setibanya diplay over jalan delima nandi dan kamal tidak mengambil arah kanan, tapi mengambil arah kiri terus lurus, yang tembusnya dijalan mengkudu.
Kedua motor masih terus melaju dengan kecepatan maximal.
Tidak lama kemudian nandi dan kamal telah tiba dijalan mengkudu, tinggal satu dua kilo lagi mereka akan sampai dipasar mengkudu.
Kira-kira jarak dua ratus meteran lagi, nampak banyak orang berkerumun dan sebagian ada yang berlari ketakutan, dan polisipun lagi terus siaga, beberapa peluru telah dihempaskannya pada kaki orang ngamuk itu, tapi orang itu malah tertawa sambil mengcung-ngacungkan samurainya.
''Ayo tembak gue, pilih kulit gue yang paling empuk, hahaha.'' Teriak orang mabuk itu.
Terus nandi dan kamal berhenti dan memilih tempat parkir yang aman yang jauh dari jangkauan orang yang lagi ngamuk itu.
Setelah itu nandi dan kamal memasuki diantara celah-celah orang yang lagi berkerumun itu.
''Ada apa ini?.'' Tanya nandi pura-pura tidak tau.
''Itu bang ada orang mabuk ngamuk, polisipun tidak bisa melumpuhkannya mau ditangkap dia pegang samurai, ditembak malah tertawa.'' Jawabnya.
''Walaaah, bahaya juga kalau dibiarkan begitu saja, nanti malah akan banyak korban.'' Ucap nandi.
''Iya bang, ia banyak merugikan orang-orang kuhususnya para pedagang yang kena sasarannya, udah duitnya diambil, dagangannya di acak-acak, kasihan mereka.'' Jawabnya.
''Iya, bismillah hirohman nirohim, lahaola wala kuata ila nilahi aliyil adim.'' Ucap nandi langsung kedepan sambil membuka jaketnya, yang di ikuti oleh kamal.
Orang mabuk itu begitu melihat nandi maju, dengan muka merah dan mata pun merah karena pengaruh alkohol, ia lalu tertawa lepas sekali, dan polisi pas melihat dua pemuda yang sudah cukup dikenalinya, agak sedikit tenang.
''Hahahaha, hai kunyuk mau ngapain kamu, mau mencari mati ya.'' Teriak orang mabuk itu.
''Haii bang, sadarlah apa yang abang lakukan sudah banyak merugikan orang, apa abang mau dimasukin kedalam penjara.'' Kata nandi.
''Apa penjara, penjara itu sudah menjadi rumah gue tau, dan para polisipun gak berani nangkap gue.'' Bentaknya.
__ADS_1
''Polisi bukannya gak berani, kalau mau mereka bisa kirim orang satu kompi untuk mnangkap abang, polisi takut menyakiti abang.'' Ucap nandi.
''Alaaah banyak omong kamu, gue cincng lo'.'' Kata orang mabuk itu sambil berlari kearah nandi, dengan samurai ditangan kanannya, disabetkan pada nandi.
Nandi tidak mundur sedikitpun, ia hanya merundukan badannya sedikit.
Plooos samurai itu makan ruang yang kosong, terus nandi memutarkan tubuhnya seperti kincir kesamping kanan, begitu samurai itu kembali mau menusuk perutnya.
Disa'at itu kamal melompat sambil menendangkan kakinya pada punggung orang mabuk tersebut.
Duuuukkk...
Orang mabuk itu tidak goyah sedikitpun, malah ia membalikan badannya sambil menyabetkan samurai pada kamal.
Nandi yang melihat kamal seperti terancam dengan cepat kaki nandi menyapu tangan orang mabuk itu, yang lagi memegang samurai.
Deeeaasss...
Slewweeerr...truuaaaang
Samurai itu terlepas dari genggaman orang mabuk itu, dan jatuh menimpa jalan yang dicor.
