Terpaksa Menikah Pria Beristri

Terpaksa Menikah Pria Beristri
Bab 134


__ADS_3

Mungkin Daniel sudah tak bisa memendam perasaanya, sampai ia mengatakan kejujuran pada Sarla, apalagi Daniel sudah merasakan sakitnya dihianati.


Awalnya memang tak cinta, tapi lama kelamaan jika sering bersama dan merasa tenang pada pasangan akan terasa nyaman, hingga tak bisa melepaskan.


Itulah yang kini di rasakan Daniel, berbagai cara ia lakukan, demi bisa bersama dengan orang yang sudah membuat ia nyaman, apalagi Daniel sekarang tengah bertarung dengan keponakannya sendiri untuk bisa mendapatkan Sarla.


Waktu pernikahan kontrak bersama Sarla sudah mendekati setahun, semua itu tak terasa, sampai Daniel ingat jika Sarla tak hamil ia harus melepaskannya saat itu juga.


Namun bagi Daniel semua itu terasa berat, ia seakan tak sanggup melepaskan Sarla begitu saja.


"Sa, apa kamu membaca pesannku. Kenapa kamu begitu lama membalasnya. "


Daniel menangis, ia ingin memiliki Sarla dan juga Wulan.


Sampai dimana Sarla mengetes sang suami.(Jika kamu ingin bersamaku, coba lepaskan Wulan.)


(Jika kamu yang minta aku akan lepaskan dia, karena memang aku sudah tak ada rasa padanya setelah ia berselingkuh dan kini mempunyai anak dari selingkuhannya.)


Semua keburukan diungkapkan Daniel begitu saja pada Sarla, dimana ia sudah mengetahui semuanya.


Demi menjadi istri kontrak Daniel, Sarla berusaha menuruti perjanjian yang tertulis pada kertas putih yang ditulis Daniel.


(Jangan mencoba memfitnah istri sendiri, jika kamu tidak punya bukti. )


Sarla tak mau menjadi kambing hitam dari rumah tangga Daniel dan Wulan.


Daniel mengirim emojik menangis kepada Sarla. ( Coba kamu lihat poto poto ini.)


Deg ....


Sarla terkejut dengan poto yang dikirim suaminya.


(Jika kamu diposisi aku, apa kamu sanggup menerima semuanya. Sebenarnya aku juga merasa bersalah di posisi sekarang karena ingin memiliki seorang anak aku menjadi laki laki egois dan serakah menikahi kamu Sarla, tapi jauh di hari pernikahan kita, Wulan sudah berselingkuh dan menghianatiku.)


Sarla mengerti, tapi tidak dengan cara menikah lagi. Seharunya Daniel juga sadar diri menerima kekurangan sang istri dan bersabar jika ingin memiliki seorang anak.


(Jadi apa maksud kamu mempertahankan Wulan, jika kamu merasa tersakiti olehnya.)


(Kamu ingin tahu apa alasanya.)


(Iya, coba jelaskan kepadaku. )


(Balas dendam, aku ingin dia juga merasakan sakit hati yang kurasakan.)

__ADS_1


Sarla tak menyangka jika Daniel mempunyai pikiran seperti itu. (Apa kamu tidak berpikir kedepannya untuk mengurungkan niat, agar tidak balas dendam.)


(Itu sudah keiingannku.)


(Jadi jika aku melakukan hal yang sama seperti Wulan, kamu akan balas dendam.)


(Kenapa kamu malah berkata seperti itu Sarla, apa kamu membela Wulan.)


Sebenarnya Sarla bukan membela Wulan tapi ingin mengetes perkataan Daniel.


(Pastinya, karena asal kamu tahu penghianatan pantasnya dibayar kematian, tapi aku tidak mau menjadi lelaki kejam, biarkan penghiantan aku balas dengan rasa dendam, untuk membuat orang itu merasakan hal yang sama aku rasakan.)


Sarla membaca pesan datang lagi dari Daniel membuat ia terdiam sejenak.


(Sarla, apa kamu mau membatalkan perjanjian kontrak denganku, agar kita menjadi suami istri seutuhnya.)


Perkataan Daniel membuat Sarla berusaha menahan diri, ia kini membalas. (Maaf, bukanya saya sudah bilang, perjanjian tetap perjanjian tidak bisa di rubah. )


Menatap pesan dari Sarla, membuat Daniel kecewa, sebuah penolakan yang begitu manyakitkan.


