
Rangkuman kisah yang terjalin dengan indah memang tak slalu berjalan mulus. Akan slalu ada cobaan, hambatan, dan tentunya perbedaan yang perlu diselaraskan dengan cinta dan kasih sayang.
Orang percaya, cinta akan tumbuh dengan sendirinya. Akan tetapi mendalami karakter sangat penting untuk mengetahui apakah lawan jenis yang akan menjadi pasanganmu cocok untuk kamu selami atau tidak. Jika tidak cocok, pun kamu bisa menghindar dan menjauh, kalaupun cocok, bisa lanjut ke tahap berikutnya.
Cinta begitu mudah untuk dipahami, meskipun hati terkadang dibuat ribet karenanya. Seakan logika tak berdaya menghadapi nama yang di sebut CINTA.
Sama halnya dengan kisah cinta Kaysan dan Rinjani. Banyak sekali perbedaan yang menjadikan jarak diantara keduanya merenggang. Tapi bukan berarti itu membuat Kaysan dan Rinjani menyerah dengan keadaan.
Kaysan memilih menebus benteng istana dan memilih gadis biasa. Kaysan berusaha mengikis perbedaan yang membuatnya rela untuk mendapatkan hati seorang Rinjani. Gadis pujaannya yang mampu mengalihkan atensinya dari kisah masa lalunya bersama Nurmala Sari.
Begitupun dengan Rinjani. Banyak yang tidak mengira jika dirinya bisa bersanding dengan seorang pangeran. Bahkan dalam asumsi banyak orang. Rinjani bukanlah gadis yang cocok bersanding dengan anak seorang Raja.
Kenekatannya mengambil keputusan untuk mengarungi bahtera rumah tangga membuatnya sering dirundung gelisah. Menyerah ditengah jalan atau mempertahankan diri dengan cinta yang luar biasa untuk Kaysan.
Dua sejoli yang menggetarkan istana. Dua sejoli yang membuktikan bahwa mereka layak untuk bersama. Saling menguatkan dengan cara mereka saling mengasihi.
Satu tahun kemudian....
Kehidupan Kaysan dan Rinjani telah diisi dengan banyak suka cita dan kebahagiaan. Begitupun permasalahan yang datang membuat mereka semakin kuat untuk menjalani kehidupan rumah tangganya.
Kebahagiaan mereka semakin terlengkapi dengan hadirnya seorang bayi laki-laki bernama Raden Mas Suryawijaya Bumi Putra Adiguna Pangarep.
Semasa kehamilan, Rinjani hanya menghabiskan waktunya di atas ranjang. Rinjani lebih sering mengalami muntah-muntah dan mengharuskannya untuk bed rest. Hal itu membuat Kaysan harus bersedia untuk menjaga Rinjani selama trimester pertama. Seakan membalas hal yang pernah Kaysan lewati. Kaysan senang menemani Rinjani. Meskipun slalu ada saja yang membuat kepalanya pening.
Permintaan Rinjani sering tidak masuk akal, dan nyidamnya suka aneh-aneh. Tapi, hal itu membuat Kaysan menjadi laki-laki berguna dan bisa diandalkan.
Sama halnya dengan Dalilah, bayi perempuan dengan pipi gembul itu sudah aktif berjalan dan sering menganggu Kaysan dan Rinjani saat sedang berdua. Seakan ia sudah mengerti bahwa ayahnya adalah laki-laki yang tampan. Dalilah sering mengambil atensi Kaysan saat ayahnya sibuk mengurus ibunya.
Wajahnya cemberut, dan tidak mau dirayu oleh siapapun, jika Rinjani tidak segera melepas Kaysan dari pelukannya.
Kaysan benar-benar beruntung, ia menjadi rebutan para wanita yang ia cintai.
__ADS_1
Namun, dengan hadirnya Suryawijaya, bayi laki-laki yang menuruni paras Rinjani. membuat keduanya impas. Dalilah yang memiliki paras seperti Kaysan, Suryawijaya yang miliki paras seperti Rinjani.
Entah bagaimana jika mereka dewasa nanti. Dalilah yang diam dan butuh perhatian. Suryawijaya yang cerewet dan sekaligus blak-blakan. Sungguh, keduanya memberi kebahagiaan Kaysan dan Rinjani dan seluruh keluarganya. Tapi nyatanya disaat mereka sudah dewasa, semua itu justru berbalik.
Selang beberapa Minggu setelah Rinjani melahirkan, Laura melahirkan seorang bayi blesteran Jawa-Australia berjenis kelamin perempuan. Mereka memberi nama anak mereka.
Kylie Byakta Keswari.
