
"Kenapa mah, mamah kesal sama aku," pekik Lani, anak berumur 10 tahun itu pergi dari hadapan ibunya sendiri.
Dera yang tak sanggup lagi berjalan, berusaha berteriak memanggil anaknya. " Lani, kurang ajar kamu, kesini. "
Teriakan Dera tak digubris sama sekali oleh Lani, anak itu berjalan dengan tongkatnya begitu cepat, perasaan kesal dan juga rasa sakit hati mulai tak bisa terkendali," aku benci mama. "
Lani mengusap air matanya yang terus mengalir membasahi pipi, iya berjalan untuk segera pulang ke rumah, sampai tak memperdulikan ibunya sendiri yang terus berteriak memanggil namanya.
"Lani tunggu. Ahk. "
Rasa sakit itu membuat Dera mencengkram bawah perutnya, ya tidak menyadari jika dirinya kini tengah mengalami pendarahan.
"Ahk sakit, Lani tolong mama. "
Lani tak menoleh sama sekali ke arah belakang, ya benar-benar tak memperdulikan mamanya sendiri," Aku benar-benar benci terhadap. Mama dia jahat. "
Tanpa disadari Lani sudah sampai menuju rumah, ia menangis sejadi-jadinya, berusaha menatap ke arah belakang, dimana ya tak melihat sang mama tak mengikuti langkah kakinya.
"Mama."
Tangisannya seketika terhenti, perjalanan yang ia tempuh cukup lumayan jauh, Lani tak melihat sang Mamah mengikuti langkah kakinya.
"Mama, sepertinya Mama tidak mengikuti langkah kakiku."
Anak berumur 10 tahun itu berusaha tidak memperdulikan Dera, ya mulai meraih klop pintu untuk segera membukanya.
Namun hatinya merasa kasihan dengan apa yang dialami mamanya saat itu.
"Kenapa perasaanku saat ini tak enak. "
Lani mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam rumah, ia kini pergi untuk segera menemui sang mama.
Anak itu terus berteriak, mencari keberadaan Dera yang tiba-tiba saja tak terlihat," kemana mama. "
Hatinya kini tak karuan, di malam hari ia masih berkeliaran hanya mencari sang mama yang ia tega tinggalkan begitu saja. " bodoh kamu Lani kenapa kamu malah meninggalkan Mama kamu, jelas-jelas Mama kamu itu sedang kesakitan."
Gerutu Lani menyalahkan dirinya sendiri, dengan berjalan menggunakan tongkat dan menangis, Lani tetap saja tak menemukan keberadaan Dera yang tadinya berdiri ditempat dimana ia tinggalkan.
"Lani?"
Suara kesakitan itu terdengar, Lani berusaha mencari dimana suara itu terdengar.
__ADS_1
"Mama."
Betapa terkejutnya Lani melihat sang mama, tengah di kelilingi lagi oleh para lelaki biadab itu. Di semak semak yang tertutup tanpa terlihat oleh orang lain, Lani mengintip. "Mama."
Dera menangis menempelkan jari tangannya pada bibir, ia melihat Lani mengintip dibalik semak , berharap jika anak satu-satunya itu tidak berteriak.
Setelah para lelaki itu puas, mereka pergi menjauh membiarkan Dera terkulai lemah di atas tanah.
Para lelaki yang tidak tahu diri itu, jika Lani tengah mengintip dibalik semak.
"Mama."
Perasaan Lani benar-benar hancur saat itu, andai saja ia tidak meninggalkan sang mama, kemungkinan besar Dera akan baik-baik saja dan pulang dengan selamat.
Perlahan Lani menghampiri sang Mama dengan tubuhnya yang terasa lemas," mama. Maafkan Lani. "
Menangis terisak isak, merasa menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan terhadap sang mama.
"Kamu tak perlu minta maaf. "
Napas Dera terdengar tak stabil, membuat merasa ketakutan." mama bertahan, aku akan cari orang untuk membantu kita. "
Dera menggelengkan kepala, memegang pipi anaknya," Tak usah kamu capek-capek mencari orang untuk membantu mama, Mama sudah tidak kuat lagi untuk hidup."
