
Kepulangan nandi dan toglo ke gang si'iran, banyak yang menyapanya.
Nandi berlari sedangkan toglo naik sepeda, mereka saling kejar antara sepeda dengan nandi yang berlari dengan cepat.
Toglo terus mengayuh sepedanya mengejar nandi yang terus berlari.
''Ayo toglo kejar abang.'' Teriak nandi.
Degan keringat yang terus mengucur dari tubuhnya, toglo terus mengayuh sepeda gunung nya ingin mengejar nandi.
Pas dijalan gang yang lurus toglo berhasil mengejar nandi.
''Ayo bang nandi kejar toglo.'' Teriak toglo.
Nandipun terus mengejar toglo, dengan langkahnya yang panjang, dan keringatpun sudah membasahi semua pakaiannya nandi.
Rasa lelah kini nandi rasakan, tapi ia terus memberi semangat pad toglo.
Akhirnya merekapun telah sampai digang si'iran dengan secara bersama'an.
''Wah bang nandi hebat, bisa mengejar sepeda toglo, padahal toglo sudah kenceng banget dan mengayuhpun tidak henti-henti.'' Ucap toglo.
''Kamu juga hebat toglo, dalam mengendalikan sepeda, digang sempit dan banyak sekali tikungan kamu dengan sangat lihai dalam berbelok dalam kecepatan tinggi.'' Ucap nandi.
''Berarti kita seri dong bang.'' Ujar toglo.
''Iya kita draw, sama-sama bodoh dan bisa juga sama-sama kuat.'' Ucap nandi.
''Betul, nanti kapan-kapan kita begini lagi ya, seru sekali bang, toglo sangat suka banget, dengan olah raga yang penuh tantangan.'' Ujar toglo.
''Ooh ya sudah, nanti kapan-kapan kita berolah raga lagi, biar badanmu tidak terlalu gendut, sekarang abang mau ke jalan ketupat, nanti barang-barang yang kemarin dinaikin, ditata lagi dirak yang semula.'' Perintah nandi.
''Iya bang nandi.'' Jawab toglo.
Setelah itu toglo pun langsung membuka pintu rolling door toko, untuk membereskan barang-barang yang masih berantakan waktu kebanjiran kemarin itu.
Sementara nandi, setelah selesai mandi, iapun mendorong motornya keluar rumah, untuk dipanasin terlebih dahulu, sebelum kontaknya di on nandipun melakukan selahan berulang-ulang, setelah itu barulah kontaknya di on, sekali selah motorpun langsung nyala.
Terus nandi masuk lagi kedalam rumahnya, untuk mengambil helm dan jaketnya.
Setelah itu nandi langsung menaiki motornya sambil menggeber-geberkan gas.
''Toglo, abang berangkat dulu ya, emang bang hasan dan doni belum pada datang?.'' Tanya nandi.
''Iya bang, belum.'' Jawab toglo.
Setelah itu nandi langsung menarik gasnya, bersama'an dengan membuka kopling untuk memasukan gigi pertamanya.
Kini motorpun melaju perlahan, terus nandi menarik kopling dan dimasukannya gigi kedua, ketiga dan seterusnya kebelakang, setelah itu, motor yamaha rx king melaju dengan cepat meninggalkan rumah dan bengkelnya itu.
Kini nandi sudah melaju dijalan delima, motor terus digas pool, melesat seperti sebuah panah lepas dari busurnya.
Ketika nandi tiba dilampu merah jalan delima yang mau mengarah antara jalan ketupat dan jalan mengkudu, disa'at matahari baru mengeluarkan cahayanya, kira-kita jam 07:15 menit, Seorang wanita pengendara motor vario kira-kira berumur 38 tahun berteriak-teriak minta tolong.
''Copet copet copett.. Tolooong.'' Begitu teriakan orang tersebut.
Nandi lalu mendekati wanita tersebut.
''Kemana larinya bu copet itu?.'' Tanya nandi.
''Itu tuh yang mengendarai motor yamaha mio putih, berlari kearah jalan mengkudu.'' Jawabnya.
''Baik ibu, ibu jalan dulu kesana nanti lampu keburu menyala merah.'' Ucap nandi sambil menarik gasnya pool.
Preeeeeng preeeeeng...
Nandi menarik gas sampai menbuat gendang telinga seperti mau pecah, motor melesat dengan cepat apalagi motor nandi motor yang sudah diperbarui dalemannya.
