SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 162


__ADS_3

Pada hari jum'at. Pikul 12:30 menit.


Sepulangnya Nandi melaksanakan ibadah solat jum'at dari Masjid, ia pamit pada istrinya yaitu Sindi, mau jiarah ke makam kake dan neneknya yang berada di bukit sebelah barat.


Lalu Nandi mengeluarkan sepeda motornya, dan di nyalakannya.


Setelah itu Nandi menarik gasnya, dan motorpun melaju dengan pelan menyusuri gang Si'iran, lalu berbelok ke kiri ke arah kampung sebelah, karena bukit itu berada di balik kampung tersebut.


Tidak lama kemudian Nandi telah sampai di bawah kaki bukit itu, lalu Nandi menarik gasnya kencang karena jalan yang di laluinya penuh dengan batu-batu kerikil dan menanjak.


Setibanya di atas bukit, Nandi langsung memarkirkan motornya di dekat gubuk yang sering ia pakai untuk beristirahat, dikala abis melatih jurus-jurusnya, lalu Nandi berjalan mencari makam nenek Jayanti dan kakek Jamika.


"Waduuh, gua lupa lagi tidak menanyakan pada bapak letaknya di mana." Gumam Nandi dalam hati sambil berpurar-putar di sekitar tempat itu.


Seperti biasa ketika Nandi lagi dalam kebingungan, Suara bisikan yang begeming di telinganya terdengar lagi.


"Cucuku kamu berjalanlah ke utara, nanti kamu akan menemukan sebuah pohon Kiara, nah tidak jauh dari situ apa yang kau cari berada." Begitu bisikan yang terngiang di telinganya Nandi.


Nandi pun lalu berjalan sambil berkata.


"Baik nek, sekarang cucumu akan berkunjung ke tempat kakek dan nenek." Ujar Nandi sambil melangkah kan kakinya mengikuti petunjuk yang melintas di telinganya.


Sekiranya Nandi berjalan seratus meteran, nampak terlihat ada pohon Kiara yang menjulang, lalu Nandi melihat-lihat di sekitar pohon itu, begitu Nandi menolehkan pandangannya ke arah timur, nampak jelas terlihat oleh Nandi ada kuburan yang usianya sudah puluhan tahun silam, dengan cirinya yang sudah ia kenali, pohon hanjuang merah yang tumbuh di atas kuburan tersebut, lalu Nandi melangkah kan kakinya mendekati kuburan itu, jelas terlihat di pandangannya Nandi ada dua kuburan, lalu Nandi pengucapkan salam sebagaimana yang telah di ajarkan oleh abah Haji mansur di pondok haur koneng.


"Asalam mu'alaikum ya ahlil kubur minal muslimin wal muslimat, kek, nek ini aku cucumu datang." Sapa Nandi.


Setelah itu Nandi lalu tawasul seperti halnya orang-orang muslim kebanyakan bila berjiarah ke makam, membaca palak binas dan solawat pada baginda nabi Muhammad Saw, lalu di lanjutkan dengan membaca surat yasin.


Setelah selesai membaca surat Yasin, Nandi lalu menyiramkan air yang ia bawa dari rumah, ke atas dua kuburan tersebut, lalu Nandi membersihkan rumput-rumput liar yang sudah banyak tumbuh di atas kedua kuburan tersebut.


Dan Setelah itu Nandi undur, dengan membaca salam lagi pada ahli kubur.


Nandi berjalan menuju gubuk yang sering ia singgahi, dan duduk selonjoran dengan badan di senderkan ke dinding yang terbuat dari bilik bambu, angin sepoi-sepoi yang menerpa di wajah, membuat Nandi seperti di elus-elus, tanpak ia sadari matanya kini mulai terpejam dan langsung tertidur dengan pulasnya.


Saking enaknya Nandi di belai oleh angin yang meniup lembut hingga ia terbawa ke alam bawah sadar(mimpi).


Di dalam mimpi Nandi bertemu dengan dua orang, satu wanita tua dan satunya lagi lelaki tua dengan rambut yang sudah memutih semua, nampak dibagian dekat telinga terlihat jelas yang di tutupi oleh ikat kepala dan tudung hitam urat emas.


Ketika Nandi lagi duduk, seorang lelaki tua menyapa dengan sebutan cucu.


"Assalam mu'alaikum cucuku." Sapa sang lelaki tua.


