Terpaksa Menikah Pria Beristri

Terpaksa Menikah Pria Beristri
Bab 91


__ADS_3

Daniel mencari orang yang sudah melemparkan batu ke arahnya, dimana orang itu berlari dan pergi jauh dari hadapan Daniel.


"Woy, kemana lu?"


Daniel tampak murka dengan orang itu, ia tak tahu siapa dia, berani beraninya melempar batu pada wajah Daniel.


Daniel mulai membalikkan badannya untuk pergi menuju ke dalam rumah, sesaatnya ia sampai di depan rumah, sebuah kota kecil tergeletak di atas lantai.


Dimana Daniel dengan beraninya membuka kotak kecil, sebuah tulisan dari kertas berwarna putih.


"Dia anakku. Jika kamu berani menyakitinya, akan kubunuh kamu."


Seperti sebuah kode jika orang itu berada di sekitar Daniel, di mana ia berusaha meneror dirinya dan juga Wulan.


" Aku sudah menduga, jika orang yang meneror ku saat ini adalah lelaki yang berselingkuh dengan Wulan."


Daniel malah mengepalkan kertas itu, dimana ia bergumam dalam hati. " awas saja akan kuberi dia pelajaran."


Daniel dari dulu memang tak pernah mempedulikan sebuah ancaman dari siapapun, karena ia bisa saja melacak orang itu lalu membunuhnya.


Namun semua itu enggan ia lakukan, karena Daniel tahu lelaki yang sudah berselingkuh dengan istrinya, lambat laun akan mengundurkan dirinya ke kantor polisi.


******


"Nyonya, jangan lakukan ini, saya mohon."


Teriakan Bi Siti, membuat Daniel berlari menghampiri istrinya dimana ia kuatir jika Wulan melakukan hal yang konyol," Wulan?"


Sampai didepan pintu kamar Wulan, Daniel melihat jika istrinya tengah memegang benda tajam, dimana beda itu mulai mengarah ke perut.


"Wulan, bodoh. Apa yang mau kamu lakukan?"


Wulan meneteskan air mata, dimana ia tak mempedulikan ucapan Daniel," Wulan?"


Teriakan Daniel tak di dengar sama sekali oleh Wulan, ia dengan beraninya menancabkan pisau pada perut dan.

__ADS_1


Brakkk ....


Pisau itu melayang ke arah samping, di mana Daniel langsung memeluk istri pertamanya, " Jangan lakukan itu."


Bi Siti yang melihat pemandangan kedua majikannya, tersenyum kecil, rencana mereka berdua kini berhasil. Padahal Wulan hanya berpura pura, untuk bisa mengambil hati Daniel kembali.


Pelukan itu kini dilepaskan oleh Daniel, di mana ia menatap perlahan wajah istrinya, "Apa yang kamu pikirkan saat ini Wulan."


"Aku ingin membunuh anak ini, karena kamu tak mengakuinya."


"Tapi kenapa dengan melukai dirimu sendiri?"


"Hanya dengan cara ini, aku bisa hilang dari amarahmu!"


Daniel mencengkram kedua pipi istrinya, ya lalu menatap tajam dengan penuh kemarahan," aku marah karena kelakuan kamu. Tapi untuk raga dan hatimu aku masih butuh. Jadi jangan lakukan itu, jika pun kamu mau membunuh anak itu, gugurkan saja."


Deg ....


Daniel mulai bangkit dari tempat tidur istrinya, dia pergi dari hadapan Wulan, setelah mengatakan hal yang tak terduga.


"Daniel."


" Apa tidak ada rasa kasihan kamu terhadap anak ini, kasihan anak ini," ucap Wulan. Dimana ia berusaha bangkit dari tempat tidurnya untuk menghampiri sang suami," Jika kamu memang tidak bisa menerima anak ini, sudahlah ceraikan saja aku. "


Dani tak suka mendengar ucapan kata cerai, " sudah cukup. Jangan pernah mengatakan kata cerai lagi, aku masih mencintaimu tapi aku tidak akan menerima anak itu."


Daniel kini melemparkan kertas yang ia dapatkan di depan rumah," coba kamu baca isi dalam kertas itu."


Karena rasa penasaran menyelimuti hati Wulan, pada akhirnya ia berkata, " kertas apa ini?"