Hembusan asap putih mengepul mengiringi laju motor yamaha rx king yang nandi kendalikan.
Jarak pengejaran sudah hampir mendekati motor yamaha mio warna putih itu, Ketika nandi sudah berhasil menempelnya, sebelumnya nandi memberi peringatan pada pengendara motor yamaha mio warna putih itu.
''Waii berhenti gak, atu gua teriakin biar semua orang datang menghajarmu.'' Teriak nandi.
Pengendara motor yamaha mio itu tidak menghiraukan teriakan-teriakan dari nandi, malahan ia semakin kencang menarik gasnya.
''Waiii, jangan salah gua ya, jadi ini maunya kalian berdua.'' Teriak nandi sambil menarik gasnya pool, dan motor nandi semakin kencang melaju terus membayang-bayangi motor yamaha mio tersebut.
Disa'at motor nandi sudah sejajar dengan motor yamaha mio tersebut, dengan sangat indah bila dipandang dan sekill yang sangat luar biasa, nandi menggenjotkan kakinya lalu tubuh nandi mengangkat dan kaki kiri nandi melesat, dalam keada'an motor yqng masih terus melaju, menghajar pengendara yamaha mio tersebut.
Buuuukkkk...
Kaki kiri nandi berhasil menghajar pengendara motor yamaha mio tersebut.
__ADS_1
Karena tendangan nandi yang cukup keras, pengendali motor itupun lepas kendali, dan motorpun oleng kekiri dan kekanan, dan akhirnya motor yamaha mio itupun tidak bisa lagi menahan keseimbangannya.
Serooolooookkkk..
Prapak paralaaaaakkk.
Motor pun langsung jatuh, dan terseret jauh, tapi dua orang penunggang motor itu, sungguh luar biasa, begitu motornya lagi oleng keduanya langsung melompat kepinggir trotoar sambil menjatuhkan tubuhnya masing-masing, seperti gerakan kucing melompat.
Melihat begitu nandipun langsung menghentikan motornya, terus nandi melompat dari motornya dan berlari mengejar kedua jamret itu.
Kedua orang itu pun langsung berlari, kini saling kejar-kejaran dipinggiran trotoar.
Bila nandi mau tinggal berteriak maling pasti kedua orang itupun akan habis digebugin masa, tapi nandi tidak mau itu terjadi.
Nandi terus mengejarnya, sampai akhirnya kedua orang itupun memasuki sebuah lorong gang sempit antara gedung-gedung yang tinggi, disitu nandi baru beraksi, disa'at sudah agak dekat nandi melompat dengan cepat sambil menendangkan kaki kiri dan kanannya pada punggung kedua jamret itu.
Heeaaaaa...
Buk buk deeaasss..
Kedua tendangan nandi berhasil menghajar punggung kedua jamret itu.
Kedua jamret itupun langsung tersungkur karena terdorong oleh keras tenaga nandi menghantam mereka.
Terus kedua orang itu perlahan-lahan mengangkat tubuh sambil berbalik kearah nandi.
''Setan kurap, rupanya kau mau menjadi pahlawan kesiangan, sudah bosan hidup rupanya kau.'' Teriak salah satu dari kedua janret itu.
''Hai para bandit kacungan, yang beraninya merampas harta orang miskin, jangan harap kau bisa lolos dari kejaran gua.'' Teriak nandi.
''Ooh rupanya nyalimu cukup besar juga ya, belum tau rupanya siapa kita.'' Ujarnya sambil saling lirik dengan temannya itu.
''Gua gak perduli siapa kalian, mau setan ke mau genderewo ke, kalau sudah menyusahkan orang kecil itu sudah menjadi urusan gua.'' Bentak nandi.
''Dasar kuya batok, ku bunuh kau.'' Teriaknya sambil melesat menyerang nandi dari dua arah.
Luncuran tinju dari kedua jamret itu, berambisi ingin menghabisi nandi digang sempit itu.
Tapi nandi bukan pemuda yang atah-atah dalam hal bela diri, dia cukup ber pengalaman dalam bertarung, di ring maupun pertarungan bebas anak jalanan.
Begitu kedua tinju dari kedua jamret itu sudah mendekati dikepala nandi, nandi hanya menggerakan kedua tangannya dengan menggunting kedua tangan jamret itu langsung melilit masuk ke ketiak sambil diangkat sedikit, nisacaya kedua tangan dari jamret itu seperti mau patah.
Rasa sakit kini otomatis terasa oleh keduanya.
