Terpaksa Menikah Pria Beristri

Terpaksa Menikah Pria Beristri
Bab 66 Di ikat


__ADS_3

Setelah sampai di depan rumah, Daniel tampak menyered Sarla keluar dari dalam mobil, dimana wanita becadar itu. Meminta perlindungan pada ibu mertuanya.


"Daniel, Sarla itu istrimu, apa kamu gila malah menyeret dia dengan paksa."


"Aku tak peduli, kamu harus masuk besok tidak boleh pergi kuliah."


Wanita mana yang tidak akan terkejut dengan pernyataan, terlontar dari mulut suaminya itu.


"What."


Sarla berusaha membela dirinya sendiri, ya tidak mau jika besok tidak berangkat kuliah, " Aku tidak mau, besok aku akan berangkat kuliah."


Telunjuk tangan tiba-tiba menuju ke arah wajah Sarla, makin ke sini makin banyak sekali tekanan yang diperlihatkan oleh Daniel untuk Sarla.


"Menurut padaku, atau aku .... "


Tangan kekar Daniel mulai mengangkat perlahan mengenai pipi Sarla, di mana Alenta langsung menahan tangan kekar anaknya itu.


"Stupit, apa yang kamu lakukan? Daniel Kenapa semenjak pulang dari restoran kamu menjadi pemarah seperti ini?"


pertanyaan wanita tua itu membuat Daniel menghempaskan tangannya, ia bergegas pergi dari hadapan Alenta dan juga Sarla menuju ke dalam rumah.


"Daniel."


Alenta berusaha tegas kepada anak semata wayangnya, karena makin ke sini makin kasar lah Daniel.


"Bu." Sarla memeluk sang ibunda dengan berkata," Kenapa Daniel berubah ya Bu."


"Entahlah, padahal dari tadi ia baik-baik saja. Entah apa yang mengganggu pikirannya saat ini sampai ia berani memperlakukan kasar kita berdua."


Daniel masuk ke dalam kamar tidurnya, dia membuka keras pintu kamar dan membantingnya begitu saja.


Memukul tembok dengan kemarahan yang meluap luap pada diri sang CEO.


"Apa yang kamu pikirkan saat ini Daniel."


Duduk, menggerutu dirinya sendiri, mengacak rambut dengan kedua tangan.


Sarla dan juga Alenta yang baru saja masuk ke dalam rumah, membuat mereka langsung duduk di atas sofa. " kamu tidur saja di kamar ibu ya, takut jika nanti Daniel menyakit kamu. "


Menganggukan kepala, Sarla berusaha mendengarkan apa yang dikatakan mertuanya itu.


"Baik bu, Sarla akan tidur di kamar ibu."


Obrolan keduanya tehenti, saat Daniel datang kembali menemui sang istri, " tidak ada yang boleh tidur berdua di dalam kamar."


sang ibunda mengerutkan dahi dengan kedatangan anak nyaitu," Apa maksud kamu Daniel berkata seperti itu?"


"Sarla harus tidur bersamaku Bu, karena aku ini suaminya!"

__ADS_1


Sang ibunda berdiri menatap tajam ke arah lelaki yang bergelar sebagai Ceo itu," sebaiknya sarla tidur saja dulu di kamar Ibu, setelah amarah kamu itu tenang."


"Tidak bisa bu."


Tegas Daniel, lelaki berkulit sawo matang mulai menarik tangan sang istri yang tengah duduk bersantai di atas sofa.


"Daniel."


cengkraman tangan Daniel sedikit menyakitkan bagi sarla, karena terlihat sekali kemarahan Masih menggelembung pada hati suaminya.


"Daniel, lepaskan tangan saya, anda ini menyakiti saya. "


Bukan malah melepaskan, tapi cengkraman itu semakin kuat, dan semakin menyakitkan.


" kamu itu istriku maka menurut lah," ucap Daniel dengan tatapan menakutkan.


" Tapi tidak dengan cara kasar seperti ini Daniel," balas Sarla, berusaha memberontak.


"Sudah, diam kamu, menurut saja. "


Alenta berusaha melepaskan tangan kekar anaknya yang sedikit menyakiti tangan sang menantu.


Namun Alenta lemah, Daniel malah mendorong tubuh ibunya hingga terjatuh ke atas sofa.


"Daniel."


"Daniel."


ia menyeret kembali tangan sharla untuk masuk ke dalam kamar.


