SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 198


__ADS_3

Kala matahari sudah berbalik arah ke barat, Para pamili Gang Si'iran sudah kumpul untuk mengikuti Nandi kesebuah bukit sebelah barat, tempat ia mengasah ilmu bbela dirinya sekalian Nandi mau jiarah ke makam Kakek Jamika dan nenek Jayanti selaku kakek dan nenek moyangnya, karena semasa hidupnya menurut cerita dari ayahnya dan orang-orang tua di Gang Si'iran bahwa mendiang kakek dan neneknya itu selaku sesepuh di kampung Si'iran dulu.


Tidak lama kemudian para pamili Gang Si'iran sudah tba di tempat yang di tuju, lalu Nandi membawa semua sahabatnya itu ke makam kakek dan Neneknya, untuk tawasul mengirim doa pada kedua moyangnya itu, agar selalu mendapat perlindungan dari Allah subhanahu wata'ala.


Setelah selesai berjiarah Nandi memberi wejangan pada para sahabatnya itu, untuk selalu berhati-hati dan mengajak untuk memperdalam ilmu bela dirinya masing-masing, karena ada sebuah kelompok yang meng atas namakan kelompoknya Geng mapia tengkorak hitam yang anak buahnya banyk tersebar di mana-mana.


"Sekarang kita harus tingkatkan bela diri kita, karena kemungkinan kita lagi di hadapkan dengan permasalahan yang sangat besar, sudah pasti di dalamnya banyak para petarung-petarung yang hebat, dan ini buktinya coba kalian baca." Jelasnya Nandi sambil memperlihatkan kalung rantai dengan gantungannya sebuah kepala tengkorak, dan memberikan isi tulisan pada kertas tersebut.


Setelah semua para pamili Gang Si'iran membacanya, Gito langsung angkat bicara. "Wah ini tidak main-main kelompok ini mengancam pada kita, ini mesti kita hentikan aksi tengkorak hitam ini pak Bos, jaringannya banyak tersebar di berbagai wilayah, dan sudah banyak menghancurkan generasi muda." Ujar Gito.


"Emang elo' tau To?." Tanya Pandi.


"Ya elah, itu si kojek yang dulu kita hajar ia merupakan anggota tongkarak hitam." Jawab Gito.


"Tau dari mana kalau si kojek itu anggotanya?." Kamal bertanya.


"Dari kalung yang di pakainya persis sekali seperti kalung yang pak Bos perlihatkan itu." Jelasnya Gito.


Nandi pun termenung, seperti mengingat-ngingat dan pernah melihat bentuk kalung itu, setelah itu Nandi pun baru berkata. "Iya betul gua ingat sekarang, ternyata lo' tuh lebih jeli dari pada kita-kita ini To." Ujar Nandi.


Semua orang mengacungkan jempolnya pada Gito.


"Sebelum senja datang, sekarang kita berlatih dulu kemampuan bela diri kita." Ajak Nandi.


Kemudian para pamili Gang Si'iran mengasah ilmu bela dirinya, dari mulai tehnik dasar sampai tehnik menjatuhkan lawan terus mereka asah sampai ke pertarungan satu persatu.


Kini hari pun telah memasuki senja, Nandi beserta para Sahabatnya langsung pergi meninggalkan bukit itu, gemuruh suara kendara'an Yamah Rx king terasa bikin gendang telinga mau pecah.


Selepas isa, Nandi bersama sahabatnya berkumpul membicarakan masalah baru yang kini telah di hadapinya, Nandi menyuruh Toglo dan Gito untuk menjadi sepion guna mengetahui keberada'an markasnya tengkorak hitam, dengan mengintai dari kejauhan di setiap tongkrongannya anak-anak muda, karena sasaran pertama dari tengkorak hitam adalah anak-anak muda yang masih tanggung, untuk bisa memasokan bisnis barang haramnya.


Kenapa Nandi hanya memilih Toglo dan Gito, karena menurut Nandi Toglo mempunyai otak yang cerdas cepat dan tidak bertele-tele.


Sedangkan Gito sangat pandai dalam menjalankan kendara'an roda duanya, di jalanan sekecil apapun.


••••••••


Toglo dan Gito sudah meluncur keluar dari Gang Si'iran tujuan utamanya Gito dan Toglo mengawasi di setiap tongktongan anak-anak muda, karena dari situlah Ia akan memperoleh impormasinya.


Nandi pun telah memasang JPS di motornya Gito, yang di sambungkan lewat ponselnya, untuk melacak keberada'annya Gito dan Toglo kalau sewaktu-waktu mereka dalam bahaya, maka akan dengan mudah bagi Nandi mencarinya.


Tongkorak hitam salah satu gembong terkuat di kota itu, yang sudah menjadi incaran para polisi, tapi mereka terlalu licin dan rapi dalam menjalan kan misinya, sehingga para polisipun sampai kerepotan di buatnya.


