Terpaksa Menikah Pria Beristri

Terpaksa Menikah Pria Beristri
Bab 80 Lani berubah


__ADS_3

Dera seakan mengerti apa yang dilakukan anaknya, di mana Lani berusaha memperlihatkan bahwa ia bisa mendapatkan kasih sayang dari kakak tirinya, menimbulkan sifat iri, agar kedua adik kakak kandung itu saling membenci.


" Sepertinya Lani mulai menuruti sifatku akhir akhir ini."


Dera sengaja berdiri dari kejauhan saat menatap Lani dan juga Sarla tengah berpelukan, ia ingin tahu bagaimana kesedihan melanda Lilia anak yang ingin Ia singkirkan saat itu juga.


Karena jika Lilia masih ada di rumah, kemungkinan besar Lani tidak akan mendapatkan peluang untuk bisa mendapatkan keinginan yang selama ini diinginkannya.


Pelukan erat itu kini terlepas, dimana Sarla memegang kedua bahu adiknya, menatap raut wajah gemas Lani. Mempelihatkan senyuman, dimana Lani merasa nyaman dengan Sarla, keinginkan berhasil ia dapatkan. Membuat iri dan kesal Lilia terlebih dahulu, "Lani. Apa kamu senang hari ini, bisa bermain dengan Kak Sarla?" pertanyaan Sarla membuat Lani menganggukkan kepala dengan begitu semangat"


"Lani senang dan bahagia, Lani dari dulu ingin merasakan momen seperti ini dengan kakak sarla, tapi Kakak selalu sibuk dengan Lilia, tanpa memandang aku sedikitpun." Lani sengaja meluapkan kekesalannya, agar ada rasa simpati dan kasihan dari diri Sarla untuk dirinya.


Jika semua itu terjadi, kemungkinan besar Lani bisa mendapatkan kasih sayang dari Sarla lebih banyak daripada Lilia.


Mengusap pelan kedua pipi, Sarla kini menyemangati sang adik tiri, agar tidak bersedih lagi, dan merasa diri tidak merasakan kasih sayang seorang kakak.


" Loh ngomongnya kok gitu, kakak tidak tahu kalau Lani juga ingin merasakan kasih sayang kakak, karena kamu tahu sendiri kan ibu selalu melarang kita untuk berdekatan," balas Sarla, berusaha memberikan perhatian kepada sang adik tiri.


Sedangkan Lilia yang masih berada di dalam kamar, menatap keduanya tengah mengobrol dengan begitu santai. Membuat rasa kesal dan sedih bercampur aduk menjadi satu, mengepalkan kedua tangan menatap pemandangan yang menyiksa hati dan juga pikiran Lilia.


Anak berumur berumur sembilan tahun itu, kini menutup gorden kamarnya, ia berjalan menuju ke arah ranjang tempat tidur. Menatap cermin, ada sesuatu yang harus ia lakukan, sebelum sang kakak meluapkan kasih sayangnya terhadap adik tiri.


"Lani, anak cacat itu ternyata ingin bermain denganku, ia tidak tahu permainanku lebih sadis."


Sepertinya Lilia menaruh dendam terhadap Lani, di mana anak berumur 9 tahun itu keluar dari dalam kamarnya.


Iya berusaha tersenyum, melihat pemandangan yang sebenarnya tak kuat ia lihat, tapi demi aksinya itu, dia harus berpura-pura menjadi baik.


Karena memang selama ini, Lilia selalu menjadi orang yang egois dan pemarah, ia tahu jika semua itu adalah kesalahan patal.


"Lani, kakak."


Mendekat, tersenyum. Dimana Lani terkejut, seharunya aksinya berhasil, dimana Lilia marah dan menjabak rambutnya di depan Sarla.


Agar Sarla percaya jika adik kandungnya itu jahat, tapi tidak sesuai yang diinginkan Lani.

__ADS_1


"Lilia."


Pelukan dilayangkan Sarla, dimana ia sudah ingin menghampiri adik kandungnya menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.


Pelukan Sang kakak berusaha Lilia tanggapi tanpa ada kemarahan sedikit pun, sedangkan Lani malah terdiam mempelihatkan wajah kesalnya.


"Kenapa dia tidak marah, harusnya dia itu marah, agar kak Sarla, lebih sayang kepadaku dan lebih peduli." Gumam hati Lani.


