Terpaksa Menikah Pria Beristri

Terpaksa Menikah Pria Beristri
Bab 56


__ADS_3

"Sal."


Ucap sosok wanita bernama Natasya, ia menudukkan kepala, mendekat ke arah Sarla.


"Syah, kamu. Ada apa?"


Air mata berlinang, membasahi cadar yang Natasya pakai, padalah kemarin Sarla melihat Natasya begitu membencinya, tapi sekarang ia malah menangis dihadapan Sarla.


"Kamu kenapa menangis?"


Pertanyaan Sarla, membuat isak tangis pada Natasya semakin terdengar keras, dimana wanita bercadar biru muda itu terjatuh.


Para maha siswa yang berada di sana mendekat, kearah Natasya dan berkata." Sarla, kamu tega bikin Natasya terjatuh."


Mengerutkan dahi, Sarla tak melakukan apapun, Natasya terjatuh sendiri. Salah satu sahabat Natasya kini berucap pada Sarla lagi," kalau memang dia bersalah padamu, jangan sakiti fisiknya."


"Heh, kalau bicara itu jangan asal nuduh. " Datanglah Tasya yang selalu membela Sarla dimana pun ia berada.


Natasya membulatkan kedua matanya, melihat penampakan Tasya ada di samping Sarla, " dia lagi, dia lagi. " Guman hati Natasya.


Melipatkan kedua tangan dan berkata, " kenapa Natasya. Apa kamu takut denganku. Kalau memang kamu mau mempermalukan Sarla di depan mahasiswa yang lainnya, cobalah jangan pakai cara seperti anak kecil."


Natasya kesal dengan perkataan Tasya, kedua tangannya mengenal menatap ke arah wanita yang selalu Sarla.


"Kenapa kamu diam saja, ayo tunjukan permainan murahan kamu itu."


Melipatkan kedua tangan, Tasya menyuruh kedua sahabatnya untuk memperlihatkan sebuah video, kepada para mahasiswa yang mengelilingi Sarla Dan juga Natasha.


Di dalam video ini, bisa membuktikan siapa yang bersalah dan juga tidak. Tasya mulai memutar video itu di hadapan para mahasiswa, terkejutnya mereka jika Natasha berpura-pura terjatuh.


"Kalian lihatkan, Sarla itu tidak melakukan hal apapun. "


Para mahasiswa itu menatap kesal ke arah Natasya. " Syah, kamu jangan begitu dong."


Semuanya menyoraki Natasha, di mana wanita bercadar biru itu berlari menghindari para teriakan mahasiswa lainnya, " lari dia."


Sarla tak mengerti dengan kelakuan sahabatnya itu. Kenapa Natasha begitu tega mempermalukan Sarla yang jelas-jelas sudah memaafkan dirinya.


"Tasya, sekali lagi aku berterima kasih kepada kamu sudah membuat aku tak malu lagi.


Tasya tersenyum kepada Sarla, wanita yang begitu baik tak pernah membuat masalah ataupun membuat orang-orang membenci dirinya.


" Sama sama."


Tasya mulai pergi melangkahkan kakinya, Sarla menatap layar ponsel dimana Rafa datang.


"Sarla?"

__ADS_1


Terkejutnya Sarla, membuat ia hampir terjatuh.


Rafa dengan sigap menahan Sarla agar tidak terjatuh ke atas lantai.


Keduanya saling bertatapan, dimana Sarla mendorong tubuh Rafa, dan dirinya jatuh ke atas lantai.


"Sarla, apa kamu baik baik saja?"


Sarla berusaha menghentikan langkah Rafa agar tidak terlalu dekat dengannya," Stop, jangan mendekat. Kita bukan muhrim. "


Mendengar ucapan terlontar dari wanita yang sangat ia cintai, Rafa melangkah mundur beberapa langkah.


"Kamu kenapa menjauhiku?"


Pertanyaan Rafa, membuat Sarla berkata," aku tidak menjauhimu, hanya saja kita sudah menjadi saudara. Alangkah baiknya kita jaga jarak."


Sarla pergi dari hadapan Rafa, dimana lelaki yang memakai kemeja itu memanggil, " Sarla. "


Semakin Rafa mengejar Sarla, semakin cepat langkah kaki wanita itu.


"Kamu mau pergi ke mana?"


"Tolong Rafa, jangan ikuti aku. "


Rafa tetap mengejar Sarla, ia ingin mendengar isi hati wanita itu lagi.


Sarla kini menghentikan langkah kakinya, membalikkan badan ke arah lelaki berkemeja kemeja hitam itu.