Dengan cepat polisi mengamankan samurai tersebut dengan dibungkus oleh kain.
Kini orang mabuk itu tinggal tangan kosong, terus kamal ketika samurai itu terlepas dari genggaman orang mabuk itu, dengan cepat kamal memutarkan tubuhnya melancarkan tinjunya dengan kekuatan penuh.
Hiuuukk duuk deaasss.
Tinju kamal bersarang di pelisan orang mabuk tersebut.
Hanya sempoyongan sedikit, sepertinya orang mabuk itu tidak merasakan sakit sedikitpun.
Kamal tercengang kaget.
''Buseet dah pukulan gua tidak berarti apa-apa , padahal itu pukulan gua sudah berbobot.'' Celoteh kamal.
Terus orang mabuk itu, dengan mata merah dan liar menyerang kamal.
''Haha pukulan anak bayi tidak kerasa apa-apa, ayo pilih badan gue yang empuk dan tulang gue yang rapuh.'' Ucapnya dengan sombong.
''Bener di malah tangan gua yang sakit, seperti memukul tumpukan batu.'' Kata kamal.
Kamalpun mundur, kini nandi yang akan menghadapi orang mabuk tersebut, dan orang mabuk itu semakin brutal mengobrak abrik dagangan yang sudah tidak ada orangnya, karena ketakutan, akhirnya berlari mengamankan dirinya masing-masing.
''Hai bang jangan meruksak barang dagangan miliknya orang, ayo maju serang gua.'' Tantang nandi.
Orang mabuk itu tanpa ragu lagi langsung menyerang nandi, dengan pukulan-pukulan yang tidak beraturan, nandi hanya dengan mudah mengkapernya, dan serangan balasan dari nandi menghajar orang mabuk itu, langsung disusul dengan elbonya.
Duk duk duk deeaassss.
Tiga pukulan nandi bersarang di pelipisan dan dagunya orang mabuk itu.
Orang mabuk itupun langsung tersungkur karena kerasnya pukulan nandi.
Tapi seketika itu iapun bangun kembali seperti tidak merasakan sakit pada dirinya.
''Buset dah kuat amat tuh orang, pantesan ditembak gak mempan.'' Gerutu nandi dalam hatinya
Orang mabuk itu malah tertawa terbahak-bahak sambil menghina nandi.
''Hahahaha.. Ayo mana lagi pukulanmu, yang lebih dahsyat lagi, itu pukulan apa tempe, cuuiih.'' Teriak orang mabuk itu sambil meludah.
''Sabar-sabar, ini yang gua paling benci kalau orang sudah meludah sama gua.'' Ucap nandi dalam hatinya.
Kini nandi yang melakukan serangan duluan dengan ilmu bela dirinya yang sudah banyak pengalaman dijalanan maupun dipentas diatas ring, bagaimana cara menjatuhkan orang yang tahan pukul.
kelebatan pukulan dan tendangan nandi tidak bisa lagi di elakan oleh orang mabuk itu, ditambah pukulan keperut yang membuat hilangnya pernapasan.
Hiuuukkk
Duk duk deaassss...
Guprak, tubuh orang mabuk itu jatuh tersungkur.
__ADS_1
Kira-kira dua menitan orang itu tergeletak, setelah itu iapun bangun kembali sambil sempoyongan.
Kamalpun sampai menggelengkan kepala dengan kekuatan ilmu kebalnya.
''Buset dah itu orang apa batu sih, pukulan nandi sekeras itu sedikitpun tidak dirasakan apa-apa olehnya.'' Ucap kamal.
Orang itu langsung menyerang nandi, nandi mengelak kesamping.
Ploooosss.
Pukulannya makan angin, dan ketika orang mabuk itu meleng, nandipun tidak memberi celah lagi, dengan cepat pukulan tangan kiri nandi yang mematikan mendesing menghantam pelipisannya orang mabuk itu..
Siuuurrrr, Deeaaassssss.
