SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 115


__ADS_3

Pukul 16:00


Seluruh karyawan pt Anggita surya mandiri sudah keluar dari tempat kerjanya masing-masing, ada yang membawa kendara'an ada pula yang berjalan kedepan untuk mencegat angkutan umum.


Sementara Nandi meminta pada Kamal, Toglo, Hasan dan Doni untuk tidak pulang dulu, berhubung ada yang mesti di bicarakan tentang permasalahan Bondan.


Kamal beserta yang lainnya duduk di bangku, sedangkan Toglo masuk kedalam kedai untuk buatin kopi buat mereka, Toglo menyiapkan empat gelas, lalu di tuangnya bubuk kopi yang telah di campur pemanis (gula pasir) lalu dituangkannya air panas kedalam gelas tersebut, setelah itu toglo mengaduk-ngaduk sampai benar-benar larut, sehingga menciptakan cita rasa yang khas.


''Kopi datang, selamat menikmati kopi buatan ku, yang di buat dari biji kopi pilihan.'' Ucap Toglo.


''Wah bener nih, dari wanginya juga sudah terasa beda jauh dengan kopi-kopi yang biasa di jual di warung-warung.'' Celoteh Hasan.


Disa'at mereka lagi asik duduk sambil menyeripit kopi yang baru toglo bikin, munculah Nandi dan sindi serta anggita eka putri


''Wah boleh juga tuh, wanginya sampai tercium kerumah.'' Ucap Nandi.


''Abang mau dibikinin.'' Ujar Toglo.


''Boleh tuh.'' Saut Nandi.


''Ooh iya, gue bikinin capucino glo.'' Pungkas Sindi.


''Oke, siap.'' Jawab Toglo sambil melangkah masuk kedalam kedai


Lima menit kemudian Toglo telah kembali dengan membawa nampan yang berisi kopi hitam dan capucino pesenannya Sindi..


''Ini buat bapak, dan ini buat ibuk.'' Ucap Toglo sambil memberikan satu gelas kopi untuk Nandi, dan satu gelas capucino untuk Sindi.'' Ujar Toglo.


''Makasih ya glo.'' Ucap Nandi.


''Sama-sama bang bos.'' Saut Toglo.


Kemudian Nandi dan Sindi langsung meraih pada gelasnya masing-masing, dengan seripitan pertama Nandi dan sindi merasakan kenikmatan dari sebuah minuman kesuka'annya.


''Wuenak tenan, ini kopi ko beda ya rasanya, apa lidah kalian sama kaya yang gua rasain?.'' Tanya Nandi.


''Iya benar di' gua Hasan dan Doni juga, sempat terhipnotis dengan cita rasa kopi ini.'' Saut Kamal.


Kemudian sigadis krcil Anggita ikut nimrung di sa'at Sindi lagi meminum capucino.


''Mamah aku mau dong.'' Ucap Anggita eka putri.


Kaml, Hasan, Doni dan Toglo tersenyum melihat gadis kecil Anggita yang lucu dan imut.


''Ooh dede Anggita mau, bentar ya om bikinin dulu.'' Pungkas Toglo.


''Iya oom Toglo.'' Saut Anggita.


Toglonpun masuk lagi kedalam kedai guna bikinin susu capucino untuk dede Anggita.


Setelah itu Toglonpun datang membawa pesanan dede Anggita.


''Nah ini susu plus capucino, rasanya muaaantap.'' Ucap Toglo.


''Terima kasih oom Toglo.'' Ujar Anggita.


''Sama dede cantik, oom gmes deh melihat muka dede Anggita.'' Ucap Toglo sambil mencolek pipinya Anggita.


Kemudia setelah itu, Nandi menyuruh Sindi untuk membawa Anggita dari situ, karena Nandi mau membahas masalah Bontan yang sudah menaburkan duri pada Nandi.


''Sayang bawa dulu Anggita dari sini, gua ada masalah penting sama mereka, yang tidak boleh di dengar oleh anak se usia Anggita.'' Pinta Nandi.


''Iya sayang.'' Saut Sindi.


''Anggita sayang, kamu sama mmh dulu ya, ayah ada urusan dulu sama om Kamal, Hasan, Doni dan oom Toglo.'' Ucap Nandi sambil memegang tangannya Anggita.


''Iya ayah.'' Ujar Anggita.


