SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 100


__ADS_3

Kini nandi pun telah sampai di depan rumah, dan toglo pun lalu turun dengan menenteng keranjang yang berisikan jagung mentah untuk di bakar bareng bersama para pekerjanya nandi.


Sedangkan nandi langsung masuk kerumah, dengan membawa jagung bakar untuk sindi, setelah berada didalam rumah nandi langsung memanggil istrinya.


''Sayang sayang, ini abang datang, membawa apa yang kamu inginkan.'' Panggil nandi.


Sindi pun lalu keluar dari kamarnya, menemui nandi yang baru datang dari kawasan puncak melaksanakan ke inginannya sijabang bayi.


''Sayang, ko cepet amat sih, kamu ngebut ya?.'' Tanya sindi.


...''Ya kalau gak ngebut kapan mau sampainya, sedangkan jarak tempuh dari sini kesana lumayan sangat jauh.'' Saut nandi....


''Iya terima kasih suamiku,, dedee itu ayah sudah datang membawa apa yang dede mau.'' Ucap sindi sambil mengelus perutnya.


Nandipun lalu jongkok sambil tangan kanannya menyentuh perutnya sindi lalu kupingnya nandi ditempelkan pada perutnya sindi.


''Dede ini ayah, ayah sudah penuhi ke inginan dede, ayah juga ngebut lho bawa motornya, dede sehat terus ya, dan jadi anak yang pintar.'' Ujar nandi melakukan obrolan dengan sijabang bayi.


''Iya ayah, terima kasih, ayah juga jaga selalu kesehatan.'' Ujar sindi, sambil mengelus-ngelus rambutnya nandi.


Dan setelah itu, sindi lalu mencicipi jagung bakar yang di minta nya itu.


Nandi pun begitu senang sekali melihat sindi dalam memakan jagung bakar itu seperti nikmat sekali, lalu nandi juga mengambil satu biji buat nemenin istrinya.


Setelah habis satu biji nandi lalu ijin sama sindi mau ke toko dulu sekalian kumpul bareng sama para pekerjanya, sambil membakar jagung.


Perihal dengan laporannya mang kasman, nandi juga meminta pandi dan gito sepulang kerja untuk gabung di bengkel gang si'iran.


Kini waktu pun sudah mulai senja, matahari sudah hampir mau tenggelam, hasan dan doni pamit pulang dulu.


''Di' gua pulang dulu, nanti selepas maghrib gua dan doni kesini lagi.'' Ucap hasan.


''Iya san, dan lo' minta ijin dulu sama bini lo', andaikan kagak di ijinin lo' jangan maksa, gua juga mengerti keadaan lo'.'' Saut nandi.


''Oke bos, tenang aja, moga saja gua di ijinin.'' Ujar hasan.


Selepas itu hasan dan doni langsung menuju pada kendara'annya yang terparkir disamping bengkel, akhirnya keduanya pun langsung pergi.


Sedangkan nandi, ditemani kamal dan toglo, yang kebetulan tidak pulang.


Pukul 17:55.


Suara penyeru bagi umat muslim telah diperdengarkan dimana-mana.


Nandi pun langsung pergi ke masjid yang di ikuti oleh kamal dan toglo, untuk melaksanakan ibadah solat maghrib berjama'ah.


Sepulang dari masjid nandi langsung masuk kerumah, untuk menyiapkan menu makan malam bersama para pekerjanya.

__ADS_1


''Nandi, semua idangan sudah siap, sekarang cepet panggil para karyawanmu.'' Ucap buk sari.


''Sebentar buk belum pada kumpul, hasan, doni, pandi dan gito belum pada datang.'' Saut nandi.


Ketika itu pula munculah pandi, gito, hasan dan doni.


''Tuh mereka sudah pada datang, cepet suruh masuk nanti keburu dingin.'' Ucap buk sari.


Nandi pun langsung bergegas keluar, nyamperin kawanannya, untuk segera masuk, guna makan malam bersama keluarga.


Dan mereka pun tidak nunggu disuruh lagi, langsung masuk menuju pada meja yang telah tersaji berbagai macam menu makanan.


Kini makan malampun sudah berlangsung meriah, semua para pekerjanya nandi sangat senang, karena nandi selalu peduli sama sahabatnya yang sekaligus karyawannya.


Singkat cerita acara makan malam sudah selesai, dan para pekerjanya nandi sudah pada keluar menuju pada tempat duduk yang ada di depan bengkel.


Terus nandi menceritakan, perihal apa yang telah mang kasman sampaikan itu, untuk menjaga hal-hal yang tidak di inginkan.