Setelah pelukan sang kakak terlepas, Lilia kini menghampiri adik tirinya itu, di mana Lani berpura-pura ketakutan, bahwa Lilia sudah berani menjahatinya.


"Lani."


Tangan anak itu tiba-tiba bergetar, di mana ia menjerit melayangkan, Sarla yang mendengar teriakan adik tirinya, kini mendekat dan bertanya?"Lilia kamu ini kenapa?"


"Jangan Lilia, jangan!"


Lani terus berteriak memohon mohon kepada Lilia, di mana anak berumur 9 tahun itu tak menyangka, jika adik tirinya itu begitu licik, bisa manipulasi perasaan.


"Lani sadar. " Sarla melihat sekilas ke arah adik kandungnya, di mana ia langsung membawa Lani saat itu juga, Sarla melihat jika Lani seperti orang yang trauma saat berdekatan dengan Lilia.


Lilia, mengepalkan kedua tangannya, padahal Ia ingin berpura-pura baik untuk melayangkan aksinya itu. Tapi Lani ternyata lebih pintar dari apa yang ia bayangkan, bisa membuat perhatian Sarla semakin tertuju pada adik tirinya itu.


Ucap Sarla merangkul bahu sang adik tiri agar masuk ke dalam rumah, dimana Lilia kini terabaikan lagi.


"Lilia, apa yang kamu pikirkan saat ini? Ayo ikuti langkah kaki mereka berdua, jangan lemah, kamu harus lebih pintar dari Lani," Gerutu hati Lilia, menasehati dirinya sendiri.


Dera melihat pemandangan itu bersorak hore, akting anaknya sunggu diluar perkiraanya, terlalu bagus. Senyuman licik terpancar pada bibir tebal Dera.


"Bagus, Lani, mama suka dengan caramu yang seperti itu, pertahankan sifat aslimu sayang." Ucap Dera dari kejauhan, saat melihat pemandangan dimana Sarla begitu lebih peduli Lani daripada adik kandungnya sendiri.


Sarla menyuruh Lilia untuk duduk di atas sofa, menenangkan adik tirinya itu, mengajak Lani untuk mengobrol secara perlahan.


"Kenapa sayang?"


Lani berusaha memperlihatkan ke pura-puraannya, jika Iya trauma dengan perlakuan Lilia.

__ADS_1


Menggelengkan kepala, dengan tangan bergetar," Lani takut kak. "


"Takut?"


"Kamu takut siapa?"


"Lilia!"


"Loh, memangnya apa yang dilakukan Lilia sampai kamu ketakutan seperti ini, apa dia selalu menyakitimu Saat Kakak tidak ada di rumah. "


"Iy-a."


Sarla terkejut dengan pernyataan adik tirinya, " apa benar itu?"


"BOHONG."


Lilia datang secara tiba-tiba, mengagetkan Lani yang tengah bercerita kepada Sarla.


"Lilia."


Berpura-pura ketakutan lalu memeluk Sarla. " Kak."


"Dia bohong kak, aku tidak pernah menyakitinya. Yang ada dia selalu membuat ulah di rumah ini bersama ibu kandungnya sendiri. "


Lani memperlihatkan drama yang begitu persis dengan ibu kandungnya sendiri," Kenapa kamu sampai tega berkata seperti itu Lilia, aku ini ingin dekat dengan kamu."


Sarla melepaskan perlahan tangan Lani yang memeluknya, di mana ia menarik tangan Lilia untuk keluar dari dalam kamar.


Lani tersenyum licik, dengan pemandangan yang ia lihat, di mana sang kakak kamu mulai memarahi adik kandungnya sendiri.


"Lilia, ayo ikut kakak."


Sarla mulai masuk ke dalam mobil membawa adik kandungnya sendiri, ia memperlihatkan kemarahan Kepada Lilia.


"Kita mau ke mana kak?" tanya Lilia yang tampak enggan ikut ke dalam mobil bersama kakaknya.

__ADS_1


"Kakak mau memberi pelajaran untuk kamu yang selalu berbuat jahat terhadap Lani!" balas Sang kakak, masih terlihat murka dengan perkataan adik tirinya, yang melajukan mobil untuk pergi dari rumah.


"Sepertinya akan ada kejutan yang menyenangkan saat Lilia dibawa oleh kak Sarla," Ucap Lani merasa senang dengan apa yang sudah ia lakukan, ia menatap mobil Sarla melaju dengan kecepatan tinggi saat membawa Lilia.


__ADS_2