Nandi langsung tersontak kaget, sambil menjawab salamnya.


"Wa alaikum salam kek." Jawab Nandi.


"Kamu lagi ngapain disini?." Tanya sang Kakek.


"Saya biasa suka datang ke tempat ini kek, tempat nya sejuk jauh dari keramaian." Jawab Nandi.


Kemudian si Nenek mendekati Nandi dan mengelus-elus rambut Nandi sambil berkata.


"Janganlah kau merasa lelah untuk menolong orang yang membutuhkanmu cucuku." Ujar si Nenek.


Nandi pun sampai terlena, dan akhirnya sang kake dan si nenek langsung menghilang dari hadapan Nandi, lalu Nandi berteriak memanggilnya.


"Nek nenek, kakek." Teriak Nandi, sampai akhirnya Nandi pun terbangun, sambil melihat ke sekitarnya.


"Astagpirullah hal adim, rupanya ku bermimpi, tapi mimpiku seperti nyata." Gerutu Nandi.

__ADS_1


Lalu ia mengangkat tubuhnya dan berdiri memburu pada motornya yang masih terparkir.


Kemudian motor di nyalakannya, dan Nandipun langsung menarik gas, motor melaju meninggalkan bukit itu, dengan menuruni jalanan berbatu Nandi melaju kan motornya kencang seperti tidak ada rasa takut jatuh atau kepleset, karena memburu waktu yang sebentar lagi akan segera masuk ke kantor.


Tidak lama kemudian Nandi sudah tiba di depan rumahnya lalu ia mendorong pintu gerbangnya, kemudian motor melaju masuk kedalam pekarangan rumah, dan setelah itu Nandi melangkah menaiki trapan anak tangga teras rumahnya.


Tok


Tok


Tok


"Assalam mu'alaikum." Sapa Nandi.


Tidak lama setelah Nandi mengucapkan salam, terdengar dari dalam rumah menjawab bersama'an dengan terbuka sebuah pintu.


"Wa alaikum salam, wah ko lama amat jiarahnya?." Tanya Sindi.


"Iya sayang ku bersihkan dulu makamnya, dan ku ketiduran di gubuk, eeh pas bangun sudah jam satu, ya terus ku tancap gas." Ujar Nandi.


"Ooh gitu, ya sudah cepetan makan dulu, sudah ku siapkan di meja makan." Ajak Sindi.


Nandi dan Sindi berjalan ke ruang makan, lalu mereka duduk di kursi berhadap hadapan, kemudian Sindi mengambil sebuah piring lalu di ambilnya dua cukil nasi, dengan di tambahkan lauk pauknya.


"Segini kebanyakan gak sayang." Ucap Sindi sambil memberikan satu porsi makanan untuk suaminya.


"Sudah sayang, segini juga kenyang, ayo atuh temenin suamimu." Ujar Nandi.


"Iya sayang." Jawab Sindi.


"Anggita mana?." Tanya Nandi sambil memasukan nasinya ke dalam mulut.


Mereka pun terkadang saling suapin, begitu harmonisnya Nandi dan Sindi, kasih sayang mereka tidak pernah luntur, walau terkadang suka ada problem di antara mereka tapi tidak berlangsung lama, karena Nandi sebagai suami suka duluan merayu-rayu sambil bercanda yang akhirnya sindi pun jadi tertawa, maka hilanglah masalah dengan seketika.


Setelah selesai makannya, Nandi pun tak lupa mencium kening Sindi sebelum berangkat ke kantor.


"Muuuaacch, ku berangkat dulu ya sayang."Ucap Nandi.


"Iya suamiku, hati-hati kerjanya, mau di bikinin kopi gak." Ujar Sindi.


"Gak usah repot-repot sayang, biar nanti Ob aja ku suruh ambil di kedai. Ucap Nandi sambil melangkah ke luar rumah, menuju kantornya yang tidak jauh dari rumahnya.


Pukul 13:30 menit.


Semua karyawan pun sudah melakukan aktipitasnya di bagiannya masing-masing.


Sementara di bengkel yang Toglo pimpin sebagai seniornya.


Lagi sibuk mengbongkar motor para pengunjung ada dua motor yàng lagi di turunin mesinnya, yang lagi di tangani oleh Asep suryadi Dan Gio pahmi, sedangkan Toglo dan Peri sibuk membetulkan motor yang lainnya, dengan keluhan yang berbeda-beda.