''Adaawwwww.''
Teriakan orang itu sambil memuntahkan darah segar dan langsung nyungseb tidak berdaya lagi.
Ke empat polisi langsung memburu tubuh orang itu, terus salah satu dari polisi itu mengeluarkan borgol, dan pak polisi itupun langsung memborgolnya, untuk menjaga kalau sewktu sadar dia akan mengamuk lagi.
Terus tubuh orang itu dibawa dan dimasukin kedalam mobil polisi, dan salah satu dari komandannya para polisi itu, berjalan menghampiri nandi.
''Nandi, sekali lagi terima kasih atas bantuannya.'' Ucap pak polisi.
''Iya pak sama-sama, ko bapak bisa kenal saya?.'' Tanya nandi.
''Iya kaenal atuh, sewaktu dipolsek delima kita pernah bertemu, kenalkan saya sudrajat bawahannya pak supardi.'' Ucap polisi itu.
''Ooh pantesan, kalau bapak asistennya pak supardi, salam ya buat pak supardi.
Setelah itu, polisi itu langsung pergi dengan membawa orang mabuk yang sudah bikin orang ketakutan, untuk diadili sesuai hukum yang berlaku dinegri nusantara ini.
Dan orang-orang yang menyaksikan bagaimana nandi bisa melumpuhkan orang itu yang bernama teo bargas, salah satu pentolan alun-alun mengkudu raya, yang suka bikin ulah dan sangat meresahkan kini sudah terjerat hukum.
Dan orang-orang pun terus bubar, sedangkan para pedagang yang bersembunyi kini sudah kembali lagi untuk membereskan dagangannya yang berantakan.
Sementara nandi dan kamalpun sudah meninggalkan pasar mengkudu, sekalian mampir ke jalan ketupat, untuk menemui, sindi dan astuti serta gito dan pandi.
Nama nandi kini semakin termashur, dengan julukan sikidal sang penolong, telah menjadi perbincangan orang-orang.
Seperti yang lagi diperbincangkan di sebuah kedai kopi miliknya pak roni.
''Sekarang pasar ini aman, tak ada lagi yang namanya pungutan-pungutan, Hebat ya pemuda yang bernama nandi alias sikidal itu.'' Ucap lelaki berbaju warna biru napi.
''Iya, padahal polisi sudah mencoba melumpuhkannya, dengan tiga kali tembakan pada kakinya, tidak ada lecet sama sekali, malah tertawa dan semakin brutal.'' Jawabnya.
Terus pak roni pemilik kedai kopi itupun ikut nimrung.
''Iya saya juga salut pada pemuda itu, dan ia pun memiliki kekuatan yang luar biasa, emang orang mana dia, apa kalian tau?.'' Tanya pak roni.
''Menurut kabar dari orang-orang, bang kidal anak gang si'iran.'' Jawabnya.
''Dimana itu gang si'iran?.'' Pak roni bertanya lagi.
''Pokonya dari sini terus lurus, pas di play over jalan delima ambil yang lurus nah sesudah lampu merah, kan ada jembatan layang yang mengarah kejalan ketupat, kita pake jalan bawah pas pertiga'an ambil kiri nah disitu ada tulisan gang si'iran.'' Jawabnya.
''Ko kamu bisa tau?.''
''Ya kan saya pernah narik angkot disitu.'' Ucapnya.
Begitulah obrolan orang-orang disebuah kedai kopi miliknya pak roni.
Dan disuasana pasar mengkudu, menjadi tenang kembali.
Pedagang kaki lima yang biasa mangkal didepan pasar sebrang jalan, kini sudah dipenuhi oleh para pengunjungnya.
************************
Bersambung.
Nantikan kelanjutannya di episode 67.
Terima kasih yang sudah memberi dukungan like, comentar, ranting, favorit dan votenya.
__ADS_1
Salam sehat dan sukses selalu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=Selamat membaca\=\=\=\=\=\=\=\=