Ayahanda senang tak alang kepalang. Impiannya membuat taman kanak-kanak di rumahnya akan segera terwujud meski baru diisi dengan tiga bayi. Pun, Ayahanda tak membandingkan antara cucunya dan anak blesteran dari besannya. Semua menerima dengan tangan terbuka. Toh, perbedaan bisa menjadi hal yang sangat indah jika saling mengerti satu sama lain. Ayahanda sudah legowo dengan keputusan besar yang ia lakukan. Terlebih sekarang Sasmita sudah menjadi permaisuri keduanya, mendepak posisi Sekar Tanjung yang membelot dari perintahnya.
Sasmita girang, tapi bukan Ayahanda yang mendapat ciuman mesra dari bibirnya. Melainkan Juwita Ningrat!
Wanita yang menjadi selir selama puluhan tahun itu membungkuk hormat di hadapan Juwita Ningrat untuk meminta restu.
Juwita Ningrat menyetujuinya dan sangat senang. Apalagi sekarang, ia harus menyiapkan Rinjani menjadi seorang Ratu.
Rinjani akan berada di tangan yang tepat dengan orang yang pernah berkecimpung langsung dengan kedudukan tersebut.
"Jadi Rinjani tidak kuliah lagi?" tanyanya sambil menggendong Suryawijaya. Bayi itu tidak akan terlelap jika Rinjani belum menimang-nimangnya dalam durasi yang lama.
"Tapi Rinjani bosan dirumah terus, Rinjani mau kuliah!" sergah Rinjani.
"Kuliah online!"
Tidak ada bantahan lagi dari mulut Rinjani saat Suryawijaya menunjukkan mimik wajah yang mau menangis.
"Kenapa anak laki-laki kita cengeng, mas! Ah, Dalilah. Besok kamu harus menjaga adikmu!"
Dalilah yang berada di gendongan Kaysan justru bercicit sambil menggelengkan kepalanya.
"Kenapa dia sudah ngeyel, Mas? Padahal dulu waktu mengandungnya aku seperti tampak bodoh. Bermain masak-masakan, dokter-dokternya, memiliki banyak boneka. Tapi lihatlah sekarang, kelakuannya sama sekali tidak menghormatiku!" Rinjani kesal.
__ADS_1
Kaysan tertawa, ia mengecup pipi gembul Dalilah dan membisikkan sesuatu di telinganya.
"Bubu... jeyekkk." ujar Dalilah.
"Jelek? Kamu bilang bubu, jelek?" tanya Rinjani sambil melototkan matanya.
Dalilah merangkulkan tangannya di leher Kaysan dan menyembunyikan wajahnya.
"Jangan memanjakannya, nanti apa-apa harus di turuti!" sembur Rinjani pada Kaysan.
Kaysan hanya tersenyum, "Lihatlah, Suryawijaya saja manja denganmu. Apa salahnya jika aku memanjakan Dalilah, lagipula Dalilah sering aku tinggal sejak dulu." Kaysan membela putrinya.
"Yasudah, kita terbagi menjadi dua kubu!"
Rinjani menunjuk wajah permusuhan. Kaysan pun juga begitu.
Sembari menyiapkan ancang-ancang, Kaysan dan Rinjani saling melangkah maju, dan ketika mereka sudah berdekatan, mereka menutup mata Dalilah dan Suryawijaya secara bersamaan.
Kaysan mencondongkan tubuhnya untuk mengecup bibir Rinjani.
Rinjani tersenyum. "Terimakasih sudah hadir dan selamanya akan tetap bersama. Tak ada yang lebih indah dari sebuah rumah yang diisi dengan berbagai macam rasa. Rasa yang menguatkan hati kita selamanya!"
Kaysan kembali mengecup bibir Rinjani.
"Terimakasih sudah menghadirkan dua malaikat kecil untukku. Terimakasih sudah bersusah-payah untuk mencintaiku dan bertahan untukku. Kelak, jika waktunya tiba menduduki singgasana kerajaan. Jangan pernah lupa, jika kita pernah melewati hari-hari tersulit dalam perjalanan menuju bahagia. Rinjani, inilah awal yang baru untuk kehidupan kita yang sesungguhnya. Bertahanlah. Aku juga akan melakukan hal yang sama, untuk kita selamanya."
"Aku... percaya..." jawab Rinjani sembari tersenyum lebar.
Rinjani mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Kaysan. "Aku cinta sama kamu, mangga tuaku. Banget."
Tangan kanan Kaysan membelai pipi Rinjani. "Aku tahu." balasnya lembut. "Tapi sudah pasti cintaku jauh lebih banyak dibanding cintamu, Rinjani anak metal. Sumpah!"
__ADS_1
Keduanya tertawa membuat Dalilah dan Suryawijaya menatap kedua orangtuanya penuh tanda tanya.
...TAMAT....