Teriaknya.
Nandi tidak memberi luang lagi pada kedua jamret itu, disa'at itu pula, lutut nandi masuk di ulu hati kedua jamret itu secara bergantian.
Karena keras benturan lutut dari nandi memakan ulu hati mereka, kedua jamret itu matanya sampai mendelik keatas seperti merasakan sesak yang amat sangat, dan akhirnya kedua jamret itu jatuh pinsan karena kehabisan napas.
Setelah itu nandi mengambil tas wanita yang dijamret itu.
''Met bobo ya, ma'ap gua ambil tas yang bukan hakmu ini.'' Ucap nandi sambil bergegas pergi dari gang sempit itu.
Nandi terus berlari menuju pada motornya yang lagi diparkir dipinggiran jalan raya.
Setibanya ditempat yang nandi tuju, motornya masih terparkir dipinggiran jalan, lalu nandi menaiki motornya itu, terus motor itu dinyalakannya, selanjutnya nandi pun menatik gasnya pool, kini motor melaju kearah jalan mengkudu, karena untuk kembali ketempat wanita yang dijamret itu nandi harus mencari putaran atau play over.
Setelah itu kira-kira dua ratus meteran lagi nampak terlihat oleh nandi ada putaran yang mengarah kejalan delima, Terus nandi menyalakan lampu sen kanan, kini lampu senpun sudah terlihat berkedip-kedip, sesudah itu nandipun memutar balikan motornya dengan belok kekanan mengambil jalur yang mau kejalan delima.
Nandi terus menarik gasnya pool, karena buru-buru ingin segera mengembalikan tas wanita yang sudah dijamret itu.
Setelah itu nandi tiba dilampu merah jalan delima, terus nandi melihat kearah kanan, nampak terlihat oleh nandi wanita itu lagi berdiri dekat motornya dipinggiran trotoar, terus nandipun mengambil arah kekanan lagi menuju pada wanita itu.
Selepas itu nandi meminggirkan motornya, lalu berhenti didekat motor vario warna silver.
''Ini buk tasnya, ma'ap ya kalau ibu menunggu terlalu lama, karena saya harus melumpuhkan dulu mereka.'' Ucap nandi sambil mengembalikan tas tersebut.
Wanita itu pun lalu mengambil tasnya itu dari uluran tangannya nandi.
''Terima kasih ya mas, mas sudah baik dan rela mengorbankan nyawa mas hanya demi menolong saya.'' Saut wanita itu.
''Iya sama-sama bu, ooh iya bu, saya tidak pernah buka tas itu, coba diperiksa dulu, ada yang hilang gak.'' Ucap nandi.
Terus wanita itupun membuka sleting tasnya itu, dan memeriksa isi dari tas tersebut.
''Alhamdulilah mas, semua masih utuh, ooh iya ini buat mas beli roko atau kopi, terimalah sebagai ucapan rasa terima kasih saya pada mas.'' Ujar wanita itu.
''Ma'ap bu saya menolong ibu iklas ko, kalau ibu berkenan kasihlah pada anak yatim atau anak jalanan, karena mereka lebih membutuhkannya.'' Ucap nandi.
Disa'at itu pula munculah dua anak jalanan seumuran dengan toglo, melintas didekat nandi.
''Nah kasih aja bu pada mereka kasihan.'' Ucap nandi.
__ADS_1
Atas perintah nandi wanita itupun lalu memanggil kedua anak jalanan yang melintas didepannya itu.
''De de, sini.'' Panggil wanita itu.
''Iya buk ada apa?.'' Tanya anak jalanan itu sambil membalikan badannya.
''Ini de, ibu mau sedekah, terimalah.'' Ucap wanita itu.
Terus kedua anak jalanan itu menerima uang dari wanita itu, lima puluh ribuan, dengan senangnya kedua anak jalanan itu sudah mendapatkan rijki yang tidak disangka-sangka.
''Terima kasih ya buk, semoga kebaikan ibu dibalas berlipat ganda oleh allah swt.'' Ucap kedua anak jalanan itu.
Nandi tersenyum manis melihat kegembira'an pada kedua wajah anak jalanan itu.
Setelah semua urusannya selesai nandipun pamitan dan bergegas pergi meninggalkan wanita yang telah ditolongnya.
Betapa senangnya wanita itu, karena tasnya sudah kembali dengan selamat tanpa kurang sesuatu apapun.