''Kenapa tadi lo' gak bilang pada kita, kalau gua tau pasti gua samperin'.'' Pungkas kamal..


''Ya gua juga kagak tau, mang kasman bilanginnya, pada sa'at kedua orang itu sudah pergi.'' Ujar nandi.


''Ooh begitu.'' Ujar kamal.


Disa'at mereka lagi beradu argumen, astuti muncul dengan membawa nampan yang berisikan tujuh gelas kopi hitam.


''Iya doong.'' Saut astuti.


Setelah itu mereka mengambil kopinya masing-masing.


Malam itu berbeda dengan malam-malam sebelumnya, suasananya agak hening dan sunyi.


Tidak seperti biasanya, nandi juga merasakan hatinya seperti gelisah.


''Gua heran, kenapa hati gua kaya gelisah gitu ya, ada apa ya gak enak hati terus.'' Ujar nandi.


''Mungkin ada yang lo pikirin kali di.'' Ucap pandi.


''Mikirin bisnis iya, tapi tidak kaya gini.'' Ujar nandi.


''Ya sekarang, lo berdoa aja pada yang kuasa memohon perlindungan dari segala mara bahaya.'' Pungkas hasan.


''Terima kasih ya, kalian memang sahabat sejati gua.'' Ujar nandi.


Tidak terasa malampun telah berlalu, hingga jarum jam telah menunjukan pukul 22:30 menit.


Dan acarapun dilanjutkan pada bakar-bakar jagung yang nandi beli dikawasan puncak bersama toglo.

__ADS_1


Dan toglo sudah mempersiapkan alat untuk bakar jagung.


Disa'at mereka lagi asik berkumpul, di sudut jalan gang si'iran nampak ada sebuah mobil mitsubisi losbak berhenti, kamal yang melihat mobil itu merasa curiga, karena sebelumnya nandi pernah menceritakan apa yang telah mang kasman sampaikan.


Terus kamal beranjak dari tempat duduknya, sambil memanggil gito.


''To' ikut gua.'' Ajak kamal.


Terus kamal melangkahkan kakinya menuju pada mobil yang ada di ijung jalan gang si'iran, dan gito mengikutinya dari belakang.


Setelah kamal dan gito sampai di tempat mobil tersebut, lalu kamal bertanya pada sopir yang membawa mobil itu.


''Ma'ap mas anda lagi ngapain disini, apa ada yang ditunggu, atau lagi mencari seseorang?.'' Tanya kamal.


''Iya ni bang saya lagi nunggu orang mau pindahan dikontrakannya pak solihin.'' Jawab supir tersebut.


''Emang kontrakannya pak solihin disini sih.'' Ujar kamal.


Ketika kamal dan sopir lagi ber'adu argumen, tiba-tiba muncul dua orang, laki-laki dan perempuan menghampiri supir tersebut.


''Ini pak dadang kan, yang mau ngangkut barang-barang saya.'' Ucap lelaki itu.


''Iya dengan saya sendiri.'' Ucap supir itu yang bernama dadang.


Setelah itu kamal dan gito saling pandang, dan merasa sudah mencurigai pada supir tersebut.


''Ooh jadi mas dan mb mau pindah kontrakan, ma'ap mas dadang tadi saya sempat mencurigai anda, soalnya disini sering terjadi yang kehilangan.'' Ucap kamal.


''Ooh gitu, tidak apa-apa sih bang, namanya orang tidak dikenal wajiblah ditanya, apalagi disini sering terjadi pencurian.'' Ujar dadang.


Setelah itu kamal dan gito pun langsung kembali ketempat nandi dan para sahabatnya berada, terus kamal dan gito langsung duduk dibangku.


''Siapa itu mal?.'' Tanya nandi.


''Itu yang mau pindahan dari kontrakannya pak solihin.'' Jawab kamal.


''Terus lo' kenal gak sama yang ngontraknya itu, setidaknya lo' sering lihat gtu.'' Ujar nandi.


''Kagak, gua kagak kenal sama yang ngontraknya juga.'' Ucap kamal.


''Apa mungkin orang baru ngontrak disitu terus pindah lagi, kan tau sendiri kondisi kontrakan punya pak solihin gimana, kadang airnya susah, orang ngontrak poko utamanya air.'' Ujar kamal.


''Iya juga sih, kalau dilihat dari kondisinya.'' Ujar nandi.


Selepas itu, toglo yang lagi sibuk bakar jagung bersama hasan telah beres, kini jagungpun sudah dibawa kehadapan nandi dan yang lainnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2