Terpaksa Menikah Pria Beristri

Terpaksa Menikah Pria Beristri
Bab 177


__ADS_3

Wanita tua berbaju hitam kini menyobekan kulit tiruan yang ia pasang pada wajahnya, kulit wajah yang selalu orang sangka sebagai wanita buruk rupa.


Senyum terlukis pada bibir tipis wanita tua itu, membayangkan dimana dirinya menyaksikan betapa menyedihkan kecelakaan yang menimpa Wulan, tak ada satu orang pun yang menolong Wulan saat itu.


Bayangan kesakitan, terus terbayang pada benaknya begitupun jeritan minta tolong, tak mampu membuatnya melupakan hal itu.


Kobaran api menyala melahap Hanya ada dirinya saja, gapaian tangan tak sampai, membuat mobil yang mengeluarkan percikan api itu meledak.


Dorrr .... Luka bakar masih ia rasakan pada tanganya, gelang yang ia pakai dari mayat Wulan menjadi sebuah kenangan dan saksi bisu untuk membalaskan perbuatanya.


Wanita tua itu bernama, Wina, dia adalah sang adik dari Wulan, nama Wina disamakan oleh kedua orang tua mereka berdua. Karena raut wajah mereka begitu sama.


Sarla dan juga Lilia tak mengenal Wina sama sekali, karena Wina pergi kuliah keluar negri saat sang kakak menikah. Wina berpesan jika ia tak ingin dipublikasi pada siapapun, ia akan datang mengerjai kedua anak Wulan, sengaja untuk menjadi sebuah kejutan.


Wina mengigat perpisahan bersama sang kakak," kakak nanti aku pulang saat kakak punya anak dua, Wina berpesan jangan kasih tahu satu orang pun jika kakak mempunyai kembaran seperti aku."


"Lah, kok gitu. Nanti kalau ketahuan gimana?"


"Seratus persen nggak bakal ketahuan, Kak Wulan tenang saja!"


Perkataan yang selalu membuat Wina sakit hati dan kadang menangis, bukannya mendapatkan kebahagian, Wina malah melihat insiden kecelakaan sang kakak, saat ia mulai pulang ke rumah sang kakak, untuk memberikan sebuah surprise.


"Semua ini gara gara, Dera. "


Wina tak menyangka jika Dera sahabatnya, berani merebut dan berselingkuh dengan Gunawan suami Wulan.


Dera juga tega, tak menolong Wulan saat itu. Ia malah memetingkan dirinya.


Wina mulai meraih ponselnya, ia mencoba melihat layar ponsel yang berkedip itu.


"Sepertinya si Dera sudah terpacing dengan rencanaku. "


Wina mulai membaca pesan dari Dera, wanita yang sudah menghancurkan kehidupan kakaknya.

__ADS_1


(Heh, wanita tua. Apa bisa kamu menyelidiki suamiku, kenapa dia berubah.)


Wina mulai menggerutu kesal pada ponselnya, ia mencaci maki pesan dari Dera. " Dasar wanita rendahan, tugasku yang kemarin tidak dia bayar. Sekarang main perintah begitu saja. Halo, enak banget hidupnya. "


(Heh, wanita tua mau tidak?)


Wina berusaha menolak keinginan Dera dengan membalas. ( Saya tidak mau, karena kemarin anda tidak membayar saya sama sekali?)


Dera yang melihat balasan dari Wina tentu saja sangat kesal. ( Heh, nanti aku akan bayar keinginan kamu. Berapapun yang kamu minta.)


Wina tersenyum kecil, yang memikirkan cara untuk bisa masuk ke dalam rumah Gunawan, berpura-pura berpihak pada Dera. Agar bisa mengadu domba keduanya, sampai di mana titik pengakuan Dera.


( Wanita tua, mau tidak.)


(Baiklah.) Dera tersenyum lebar, setelah membaca pesan dari wanita tua yang menjadi suruhannya.


melipatkan kedua tangan. ( bagus kalau kamu memang mau menuruti perintahku. Apa kamu punya ide untuk bisa membuat kedua anak-anak Gunawan ini menderita. )


( Tentu saja saya sudah menyiapkan ide untuk bisa membuat kedua anak-anak itu menderita, hanya saja saya butuh bantuan anda?)