Kini nandi memutar balikan lagi motornya, menuju jalan ketupat, untuk menemui para pekerjanya dan kekasihnya sindi.
Nandi terus melajukan motornya, dijalan ketupat yang tinggal beberapa kilo lagi akan sampai ditokonya.
Nandi emang pemuda baik dan berbudi luhur, tapi tetap aja nandipun tak luput dari segala kesalahan, khususnya nandi mempunyai sipat gampang tersinggungan juga, itupun tergantung kondisi dari pikirannya sendiri, bila pikirannya nandi lagi lempeng, dia juga terlihat lebih santai biar diledek kaya gimanapun selalu asik dan menyenangkan.
Tidak lama kemudian nandi telah tiba didepan tokonya, lalu ia memasukan motornya ke area halaman toko itu.
Terus nandi turun dari motornya dan berjalan memasuki tokonya sambil tegur sapa pada kedua pekerjanya.
''Assalam mualaikum, met siang semuanya.'' Sapa nandi.
Terus gito dan pandi, beserta yang lainnya menjawab.
''Wa alaikum salam, siang juga bos.'' Jawabnya.
Terus nandi memasuki keruangan kerjanya dan duduk dikursi.
Bersama'an dengan kedatangan nandi, sindipun langsung menyambutnya dengan mengantarkan minuman kesuka'an nandi, yaitu segelas kopi hitam.
Tok tok tok..
''Assalam mualaikum pak.'' Sapa sindi sambil mengetuk pintu.
''Wa alaikum salam, masuk.'' Jawab nandi.
Lalu sindipun mendorong pintu dan masuk keruangan kerjanya nandi.
''Ini kopinya pak.'' Ucap sindi, sambil mrnyimpan segelas kopi itu dimeja.
''Terima kasih, ooh iya sin, astuti kemana ko motornya kagak kelihatan?.'' Tanya nandi.
''Astuti ada, tapi dia selalu nampak murung hari ini, emang lagi ada masalah ya sama bapk?.'' Sindi balik bertanya.
''Iya sih, emang salah gua juga, gua terlalu egois, sekarang gua sadar, seharus gua selaku abangnya bisa membawa astuti lebih dewasa lagi.'' Ucap nandi.
''Nah begitu dong pak, kan bapak tau sendiri, sikap astuti kaya apa, biarpun astuti seorang cewe, tapi dia berbeda dengan cewe-cewe lain pada umumnya, astuti baik bila dibawa baik, tapi dia bisa lebih jahat bila dijahatin, dan susah untuk membuka pintu ma'apnya.'' Ucap sindi memberi opini pada nandi.
''Ya sudah sekarang sekarang balik keruang kerjamu, sampaikan ma'ap gua pada astuti, terus kesininya naik apa dia?.'' Tanya nandi.
''Oke siap pak, astuti tadi naik angkot.'' Jawab sindi.
Sindipun lalu kembali lagi ke ruangan kerjanya, sesampainya ditempat kerjanya, sindi perlahan-lahan mendekati astuti dengan perasa'an lembut dan perkata'an yang membuat astuti menjadi semangat kembali.
Perlahan tapi pasti astutipun mulai menjawab semua pertanya'an dari sindi, dan mulai membuka hatinya untuk mau diajak bicara.
Lalu sindi mulai menyampaikan kata ma'apnya nandi pada astuti.
''Dan tadi aa nandi bilang sama gue, untuk menyampaikan ma'apnya pada lo', abangmu sudah mengakui kesalahannya, seharus didalam keluarga itu bila ada kesalahan kita harus cepet-cepet memperbaikinya, jangan sampai berlarut-larut.'' Ucap sindi.
''Iya teh sindi, gue juga paham, dan itu juga kesalahan gue juga sih, tapi kenapa tidak aa nandi sendiri yang bilang begitu ke gue.'' Jawab sindi.
''Aa nandi tidak bilang langsung, karena takut menambah masalah lebih jauh lagi, karena aa nandi lebih tau sipat lo' dari pada gue.'' Ucap sindi.
Setelah sindi membujuk dan memberikan saran-saran yang bikin astuti mengerti, kini suasana ditoko itupun perlahan-lahan menjadi hidup kembali.
\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<>>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung.
Ikuti terus kisahnya di episode selanjutnya.
Dukung terus dengan like, comentar, favorit, ranting dan votenya.
Terima kasih atas dukungannya, semoga sehat-sehat dan sukses selalu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=Selamat membaca\=\=\=\=\=