Wulan mulai membuka perlahan kertas yang sudah tak karuan itu, yakini membaca dan. " Kenapa kamu seperti orang yang terkejut begitu? Apa kamu sudah mengenal orang yang mengirim surat itu?"


"Mm, tidak!"


Wulan mulai mengatur napasnya, berusaha tidak memperlihatkan bahwa dirinya sudah mengetahui Siapa orang yang mengirim kertas itu.

__ADS_1


" Benarkah itu?"


"Iya!"


" Baiklah jika kamu tidak ingin mengetahui semuanya, aku akan mencari tahu sendiri orang itu."


Begitu susahnya Wulan berkata jujur kepada suaminya, untuk mengatakan perselingkuhan yang sudah ia lakukan, jika Wulan mengatakan semuanya. Daniel tidak akan melepaskannya begitu saja.


"Daniel?"


"Apa lagi!"


" kamu percayakan kepadaku. Mana mungkin aku berselingkuh dengan laki-laki lain, kamu itu sudah cukup bagiku."


Mendengar bualan omong kosong dari mulut Wulan, kini Daniel mengusap pelan rambut sang istri, " aku selalu percaya kepada kamu Wulan, tapi jika kamu sudah terbukti menghianatiku. Maafkan aku Wulan, aku akan memberi kamu pelajaran, yang ke-1 kamu tidak jujur atas perselingkuhan yang kamu lakukan, dan yang kedua kamu tidak mengatakan jika anak itu anak hasil perselingkuhan. Kamu ingat perkataanku ini Wulan, jika semua terbukti bahwa kamu berbohong kepadaku, siap-siap kamu menderita saat itu juga di tangan."


Daniel mulai pergi dari hadapan istrinya, Iya berencana untuk tidur di kamar tamu,' di mana Wulan mulai menahan suaminya, memegang lengan tangan Daniel dan berkata," Kamu mau ke mana Ini sudah malam, sebaiknya kamu temani aku saat ini."


Daniel menghempaskan tangan istri pertamanya," sebaiknya kita tidak tidur bersama dulu, Aku tidak mau ada hubungan ranjang ketika kamu sedang hamil, karena aku ingin memastikan bahwa anak itu, darah dagingku atau bukan.


Daniel pergi, dimana Wulan seperti istri yang tadi butuhkan lagi, padahal Wulan meminta Daniel untuk melepaskannya, tapi Daniel begitu egois dan malah ingin membalaskan dendamnya kepada istri pertamanya itu.


" selamat tidur. "


Perkataan dingin Daniel, membuat Wulan berkata?" apa sampai anak ini lahir, kamu akan bersikap seperti itu kepadaku?"


"Iya, Pastinya aku akan bersikap dingin seperti ini,"


Daniel pergi dengan menutup pintu kamar istrinya, di mana Bi Siti menghampiri Wulan. " Bi, rencana kita gagal ternyata, aku mengira Daniel peduli jika aku berpura-pura bunuh diri, tapi pada kenyataanya, dia malah mengancamku balik. Apalagi yang harus kita lakukan Bi, agar bisa meyakini Daniel bahwa anak dalam kandungan ini bukanlah anak perselingkuhanku."


Bi siti berusaha mencari ide, di mana wanita tua itu selalu terpikirkan akan ide-ide jahat yang mengelilingi kepalanya, yakini membisikkan idenya pada telinga Wulan.


Dimana Wulan langsung mengerti dan tersenyum," ide yang sangat bagus, Ya sudah ayo kita lakukan."


"Tapi ide ini, harus kita lakukan secara hati-hati, jika Ide ini sampai ketahuan oleh Tuan Daniel, Nyonya akan habis dibuat Tuan Daniel menderita."

__ADS_1


"Aku tak peduli, yang aku inginkan sekarang adalah perhatian seorang suami kepada istrinya, aku mohon Bibi tetap bersamaku ya di sini, karena hanya Bibi harapan Wulan saat ini."


Pembantu itu langsung memeluk Wulan dengan begitu erat, ia berkata, " Nyonya tenang saja ya, Bibi akan selalu bersama nyonya, sampai kapanpun. Jadi Nyonya tidak perlu kuatir akan kehilangan Tuan Daniel, Nyonya sudah dianggap anak sendiri oleh bibi."


__ADS_2