SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 112


__ADS_3

Hari demi hari terus berlalu, dari minggu keminggu sampai tidak terasa waktu terus bergulir se iring dengan roda kehidupan yang terus berputar.


Pada senin minggu pertama, para karyawan baru nandi pun sudah mulai melakukan aktipitasnya, lima belas orang untuk di gang si'iran dan lima belas orang lagi untuk dijalan ketupat.


Astuti diberi andil oleh nandi untuk mengelola distributor dan bengkel dijalan ketupat yang dibantu oleh Nina yuni pranata, atau biasa disebut Nina yunita.


Nina sangat bahagia sekali bisa kerja bareng Astuti karena Nina bisa lebih dekat sama Pandi adi supraja, yang di tugaskan oleh Nandi untuk mengawasi seluruh karyawan dibawah kekuasa'an Astuti dwi darmati.


Pukul 07:30 menit.


Semua karyawan sudah pada stamby di lokasi, Kamal, Hasan, Doni, Toglo dan karyawan-karyawan baru.


Kemudian kamal yang di angkat sebagai pengawas dan sekaligus merangkap kepala bagian penjualan, membawa ke lima belas karyawan barunya itu, untuk ditugaskan dibagian-bagian yang telah di tentukan oleh nandi.


''Kalian berlima, di bagian packing, dan ke lima lagi di bagian penjualan, bekerjalah dengan sungguh-sungguh, dan kalian yang lima lagi, yang dua di gudang dan yang tiga di bengkel.'' Ucap kamal.


''Tapi pak saya tidak mengerti mesin.'' Ujarnya.


''Semula semua orang juga begitu, tapi lama-kelama'an kan jadi bisa.'' Ucap Kamal.


''Ya sudah pak, dimana saja kita di tempatkan semua sama ko, yang penting kita bisa kerja.'' Ujarnya.


Setelah itu Kaml membawa ke tiga orang yang akan ditempatkan dibagian bengkel yang akan dipandu oleh Toglo.


''Glo ini ketiga orang yang akan ditempatkan disini.'' Ujar Kamal.


''Oke oke,, kenalkan gua Toglo yang akan membntu kalian disini.'' Ucap Toglo.


Kemudian ke tiga orang itupun memperkenalkan dirinya masing-masing.


''Kenalkan nama saya: Peri heryawan


: Asep suryadi.


: Gio fahmi, kemudian setelah itu toglo membawanya ke bengkel dan di perkenalkannya pada pekerja'annya yang sebentar lagi waktu kerja akan segea mulai.


Dan di lain tempat Hasan dan Doni lagi stamby yang tidak jauh dari tempatnya toglo.


''Nah ini senior kita.'' Ucap Toglo sambil menunjuk pada Hasan dan Doni.


Lalu ketiga orang itu pun langsung mengulurkan tangannya pada Hasan dan Doni, untuk memperkenalkan dirinya.


Sementara dijalan ketupat.


Suasanapun sudah ramai sekali, mobil-mobil pengankut barangpun sudah stamby dilokasi jauh sebelum jam kerja masuk.


Astuti pun sudah menugaskan tiga orang karyawan barunya, di bagian pergudangan,


Nina yunita, sebagai asistenya Astuti apa lagi Nina lebih jauh mengerti dalam hal ilmu pengetahuan bisnis, karena Nina yunita mengambil jurusan perbisnisan.


Kemajuannya usaha yang dipegang oleh Astuti kini sudah menyebar luas, khususnya di dengar oleh teman-temannya Aatuti, yaitu kaila dan rina.


Kaila dan rina dua sahabat ini memang tidak pernah jauh, kini mereka lagi asik minum-minum disebuah cafe.


Astuti yang dulunya sering di ejek dan di cemoohkan oleh mereka, kini tuhan yang maha kuasa telah menganngkat derajatnya Astuti melalui abanya yaitu Nandi.


''Heh Rina, gue salut ya sama si gadis miskin itu, sekarang katanya sudah berubah menjadi miliarder.'' Ucap Kaila.


''Tumben lo' bilang begitu biasa lo' ejek terus tuh si Astuti.'' Saut Rina.