Setelah itu nandi pun mencium ke dua pipinya Anggita, dan Sindi lalu membawa pergi anggita masuk ke rumah.

__ADS_1


Kemudian Nandi mulai menanyakan perihal pencariannya Bondan pada Kamal dan Toglo.


''Bagaimana, apa ada kabar tentang Bondan?.'' Tanya Nandi pada Kamal.


''Belum ada kabar di, gua sama toglo telusuri sampai ke rumahnya, malahan teh lasmi istrinya Bondan tidak tau kemana perginya Bondan.'' Jawab Kamal.


''Berengsek juga tuh orang, emang apa maksudnya Bondan membayar Komplotan Gery untuk bikin keributan disini.'' Gerutu Nandi.


''Kalau menurut gua, kayanya si Bondan itu iri sama kita, terutama sama lo' di'.'' Pungkas Hasan.


''Iri kenapa, kan gua gak pernah matikan harga, biaya oprasional gua juga umum, dan harga-harga spark park gua jual standar layak pada umumnya bengkel-bengkel di daerah ini.'' Ucap Nandi menjelaskan.


''Mungkin karena para pengunjung yang terus datang dan pergi di bengkel ini, ditambah lo' buka distributor yang sangat besar di wilayah kota ini.'' Ujar Kamal.


''Iya kan gua pingin bangkit dan ke inginan gua untuk mengurangi pengangguran di wilayah kita, ya makanya malam ini gua akan mencari Bondan, gua cuma pingin tau apa maksudnya bayar orang, coba kalian pikir, uang lima belas juta itu tidak sedikit, kalau dia punya otak kan lumayan buat nambahin modal.'' Ucap Nandi.


''Iya sih, ya namanya orang di', pemikirannya kan beda-beda.'' Ujar Hasan.


''Ya sudah nanti selepas isa gua akan pergi untuk mencari Bondan, Toglo, Doni dan lo' san kalau di ijinin bini lo' jaga disini, sedangkan Kamal, Gito dan Pandi iku bersama gua.'' Ucap Nandi.


Begitulah rencana Nandi untuk nanti malam, guna mencari keberada'annya Bondan.


Apa sebenarnya yang ingin Nandi lakukan sama Bondan, hingga bersi keras mau mencari Bondan sampai ketemu.


Kemudian Nandi pun langsung menghubungi adiknya Astuti.


📞.Nandi ''Halo dek.''


📞.Astuti ''Iya aa ada ap?.''


📞.Nandi ''Lo' masih di ketupat apa sudah berjalan pulang?.''


📞.Aatuti ''Baru aja mau tutup.''


📞.Nandi ''Bilang sama Pandi dan Gito, jangan pulang dulu ke rumah, langsung aja ke rumahku, ada prnting.''


📞.Astuti ''Ada penting apa sih aa?.''


📞.Aatuti ''Oke aa, makasih.''


Setelah itu panggilan pun di tutupnya, dan Nandi langsung menyimpan kembali handponnya di atas meja.


''Gimana di' Pandi sama Gito, masih disana?.'' Tanya Kamal.


''Iya masih, katanya baru aja di tutup, mungkin sekarang mereka sudah mulai otw.'' Jawab Nandi.


Kemudian Toglo berkata pada Nandi untuk minta ijin dulu.


''Ma'ap Bang kalau boleh di ijinin, ku mau pulang dulu, kasihan nenek di rumah belum makan.'' Ucap Toglo.


''Ooh ya sudah, nanti selepas isa lo' cepetan ke sini.'' Saut Nandi.


''Iya Bang.'' Ujar Toglo.


Kemudian Toglo pun langsung keluar dari dalam kedainya memburu pada sepedanya yang terparkir disamping bengkel.


''Haii Toglo, kenapa lo' gak ganti aja pake motor supaya perjalanannya bisa lebih cepat.'' Ucap Nandi.


''Gak bang aah, ini sepeda jimat dan banyak kenangannya, walaupun ku beli motor juga, ini sepeda akan setia selalu menemani ku dalam perjalanan.'' Saut Toglo. sambil melompat menaiki sepedanya itu.


Nandi, Kamal dan Hasan serta doni, hanya menggelengkan kepalanya melihat Toglo sa'at menaiki sepedanya.


''Wah bener tuh bocah, dia lebih memilih sepeda ketimbang motor, padahal buat beli motor dia bisa sih.'' Ujar Kamal.


