Terpaksa Menikah Pria Beristri

Terpaksa Menikah Pria Beristri
Bab234


__ADS_3

"Mah, ini sudah malam sebaiknya kita pulang ke rumah," ucap Lani mengajak sang mama untuk segera pulang. Namun raut wajah Dera terlihat gelisah.


"Lani, kalau kita pulang sekarang tanpa menemukan Lilia. Besok gimana dengan papamu yang menagih janji mama untuk menukar Lilia dengan serfitikat rumah?" balas sang mama sembari bertanya pada anak satu satunya itu.


Lani hanya melipatkan kedua tangannya, terlihat bibirnya itu tampak berkerut, " ya ampun mama ribet banget sih. "


Dera terlihat kelelahan, karena seharian mencari keberadaan anak tirinya itu. Iya hampir saja menyerah, namun tekadnya demi uang dan bisa hidup lebih layak untuk kedepannya bersama Lani, membuat Dera berusaha tak mengeluh.


"Tapi mah, ini sudah jam berapa. Kita tak mungkin menemukan Lilia di jam malam seperti ini, Mama tidak takut apa ada preman yang nantinya menangkap kita, " ucap Lina menasehati sang mama berharap jika wanita tua itu mendengar perkataan Lina saat itu juga.


" Please Lina jangan pernah menakut-nakuti mama, sebaiknya kita fokus saja mencari keberadaan Lilia," balas Dera, berusaha memberanikan diri untuk tetap mencari keberadaan anak tirinya itu.


Lani hanya menggelengkan kepala, setelah mendengar keegoisan sang mama, iya tak mengerti dengan jalan pikiran wanita yang sudah melahirkannya.


"Ayo kita cari lagi Lilia, " dengan tubuh lemas, Dera menarik tangan anaknya, dimana Lani sudah tak sanggup lagi berjalan.


"Baiklah mah, " Lani terpaksa menyetujui perkataan sang mamah dengan raut wajah tak berdaya.


Belum perkataan Lani tentang preman yang ia sebut barusan, para lelaki tiba-tiba saja mengelilingi mereka berdua," hai cantik mau kemana?"


Para lelaki itu terus menggoda Dera, terlihat mereka orang-orang yang berniat jahat kepada mereka berdua.


"Sudah Lani katakan kan mah, sebaiknya tadi kita pulang saja, " ucap Lani, berusaha menghindar dari godaan lelaki yang terus merayunya.


Dera tak bisa berpikir jernih saat itu, iya berusaha memegang tangan anaknya untuk segera lari dari para lelaki yang terus menggodanya.


"Sebaiknya kita lari sekarang juga." Dera memberi aba-aba pada anaknya.


Satu, dua, tiga.


Lariiiii ....


Mereka berdua berlari, namun tak bisa dipungkiri, keduanya tertahan oleh para lelaki yang akan berniat jahat padanya.


Baju Dera ditarik, sedangkan Lani dibiarkan pergi.


"Mama."


kedua mata Dera berkaca-kaca, melihat sang Mama yang ditarik paksa oleh para lelaki itu.


"Mama."


Dengan berjalan menggunakan tongkat, Lani berusaha memukul kepala para lelaki itu.


"Rasakan ini. "

__ADS_1


Dengan perasaan kesal, Lani terus memukul-mukul para lelaki itu.


Namun para lelaki yang begitu banyak, malah mentertawakan Lani, karena tenaga anak itu yang lemah.


Dera berusaha menyuruh anaknya untuk segera pergi, namun Lani tak mendengarkan perkataan sang mama.


"Pergi kalian."


"Lani, sudah hentikan kamu tak bisa melawan mereka cepat pergi dari sini. "


"Tidak mau mah."


Para lelaki itu menarik baju Lani, dan menamparnya begitu saja, Lani merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa pada pipinya.


"Ahk, sakit. "


"LANI."


Dera tak terima atas perlakuan lelaki yang berada di hadapannya, iya berusaha menyelamatkan anak satu-satunya itu, mengambil batu lalu memukul-mukul keempat para lelaki yang terus merayunya.


Namun aksinya tak bisa dipungkiri, Dera hanya seorang wanita yang begitu lemah, dia tak berdaya. Hingga para lelaki itu malah menertawakannya, mendorong tubuh Dera hingga terkulai lemah di atas tanah.