Padahal Daniel ingin sekali memiliki Sarla seutuhnya, namun Sarla begitu menolak.


(Apa kamu tidak mencintaiku?)


Sarla berusaha membohongi Daniel dengan membalas. ( Aku tidak mencintaimu, Daniel. Sampai kapanpun aku tidak akan mencintaimu.)


Balasan yang semakin membuat hati Daniel teriris, ( Jangan bohong kamu Sarla?)


Daniel menekan Sarla agar dia berkata jujur, (untuk apa aku berbohong, tidak ada gunanya.)


Daniel berusaha bersikap tegar saat kata kata Sarla dalam menolaknya sangat menyakitkan.


(Baik kalau itu yang kamu inginkan, aku akan berusaha sebisa mungkin membuat kamu jatuh kepelukanku.)


Sarla membaca pesan Daniel, hanya bisa terdiam, ia sudah enggan membalas pesan dari suaminya itu. " Biarkan saja, aku tak peduli, Daniel mau bicara apapun. Tetap saja tidak akan merubah hati ini, karena perjanjian tetap saja perjanjian. "


Sarla, berusaha merebahkan tubuhnya kembali, untuk segera tidur, ia berusaha melupakan semuanya. " Aku harus melupakan semuanya, bagaimana pun. Agar aku bisa tidur nyenyak. "


"Ahkkk, " bangun dari tempat tidur, mengerutu kesal, " kenapa aku malah tak bisa tidur. "


"Sialan."


Sarla membanting banting bantal pada ranjang tempat tidur, ia malah mengigat perkataan Daniel dalam pesan.

__ADS_1


"Kenapa, hidup ini malah berakhir seperti ini?"


Sarla nampak kesal pada dirinya sendiri, ia mengacak jiblab panjang yang ia pakai, lalu membanting tubuhnya ke atas kasur.


Sampai. Tok .... Tok....


Ketukan pintu terdengar jelas, membuat Sarla berusaha merapihkan kerudungnya kembali. Ia mencoba menenangkan pikiran dan hati.


Bangkit dari tempat tidur, membuka pintu kamar. " Kak Sarla."


Ternyata itu adalah Lilia, " sayang kamu. "


"Ya, Lilia kan mau tidur sama kakak?"


Sarla tersenyum, ia lupa, jika sang adik memang miminta untuk tidur bersamanya. Memukul pelan jidat. " Ya ampun kakak lupa. Ayo masuk sayang."


Lilia mulai masuk ke dalam kamar, ia terlihat senang dan merasa nyaman, menatap poto yang terpanjang diatas dinding, poto pernikahan sang kakak dengan suaminya.


"Kalau di lihat lihat, kakak cocok juga ya sama kak Daniel."


Mengerutkan dahi, Sarla tampak tak suka dengan perkataan adiknya dimana ia berkata, " cocok dari mananya, kamu ini ngaco sayang.


"Nggak kok kak, aku lihat kak Daniel tulus sama kakak, walau aku kesal sama dia, karena dia sudah beristri."


Menundukkan pandangan apa yang dikatakan Lilia ada benarnya, memang Daniel terlihat tulus pada Sarla, dari mempelakukan Sarla dan menyayangi Sarla begitu baik.


"Tetap saja, Daniel itu walau tulus sama kakak, dia kan sudah punya istri, kasihan istrinya."


"Iya juga ya, kak Daniel. Sudah tahu punya istri ngapain mau nikahin kakak. "


"Namanya laki laki, ke gitu. "


Sarla dan Lilia tertawa terbahak bahak setelah menceritakan Daniel, mereka merasa jika hal yang mereka ceritakan lucu.


"Oh ya, kak. Lilia mau cerita sama kakak."


"Cerita apa sayang?"


"Wanita yang bertemu dengan kita di jalan itu, sama percis seperti wanita yang memperhatikan kita di taman loh kak!"


Sarla mengerutkan dahi lalu berkata, " masa sih. Kakak kok baru lihat."


"Lilia juga aneh, setiap kali aku tunjukkan wanita itu dia selalu pergi dan menghilang, serem kak, ke hantu."

__ADS_1


"Mana ada hantu di siang bolong, kamu ini ngaco kalau ngomong.


__ADS_2