''Sotoy lo' aah, Toglo kan apa-apa serba beli, belum lagi ia ngurusin neneknya.'' Celoteh Hasan.


''Ah elo' Hasan bin maun, gua gak mungkin bilang begitu kalau belum tau buktinya.'' Saut Kamal.


''Ya terus lo' tau dari mana Kamaludiiin.?.'' Tanya

__ADS_1


Hasan.


''Gua kagak sengaja melihat buku tabungannya tergeletak di meja , terus gua buka-buka ternyata tabungannya Toglo sudah besar.'' Ucap Kamal.


''Ya bagus dong, itu namanya anak yang rajin dan mengerti akan masa depannya, gua juga salut padanya.'' Ujar Nandi.


Sedangakan yang lagi di omonginnya lagi menggoes sepedanya dengan speednya yang sangat kencang, liku-liku jalanan gang begitu mudahnya Toglo lalui.


Begitu sampai di perbatasan yang mau masuk ke gang sawah Toglo sempat menghentikan laju sepedanya, sepertinya Toglo menemukan sesuatu yang mencurigakan.


''Itu orang lagi ngapain sih, kayanya mencurigakan.'' Gumam Toglo.


Kemudian Toglo mengikutinya secara diam-diam sambil menuntun sepedanya.


''Mau ngapai tuh orang ko turun ke kali, jadi penasaran nih gua.'' Ucap Toglo sambil mengendap-ngendap mendekati sebuah kali.


Sambil jongkok Toglo mengintai orang yang menuruni sebuah kali, tapi apa yang terjadi Toglo langsung melompat menjauh dari tempat itu sambil menggurutu.


''Sial, di kira mau ngapain, ternyata mau buang air besar, apes gua, habisnya sikapnya mencurigakan.'' Geruru Toglo sambil menaiki lagi sepedanya, dan menggoesnya dengan kencangnya, karena merasa kesel bercampur malu, serasa di senja itu Toglo lagi mengalami kesialan.


Begitu sampai di gubuknya, Toglo lalu menyenderkan sepedanya disamping, kemudian Toglo mengetuk pintu.


Tok tok tok.


''Assalam mualaikum nek.'' Sapa Toglo.


Kemudian terdengar suara wanita tua menjawab.


!


''Wa alaikum salam, kamu Toglo, dorong aja tidak di kunci ko.'' Jawab si nenek.


Kemudian Toglo pun mendorong pintunya.


Rekeeeettt..


Pintu pun terbuka, dan Toglo melangkahkan kakinya memasuki sebuah ruangan.


''Ini nek makan dulu, Toglo tadi beli di warung tegal.'' Ucap Toglo.


''Iya nak, ko raut wajahmu seperti lagi kesel begitu, apa ada masalah di tempat kerjamu?.'' Tanya si nenek


''Tidak nek, di tempat kerja'an gak ada masalah, cuma tadi di jalan agak kesel.'' Saut Toglo.


''Terus kesel kenapa?.'' Tanya si nenek.


''Tadi pas mau masuk gang ini ada orang yang gerak geriknya mencurigakan, terus Toglo ikutin sampai turun ke kali, eeh dikira mau apa, ternyata orang itu mau buang hajat nek, ku kesel jadinya.'' Jelasnya Toglo.


Si nenek sampai tertawa terkekeh-kekeh mendengar cerita dari toglo.


''Heheheheee.. Toglo-toglo, lagian orang mau buang hajat ko di curigain.'' Ujar si nenek.


''Ya habis orangnya mencurigakan nek, tengok sana tengok sini seperti mau mencuri.'' Saut Toglo.


''Dia begitu, karena dia juga malu kali takut ada orang, mungkin karena sudah ke belet, ya kamu aja curiga'an pada orang.'' Ujar si nenek,


''Ooh iya nek, nanti selepas isa, Toglo mau jaga, soalnya bang Nandi ada keperluan dulu.'' Ucap Toglo.


''Iya tidak apa-apa, nenek sudah biasa hidup sendiri, yang penting masa depanmu harus kamu pikirkan sayang.'' Saut si nenek.


''Iya nek, terima kasih.'' Ujar Toglo.


Setelah itu Toglo pun langsung pergi ke kamar mandi, karena suara adzan maghrib telah terdengar berkumandang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.


Jangan lupa sertakan like, comentar, favorit, vote serta hadiahnya.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.


''Assalam mualaikum''


__ADS_2