Dera nampak terkejut dengan keinginan Wina, ( bantuan apa maksud kamu.)


( Demi melancarkan keinginan kamu untuk bisa membasmi kedua anak-anak Gunawan itu, anda harus mempekerjakan saya secepat mungkin di rumah Pak Gunawan.)


Pesan balasan dari Wina datang. Jika Dera menginginkan Wina bekerja di rumahnya, harus mengusir Tari pembantu baru itu di rumah suaminya sendiri.


" Aku tidak bisa sembarangan memasukkan orang ke rumah Gunawan. " Dera tampak berpikir keras, iya berusaha memikirkan bagaimana cara untuk mengeluarkan Tari dari rumah Gunawan."


" Apa aku harus mengerjai dia, agar Tari itu kapok dan mengundurkan diri untuk bekerja di rumah Gunawan. "


******


Wina, sekarang mempunyai harapan, di mana ia akan beraksi membalaskan semua dendam yang ia rasakan saat melihat kematian sang kakak.

__ADS_1


Wina bergegas mengemasi barang-barangnya, untuk segera masuk ke rumah Gunawan, di mana wanita tua itu diperintahkan oleh Sarah untuk bisa mengambil posisi pembantu baru.


Di dalam rumah Dera berusaha berpikir keras untuk bisa mengambil barang yang sangatlah berharga, agar ia bisa memberikan semua keinginan keluarganya.


*******


Dera masih dalam posisi rasa takutnya, ia berusaha mencari cara untuk bisa membuat kesalahan demi kesalahan yang tentunya akan membuat Tari keluar dari rumah Gunawan.


"Apa ya, yang harus aku lakukan demi mengeluarkan si Tari itu, pembantu di rumah ini. "


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, Dera mulai melaksanakan aksinya.


Dimana Tari tengah mengajak sang majikan untuk mengobrol, " Maaf. Tuan. "


Terlihat Tari begitu gugup saat berhadapan dengan Gunawan, tangannya bergetar, wajah tak mampu menatap ke arah sang majikan.


Karena ketegasan Gunawan membuat rasa takut pada hati Tari," Ada apa Tari?"


Tari mulai melayangkan perkataannya ke di hadapan Gunawan, " maaf tuan. Apakah bisa tuan mencari lagi seorang pembantu di rumah ini, Sebenarnya saya terlalu kelelahan mengurus rumah dan juga orang-orang di rumah ini. Saya tidak sanggup tuan. "


Apa yang dikatakan Tari sempat terpikirkan oleh Gunawan, karena memang di rumah ini, semua berkumpul, tidak seperti kemarin hanya Gunawan saja yang ada di rumah.


Gunawan mengusap pelan dagunya," benar juga apa yang kamu katakan, Soalnya di rumah ini bertambah beberapa orang, tidak seperti kemarin aku hanya ada aku saja. Terkadang ada Lilia yang hanya menginap di sini sementara, Lilia sering menghabiskan waktu di rumah sarla, sedangkan sekarang Sarlah sudah berada di rumah ini begitupun dengan Lilia, yang pastinya akan menatap di sini bersama-sama."


" Maaf sebelumnya kalau saya lancang memotong pembicaraan tuan, dan lagi di rumah Ini juga ada Nyonya Dera begitupun dengan Nona Lani. Tuan tahu sendiri kan rumah tuan itu begitu besar, mana sanggup saya mengurus semua ini sendirian. Apakah bisa tuan membawakan seorang pembantu lagi untuk menemani saya, saya tidak peduli jika ada pembantu yang lain di sini kalaupun gaji saya diturunkan."


Gunawan tanpak senang dengan keinginan Tari tanpa membebani sang majikan yang mempunyai rumah dan kekuasaan," Saya akan mencoba mencarikan seseorang untuk menemani kamu di rumah ini. "


kesempatan yang bagus untuk Dera, untuk segera mungkin merekomendasikan wanita tua yang menjadi suruhannya itu, Dera kini membalas ucapan Gunawan. " Bagaimana kalau aku yang mencarikan seorang pembantu untuk menemani Tari di sini?"


Deg ....


Apa jawab Gunawa

__ADS_1


__ADS_2