__ADS_1


''Yang bikin gue gedek tuh Nina malah kerja ditempatnya si Astuti.'' Ujar Kaila.


''Ya wajarlah kan lo' juga tau sendiri Nina sama Astuti bagaikan kaka beradik, dan Astuti selalu belain Nina, apabila Nina ada yang ngebuli atau ada yang ngejahatin.'' Ucap Rina.


''Iya sih si Astuti kan gadis barbar, dan jago beladiri lagi.'' Ujar Kaila.


Setelah itu Rina sama Kaila langsung membayar minumannya lalu pergi meninggalkan cafe tersebut.


Rina dan Kaila gadis yang selalu poya poya mengandalkan harta kedua orang tuanya, berbeda dengan Nina yunita, biarpun orang tuanya salah satu pengusaha bisnis yang berhasil,, tapi Nina tidak mau kalau harus mentergantungkan dirinya pada orang tua, sudah cukup orang tua mengeluarkan biaya yang sangat besar supaya anaknya mempunyai masa depan, yaitu dengan dimasukin sekolah dari tk sampai menginjak bangku kuliah, itu sudah lebih dari cukup buat Nina.


Makanya Nina setelah mendapat tawaran bekerja di perusaha'annya Nandi ia langsung menyanggupinya, selain itu pula ingin mencari pengalaman dan bisa lebih dekat lagi dengan pamili gang si'iran.


Pukul 10:00.


Astuti memanggil pandi keruangan kerjanya.


Pandi pun langsung bergegas pergi memenuhi panggilannya Astuti.


''Assalam mualaikum.'' Sapa Pandi sambil mengetuk pintu ruangan kerjanya Astuti.


''Iya masuk.'' Jawabnya.


Setelah itu pandi langsung mendorong pintu masuk keruangannya Astuti, setibanya di dalam ruangan.


''Duduk.'' Suruh Astuti pada pandi.


''Terima kasih buk bos.'' Saut pandi.


''Begini saya pingin mengetahui hasil kinerjanya dari karyawan-kary9awan kita, menurut pak Pandi gimana perkembangannya?.'' Tanya Astuti.


''Semua bekerja dengan baik, cuma dibagian packing masih belum bisa mengejar target, mungkin karena mereka masih baru jadi belum bisa beradaptasi dengan pekerja'annya.'' Ucap Pandi.


''Oke buk siap.'' Saut Pandi.


Sementara Gito yang lagi memandu karyawan baru dibengkel, nampak semangat sekali, dalam memberikan pelajarannya Gito dengan sabar sekali.


''Pokonya masalh mesin itu harus teliti, ada kesalahan satu aja epeknya semua kena.'' Ujar Gito.


''Siap bang Gito.''


Selepas itu pandi datang menghampiri mereka, sambil membawakan segelas kopi.


''Assalam mualaikum.'' Sapa Pandi.


''Wa alaikmslam.'' Jawab Gito dan semua yang ada di situ.


''Widiiih enak benar kerja lo', bisa ngopi segala.'' Ujar Gito.


''Gua pingin mendinginkan dulu otak to, ternyata mengawasi karyawan itu capek, Bagaimana kalau di perusaha'an besar yang rebuan karyawan ya, kalau gua gak sanggup dah.'' Ujar Pandi.


''Yoi broo semua pekerja'an itu tidak ada yang enak, semua mempunyai petanggung jawaban dan resiko, jadi kita jalani aja dengan enjoy.'' Ucap Gito.


''E'eeh gimana kerja'an kalian bertiga, sudah lancar belum?.'' Tanya Pandi pada ketiga karyawan baru itu.


''Sudah mendingan sih pak.'' Jawabnya.


''Kalian lulusan smk kan?.'' Tanya Pandi.


''Iya pak, kebetulan kami juga mengambil jurusan mesin otomotip kendara'an roda dua, jadi sedikit-demi sedikit kami bisa mengenal jenis-jenis suku cadangnya.'' Jawabnya.

__ADS_1


''Bagus, bekerjalah dengan sungguh-sungguh, karena bos besar kita, yaitu pak Nandi orang baik dan pederma juga, jadi selama tiga bulan kalian dalam masa traening, bersabarlah.'' Ujar pandi.