"Mama." Lani berteriak melihat Dera terduduk di atas lantai akibat para lelaki yang mendorongnya.


Terlihat para lelaki itu masih bersikap santai, mereka kini mencekik leher anak berumur 10 tahun itu.


Dera yang melihat Lani dicekik oleh para preman, berusaha mendorong tubuh lelaki berbadan kekar itu." Jangan Sakiti anakku. "


Teriakan demi teriakan dilayangkan oleh Dera, dengan harapan jika Lani tadi sakiti oleh para lelaki itu.


Mereka semakin tak tahu diri, menyeret baju Dera, membawa wanita itu ke semak-semak, Dera berusaha berteriak meminta tolong, berharap jika ada yang mendengar teriakannya saat itu.


" Percuma kamu berteriak, tidak akan ada orang yang mau menolong, karena jalanan yang kamu lalui itu adalah milik kami,"


Mereka tertawa dengan melepaskan pakaian Dera, tak memperdulikan tangisan wanita itu.


"Jangan."


Lani yang melihat pemandangan sang mama diperkosa, hanya bisa menangis dan pasrah.


" Lepaskan aku jangan. "


"Mama, kalian. Keterlaluan, lepaskan mamaku, jangan. " Lani berusaha memberontak, namun tenaganya itu terlihat begitu lemah.


"Hahhaha."

__ADS_1


Tawa para lelaki itu membuat, Lani tak sanggup lagi berteriak, ia menangis terus menerus.


"Kamu lihat mama kamu. " Kedua lelaki itu menunjuk Dera.


Mereka bergantian hingga bergiliran, membuat Dera tak sanggup lagi.


"Tolong hentikan, jangan. "


Dan brakkk ....


Pukulan demi pukulan dilayangkan sosok anak gadis dan para teman temannya, mereka mengeroyok para lelaki tak tahu diri itu.


Lani kini mencari kesempatan setelah lepas dari cengkraman para lelaki itu, berlari menghampiri sang mama yang terlihat kesakitan.


"Mama, ayo berdiri kita kabur dari sini. "


Wajah pucat Dera, membuat Lani tak tega, ia berusaha membantu Dera berdiri. " Mama yang kuat ya, kita harus pergi dari sini. "


"Lani, mama tak sanggup. "


Wanita itu malah jatuh pingsan, Lani yang tak berdaya dan terlihat begitu lemah, menangis.


"Mama, ayo bangun, kita harus pergi dari sini. "


"Mama."


Para lelaki itu dihajar habis habisan, hingga mereka kabur, perlahan sosok Lilia yang dicara oleh Dera dan Lani kini datang mendekat menghampiri keduanya.


"Lani."


Suara yang tak asing, membuat Lani mengangkat wajah, melihat sosok itu. Ia bangkit dan berkata, " Lilia, kamu. "


Lilia terlihat begitu kotor, wajahnya penuh dengan debu. Lani bukannya berterima kasih kepada Lilia, malah menunjuk-nunjuk Kakak tirinya itu," kamu ini ke mana saja? Kami berdua mencari keberadaanmu, mamaku sekarang menjadi seperti ini gara-gara kamu."


Lilia hanya terdiam, ya tanggung jawab perkataan sang adik tiri, mendekat melihat keadaan Mama tirinya. " sebaiknya kita bawa Mama kamu ini ke rumah sakit," ucap Lilia pada adik tirinya itu.


Para sahabat yang sudah menolong Lilia kini mendekat, " ada apa Lilia?"


" kalian bisa bantu aku membawa mamaku ini ke rumah sakit!" jawab Lilia meminta tolong kepada para sahabatnya.


"Tapi Lilia bukannya mereka itu orang jahat yang sudah menelantarkan kamu di jalanan. Jadi untuk apa kamu menolong orang-orang jahat seperti mereka, mereka itu pantas mendapatkan balasan yang setimpal seperti ini," ucap sahabat Lilia.


Dimana Lilia menundukkan pandangan, iya tahu jika orang yang berada di hadapannya itu begitu jahat padanya, tapi Ia juga tak mungkin membalas kejahatan Dera dan Lani, di situasi sang mamah terlihat begitu kritis.


"Ayo Lilia, sebaiknya kita pergi dari sini, biarkan mereka mengurus diri mereka sendiri."

__ADS_1


__ADS_2