Suamiku Seorang Ningrat

Suamiku Seorang Ningrat
Bab 94. [ Suara hati Kaysan I ]


__ADS_3

[ POV Kaysan ]


Sore itu setelah menyelesaikan pekerjaan di gedung rektorat sekaligus menyelesaikan rapat pemegang saham di gedung rumah sakit milik keluarga Tirtodiningratan, aku menemui mantan kekasihku, Nurmala Sari. Ia bekerja di rumah sakit milik keluarganya. Sedangkan keluarga Hadiningrat termasuk dalam jajaran pemegang saham, tak heran jika pertemuanku dengan Nurmala Sari terbilang cukup intens dan hanya sebatas urusan pekerjaan. Setelah berbincang-bincang cukup lama, Nurmala Sari menyanggupi permintaan Tuniang Dewi untuk berkunjung ke rumah sekaligus untuk mengecek kesehatan Ayahanda dan Ibunda.


Jika keluarga Tirtodiningratan bergerak di bidang kesehatan dan perairan, keluarga Hadiningrat bergerak di bidang perhotelan dan perkebunan. Maka semua bisnis yang ada dalam keluarga kami ataupun keluarga Tirtodiningratan saling berkaitan, hingga menjadikan alasan aku dan Nurmala Sari dijodohkan sebagai satu keluarga, tujuan lainnya adalah memperkuat sistem kekuasaan.


Aku pulang ke rumah, karena aku membatasi diri untuk hanya bekerja sampai jam lima sore.


Ku dapati istriku duduk di pinggir kolam. Wajahnya terlihat muram seperti memikirkan sesuatu.


Dia terus meracau, menyindirku tentang ikan koi peninggalan Nurmala Sari. Jika Rinjani sedang marah-marah, bibirnya terlihat gemas, dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya. Dan, aku suka caranya menyindirku. Bukannya aku marah dan ikut terpancing emosi, aku malah semakin yakin bahwa Rinjani memang mencintaiku saja, bukan Nanang atau Nakula seperti yang dibicarakan Tuniang Dewi mengenai kedekatan mereka.


Sebenarnya aku ingin menutup semua kenangan indah dengan Nurmala Sari, tapi kata Ibunda biarlah kolam ikan ini sebagai kenangan terakhir untuk Nurmala Sari sebagai permintaan maaf atas batalnya perjodohan kami.


Aku memang suka disini, gemericik airnya sedikit bisa meredam kegelisahanku. Hanya pada ikan-ikan inilah aku bisa membuang waktu sambil memikirkan bagaimana cara mengajak Nanang kembali ke rumah ini. Semua terasa kacau, aku memiliki masa tenggang, jika Nanang tidak mau kembali kesini. Itu artinya Rinjani siap dimadu, dan Nurmala Sarilah yang akan menjadi Ratu. Rinjani yang tidak tahu apa-apa harus menerima kenyataan ini. Cepat atau lambat.


Nanang atau Nurmala Sari, semaunya pernah mengisi bagian dari aku dan Rinjani. Nanang adalah adikku, sampai kapanpun dia tetap menjadi keluargaku. Nurmala Sari hanyalah masa laluku yang sedang aku kubur berkat datangnya Rinjani. Dulu ku pikir dia adikku, karena aku sering sekali melihat Ayahanda membawa adik-adikku yang bayi ke dalam rumah. Kaysan kecil belum paham jika adik-adik bayi itu bukan adik kandung, tapi kasih Ayahanda tak pernah berubah sejak dulu. Tetap sama dan merata.

__ADS_1


Aku dan Nurmala Sari tumbuh bersama, layaknya kakak beradik. Seiring berjalannya waktu Nurmala Sari tumbuh menjadi gadis yang cantik, anggun bak putri dewi. Melihatnya seperti itu, ada keinginan untuk terus menjaganya, bukan menjaga layaknya seorang kakak dan adik, melainkan menjaganya dalam status yang berbeda.


Sewaktu kepulanganku dari University of Melbourne, aku memberanikan diri untuk mengajak Nurmala Sari melangkah bersama, tentu hubungan kami berdua direstui keluarga. Bahkan kami diwanti-wanti untuk segera menikah. Nurmala Sari enggan, dari niatnya ingin mengejar profesi sebagai dokter. Hubungan kami mulai merenggang.


Perpisahan antara aku dan Nurmala Sari adalah perpisahan paling menyayat hati, 26 tahun aku melihatnya tumbuh dan belajar. Namun, usahaku sia-sia. Rasa sakit ku lebih dari segalanya. Aku mengubah air mataku menjadi emosi luar biasa, hingga menjadikan aku laki-laki yang tak memiliki rasa. Aku menjadi laki-laki yang tidak tahu harus berbuat apa, ketika kejujuran yang selama.ini aku katakan, malah mengubahnya menjadi ketakutan. Bertahun-tahun lamanya aku memilih untuk menutup diri, menjadi laki-laki yang tak memiliki empati, hingga akhirnya aku bertemu dengan Rinjani.