''Iya pak, kita pun mengerti akan hal itu, karena hampir disetiap perusaha'an aturan sama begitu.'' ujarnya.


''Ya sudah kalau begitu, selamat bekerja semoga kalian sukses ya.'' Ucap Pandi.


''Amiin, terima kasih pak.'' Jawabnya.


''Sama-sama, to dan kalian semua di tinggal dulu ya mau kembali kerja lagi.'' Ucap Pandi.


Setelah itu Pandi pun bergegas pergi dari bengkel, untuk kembali mengawasi para karyawan di semua bagian.


''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''


Sementara ditempat lain.


Tepatnya di gang si'iran, Nandi suryaman yang lagi berada di ruangan kerjanya, lagi kedatangan tamu yang mengaku sebagai relasi bisnisnya, dari sebuah perusaha'an dari luar kota, meminta pada nandi untuk dikirim barang dalam sekala besar, Nandi pun belum menyanggupinya berhubung stok barang pun masih terbatas, di tambah klayennya itu membuat Nandi timbul kecuriga'an karena masalah pembayarannya satu bulan baru masuk ke rekening perusaha'an.


Di lain sisi, Nandi belum mengenal nama usaha dagang yang telah disebutkannya itu, dengan alasan yang bisa di mengerti dan bijaknya hati dalam menghadapi tamunya, maka dengan itu sang tamu itu mengerti dengan alasan yang nandi utarakan.


''Sekali lagi saya sangat berterima kasih sudah kedatangan klien yang tentu sangat menguntungkan buat perusaha'an saya, tapi untuk kali ini saya belum bisa menyediakan barang dalam jumlah yang sangat besar, berhubung stok barang pun masih terbatas apalagi usaha saya baru berjalan satu minggu, sekali lagi saya pribadi mohon maap yang sebesar-besarnya.'' Ucap Nandi.


''Iya pak nandi, tidak apa-apa, saya pun mengerti, setelah pak Nandi menjelaskannya, oke kalau begitu saya mohon pamit, tidak bisa berlama-lama, karena saya harus secepatnya mendapatkan barang, mungkin ke tempat lain.'' Ucapnya.


''Oke pak, senang berjumpa dengan bapak.'' Ucap Nandi dengan bijaksana.


Kemudian tamunya nandi bergegas meninggal ruang kerjanya nandi.


Setelah itu nandi pun langsung menutup kembali pintu dan kembali ke meja kerjanya, kemudian Nandi meraih handponnya yang tergeletak di atas meja untuk melakukan panggilan pada Astuti, melalui via whatssap.


Nampak jelas dilayar kaca depan handpon Nandi lagi memanggil.


Tidak lama kemudian panggilan pun mulai terhubung.


📞.Astuti ''Iya aa, ada yang perlu ku bantu.''


📞.Nandi ''Begini dek barusan kan abang habis kedatangan tamu yang miminta barang dalam jumlah yang sangat besar, tapi abang tolak, karena stok di gudang juga masih terbatas.''


📞.Astuti ''Ya bagus aa, kan bisa ambil dari sini bila stok di tempat aa kurang, kalau jadi duit kenapa harus ditolak sih.''


📞.Nandi ''Ya itu masalahnya, pembayaran satu bulan baru cair, ditambah abang belum mengenal nama usaha dagang yang di sebutkannya itu, jadi bila nanti ada datang pada adek mohon hati-hati, abang mencium bau penipuan dalam sikapnya yang bergaya intelek pembisnis.''


📞.Astuti ''Ooh begitu, siap aa terima kasih sudah di ingatkan.''


Kemudian Nandi pun menutup telponnya, dan selepas itu ia pun kembali pada kerja'annya, dengan sebuah laptop.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.


Ikuti terus kelanjutannya, jangan lupa sertakan pula like, comentar, jadikan favorit bila suka, dan berikan votenya, serta hadiah juga boleh.


Terima kasih atas dukungannya.


Salam sehat dan sukses selalu.


Assalam mualaikum.


________________________________

__ADS_1


__ADS_2