Terpaksa Menikah Pria Beristri

Terpaksa Menikah Pria Beristri
Bab 83 Heran dengan Sarla


__ADS_3

"Baik kak."


"Bagus, kakak pulang dulu ya."


Menganggukkan kepala, saat itu Sarla mulai pergi dari hadapan Lani, bertapa senangnya ia mendapatkan kepercayaan dari kakak tirinya.


Sarla berjalan terburu-buru karena Daniel terus meneleponnya, akhir-akhir ini lelaki yang menjadi suaminya itu, terlalu overprotektif semenjak bertemu dengan Rafa.


Menaiki mobil, tiba-tiba saja Daniel datang. Sarla terkejut dengan suaminya yang menyusul," Daniel. Dia datang ke sini. "


Lalu secara tiba-tiba, mobil sang papah datang, membuat sarla yang ingin menyalakan mesin mobil kini mengurungkan niatnya kembali.


"Papah, datang? Dan Daniel juga datang."


Mau tidak mau, Sarla terpaksa mengurungkan niatnya untuk pulang dari rumah, Iya kini turun kembali dari mobilnya, menghadapi sang papa dan juga Daniel yang bisa dia datang.


" Kenapa sih laki-laki itu selalu menyebalkan dalam hidupku," Gumam hatiku saat melihat Daniel turun dari dalam mobil, memperlihatkan raut wajah jutek.


Lelaki yang menjadi Papah kandung sarla, langsung berjalan ke arah Daniel sang menantu. " Loh, Daniel. "


Mereka berjabat tangan, layaknya seorang rekan kerja bukan seperti keluarga, " Tumben Pak Daniel datang kesini."


Pak Gunawan tetap memanggil Daniel seperti rekan kerjanya," Kebetulan saya ingin menjemput istri saya di sini."


Lelaki tua itu tanpak heran, Kenapa bisa menantunya itu sampai munyusul Sarla ke rumah.


"Papah."


Teriakan Sarla membuat sang Papa terkejut, " kamu ada disini, sejak kapan. Kok Daniel sampai menyusul kamu kesini?"


Perkataan sang papa membuat Sarla menatap sekilas ke arah suaminya, " Kenapa dia malah berkata seperti itu pada papa, bikin rusuh saja." Gerutu hati Sarla. Menahan kekesalan saat melihat Daniel tersenyum licik.


"Sarla, apa saat kamu berpergian ke mana-mana kamu tidak izin dulu pada suamimu?" tanya sang papa, membuat sarla malas sekali menjawabnya, bisa-bisanya Daniel mempermalukan dirinya di hadapan sang papa.

__ADS_1


"Oh bukan begi .... "


Belum perkataanku terlontar semuanya, Daniel kini berucap," Sebenarnya dia sudah meminta izin kepada saya, dengan alasan dia mau pergi kuliah. Tapi saat saya hubungi, ternyata dia berada di sini."


Pak Gunawan tanpa kesal kepada anaknya itu, terlihat sekali dari raut wajahnya memperlihatkan kekecewaan yang mendalam," Sarla bisa-bisanya kamu berbohong kepada suaminya, itu tidak baik."


Dan kini Sarla mendapatkan nasehat dari papanya sendiri di hadapan Daniel. Jujur saja bagi Sarla itu memalukan, " sudahlah pah, aku menikahi Daniel cuman sebatas kontrak. Aku tak suka jika harus dikekang seperti ini, ke mana-mana selalu ditelepon, apa-apa harus izin, ketika ke mana-mana disusul, please lah aku ini bukan anak kecil lagi, aku juga pasti akan memberitahu si Daniel setelah pulang dari sini."


Aku menggerutu kesal di hadapan papaku sendiri, tak peduli jika ia akan marah ataupun kesal kepadaku, " loh, kok kamu ngomongnya kayak gitu, walaupun Daniel ini suami kontrak kamu. Tetap saja Kamu harus mematuhi dia sebagai seorang istri."


Ingin sekali Sarla meluapkan kekesalannya pada saat itu juga, bawa Daniel lelaki yang kejam dan egois terhadap wanita.


Pak Gunawan memegang bahu anaknya, menasehati kembali anak pertamanya itu," sudah sebaiknya kalian masuk dulu ke rumah, kita makan bersama di sana. "


Sarla dengan tegas menolak perkataan sang papa, " Sudah lah pah, tak usah Sarla ingin cepat-cepat pulang ke rumah."