"Apa maksud dari perkataanmu."


"Sarla, aku tahu kamu menikah dengan Pamanku karena keterpaksaankan? Kalau saja Natasya tidak menghianati kamu sebagai seorang sahabat, kemungkinan besar aku akan menolong kamu dari pernikahan keterpaksaan yang saat ini kamu jalan bersama pamanku."


"Sudah cukup Rafa, Jangan bahas lagi masalah yang sudah berlalu, sekarang aku hanya bisa menjalani pernikahan ini bersama pamamu, jadi tolong jangan pernah mengusik kehidupanku."


"Aku tidak akan mengusik kehidupanmu. Tapi aku akan menyelamatkanmu."


Ucapan penuh harapan yang didengar oleh Sarla, tapi sekarang ia tak tertarik lagi dengan harapan itu, yang ia pikirkan adalah menjalani hidup seadanya.


Sampai perjanjian kontrak itu selesai, dan ia tidak akan menyia-nyiakan kehidupannya, meraih cita-citanya walau kemungkinan besar, dia akan terluka.


Kehilangan seorang anak dan menganti status seorang istri yang menjadi janda.


" Kamu tak usah menyimpan harapan kepadaku, aku bisa sendiri melewati semua masalah dalam hidupku, jadi tolong jangan ikut campur masalahku saat ini."


Sarla sudah tak ingin lagi berhubungan dengan seorang sahabat, sudah cukup ia terluka akan penghianatan Natasha yang sangat ia percaya.


"Sarla."

__ADS_1


Wanita berhijab merah muda itu terus berjalan di mana Rafa terus memanggil-manggil namanya.


"Sarla."


Jam pelajaran sudah selesai, Sarla mulai melangkahkan kakinya pulang ke rumah sang mertua. Dimana ia begitu terkejut dengan penampakan seorang lelaki yang tak lain ialah Daniel.


"Anda ada di sini?" terdengar suara gugup itu terlontar dari mulut Sarla.


Daniel tersenyum lebar menyambut kedatangan sang istri, " ya saya di sini, Kebetulan sekali Saya akan menjemput kamu untuk pulang ke rumah ibu. "


"Tapi saya bawa mobil sendiri."


"Tak apa, biar sopir saya suruh datang ke sini membawa mobil kamu, "


"Itu merepotkan, Anda."


"Kamu itu istri saya, saya tidak merasa direpotkan, justru saya senang."


Saat itulah Sarla mulai naik ke dalam mobil suaminya, dimana Rafa melihat dari kejauhan, hatinya begitu sakit.


"Sarla."


Natasya mendekat, dan berkata," kamu masih mengharapkan, Sarla?"


Rafa menatap ke arah suara itu, dimana penampakan Natasha berada di hadapannya," ngapain kamu ada di sini?"


Natasya berusaha memperbaiki hubungannya dengan Rafa, " aku menghampiri kamu sekarang, ingin memperbaiki persahabatan kita yang dulu. Sudah terjalin begitu lama."


Rafa bukannya merespon perkataan Natasya, ya malah pergi menjauhi Natasya.


"Rafa, tunggu. "


Menghentikan langkah kaki, kini Rafa, bertanya?" kenapa? kamu malah bersikap Acuh kepadaku, kita ini sudah lama bersahabatan. Tapi saat aku melakukan kesalahan kamu malah menjauh seperti ini. Apa yang harus aku lakukan agar kamu menjadi seperti sahabatku yang dulu."


Mendengar jawaban Natasya, Rafa tersenyum sinis, ia kini bertanya." Jadi kamu mau persahabatan kita kembali normal seperti dulu."


Natasya mengganggukan kepala setelah mendengar jawaban dari sahabatnya itu.


Rafa mulai mengatakan hal yang tak terduga, membuat Natasha seakan tak berdaya," Jika kamu ingin kembali lagi bersamaku menjadi sahabatku seperti dulu. Kamu harus membuat aku bersama Sarla. "


Deg ....


Permintaan yang sangat sulit bagi Natasha, bagaimana bisa yang mengabulkan semua itu, padahal di hatinya begitu mengharapkan sekali Rafa untuk menjadi pendamping hidupnya selama-lamanya.


"Jika kamu sanggup melakukan hal itu, aku akan menjadi sahabat kamu yang dulu, yang selalu memperhatikanmu dan juga menganggap kamu seperti adikku sendiri. Jika kamu tidak sanggup melakukan itu semua, Jangan harap kita bisa dekat seperti dulu lagi."


Ucapan yang menyayat hati.

__ADS_1


__ADS_2