Kini Gito dan Toglo sudah stay di tempat, lagi mengawasai dari jarak yang agak jauh, dan cukup tersembunyi, cukup lama Gito dan Toglo berada di sebuah tempat, yang membuat mereka terasa jenuh, begitu Gito dan Toglo mau beranjak dari tempat itu, tiba-tiba sebuah kendara'an roda empat berhenti di depan anak-anak muda itu, lalu nampak terlihat oleh Gito dan Toglo salah satu dari pemuda itu berjalan menghampiri mobil tersebut.


"Coba lihat bang, sepertinya mereka lagi mengadakan transaksi." Bisik Toglo.


"Iya benar, dan lo' coba catat nomor kendara'an itu, supaya mempermudah kita mengikuti mobil itu." Ujar Gito.


Toglo pun langsung mencatat plat nomor mobil tersebut.


Tidak lama kemudian Mobil portuner warna merah itu sudah mulai lagi melaju, dengan sangat berhati-hati Gito dan Toglo menyalakan motornya untuk mengikuti mobil tersebut.


Dari jarak yang agak jauh Gito dan Toglo terus mengikutinya dari belakang.


Sementara yang lagi mengemudi mobil purtuner warna merah, terus melaju sambil mencari sasarannya, si pengemudi mobil itu tidak menyadari bahwa dirinya lagi ada yang mengikutinya.


Lama kelama'an si pengemudi mobil itupun, nalurinya mulai berjalan, ia ber kata pada temanya itu. "Persa'an ada yang mengikuti kita, coba lo tengok kebelakang." Perintah si pengendali mobil tersebut.


"Ada juga cuma kendaraan roda dua bang." Jawabnya.


"Emang gue perhatiin itu motor dari tadi selalu mengikuri kita, apa jangan-jangan dia intel yang menyamar, untuk mengetahui tempat markas kita." Ujarnya.


"Kalau begitu kita pakai jalan pintas, apa benar motor itu mengikuti kita atau hanya kebetulan saja dia ada di belakang kita." Ujarnya.

__ADS_1


Selepas itu pengendara mobil itu pun langsung belok kiri memasuki jalan gang kecil.


Sementara Gito dan Toglo yang lagi mengikutinya dari belakang sejenak menghentikan kendara'annya.


"Piling gua, mereka telah mengetahui kalau kita mengikutinya." Cetus Toglo.


"Lalu sekarang gimana Glo?." Gito bertanya.


"Abang tau tembusan jalan gang itu?." Toglo balik bertanya.


"Gua tau." Jawab Gito.


"Kalau begitu kita jangan mengikuti lewat jalan itu, untuk menghindari ke curigaannya mereka pada kita." Ujar Toglo.


"Oke siip." Gito.


Gito langsung melajukan lagi motornya lurus, menyusuri jalan raya, karena Gito tau betul selak beluknya jalan di daerah itu sampai kejalan tikus pun gito mengetahuinya, makanya Nandi menyuruh Gito untuk menemani Toglo.


Sepuluh menit kemudian Gito telah sampai di tembusan jalan gang yang di lalui oleh pengemudi mobil yang lagi di ikutinya itu, lalu Gito menyusupkan motor di pojokan warung kopi, sambil netranya terus mengawasi ke arah jalan gang tersebut.


"Ko mobil itu belum nongol juga bang." Bisik Toglo.


"Sabar saja, jalan gang itu terlalu sempit kalau di lalui oleh kendara'an roda empat, apa lagi banyak kendara'an roda dua yang melewati gang itu." Bisik Gito.


Toglo hanya menganggukan kepala sembari tangan kanannya mengambil sebungkus roko dari dalam saku jaketnya, lalu di buka dan di keluarkannya satu batang, di nyalakannya sebuah korek untuk membakar ujung roko tersebut.


Seaapuuuhhh..


Hembusan asap putih meluncur keluar dari mulutnya Toglo, dengan pandangan netranya yang tajam terus mengintai ke ujung jalan gang tersebut.


Lima belas menit Gito dan Toglo berdiri di pojokan warung kopi, sampai roko pun sudah habis satu batang, tapi yang ia tunggu belum keluar juga.


Lima menit berlalu setelah Toglo dan Gito menghabiskan sebatang roko, nampak terlihat ada benda warna merah keluar dari jalan Gang itu, berbelok ke kiri melewati warung kopi dimana Gito dan Toglo berada di pojokan samping warung.


Setelah mobil melaju agak jauh, Gito dan Toglo pun langsung menaiki dan menghidupkan lagi motornya.


"Bang agak turunin laju kecepatan motornya, Bisik Toglo di telinganya Gito.


"Wah nanti kehilangan jejak dong." Ucap Gito.


"Lihat mobil itu mulai memperlambat lajunya, dan mengambil jalur kanan." Ujar Toglo.