Aku mulai membalikkan badanku, berjalan dengan begitu cepat menuju ke mobil, di mana Daniel berteriak," Sarla, naiklah ke mobil saya. "


Bukan mendapatkan senyuman yang ramah, dan jawaban yang menyenangkan, sarla malah mengabaikan Daniel begitu saja. Iya masuk dengan membanting pintu mobil, pergi dari hadapan sang papa dan juga suaminya.


Mobil Sarlq kini melaju dengan kecepatan sedang, melewati keduanya tanpa menurunkan kaca untuk berpamitan. Sarla sudah muak dengan Kedua lelaki yang hanya bisa menuruti keegoisan sendiri, tanpa memikirkan hati dan juga perasaan Sarla saat ini.


*********


Pak Gunawan mulai mengatakan kata maaf kepada menantunya itu, " Maafkan perilaku Sarla, karena sudah membuat anda tak nyaman. Kebetulan sekali ia juga mempunyai sifat keras kepala yang ingin menang sendiri, semoga saja Anda bisa mendidik dia jadi istri yang sholehah."


Daniel menganggukan kepala tersenyum kecil ia kini bergumam dalam hati, " tak apa-apa Pak saya maklumi dia yang seperti itu."


Daniel mulai berpamitan untuk segera pulang menyusul sang istri, di mana Pak Gunawan mempersilahkan menantunya untuk pulang.


Dimana Daniel menaiki mobil, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar bisa menyusul mobil sang istri.


"Kemana dia? "

__ADS_1


Beberapa kali menghubungi tetap saja Sarla tidak mengangkat panggilan teleponnya.


"Kenapa juga dia seperti itu. "


Daniel murka, ia akan memberikan pelajaran kembali kepada istrinya itu, karena kesal, Daniel hampir saja menabrak mobil di hadapannya, untungnya saja ia bisa menghindar, walau sebenarnya hatinya merasa ketakutan. Karena dirinya yang belum siap untuk mati.


******


Pak Gunawan yang baru saja masuk ke dalam rumah, kini disambut hangat oleh sang istri, begitupun dengan Lani.


Terlihat sekali Pak Gunawan begitu pusing melihat tingkah anaknya, Iya takut jika Daniel membatalkan kontraknya kalau Sarla masih bersifat seperti anak kecil.


karena Iya masih membutuhkan Daniel untuk mengembangkan perusahaannya, yang semakin maju dan berkembang pesat, semenjak Daniel memberikan saham pada perusahaan Pak Gunawan, belum lagi investasi uang yang begitu besar. Makanya kini Perusaannya sudah banyak bekerja sama dengan perusahaan lain, Setelah mengalami kebangkrutan, hidup pagi Gunawan tanpak sejahtera.


Dera menyodorkan air minum kepada suaminya, di mana wanita tua itu langsung memijit bahu sang suami, melayaninya dengan senang hati.


" Sejak kapan Sarla datang ke sini. Apa kalian tidak membuat dia kesal ataupun marah?"


Pertanyaan Gunawan membuat Dera dan juga Lani saling menatap satu sama lain, mereka berusaha menutupi kemarahan Sarla saat pertama kali datang ke rumah, dimana sang ibu tiri membuat perkataan yang menyakitkan untuk anak tirinya.


" Sarla datang ke sini sejak tadi siang, ia mengajak Lani bermain, dan kami tidak melakukan hal apapun kepada dia."


Perkataan Dera kini dipercayai oleh Gunawan.


Dera duduk di samping kiri suaminya lalu bertanya?" Kenapa Papa berkata seperti itu, memangnya papa bertemu dengan sarla di depan."


Mengusap kasar wajah, Gunawan mempelihatkan rasa lelahnya habis pulang bekerja di hadapan sang istri. " Soalnya tadi sifat Sarla berbeda sekali, dia nampak seperti orang yang kesal. "


Deg ....


Dera ketakutan sekali, jika Sarla sampai mengadu dengan perkataannya tadi siang, dimana Dera akan kena marah oleh suaminya.


"Mungkin dia lagi cape saja pah."

__ADS_1


"Bisa saja sih. "


__ADS_2