Dera berusaha menenangkan anaknya agar tidak panik, " kamu tak usah panik sayang, Mama baik-baik saja, sebaiknya kamu jangan panggil orang. Temani mama di sini sementara waktu."
"Tapi mama, harus di bawa ke rumah sakit. "
Dera terus menahan anaknya untuk tidak pergi, sedangkan Lani nekat mencari orang untuk membantu sang mama.
"Jangan pergi Lani. "
"Lani akan pergi mencari pertolongan. "
Beranjak berdiri, kini Lani pergi dari hadapan sang mama.
Dera yang merasa tak kuat untuk bertahan, kini menarik napasnya berulang kali," apa ini hukuman untukku, karena dulu aku sudah menyakiti Maya, membuat keluarga Maya hancur. "
Lani mencari orang baik yang akan menolongnya, dimana orang-orang itu malah menolak dan membuat Lani menangis.
"Pak, bisa tolong mama saya. "
__ADS_1
Hampir setengah jam Lani meminta pertolongan kepada orang-orang yang melintas di daerah sana, tapi tak ada satupun yang mau menolong Lani saat itu juga.
Lani hampir putus asa, hingga ia menemukan seorang polisi yang tengah berjaga di malam itu," pak, bisa tolong mama Lani tidak. "
Polisi itu langsung merespon dengan begitu cepat, menanyakan di mana keberadaan Dera saat itu.
"Dimana kebaradaan mama kamu sekarang."
Lani mulai menunjukkan tempat keberadaan sang mamah yang tengah kesakitan," di dekat semak-semak itu. "
Mereka berjalan beriringan, untuk melihat keadaan Dera.
"Mama. Lani sudah mendapatkan pertolongan. "
Lani berusaha menggoyang-goyangkan tubuh Sang Mama agar segera bangun, namun berulang kali tetap saja wanita tua itu tak bangun-bangun juga.
"Mama, bangun. "
Polisi mulai mengecek keadaan Dera, sampai dimana ia mengucap sebuah kata yang benar-benar membuat hati Lani sakit.
" innalillahiwainnailaihirojiun."
Seorang anak mana yang tidak suka mendengar kabar kematian sang mamah yang begitu mendadak di hadapannya.
Pak polisi mengusap pelan punggung Lani dengan berkata," kamu yang sabar ya nak. Kita akan mengurus kematian ibu kamu saat ini. "
Lani masih dengan Isak tangisnya, dia tak percaya dengan kematian sang Mama yang begitu mendadak," pak polisi bohong kan mama itu belum meninggal, tadi saja Mama masih berbicara dengan Lani, polisi Jangan bohong ya."
kepolosan Lani terlihat oleh kedua mata polisi itu, " kamu yang sabar ya nak, nanti pak polisi menghubungi keluarga kamu."
"Ini semua tidak mungkin, ini semua bohong kan."
Lani menyesal di saat kematian terakhir sang mamah, ia tidak berada di samping sang mama.
"Mama bangun mah, Lani tahu Mama itu hanya tertidur Mama itu pura-pura mati kan, tidak ada mama bagaimana Lani hidup mah. Mama ayo bangun. "
Polisi berusaha menenangkan Lani, membawa anak berumur 10 tahun itu ke kantor polisi, untuk segera dipertanyakan di mana keberadaan tempat tinggalnya.
Namun ajakan itu Lani tolak begitu saja, ia ingin bersama sang mama." Aku tidak mau pergi. Aku ingin bersama mama sekarang ini. "
Lani memohon mohon pada polisi yang berada di dekatnya, sampai rasa kasihan itu dirasakan sang polisi.
__ADS_1
Menelepon ambulan untuk segera membawa ke rumah sakit," Kamu ikut bapak dulu ya. Bapak tidak akan menjauhkan kamu dengan mama kamu."
Lani hanya menatap sekilas ke arah polisi itu dan pada akhirnya menganggukkan kepala, " bapak berjaji?"