Sedangkan Hasan dan Doni sibuk, di bagian modifikasi, ada satu motor jadul yang di rubah seluruh rangka bodinya, menjadi sebuah motor antik, model engkreg.


Ketika Hasan lagi pokus dengan kerja'annya, tiba-tiba muncul Kamal mengganggu konsentrasi kerjanya Hasan.


"Widiih Hasan bin maun serius amat." Ujar Kamal.


"Diem sih lo' gua lagi pokus nih." Jawab Hasan.


"Biasa aja kali jawabnya." Ujar Kamal.

__ADS_1


Hasan kali ini tidak menghiraukan Kamal, ia tetap pokus pada pekerja'annya, tapi ketika Kamal menaro Segelas kopi yang masih mengepul di meja yang di pesan dari Mira, daya penciuman Hasan begitu tajam juga, Hasanpun lalu menghentikan kerjanya lalu menoleh mencari dari mana arah aroma kopi yang wangi terasa di indra penciumannya.


Begitu Hasan menoleh ke arah meja dekat Kamal yang lagi duduk, lalu Hasan beranjak sambil menunda pekerja'annya.


"Widiiih Kamaludin enak benar kerja lo' mentang-mentang mau jadi adik iparnya si bos." Ujar Hasan.


"Iya dong, kan gua cuma ngawasin karyawan, lagi pula gua sudah ijin pada si bos mau menenangkan kinerja otak gua lagi puyeng nih." Jelasnya Kamal.


"Bagi dong, se sripit aja." Pinta Hasan.


"Tadi gua tanya jawabnya ketus, giliran ada kopi lo langsung pending kerja'an lo, dasar Hasan bin maun." Ujar Kamal.


"Ah elo' kaya gak merasakan aja." Ucap Hasan sambil meraih gelas kopi yang terdampar di meja.


Satu seripitan kopi cukup membuat Hasan menjadi lebih rileks, kemudian di ambilnya satu batang roko dan di bakarnya lalu di hisapnya dengan tarikan napas yang begitu dalam dan hembuskanya asap putih keluar ai mulutnya Hasan.


"Wah nikmat benar nih kopi, saking sibuknya kerja sampai lupa ngopi nih gua." Ujar Hasan.


"Emang motor siapa yang lagi lo' kerjain?." Tanya Kamal.


"Itu motornya si jupri, katanya buat ngangkut potongan kayu gelondongan di hutan." Jawab Hasan.


"Banyak duitnya tuh si Jupri, cuma tukang kuli ngangkut kayu aja sampai me modipfikasi motornya." Ujar Kamal.


"Kan cuma merubah bodi dan setangnya doang, dan tambah pelat buat naro kayunya." Jawab Hasan.


"Emangnya habis berapa biayanya?." Tanya Kamal.


"Dua juta juga bisa, tapi kalau pingin bagus sekitar empat juta'an habisnya." Jawab Hasan.


"Kaya gimana sih modelnya?." Tanya Kamal.


"Masa lo' kagak tau sih, model motor engkreg, yang banyak di pakai oleh para kuli pengangkut kayu gelondongan." Ucap Hasan.


"Ya kan gua belum pernah kuli ngangkut kayu, paling berapa gajinya juga." Ujar Kamal.


"Dasar kamaludin kuper, asal lo' tau kuli ngangkut kayu pake motor bisa ke gajih tiga ratus ribuan minimnya sehari." Ujar Hasan.


"Buset dah, kalah dong gaji gua." Ujar Kamal.


Kemudian Hasan mengeluarkan satu motor unik dan antik model engkreg yang sudah kelar satu, untuk di perlihatkan pada Kamal.



"Nah ini namanya motor model engkreg, buat ngangkut kayu gelondongan, dan dibagian depan yang gua pasang pelat melengkung buat naro kayunya." Jelasnya Hasan.


"Widiih keren dan unik sekali." Ujar Kamal.


Ketika Kamal dan Hasan lagi membicarakan satu unit motor yang telah selesai di kerjakannya, munculah Jupri dengan mengendarai motor Yamaha Jupiter z.


*******


Bersambung.


Salam sejahtra, sehat-sehat dan sukses selalu.


Setelah membaca cerita Si kidal sang penolong, sertakan pula like, comentar, jadikan favorit bila suka, berikan votenya serta hadiah.


Terima kasih atas dukungannya.

__ADS_1


"Assalam mu'alaikum"


__ADS_2