Terpaksa Menikah Pria Beristri

Terpaksa Menikah Pria Beristri
Bab 41 Wanita bernama Tasya.


__ADS_3

Wanita cantik dengan pakaian yang terlihat agak seksi, kini mendekat ke arah Sarla.


Dimana Natasya terkejut dan sedikit gelisah, " dia, bukanya."


"Hai Natasya, How are you? Apa kamu masih ingat kepadaku."


Senyuman dilayangkan wanita berbadan bohay dengan tinggi seratus enam puluh lima centi.


"Tasya, aku kira kamu siapa? Oh ya, kabarku baik, kamu kemana saja. Baru kelihatan!"


Jawab Natasya berusaha tidak mempelihatkan kebencianya terhadap wanita berbadan bohay itu.


Sarla menujuk keduanya," Kalian saling kenal?"


Mereka kini berbicara bersamaan," Ya, kita saling kenal. "


Rafa tak mempedulikan hal itu, ia kini mengajak Natasya untuk segara pulang dan menjauh dari hadapan Sarla.


Natasya langsung meng'deq iakan perkataan Rafa, ia mengikuti langkah lelaki pujaan hatinya.


"Tunggu, Natasya. Kamu kok buru buru amat, tidak mau berbicara denganku dulu."

__ADS_1


Rafa seakan membela Natasya, " Tidak perlu, Natasya mau pulang bersamaku."


"Wow, so swett sekali kalian berdua, padahal bukan muhrim tapi berani berduaan." Sindir keras Tasya. Pada Rafa dan juga Natasya.


"Itu bukan urusanmu, karena sebentar lagi kita akan menikah, jadi jangan banyak mengurus urusan orang lain." ucap Rafa, berusaha membela terus menerus Natasya. Yang belum ia tahu, bertapa munafiknya dia.


" Waw, aku terkejut," balas Tasya, terlihat wanita berbadan bohay itu tahu sifat wanita bernama Natasya itu.


"Nama kita itu hampir sama, tapi untungnya sifat kita beda ya," sindir kembali Tasya, entah kenapa wanita itu senang membuat Natasya marah.


Menggenggam erat kedua tangan, menahan kesal, Rafa kini menyuruh Natasya untuk tidak meladeni wanita itu.


Namun Natasya tak tahan, rasanya ia ingin menjambak rambut Tasya saat itu juga, membuat dia menutup mulutnya dan tak menyindirnya kembali.


"Tapi dia keterlaluan, harus aku beri perlajaran," ucap Natasya kepada Rafa.


"Sudah sabar, jangan di ladeni ya," balas Rafa, selalu menjadi penenang bagi Natasya.


Mereka berdua mulai melangkahkan kembali kaki mereka untuk pergi dari hadapan Sarla begitu orang yang selalu membuat hati emosi dan kesal.


"Tunggu." Tasya, tiba tiba menghentikan langkah kaki mereka berdua, seperti mudur maju mundur.

__ADS_1


"Natasya apa kamu mengigat lembar surat putih yang sengaja kamu buang ini?" tanya Tasya, membuat hati Natasya gelisah.


Sarla yang berada di samping Tasya, merasa penasaran dengan surat yang dipegang oleh wanita yang belum ia tahu kedekatannya dengan Natasya.


"Surat." ucap Sarla.


Tasya tersenyum kecil, merilik sekilas ke arah Sarla. " Iya ini surat Sarla, kamu mau tahu tidak isi surat ini?"


Pertanyaan Tasya, membuat Natasya ketakutan.


"surat itu," gumam hati Natasya.


"Apa maksud kamu itu?" tanya Natasya kepada Tasya, mempelihatkan isi surat yang sudah terlihat kotor dan berbau.


Rafa, terdiam sejenak. Surat yang dipegang Tasya itu sama seperti suratnya yang diberikan Natasya dulu untuk diberikan pada Sarla.


Sarla penasaran dan berkata pada Tasya, " apa jangan jangan surat itu, adalah surat yang dibahas Rafa?"


Sarla menatap tajam ke arah Natasya," sepertinya kamu tahu tentang isi surat itu Natasya, sampai kamu tega membuang ke tong sampah. Tampa memberikan terlebih dahulu padaku. "


Deg ....

__ADS_1


Rafa mendengar Sarla berkata seperti itu membuat ia berucap," apa selama ini kamu tidak tahu isi surat yang aku amanahkan pada Natasya untuk memberikan pada kamu?"


Sarla jelas mengganggukan kepala benar benar tidak tahu.


__ADS_2