*


Nakula adalah adik paling bontot, dia adik yang paling disayangi oleh semua kakak-kakaknya. Dia pandai menyembunyikan sesuatu, tapi jawaban yang keluar dari mulutnya kadangkala bikin hati menciut. Dia tidak suka basa-basi, sekaligus paling kritis dengan keadaan.


Rinjani tahu kisah kolam ikan ini pasti karena dirinya, sebab inilah aku memilihnya untuk menjaga Rinjani. Karena apa yang ia lakukan pasti slalu ia pikirkan matang-matang. Berbeda dengan Sadewa, kedua adik kembar ku layaknya matahari dan bulan.


Hingga akhirnya Narnia datang merubah segalanya. Gadis itu memiliki rambut hitam panjang dan slalu diikat dengan pita berwarna putih. Pandangan matanya slalu menunduk dan termasuk gadis pendiam. Bagai sebuah rokok Nakula kecanduan dengannya. Rasa penasaran mengalahkan segalanya. Dia akan terus mengikuti Narnia diam-diam, mengajaknya makan siang, atau dengan tingkah usilnya Nakula akan mengerjai Narnia. Gadis itu menyukai Hello Kitty. Nakula cemburu dengan boneka yang slalu di bawanya saat berpacaran, akhirnya Nakula mengutuk boneka itu sebagai penghalang. Dia membencinya.


Narnia tidak marah, justru dia malah sering membujuk Nakula untuk membelikan boneka Hello Kitty atau semua pernak-pernik yang berhubungan dengan Hello Kitty. Nakula enggan, karena pikirnya boneka-boneka itu semakin menjadikan ia tersisihkan.


Hubungan mereka berujung perpisahan, Nakula terpukul saat tahu Narnia divonis mengidap kanker darah. Itu sebabnya, Narnia lebih suka menyendiri, ia tidak mau membuat teman-temannya tahu jika usianya tak akan lama dan hanya menyisakan kesedihan.

__ADS_1


Narnia membentuk pribadi Nakula yang seperti bulan. Pendar cahayanya dibantu oleh Sadewa, jika tak ada Sadewa ia berubah menjadi bulan yang dingin. Itulah mengapa Nakula sampai sekarang tidak punya pacar. Baginya Narnia tetap hidup. Bersama dengan Hello Kitty yang masih Nakula simpan di dalam kamar.


Aku tahu semua ini dari Sadewa, sifatnya yang banyol dan suka bercanda membuatnya mudah berbaur dan digandrungi kaum hawa, hingga gadis blesteran Jawa-Belanda terpikat oleh rayuan gombalnya.


*


Malam ini Nurmala Sari datang, aku sudah memberi wewenang untuk Rinjani agar tidak keluar kamar.


Setelah memeriksa kondisi Ayahanda dan Ibunda, Nurmala sari mengajakku untuk masuk ke dalam rumah, aku berkelit dan lebih memilih untuk menemaninya di pinggir kolam ikan. Aku bercerita, dulu sekali aku dan Nurmala Sari sering bermain di kolam ikan, mengejar-ngejar ikan sampai terpeleset. Aku tertawa saat melihat Nurmala Sari mereka ulang kejadian bertahun-tahun silam.


Ia nyaris terjerembab ke dalam kolam, baju bagian belakangnya basah, begitu juga celananya. Karena kejadian itu mau tidak mau, aku mengajaknya masuk ke dalam rumah, tepatnya menuju kamar Indy.


Baru berjalan melewati selasar kamar, aku mendapati Rinjani dan Nakula bersama. Apalagi baju tidur Rinjani yang berenda dan diatas lutut itu membuatku geram. Rinjani begitu nyamannya memakai itu didepan Nakula. Adikku laki-laki, tentu dia akan bersenang hati melihat paha mulus Rinjani.


Entah harus marah dengan Nakula atau tidak, kepandaiannya dalam mengatasi keadaan harus aku akui. Rinjani pergi dengan Nakula, entah kemana.


*

__ADS_1


Malam menunjukkan pukul setengah dua belas, tapi kedua mataku tak bisa terpejam dengan tenang. Rinjani mengungsikan diri dari rumah, karena Ibunda meminta Nurmala Sari untuk tinggal semalam. Sedangkan Nakula sudah mengunci kamarnya, semua tahu peraturan di rumah ini, jika pintu kamar sudah terkunci tandanya tidak boleh diganggu.


Like n klik favorit ya. πŸ™πŸ’š


__ADS_2