Alenta berusaha bangkit dari atas sofa, untuk segera mengejar anaknya dan juga sang menantu.


"Daniel tunggu. "


"Ayo sini kamu. "


"Daniel lepaskan ini sakit. "


Entah apa yang merasuki pikiran Daniel hingga ia begitu agresif dan marah-marah tak jelas kepada istri keduanya, " Daniel tunggu, ibu nak. kamu jangan sampai sakiti Sarla. "


"Sudahlah Bu, aku tidak akan menyakiti Sarla, jadi stop mengejarku saat ini." teriak Daniel sembari menarik tangan Sarla yang terus memberontak.


"Bagaimana Ibu tidak mengejarmu. Nak, perlakuanmu itu seperti menyakiti Sarla, cepat lepaskan tangannya, " Printan sang ibunda tak di dengar oleh anaknya.


Daniel tetap menarik Sarla, tak peduli dengan perkataan ibunya.


"Sakit Daniel, sakit, cepat lepaskan tangan saya." Sarla meringis kesakitan, meminta ampun kepada Suaminya untuk segera dilepaskan.


"Sudah diam kamu. Sekarang menurut saja apa yang saya katakan, jika kamu tidak menurut saya akan melakukan hal yang membuat kamu kesakitan." Ancaman Daniel terdengar menakutkan, dimana Sarah berusaha menurut dengan perlakuan dan ucapan Daniel.

__ADS_1


"Bagus, diam begitu, lebih baik."


Mereka kini masuk ke dalam kamar, di mana Daniel langsung mengunci pintu kamarnya.


Sarla kini dibanting pada kasur empuk, membuat ia terdampar dan berusaha melawan." apa yang akan anda lakukan kepada saya, Daniel?"


Sang Ibunda yang baru saja sampai di pintu kamar anaknya, kini memanggil Daniel dengan berkata." Daniel cepat buka pintunya. "


Ketukan pintu beberapa kali dilayangkan sang ibunda, dimana wanita tua itu berteriak.


"apa yang akan kamu lakukan terhadap Sarla."


Ketukan pintu kembali dilayangkan oleh wanita tua itu, berharap jika Daniel membuka pintu kamarnya.


"Daniel."


Tok ..... Tok .... Tok ....


"Daniel."


Wanita tua itu, mulai mendobrak pintu kamar Daniel, berharap jika sang anak mau membuka pintu kamarnya.


"Daniel, buka. Daniel."


Teriakan sang ibunda membuat Daniel terasa terganggu sekali. " Wanita tua ini."


Berdecak kesal, Daniel harus membereskan ibunya terlebih dahulu, karena jika ibunya terus berteriak. Ia akan menjadi pengganggu saat Daniel memberi pelajaran kepada istrinya.


Daniel, menghampiri pintu kamar, Iya kini membuka pintu kamarnya. " Ada apa bu?"


"Daniel, jangan kamu siksa Sarla, kasihan dia. "


"Sudahlah Bu. Ibu jangan khawatir, Ini masalah kami berdua sebaiknya Ibu pergi saja. "


Daniel mengusir ibunya sendiri, untuk segera pergi dari pintu kamarnya, di mana wanita tua itu terus mengintip pada samping badan anaknya.


"Sarla, Daniel. "


" sudahlah Bu cepat pergi dari sini, Ibu tidak pergi dari sini, Ibu jangan harap sarla masih ada di rumah ini."


Deg ....


mendengar apa yang dikatakan Daniel, wanita tua itu pastinya ketakutan, Ya berusaha menghelap napas. Tetap tenang dengan ucapan anaknya, di mana Daniel berkaca pinggang dan berkata, " Memang kamu ini keterlaluan ya Daniel. "


grutu sang ibunda di hadapan anaknya, gimana Daniel langsung menutup pintu kamar tak mau mendengar ocehan wanita tua yang sudah melahirkannya.


"Daniel."


Percuma saja memberontak, wanita tua itu akhirnya pergi dari depan pintu kamar anaknya," Daniel. Daniel. "

__ADS_1


Setelah menghadapi ibunya, Daniel mulai menghampiri kembali sang istri, dimana Sarla berusaha bangkit. Namun kedua tangannya tiba-tiba saja terikat.


"Daniel, anda benar-benar gila, apa yang akan anda lakukan? Kenapa anda malah mengikat kedua tangan saya seperti ini lepaskan cepat lepaskan saya."


__ADS_2