"Tidak salah lagi, mereka mau memasuki kawasan Jalan Industri, dan gua sangat yakin bahwa markas mereka di kawasan itu, karena di situ banyak bangunan yang kosong." Ujar Gito sambil terus melajukan motornya.


Mobil yang yang di ikutinya tiba-tiba berhenti, nampak terlihat tiga orang berpakaian rapi dengan kaca mata hitam menutupi semua netranya, berjalan memasuki lorong jalan gang sempit.


Gitopun langsung menarik kencang gas motornya menuju pada mobil tersebut, setelah tiba di dekat mobil itu, Toglo lalu turun dari motor kemudian ia mengeluarkan sebuah benda kecil, ketika tangan Toglo menyentuh mobil tersebut, suara alarm mobil itu berbunyi keras.


"Ayo glo cepetan." Ujar Gito.


Dengan cepat toglopun lalu menempelkan benda tersebut di bagian yang tersembunyi.


Sementara jauh dari tempat mobil itu berada, tiga orang yang yang tadi keluar dari dalam mobil itu lagi berlari ke arah itu.


"Cepetan Glo." Ujar Gito.


"Oke Sudah." Jawab Toglo sambil melompat ke atas jok bagian belakangnya Gito, Gitonpun langsung tancap gas.


Sementara ke tiga orang itu ke tika melihat ada motor Rx king yang melesat pergi, ia berteriak.


"Wooi siapa lo', kurang ajar, ternyata benar orang yang tadi kita curigai, dia membuntuti kita." Ujarnya sambil membuka pintu mobilnya itu.


"Apa perlu kita kejar?." Salah se orang bertanya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar gue mau menghubungi Bos dulu." Ujar yang mengemudikan mobil itu, sambil mengambil handponnya di balik saku jas hitamnya.


📞."Halo Bos." Ujarnya ketika panggilannya sudah


terhubung.


📞. "Iya ada apa zacky." Jawab orang itu yang di panggil bos itu.


📞. "Ada dua orang pemuda, dengan mengendarai motor Rx king telah membuntuti kita Bos."


📞. "Kejar dan cari sampai dapat."


📞. "Oke Bos."


Setelah itu orang yang di panggil Zacky itu menutup panggilannya, dan memasukan kembali handponnya kedalam saku jas bagian dalam. lalu menyalakan mobilnya, dan langsung menginjak gas mobil pun melaju dengan kencang mengejar Gito dan Toglo yang sudah meluncur jauh.


••••••••••••


Sementara di tempat lain.


Di Gang Si'iran Nandi bersama kamal, Pandi, Hasan dan Doni lagi menunggu kabar dari Gito dan Toglo, setelah itu handponnya Nandi berbunyi sebuah nada notifikasi sebuah chat masuk di aplikasi whattsapnya.


📱.Toglo "Oke pak bos JPS sudah terpasang."


Lalu Nandi membalas chatnya dari Toglo.


📱.Nandi "Kalian cepat kembali kesini."


📱.Toglo "Lagi meluncur ke Si'iran."


Setelah itu Nandi pun langsung memasukan kembali Handponya ke saku jaket bagian dalam.


"Gimana Di, mereka berhasil memasang sensor?." Tanya Pandi.


"Ia Toglo berhasil, dan sekarang lagi meluncur ke sini." Jawab Nandi.


Panjang umur, yang lagi di bicarakan oleh Nandi dan yang lainnya, sudah terdengar suara motornya.


"Nah itu mereka." Tunjuk Hasan ke arah Gito yang sudah mendekati ke arahnya.


Kemudian Gito pun mematikan motornya ke tika sudah tiba di hadapan Nandi dan yang lainnya, lalu turun dan duduk di bangku.


"Bagai mana aman?." Tanya Nandi.


"Aman sih aman, cuman kita ketauan, saat mau pasang sensor di mobilnya Alarmnya berbunyi kencang." Jawab Toglo.


"Lalu mereka mengejar kalian gak?." Nandi lanjut bertanya.


"Kayanya sih mereka mengejar kita, tapi jauh tertinggal di belakang." Jawab Gito.


"Mereka tidak akan mengetahui kalau ku dan bang gito anak gang Si'iran, selama mereka mengejar, ku tutupin plat nomor motor bang Gito pake jaket." Celetuk Toglo.


••••••••••


Di lain tempat.


Mobil portuner warna merah yang mengejar Gito dan Toglo telah kehilangan jejaknya, karena motor yang gito kendalikan bagaikan anak panah meluncur dengan cepat.


*********


Bersambung.


Nantikan kelanjutannya, di episode selanjutnya, tentang perjalanan Nandi dan para pamili gang Si'iran.

__ADS_1


Terima kasih atas dukunganya, mohon maap kalau update nya telat, karena Author punya kesibukan di luar sana.


Salam sehat dan sukses selalu.


__ADS_2